Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: , ,

Israel merayakan 63 tahun "kemerdekaannya". Namun, perayaan yang akan dilakukan oleh negara Zionis-Israel itu, sebuah perayaan yang hanya memperingati sejarah negara yang hitam kelam. Negara Yahudi, sebuah negara berdiri diatas diatas tumpukkan tulang-belulang, darah, air mata, pembersihan etnis, penindasan, penghancuran, dan kekejaman yang sistemtis selama 63 tahun terhadap rakyat Palestina.

Ketahuilah, peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak 63 tahun yang lalu, sampai hari, tanpa ada sedetikpun jeda. Di mana terus-menerus Israel melakukan genosida (pembantaian) terhadap rakyat Palestina. Pembantaian yang dipertontonkan oleh rezim Zionis-Israel itu, terakhir agresi militer terhadap rakyat Palestina di Gaza, bulan Januari 2010, yang menewaskan ribuan penduduk di wilayah itu.

Perempuan, anak-anak, orang tua semuanya dibantai oleh tangan-tangan kotor penjajah Yahudi itu. Kejahatan yang dilakukan oleh pemerintahan pendudukan itu, telah diakui oleh banyak intelektual dan sejarawan Yahudi, yang datang untuk mengakui dan mengenali, negara kleptomaniak yang berada dalam kondisi kegelapan. Anehnya, rezim Zionis-Israel masih berani menuduh Hitler sebagai penjahat.

Kelahiran negara laknat Zionis-Israel tahun 1948, sangat tidak diragukan lagi sebagai manifestasi tindakan penuh kekejaman yang brutal dari kelompok Zionis yang berasal dari Eropa Timur. Mereka datang berbondong-bondong ke Palestina, dan menghancurkan setiap aspek kehidupan penduduk di wilayah itu. Mirip dengan apa yang dilakukan Stalin yang memiliki dan mempraktekkan ideologi fasis yang sangat kejam dan biadab.

Gerombolan Yahudi itu memastikan bahwa mereka meniru, meniru dan menyalin semua kejahatan besar dalam bentuk genosida dan praktek-praktek rasis yang dilakukan Hitler di Jerman. Hal itu, seperti diungkapkan menteri pertanian Israel, Aharon Zisling, yang mengakui bahwa "kita telah melakukan perbuatan Nazi", ujarnya.

Mengucapkan kebobrokan dan kriminalitas dari geng teroris Zionis, Presiden Truman berkomentar bahwa "Saya takut sekali bahwa orang-orang Yahudi itu sama seperti gerakan milisi yang haus darah. Ketika mereka sampai di puncak, mereka hanya sebagai kekuatan yang tidak toleran dan kejam. Sebagaimana orang-orang yang simpati kepada mereka, ketika mereka di bawah penindasan Nazi. Saya menyesal melindungi mereka. Situasi ini sangat sering terjadi. Karena simpati saya, kemudian dunia selalu di pihak mereka", ujar Truman.

Untuk menutupi kejahatan kriminal mereka, mereka selalu berkedok dengan sejarah Holacoust. Zionis mengarang kebohongan terbesar dalam sejarah. Mengarang segala macam cerita palsu tentang dugaan tanah air bagi orang Yahudi. Beberapa orang Yahudi Zionis, mengambil keuntungan adanya sikap anti-Semitisme di Barat. Terutama pasca bencana yang mereka alami selama di Eropa. Mereka cukup berani untuk menciptakan konsep ras Yahudi, yang sangat kontroversi. Terutama dalam menghadapi fakta-fakta biologi, antropologi silsilah, dan sejarah .

Zionis, yang mempraktekkan kebiasaan berbohong, seperti kebutuhan mereka menghirup oksigen, dan akan selalu berusaha untuk "membuktikan" kebohongan itu sebagai "kebenaran" dari kebohongan besar yang telah mereka lakukan.

Misalnya, saat berlangsung perdebatan beberapa tokoh fanatikus Zionis baru-baru ini, tentang fakta bahwa orang-orang Yahudi Latvia (putih) dan Yahudi Ethiopia (hitam) jelas tidak memiliki keturunan yang sama, misalnya Yakub, tokoh Alkitab, juga dikenal sebagai Israel. Tapi Zionis tidak akan puas dengan kebenaran. Mereka berpendapat bahwa alasan Yahudi Latvia dan Rusia, karena begitu banyak perempuan Yahudi diperkosa oleh laki-laki Goyem (kafir) dari negara-negara kawasan Baltik, yang mengakibatkan perempuan ini melahirkan anak putih!!. Inilah yang menjadi cikal-bakal negara Yahudi-Israel sekarang, menurut mereka.

Kebenaran tentang masalah ini bahwa cerita Zionis merupakan kemenangan kekuasaan terhadap kebenaran. Namun, kemenangan itu tidak akan berlangsung lama. Israel akan dan harus memenuhi nasib yang sama, karena itu proyek kolonialis seperti terjadinya Perang Salib. Kehancuran Zionis-Israel, memang tidak terjadi esok hari , tetapi itu pasti akan terjadi.

Kaum Yahudi menyadari bahwa merayakan kemerdekaan tanah air yang milik orang lain adalah tidak benar-benar sebuah kemenangan otentik. Juga bukan kemenangan moral. Memang, orang yang tinggal di rumah milik orang lain, yang menikmati kebun, dan kebun anggur milik orang lain. Di mana pemilikinya telah diusir di bawah todongan senjata. Hanya karena mereka kebetulan berada dalam posisi "Tidak ada pilihan". Akibat kondisi yang ada itu, mereka menjadi putus asa. Meskipun, sekarang putus asa itu, berubah menjadi kebangkitan rakyat Palestina yang menuntut hak mereka kembali.

Namun, hal ini terjadi dengan sebagian besar yang dilakukan oleh orang Yahudi Israel. Mereka datang dari negeri-negeri jauh untuk mengklaim tanah air yang bukan milik mereka. Ketika penduduk asli di tanah Palestina, melakukan protes atau menolak teror yang terorganisir dari penjajah Eropa Timur, bahwa mereka Yahudi-Zionis mengatakan, bahwa diri mereka sebagai korban teroris dan anti Semit. Inilah yang sangt aneh. Sebuah kebohongan yang mendapat dukungan masyarakat Barat. Mereka dengan kekuatan yang mereka miliki, seperti media massa, berhasil mengubah cara pandang masyarakt dan pemerintahan Barat, yang selalu berpihak kepada Zionis-Israel.


Tetapi, Yahudi Zionis akan selalu kehilangan ketenangan, ketika kita mengingatkan masyarakat dunia, bahwa apa yang dilakukan Zionis-Israel itu sama dengan apa yang dilakukan oleh yang Nazi terhadap rakyat Palestina. Inilah yang membuat mereka selalu takut, paranoid, dan gemetar menghadapi tuduhan atas kejahatan mereka itu.

Sekarang, marilah kita bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan berikut: "Apakah benar cerita 'Nazi', yang membawa jutaan orang Yahudi ke kamar gas, dan menghanguskan mereka semua?" Atau cerita itu palsu yang sengaja terus dihembuskan oleh kaum Yahudi, yang kemudian menyandera seluruh penduduk bumi? Kemudian, hanya cerita tentang "Holacoust" yang terus menerus disajikan oleh propaganda Yahudi. Kemudian mereka bisa berbuat sekehendaknya untuk membumi hanguskan orang-orang Palestina di tanah air mereka sendiri?".

Lebih jahat mana antara Nazi-Jerman dengan Zionis-Israel yang sudah merampas tanah air rakyat Palestina? Membunuhi rakyat Palestina setiap hari? Melakukan horor terhadap rakyat Palestina dengan menggunakan senjata modern buatan Amerika? Memblokade rakyat Palestina di Gaza? Seluruh kejahatan yang rezim Israel, tak pantas dikatakan sebagai negara yang beradab. Negara yang menganut kaidah-kaidah negara modern. Negara Israel itu, tak lebih sebuat entitas penjahat, kriminal, dan pembantai dan penghancur kemanusiaan, yang tidak ada bandingannya di muka bumi ini.


Lalu, mengapa harus diperingati Israel sebagai sebuah negara merdeka yang mempunyai hak sejarah atas kemerdekaannya?. Mereka merampas, mengusir, membunuh, dan melakukan pembantaian "genoside" terhadap rakyat Palestina yang tidak berdosa, dan kemudian mereka hidup diatas tanah kelahiran mereka.

Mereka bukan berperang menghadapi penjajah, yang merampas tanah air mereka. Justru mereka menjajah dan menguasai tanah kelahiran rakyat Palestina. Lalu, mereka sekarang memperingti hari "Kemerdekaan"? Sungguh ini sebuah tragedi dan ironi.

Tetapi, mereka masih berani bercerita tentang kamp Auswicth, yang sangat mengerikan, dan membuat kesaksian orang-orang yang masih hidup, dan menjadi saksi, serta mereka terus mempublikasikan mereka yang selamat dari kamp Auswich itu.

Waktu itu, 63 tahun lalu, Zionis membongkar 438 desa Palestina, dan meracuni sumur-sumur, dan kemudian sumur-sumur itu dihancurkan untuk memastikan bahwa pemilik hak yang syah rakya Palestina itu, mereka tidak akan kembali. Hari ini, Zionis-Israel tetap berperilaku sama, tidak ada yang berubah. Mereka terus menghancurkan rumah-rumah, masjid, menghancurkan peternakan, dan membunuhi rakyat Palestina, menangkap, menahan, dan menyiksa. Itu sudah menjadi kejadian yang rutin. Tujuan agar rakyat Palestina angkat kaki.


Hari ini, 63 tahun kejahatan Israel, seperti melakukan perkosaan, pencurian dan penindasan, dan pembantaian sedang dimuliakan dan dikuduskan oleh anak-anak, cucu dan keturunan mereka, semuanya diatas penderitaan rakyat Palestina. Hasilnya adalah entitas setan yang setiap saat mempraktekan kebobrokan yang tidak dapat dibayangkan, dan terus-menerus dusta untuk menyembunyikan rasa malu-nya.

Israel merayakan kebebasan, sementara lebih dari sembilan juta warga Palestina diperlakukan seperti budak, atau anak-anak Tuhan yang lebih rendah, beberapa mendekam di kamp-kamp pengungsi. Waktu 63 tahun, dalam kondisi yang mengerikan seperti penahanan massal, kelaparan kolektif, penganiayaan sehari-hari, dengan tidak ada kebebasan. Sangat sedikit harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina.

Pada saatnya nanti bangsa Palestina akan menemukan kebebasan nyata. Setelah semua, Zionisme dan Yahudi berhasil dikalahkan oleh entitas masyarakat dunia, yang menyadari bahwa sejatinya Yahudi itu adalah entitas penjajah, pencuri tanah, pembunuh, dan pelaku kebohongan sejati di muka bumi ini. (mhi)


Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Munich: Pengadilan Jerman menjatuhkan vonis lima tahun penjara bagi John Demjanjuk, seorang penjaga kamp konsentrasi Nazi pada masa perang Dunia II. John demjanjuk dianggap bersalah atas perannya dalam pembantaian 28 ribu warga Yahudi di kamp konsentrasi Nazi di Sobibor, Polandia tahun 1943.


Meski dinyatakan bersalah dan divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Jerman, namun John Demjanjuk tidak langsung di penjara, karena kondisi kesehatan dan usianya yang sudah 91 tahun.

Pengacara Demjanjuk pun mengajukan banding atas putusan pengadilan ini. Sejak awal persidangan Demjanjuk menyatakan dirinya tidak bersalah.

Demjanjuk adalah tentara merah yang ditangkap tentara Jerman tahun 1942, lalu dikirim ke kamp tahanan perang. Sebelum dipekerjakan sebagai penjaga kamp konsentrasi nazi di Sobibor, Polandia tahun 1943.

Pada saat itu sekitar 28 ribu orang Yahudi dibantai di kamar gas. (RIE)

Sumber: http://www.metrotvnews.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

AMSTERDAM--Rabu malam (04/05), Belanda memperingati semua warga dan militer yang sejak pecahnya Perang Dunia II meninggal akibat perang. Tepat pukul 20.00 waktu setempat rakyat Belanda mengheningkan cipta selama dua menit, mengenang para korban. Ternyata juga ada orang Indonesia ikut aktif melawan Nazi Jerman.


Di zaman itu kira-kira ratusan orang Indonesia berada di Belanda. Mereka adalah mahasiswa, pembantu, jongos, dan pelaut. Demikian Harry Poeze, sejarawan Belanda yang bekerja pada KITLV, Lembaga Bahasa, Sejarah dan Antropologi di Leiden.

Akibat pecahnya Perang Dunia II dan Belanda diduduki Jerman, semua hubungan dengan Indonesia putus. Ketika itu situasi sangat buruk bagi orang Indonesia di Belanda. Tidak ada dana atau sumbangan dari Indonesia. Didirikanlah program-program khusus untuk membantu warga Indonesia di Belanda. Organisasi mahasiswa Rukun Pelajar Indonesia mengkoordinasi upaya-upaya itu.

Selain Rukun Pelajar Indonesia, juga ada organisasi lain, namanya Perhimpunan Indonesia, yang bercorak politik kiri. Mereka ingin melawan Jerman. Itu dilakukan dengan bantuan dan dalam koordinasi dengan kelompok-kelompok perlawanan Belanda.

Perlawanan terhadap Nazi Jerman juga menelan korban jiwa. Menurut sejarawan Harry Poeze, ada kira-kira sepuluh orang Indonesia, khususnya mahasiswa, yang ditahan Jerman. Mereka dikirim ke penjara atau kamp konsentrasi Jerman. Situasi di sana sangat buruk.

Sekitar 50-60 orang Indonesia ikut perlawanan, demikian Poeze. "Ada sekitar sepuluh yang ditahan. Dari sepuluh itu, ada lima yang meninggal." Ada yang ditembak mati atau meninggal karena sakit akibat kondisi buruk kamp konsentrasi Jerman.

Dalam upacara peringatan pahlawan 4 Mei, lima korban selamat Indonesia diperingati juga. Salah satu di antaranya Irawan Soejono. Ia ditembak mati Jerman di Leiden. Salah satu jalan di Amsterdam dinamakan Irawan Soejonostraat.

Sementara mendiang dan mantan Ketua Perhimpunan Indonesia, Parlindungan Loebis pernah menulis autobiografi tentang pengalaman dia di kamp konsentrasi Nazi Jerman. Ia ditahan di kamp Sachsenhausen, karena dianggap melawan Jerman.

Karena Loebis seorang dokter, ia disuruh merawat para tahanan. Pengalamannya ditulis dalam buku autobiografi berjudul Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Nazi. "Saya sangat terkesan dengan buku ini. Ini satu-satunya buku yang memberi kesan dari orang Indonesia dalam kamp konsentrasi. Buku ini sangat unik", kata Harry Poeze.

Parlindungan Loebis meninggal dunia tahun 1994 dalam usia 84 tahun.

Sumber: http://www.republika.co.id
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Balkan merupakan kawasan kedua yang menerima kedatangan Islam di Eropa Selatan selepas Andalusia Spanyol, dengan perbedaan bahwa tidak ada lagi sisa perabadan Islam yang agung di Andalusia selain bangunan-bangunan megah dengan ciri Islam dan sejumlah kecil muslimin di kawasan ini. Sedangkan di kawasan Balkan, umat Islam hadir secara mencolok. Mayoritas warga Balkan etnis Albania adalah muslimin. Demikian juga umat Islam merupakan bagian terbesar dari penduduk Bosnia Herzegovina.

Sementara itu di negara-negara lain kawasan Balkan, minoritas umat Islam masih cukup berperan mencolok di tengah penduduk negara-negara tersebut. Islam senantiasa menjadi dasar transformasi di kawasan ini, setelah imperium Utsmani memasuki kawasan Balkan.

Sejarah Islam memasuki Balkan, banyak sekali mengalami distorsi, sehingga tergambarkan seolah-olah penduduk kawasan ini menerima Islam karena paksaan dan di bawah ancaman pedang para penguasa Utsmani.

Di sebagian buku sejarah Eropa, kehadiran Islam di Balkan dikatakan sebagai hasil dari persaingan agama dan politik berbagai etnis yang tinggal di kawasan ini. Analisa tentang sejarah masuknya Islam ke daratan Eropa seperti ini, sebenarnya merupakan pengabaian peran nilai-nilai Islam yang mulia dan karya peradabannya yang sangat berharga dalam menarik bangsa Eropa selatan ini ke dalam agama Islam.

Tentu saja, dari para penulis barat, tidak dapat diharapkan lebih daripada yang demikian itu. Karena setiap kali mereka berusuran dengan Islam dan peradaban Islam, maka mereka selalu berusaha menampakkan agama Islam dan muslimin dalam wajah yang kejam, fanatik buta, penuh khurafat dan sesat.

Cara-cara seperti itu juga digunakan dalam politik zaman sekarang, dalam bentuk propaganda berbagai media massa untuk mendiskreditkan Islam dan muslimin.

Jika rakyat Eropa Selatan memeluk agama Islam lewat paksaan dan pedang kesultanan Utsmani, kini setelah lebih dari satu setengah abad dari keluarnya tentera imperium Utsmani dari kawasan Balkan dan munculnya negara-negara baru, sudah tentu tidak akan ada lagi peninggalan Islam yang tersisa di kawasan ini. Tetapi realitas membuktikan bahwa Islam sampai saat ini masih merupakan bagian dari milik orang-orang Albania dan Bosnia.

Umat Islam Bosnia telah dibunuh secara massal dalam pembunuhan etnis oleh orang-orang Serbia pada tahun-tahun 1992-95, hanya karena mereka masih mempertahankan keterikatan mereka dengan agama Islam.

Jika rakyat Bosnia beraga Kristen, sudah pasti orang-orang barat tidak akan tinggal diam selama tiga setengah tahun menyaksikan pembunuhan massal puluhan ribu warga Bosnia, dengan cara-cara yang sedemikian tragis.

Tetapi bagaimana caranya rakyat Balkan mengenal Islam? Dalam hal ini sejumlah faktor, baik geografi, sejarah, agama, politik, ekonomi dan sosial, dapat disebutkan sebagai alasannya, yang semua itu tidak terbatas hanya karena pengembangan Islam oleh pemerintahan Utsmani. Dalam kesempatan ini kami ingin berbicara tentang berbagai faktor masuknya Islam ke kawasan Balkan.

Posisi geografis Balkan merupakan salah satu faktor utama dan yang membuka peluang pengenalan rakyat Balkan kepada agama Islam. Pengenalan mereka kepada Islam ini bermula dari sebelum perluasan imperium Utsmani ke Eropa selatan di abad ke-15 Masehi. Keberadaan kawasan Balkan diantara negara-negara Islam dan Romawi Kristen merupakan peluang pertama pengenalan rakyat di kawasan ini dengan umat Islam lewat perdagangan. Perdagangan kaum Iliri penduduk Balkan dengan umat Islam Arab, Persia dan Turki merupakan kesempatan kehadiran para pedagang muslim di kota-kota pelabuhan laut Adriatik bahkan ke kawasan yang lebih jauh dari pantai laut ini.

Kepingan uang emas dan perak Arab yang telah ditemukan oleh para arkeolog dan kisah perjalanan yang telah ditulis pada era ini membuktikan hal tersebut. Pada masa lalu transaksi jual beli merupakan tujuan pertama para pedagang. Para pedagang muslim telah ikut membawa budaya dan pandangan baru bersama mereka. Hal ini terjadi ketika sejumlah muslimin menempati kota-kota pelabuhan di kawasan Balkan dan dengan berlalunya zaman, jumlah mereka semakin bertambah dan meninggalkan pengaruh pada masyarakat setempat.

Kondisi politik dan agama yang dimiliki oleh rakyat Balkan, ikut memainkan peran dalam menarik mereka kepada agama Islam. Bangsa yang paling lama sekali tinggal di Balkan ialah kaum Iliri. Pada abad keenam dan ketujuh Masihi, orang-orang Slowakia telah datang ke kawasan tersebut.

Kedatangan orang-orang Slowakia ke Balkan dan upaya mereka untuk menegakkan agama Kristen telah menyebabkan timbulnya banyak pemberontakan danpeperangan. Sebagian besar dari bentrokan ini, labih banyak diwarnai oleh sentimen keagamaan daripada sentiman etnis dan sebagai dampak dari pemaksaan agama Kristen.

Ketidakmampuan imparium Romawi Byzantium dalam mengatasi pemberontakan bangsa Slowakia, Barbar dan Bulgariun telah menjadikan kawasan Balkan sebagai kancah banyak pertempuran antara berbagai etnis yang berada di kawasan ini dari satu sisi, dan dengan tentara Romawi dari sisi lain. Kondisi ekonomi yang buruk, tekanan agama dan perang yang tidak berkesudahan telah menjadi lahan penerimaan agama yang memiliki ajaran keadilan, persamaan, anti kezaliman dan yang berdasarkan keyakinan kepada keesaan Tuhan, yang tidak terdapat pada agama-agama lain.

Imperium Utsmani dalam kondisi ekonomi, politik dan agama yang buruk ini, selepas keruntuhan imperium Romawi Byzantium memperluas kekuasaannya sampai pintu-pintu gerbang Wina. Perang-perang berdarahpun terjadi antara tentera Utsmani dengan orang-orang Serbia, yang kini dianggap oleh orang-orang serbia sebagai sejarah kepahlawanan mereka. Dengan kemenangan tentera Ustmani, bermulalah imigrasi berbagai kelompok Kristen ke arah kawasan utara Balkan. Imigran ini berlaku dimana sebagian besar penduduk kawasan tersebut telah memeluk agama Islam dan banyak dari mereka memilih untuk tinggal di samping umat Islam, meski sebagai pengungsi.

Perselisihan sejarah terpenting antara cendikiawan Serbia dengan cendikiawan Muslim di kawasan Balkan, khususnya kawasan Kosovo dan Bosnia Herzegovina, adalah dalam hal bahwa apakah umat muslimin yang ada saat ini, merupakan penduduk asli kawasan ini ataukah mereka ini merupakan imigran muslim atau orang-orang yang terpaksa memeluk agama Islam di bawah pemerintahan Utsmani? Orang-orang Serbia percaya bahwa merekalah penduduk asli Kosovo dan umat Islam merupakan perampas tanah air mereka. Padahal orang-orang Albania, sama seperti saudara mereka orang-orang Bosnia, meyakini bahwa asal keturunan mereka adalah dari bangsa Iliri pada dua ribu tahun lalu, hanya saja mereka telah mengubah agama mereka.

Hal yang diyakini dari sudut pandang sejarah ialah bahwa pemerintah Utsmani sejak awal abad ke 15 hingga awal abad ke 20 memerintah sebagian besar dari tanah Balkan dengan penuh kekuatan dan meninggalkan pengaruh yang mendalam di kawasan ini dari sisi sosial. Sebelum menggunakan kekuatan untuk menaklukkan kawasan-kawasan Kristen, pemerintah Utsmani telah memanfatakan sistim ekonomi dan perpajakan Islam dalam rangka mendorong kaum Kristen ke dalam agama Islam. Dengan cara ini banyak sekali keluarga Kristen yang telah memeluk agama Islam.

Pada era ini, pemberontakan-pemberontakan serbia yang mendapat dukungan dari kekuatan-kekuatan yang berkuasa di Eropa telah ditumpas dan pada sebagian besar tanah jajahan pemerintah Utsmani di kawasan Balkan, di sepanjang tiga abad yakni hingga awal abad ke 19, merupakan sebuah periode yang dipenuhi dengan kegemilangan ekonomi serta perkembangan peradaban dan budaya Islam. Banyak sekali buku dan pusat-pusat agama yang menjadi peninggalan pada periode ini yang merupakan tanda perkembangan ilmu dan sastra kaya Islam di kawasan ini.

Sejak awal abad ke 19 sewaktu berlakunya transformasi sosial di Eropa dan melemahnya kekuasaan imperium Utsmani di dalam dan luar, kecemerlangan dan kegemilangan di kawasan Balkan pun berakhir. Penduduk Balkan sejak sejarah ini terperosok ke dalam berbagai peperangan berdarah, dan setiap beberapa tahun mereka mencapai kemerdekaan atau jatuh di bawah kekuasaan salah satu dari kekuatan Eropa.

Perang-perang ini menyebabkan negara-negara Balkan berpecah atau bersatu berdasarkan kepada kepentingan Eropa yang berkuasa. Setelah jatuhnya imperium Utsmani, maka masa terlama bangsa Balkan hgidup tanpa peperangan ialah setelah perang dunia kedua, dimana pada periode ini rezim-rezim despotik komunis berkuasa di sebagian besar negara-negara Balkan. Dengan berakhirnya pasang surut ini, umat Islam Balkan yang mayoritasnya tinggal di Bosnia Herzegovina, Albania dan Kosovo berusaha untuk memelihara identitas Islam mereka dan identitas Islam mereka secara total menyatu dengan identitas bangsa dan etnis mereka. Demi untuk memelihara identitas agama ini, ketika terjadi pembersihan etnis yang dilakukan oleh orang-orang Serbia terhadap umat Islam Bosnia dan juga Albania warga Kosovo, banyak darah yang telah tumpah di sepanjang satu dekade yang lalu.(de)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Peradaban Islam di era kejayaan dikenal memiliki teknologi militer yang sangat tangguh. Salah satu peninggalan militer Muslim di masa kekhalifahan adalah benteng-benteng pertahanan. Kemegahan benteng-benteng peninggalan peradaban Islam di abad pertengahan itu ada yang masih berdiri kokoh serta ada pula yang telah musnah.

Berikut ini beberapa benteng peninggalan militer Muslim di zaman keemasan:

1. Benteng Salahudin

Orang Barat biasa menyebutnya, The Citadel of Saladin. Menurut catatan sejarah, The Citadel dibangun oleh panglima perang Muslim terkemuka bernama Salahudin Al-Ayubi dari Dinasti Ayubiyah pada 1170 M. Benteng Salahudin dibangun di atas bukit Muqatam yang terletak di antara kota Kairo dan Fustat, Mesir.

Karena letaknya di atas bukit, setiap orang yang datang ke Citadel bisa menikmati keindahan pemandangan seluruh penjuru kota Kairo. Bahkan, Piramida dan Giza peninggalan raja-raja Mesir pun bisa terlihat dari Benteng Salahudin.

Salahudin membangun Citadel sebagai tempat latihan militer serta melindungi Mesir dari serangan Pasukan Salib. Kala itu, memang tengah berkobar Perang Salib. Salahudin pun berinisiatif untuk membangun benteng pertahanan untuk membendung serangan tentara Perang Salib yang berusaha menguasai kembali Yerusalem Tanah yang dijanjikan Tuhan dari kekuasaan orang-orang Muslim.

Perang Salib juga dipicu ambisi Kekaisaran Bizantium untuk melawan ekspansi Dinasti Seljuk yang beragama Islam ke Anatolia. Pada masa kekuasaan Kekhalifahan Turki Usmani, Citadel juga sempat menjadi tempat bermukim dan berlindung Raja Muda Turki. Dia juga membawa pasukannya untuk bertahan di benteng tersebut selama masa Perang Salib.

Benteng peninggalan Sang Panglima Perang Agung Salahudin al- Ayubi itu sempat dilupakan dan tidak terurus hingga pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk. Namun pada abad ke-14 M, Citadel yang telah berjasa melindungi Mesir dari Pasukan Salib mulai diperhatikan dan dirawat.

Bahkan Sultan El-Nasser Mohamed mulai membangun sejumlah bangunan-bangunan lain di sekitar benteng tersebut seperti Masjid. Saat ini, Citadel juga menjadi tempat latihan militer Mesir .

2. Benteng Ajyad

Benteng Ajyad merupakan benteng yang dibangun penguasa Turki Usmani di kota Mekkah pada 1775 M. Benteng tersebut dibangun untuk melindungi Ka'bah dan kota Mekkah dari serangan para pendatang.

Benteng tersebut meliputi 23 ribu meter persegi pegunungan Bulbul. Namun benteng tersebut sudah dimusnahkan pada tahun 2002 yang lalu untuk sebuah proyek pembangunan Abraj Al Bait Towers yang terdiri dari apartemen, hotel bintang lima, maupun pusat perbelanjaan.

Pemusnahan Benteng Ajyad yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi umat Muslim diprotes keras oleh pemerintah Turki. Namun pemerintah Saudi Arabia tetap memperbolehkan kelanjutan proyek itu. Selain itu, meskipun benteng Ajyad memiliki nilai historis tetapi benteng tersebut tidak termasuk bangunan-bangunan bersejarah yang dilindungi oleh UNESCO.

3. Benteng al-Ukhaider

Benteng al-Ukhaider terletak di padang pasir berjarak 48 km dari kota Karbala dan 150 km di selatan kota Baghdad, Irak. Benteng al-Ukhaider I merupakan salah satu benteng yang paling indah dari jejak-jejak peninggalan kekuasaan Muslim. Tembok luar dari benteng tersebut masih lengkap dan terawat dengan baik.

Benteng ini dibangun oleh salah seorang pemimpin dari Dinasti Abbasiyah yang pernah berkuasa di Irak yakni Isa ibn Musa pada 774 hingga 775 M. Di dalam benteng tersebut juga dibangun masjid dan tempat tinggal semacam aparteman. Arsitektur dari benteng tersebut sangat indah dan sangat menggambarkan arsitektur Islam.

Pada saat terjadinya perang Teluk yang terjadi antara Irak dan Kuwait pada 1991, benteng tersebut pernah diserang oleh dua pesawat terbang. Namun benteng peninggalan Dinasti Abbasiyah tersebut tetap berdiri dengan kokohnya tanpa ada kerusakan yang cukup berarti. Hal ini merupakan bukti kemampuan teknik bangunan yang tinggi dari arsiteknya.

Pada zaman dulu, benteng Al Ukhaider sering menghubungkan antara Irak dengan dunia luar. Selain itu, banyak para kafilah, pedagang dan orang-orang nomaden seperti Atshan dan Mujdah yang sering singgah di benteng tersebut. Selain untuk singgah, benteng tersebut juga berfungsi melindungi wilayah-wilayah di sekitarnya dari serangan orang asing.

4. Benteng Alamut

Benteng Alamut dibangun pada 840 M di atas Gunung Alborz pada ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut yang terletak di selatan Laut Kaspia dekat Provinsi Qazyin. Benteng tersebut terletak 100 km dari kota Teheran, Iran.

Alamut sendiri merupakan bahasa Persia yang artinya sarang burung Rajawali. Kemungkinan nama tersebut diberikan untuk menggambarkan betapa kokohnya benteng tersebut. Benteng Alamut memang dirancang didirikan di atas gunung untuk menyulitkan para penyerang datang menghancurkan benteng tersebut.

Untuk memasuki benteng tersebut, para penyerang harus melewati lereng-lereng yang terjal dan licin yang sangat berbahaya. Benteng yang panjangnya 400 meter tersebut juga memiliki sistem suplai air yang berbeda dari benteng-benteng lainnya. Sebenarnya, benteng Alamut memang didirikan untuk menahan serangan dari bangsa Seljuk.

Pada 1090 M, Hassan-i Sabbah seorang komandan dari Persia menguasai Benteng Alamut, bahkan dia juga membangun sejumlah taman dan perpustakaan di dalam benteng tersebut. Namun pada Desember 1256 M, pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Hulagu Khan datang dan berusaha menghancurkan benteng tersebut. Tetapi benteng tersebut tetap tidak terkalahkan.

Benteng Alamut rusak parah akibat terjadinya gempa bumi di Iran pada 2004.. Dinding-dinding benteng tersebut runtuh. Untuk memperbaiki benteng yang menjadi salah satu peninggalan peradaban Islam tersebut membutuhkan waktu yang panjang, sekitar 10 tahun.

Hikayat Berdirinya Benteng di Tanah Arab

Sebelum datangnya Islam, peradaban Arb tak mengenal tradisi pembangunan benteng pertahanan. Menurut Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk Islamic Technology: An Illustrated History, mengungkapkan, kota yang memiliki tembok-tembok penting pra-Islam hanyalah Thaif dan Hijaz.

Seiring berkembangnya agama Islam di Semenajung Arab, benteng pertahanan mulai dibangun di mana-mana. Hal ini terjadi karena adanya perkembangan militer di dunia Islam pada masa-masa penaklukan oleh para Kalifah. Selain itu, pada masa kekalifahan, banyaknya perang di berbagai wilayah mendorong terjadinya pertukaran gagasan antara dunia Islam dengan dunia Barat seperti Byzantium dalam strategi militer.

Ide-ide militer yang melintas antara dunia Islam dan Barat membuat para arsitektur militer dan para ahli strategi membuat berbagai macam teknik pertahanan, salah satunya dengan membangun benteng pertahanan.

Benteng memang perlu dibuat untuk mempertahankan diri dari serangan musuh guna mempertahankan wilayah kekuasaan. Selain itu, benteng juga dibentuk untuk mengawasi rumah-rumah pemimpin yang ada di sekitar lingkungan benteng dari berbagai macam ancaman.

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Hasyr ayat 14, Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, orang-orang kafir tidak mungkin berani memerangi tentara Islam kecuali mereka berlindung di balik benteng-benteng. Kemudian mereka akan bertempur guna mempertahankan diri dalam keadaan terpaksa. Dari ayat tersebut, maka Allaah juga menggambarkan arti penting benteng guna perlindungan diri dari serangan lawan.

Pada masa itu, sebagian besar kota-kota di negara Islam memiliki benteng yang di luarnya memiliki parit. Parit tersebut memiliki fungsi sebagai pertahanan guna mencegah musuh menggali fondasi benteng untuk merontokkan benteng. Di kota-kota Islam yang lebih besar, benteng tidak hanya satu saja, namun terdiri dari beberapa lapis seperti di kota Hisn, Quhandiz, dan Qal'a.

Benteng memiliki bentuk yang bermacam-macam, bisa berupa menara sederhana yang disebut dengan burj, tetapi ada juga yang berbentuk kastil yang terbuat dari batu-batuan yang memiliki dinding sangat sangat besar dan tebal. Bangunan kastil ini biasanya mempunyai persediaan air dan gudang makanan yang melimpah ruah. Pasalnya kastil memang dibangun untuk melakukan pertahanan diri selama berbulan-bulan pada masa peperangan.

Tipe benteng pertahanan Muslim pada masa kekhalifahan adalah ribat yakni sebuah kastil yang ditinggali oleh para serdadu atau pasukan pilihan yang memiliki kemampuan militer luar biasa. Biasanya, ribat dibangun di sepanjang jalur perbatasan, jalan-jalan utama bahkan di garis pantai di wilayah kekuasaan.

Salah satu contohnya adalah Kastil Allepo di Suuriah yang dibangun pada abad ke-13. Sedangkan komunikasi militer antara Khalifah dengan panglima perangnya di medan perang biasanya disampaikan oleh kurir yang menunggani unta di sebuah barid berupa pelayanan pos reguler.(rpb)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Sebuah penyelidikan Departemen Kehakiman AS mengenai dugaan jalan pintas yang diambil sebuah kontraktor militer yang berbasis di Ohio dalam memproduksi helm tentara berakibat pada penarikan massal di Angkatan Darat AS.

Para pejabat Angkatan Darat AS pada Senin waktu setempat mengatakan, mereka meminta masing-masing prajurit memeriksa apakah helm yang mereka kenakan adalah bagian dari 44.000 helm produksi ArmorSource LLC, jika benar, mereka diminta segera mengembalikannya.

Brigadir Jenderal Peter Fuller, yang bertugas mengawasi kontrak perlengkapan prajurit untuk Angkatan Darat, mengatakan bahwa sejauh yang ia tahu, belum ada kasus cedera akibat helm yang diduga cacat produksi tersebut, meski ia menambahkan bahwa ia meragukan helm tersebut.

Helm-helm tersebut, yang didistribusikan kepada tentara AS di seluruh dunia, termasuk di Afghanistan, sebelumnya telah menjalani uji balistik. Tapi, setelah mengetahui bahwa Departemen Kehakiman menyelidiki ArmorSource pada musim gugur lalu, Angkatan Darat AS menghelat uji coba kedua.

Dari hasil uji tersebut, ditemukan bahwa helm-helm tersebut mungkin tidak mampu melindungi prajurit dari "skenario terburuk" diberondong tembakan senjata pada sudut tertentu, meski hal itu amat jarang terjadi.

"Kami tidak melihat hasil yang konsisten," kata Fuller.

ArmorSource, yang dulu dikenal dengan nama Rabintex USA dan bermarkas di Hebron, Ohio, adalah satu dari empat produsen utama helm tempur Angkatan Darat. Perusahaan tersebut juga menjadi subkontraktor untuk helm pasukan Marinir AS.

Angkatan Darat AS menerima hasil uji tersebut minggu lalu dan memerintahkan penarikan tersebut pada hari Kamis malam, namun menunggu 24 jam sebelum mengumumkan keputusan tersebut kepada publik.

Para pejabat AD mengatakan bahwa pengungkapan diam-diam tersebut – setelah minggu kerja berakhir dan pasar keuangan ditutup – dilakukan karena mereka ingin terlebih dulu memberitahu Kongres dan para pejabat senior militer AS.

Departemen Kehakiman merujuk pada pertanyaan investigasi kantor jaksa AS di sebelah timur Texas. Seorang juru bicara wanita di sana mengkonfirmasikan bahwa ada investigasi yang tengah berlangsung, namun ia menolak membeberkan rincian lebih lanjut, termasuk apakan kasus yang diselidiki tersebut termasuk kasus kriminal atau bukan.

Dalam sebuah pernyataan yang dipasang di situs internetnya, ArmorSource mengatakan bahwa pihaknya telah dibertahu mengenai keputusan AD untuk menarik helm-helm buatan perusahaan tersebut dan tidak ada informasi lebih lanjut. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh penyelidikan pemerintah.

The Army Ties, sebuah surat kabar yang khusus mengupas masalah militer, pada edisi Senin mengutip sebuah pesan internal AD yang menyatakan bahwa ArmorSource telah lalai.

"Ada bukti bahwa (helm-helm produksi) ArmorSource dan Rabintex dibuat dengan menggunakan praktik-praktik produksi yang tidak dibenarkan, menggunakan materi yang cacat, dan menerapkan prosedur kualitas yang tidak layak yang dapat mengurangi perlindungan balistik dan pecahan," demikian menurut pernyataan tertanggal 14 Mei tersebut.

Pada 2006, Angkatan Darat memercayai perusahaan tersebut untuk mengirimkan 102.000 helm. ArmorSource telah menjadi pemasok sebagian besar helm ketika AD mengeluhkan mengenai cat yang rusak. Meski hanya bersifat kosmetik, AD menganggap hal itu termasuk pelanggaran kontrak dan membatalkan kesepakatan dengan perusahaan tersebut pada bulan Februari.

Pada saat itu, dari 102.000 helm yang dimiliki AD, 99.000 di antaranya adalah buatah ArmorSource. Dari jumlah sebanyak itu, 44.000 di antaranya sudah telanjur dikirimkan kepada para prajurit di seluruh dunia dan 55.000 lainnya diletakkan di tempat penyimpanan.

Penyelidikan Departemen Kehakiman telah berlangsung. Investigasi tersebut awalnya menyelidiki kesepakatan perusahaan tersebut dengan Marinir. Pada Januari lalu, investigas berkembang ke arah kontrak AD dengan ArmorSource.

Fuller mengatakan AD memutuskan melakukan uji ulang ketahanan helm atas desakan Departemen Kehakiman.

Para pejabat AD mengatakan mereka berniat menghancurkan helm-helm cacat tersebut dan mungkin mendapatkan kompensasi setelah investigasi Departemen Kehakiman rampung.

Helm-helm yang ditarik kembali tersebut berjumlah sekitar 4 persen dari total inventaris helm Angkatan Darat AS. (dn/ms)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Kepala Shin Bet Israel Yuval Diskin, Rabu kemarin dilaporkan memperingatkan bahwa Hamas sama sekali tidak berniat menyetujui kesepakatan damai dengan Israel.

"Hamas tidak akan pernah mengubah ideologi atau kebijakan mereka, dan mereka pasti tidak akan pernah bermaksud untuk menyetujui apapun kesepakatan damai dengan Negara Israel," kata Diskin saat pidato di Universitas Tel Aviv.


Menurut Diskin, jikapun Hamas " setuju untuk gencatan senjata, itu hanya digunakan untuk membangun kekuatannya."

Diskin juga berkomentar perjanjian rekonsiliasi Hamas-Fatah, dan menyatakan keraguan mengenai keaslian dari kesepakatan kedua kelompok yang saling berseberangan itu.

"Upacara penandatanganan di Kairo hanya sebuah pertunjukan, bukan realitas di lapangan," kata Diskin. "Kami akan memeriksa rekonsiliasi tersebut dari waktu ke waktu."

Diskin juga mengatakan dia sangat khawatir akan datangnya bulan September, ketika (Otoritas) Palestina akan mencari dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk suatu pernyataan sepihak dari sebuah negara merdeka.

"September selalu menjadi bulan yang buruk di Timur Tengah. September dapat memicu kemerosotan, kecuali beberapa jenis pembangunan yang akan terjadi di sini," kata Diskin. (sa/hrtz)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Jenderal Abdul Rashid Dostum, mantan panglima perang Afghanistan yang kontroversial, memperingatkan Washington bahwa pengiriman lebih banyak tentara AS ke Afghanistan hanya akan menghambat perang melawan Taliban.

Hanya sebuah solusi yang dipimpin oleh Afghanistan-lah yang dapat membawa kemenangan, ia yakini.

Komentarnya dalam sebuah wawancara dengan The Daily Telegraph itu dibuat ketika Duta Besar AS untuk Kabul, Jenderal Karl Eikenberry, memperingatkan Presiden Obama tidak untuk mengirim ribuan tentara AS untuk menopang rezim Presiden Hamid Karzai.

Jendral Dostum, seorang etnis Uzbek, adalah seorang pemimpin militer pusat dalam Aliansi Utara yang mendorong Taliban dari Kabul pada tahun 2001.

Ia percaya keberhasilan yang dulu didasarkan pada pasukan dipimpin oleh tentara Afghanistan yang bertempur untuk masa depan keluarga mereka sendiri. Hari ini, katanya, jumlah korban militer Afghanistan senior itu diabaikan karena komandan AS dan NATO menjawab tembakan.

"Kegagalan Para militer Afghanistan adalah soal komitmen dan semangat kerja: semakin banyak uang asing dan pasukan semakin berkurang cara Afghanistan melihat bahwa perang ini milik mereka," katanya. "Dalam enam tahun terakhir, saya belum mendengar dari salah satu pejabat Afghanistan pada peringkat kapten atau peringkat utama lainnya tewas dalam pertempuran.

"Selama periode yang sama ini ratusan AS dan tentara NATO lain telah tewas. Ini adalah aib besar bagi pemerintah Afghanistan dan penduduknya.

Dia mengatakan kepemimpinan militer Afghanistan saat ini telah menjadi terlalu bergantung pada kekuatan barat, menempatkan personil AS dan NATO pada risiko yang lebih besar.

Jenderal Dostum masih tetap berpengaruh di Afghanistan, dukungannya membantu Presiden Karzai terpilih kembali awal bulan ini, meskipun di tengah dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Dia disalahkan atas mati lemasnya sekitar 300 tahanan Taliban saat mereka sedang diangkut dari penjara.

Sejak itu, ia dipecat sebagai panglima tertinggi kepala staf Angkatan Bersenjata Afghanistan tahun lalu setelