Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:
Josef Rudolf Mengele
Auschwitz, Polandia, rentang antara 1943 hingga 1944 nampaknya bisa jadi salah satu sejarah terkelam dalam dunia kedokteran. Bidang medis yang pada hakekatnya bertujuan menjaga kesehatan manusia, berubah menjadi arena kematian tersadis sepanjang masa. Adalah NAZI dengan diktator kontroversial mereka sebagai sutradaranya, Adolf Hitler. Kamp konsentrasi yang menampung tahanan perang Jerman saat itu, menjadi mimpi buruk bagi 750 wanita. Diklaim kesemua wanita tersebut berkutu, kemudian para wanita tersebut dimasukkan kedalam sebuah kamar lalu mereka semua dibunuh dengan gas beracun yang dipenuhi kedalam seisi kamar tersebut. Otak dari semua kesadisan tersebut memang Hitler, namun tahukah kalian siapa tangan kanan yang menjalankan semua hal itu? Dialah "Weisse der Engel" atau "Malaikat Putih" yang dalam terjemahan kasarnya lebih dikenal dengan julukan "Malaikat Kematian". Dialah Josef Mengele, dokter dari Adolf Hitler yang memiliki track-record negatif yang tidak kalah dari sang pasien eksklusifnya tersebut.

Asal Usul Sang Malaikat

Nama lengkap Josef Rudolf Mengele, Mengele lahir di Günzburg, Kingdom of Bavaria, Jerman ini adalah anak dari pendiri Karl Mengele & Sons company, perusahaan yang memproduksi mesin pertanian untuk menggiling, menggergaji dan membungkus. Pada tahun 1935, Mengele memperoleh Ph.D dalam bidang Antropologi di University of Munich. Kemudian pada January 1937, di Institut untuk Hereditary Biology and Racial Hygiene di Frankfurt, disana ia menjadi asisten Dr Otmar Freiherr von Verschuer yang adalah seorang ilmuwan terkemuka yang sangat interest dengan ilmu genetika dan anak kembar. Mungkin hal itulah yang mendasari salah satu eksperimen mengejutkan yang akan saya bahas dibawah.

Penelitian dan Eksperimen Manusia

Penyakit Noma
Josef menggunakan Auschwitz sebagai kesempatannya untuk melanjutkan penelitiannya tentang Hereditas, dengan memanfaatkan para tahanan sebagai kelinci percobaannya. Para Kelinci pilihan tersebut kemudian akan dikumpulkan dalam sebuah barak khusus. Dia lalu merekrut Berthold Epstein, seorang Dokter anak (berkebangsaan Yahudi). Sebagai seorang Dokter, Epstein mengusulkan kepada Mengele untuk mempelajari tentang sebuah penyakit yang dikenal dengan nama Noma, yang menurutnya paling banyak menyerang anak-anak di kamp konsentrasi. Penyebab dari wabah tersebut belum jelas, namun dapat diketahui bahwa penyakit tersebut rentan diidap oleh anak-anak yang kekurangan gizi dan sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah.

Mengele cukup tertarik dengan kelainan fisik yang sempat ia temukan dalam kamp konsentrasi. Hal tersebut termasuk para kurcaci (orang kerdil), terutama Keluarga Ovitz. Keluarga Ovitz adalah artis Romania, yang 7 dari 10 anggota keluarganya memiliki tubuh kerdil. Sebelum dideportasi, mereka sempat melakukan tur di Eropa Timur membawa nama Liliput Troupe (Rombongan Liliput). Mengele seringkali memanggil mereka dengan sebutan "Keluarga Kurcaci-ku", karena untuknya Ovitz Family adalah cerminan "kesempurnaan dari yang tidak sempurna". Dalam salah satu percobaan Mengele juga terdapat eksperimen dengan cara mengambil bola mata dari salah satu anak kembar, kemudian memasangnya dibelakang kepala kembarannya, juga mengubah warna mata dengan menyuntikkan bahan kimia dan beberapa eksperimen mengamputasi beberapa anggota tubuh lainnya.

The Ovitz Siblings
Suatu ketika asisten Mengele mengumpulkan 14 pasang anak kembar dari Roma. Kemudian sang dokter menempatkan mereka ke atas meja "marmer" pembedahannya lalu menidurkan mereka. Setelah itu dia mulai menyuntikkan kloroform ke jantung para pasiennya, langsung membunuh mereka dengan sekejap mata saja. Kelak dengan cara itulah sang peneliti mulai mencatat beberapa catatan mengenai organ tubuh para anak kembar tersebut agar bisa membantu hasil penelitiannya. Di Auschwitz, Mengele melakukan sejumlah studi kembar. Setelah percobaan selesai, anak kembar ini biasanya dibunuh dan tubuh mereka dibedah (seperti pada kisah diatas). Dia juga pernah mengawasi salah satu eksperimen dimana 2 anak Roma dijahit secara bersama-sama untuk menciptakan kembar siam. Eksperimen ini tidak memiliki foto dokumentasi namun apabila ingin lebih menghayati, sambil membaca silahkan anda nonton film SAW VII. Lanjut, tangan anak-anak tersebut kemudian berubah menjadi sangat buruk akibat menjadi infeksi dimana pembuluh darah mengalami resected (jaringan pembuluh darah putus), dan juga hal tersebut telah menyebabkan Gangrene.

Gangrene (disease)
Sebuah Kota Yang Dipenuhi Anak Kembar

Beberapa tahun setelah kekalahan Nazi terhadap pasukan sekutu, semua pengikut-pengikut dari Hitler yang bertahan hidup semuanya hilang bak diterpa angin, tidak terkecuali dengan sang dokter. Tahun 1960 terletak pada sebuah Kota kecil Candido Godoi di Brazil sang peneliti diyakini telah meneruskan eksperimennya. Percaya atau tidak, kota tersebut memiliki tingkat kelahiran anak kembar yang tidak wajar yakni 1:5. Itu artinya setiap 5 kejadian kelahiran di kota tersebut akan ada 1 kejadian kelahiran anak kembar. Hal tersebut sedikit jauh dengan perbandingan tingkat kelahiran anak kembar beberapa wilayah di dunia yaitu 1:8. Hal tersebut bukan satu-satunya yang aneh, keturunan yang dihasilkan juga berambut pirang dan memiliki mata berwarna biru. Bertahun-tahun para ilmuwan gagal memecahkan misteri yang terjadi di kota yang terletak di perbatasan dengan Argentina itu. Hingga akhirnya pada awal 2009, seorang ilmuwan Argentina bernama Jorge Camarasa mengungkapnya dalam buku "Mengele: the Angel of Death in South America".

Dikutip dari Telegraph, Mengele gagal menyelesaikan misi itu hingga berakhir masa tugasnya lalu dipindahkan ke Paraguay. Rupanya ia masih penasaran, lalu melanjutkan eksperimen itu sampai akhirnya ajal datang menjemputnya di Brazil pada tahun 1975. Selama melanjutkan eksperimen rahasia tersebut, Mengele yang selama hidupnya terus diburu oleh militer Israel tidak menetap di Paraguay tetapi berpindah-pindah ke Argentina dan Brazil. Diduga ia mulai menjadikan kota kecil Candido Godoi di Brazil yang dihuni para petani sebagai laboratorium hidup sekitar tahun 1960-an.

Kepada warga setempat, Mengele mengaku sebagai dokter hewan dan membantu mengobati hewan ternak. Setelah mendapat tempat di hati warga, ia mulai merawat ibu hamil dengan obat-obatan yang sesungguhnya berisi cairan kimia hasil eksperimen rahasianya tentang anak kembar. "Dia (Mengele) banyak bicara soal ternak dan penyakitnya lalu mengatakan jangan khawatir, ia bisa mengobatinya. Para petani mengingatnya sebagai orang yang sopan dan bermartabat," ungkap Leonardo Boufler, seorang petani asal Candido Godoi saat menceritakan kenangan para warga tentang Mengele. Secara detail, tidak diketahui pasti kapan dan bagaimana Mengele melakukan eksperimen tersebut. Namun menurut catatan, fenomena kelahiran banyak anak kembar dalam jumlah banyak di Candido Godoi muncul sekitar tahun 1963, saat Mengele diperkirakan mulai masuk di wilayah tersebut.

Hal Tersebut Adalah Faktor Genetika Semata

Meski banyak yang mengakui adanya eksperimen anak kembar oleh Jesof Mengele, tidak semua sependapat bahwa fenomena Candido Godoi adalah hasil karyanya. Salah satu yang menentang adalah Ursula Matte, pakar genetika dari Porto Alegre Hospital di Brazil. Dalam penelitian yang dilakukannya tahun 1990 hingga 1994, kelahiran anak kembar yang tinggi di wilayah itu dipicu faktor genetik. Pemeriksaan DNA yang dilakukan pada sejumlah pasangan kembar menunjukkan adanya kecenderungan pada sebagian warga untuk menghasilkan keturunan kembar. Saat penelitian itu dilakukan, tingkat kelahiran anak kembar di Candido Godoi tercatat 10 persen sementara rata-rata di wilayah lain hanya 1,8 persen. Matte menduga sebelum era 1960-an angkanya tidak jauh berbeda, hanya saja belum tercatat. "Paparan racun kimia dan teknik bayi tabung memang bisa menghasilkan bayi kembar, namun hingga kini belum diketahui mekanismenya. Sulit bagi saya untuk percaya Mengele bisa melakukannya pada masa itu dan memberikan efek dalam periode sedemikian panjang," ungkapnya seperti dimuat oleh Newscientist.

Kekejaman Didalam Dunia Medis Telah Usai?

Setelah kematian sang maestro di dunia kedokteran tersebut, kisah-kisah kesadisan yang melibatkan bidang medical tersebut juga ikut hilang. Benarkah? Entahlah, namun yang jelas eksperimen-eksperimen gila dari sang malaikat setidaknya juga telah masuk dalam vase tutup buku. Namun sekali lagi, benarkah? Namun yang jelas, perjalanan karir Josef Mengele telah mengukir lembaran hitam dunia kesehatan dan juga meninggalkan begitu besar kepahitan bagi para keluarga korban yang menjadi tikus percobaan dari sang Dokter. Namun, misteri semacam ini tak bisa dipungkiri, mungkin saja masih ada hingga sekarang dan tersembunyi rapi oleh para Mengele's wanna be lainnya dimuka bumi ini, yang sedang tertawa dengan eksperimen-eksperimen gila mereka diatas meja "marmer" pembedahan mereka sendiri.

Sumber: http://www.tyrips.com
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Josef Mengele, Dokter Sekaligus Malaikat Kematian Hitler"

Posting Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments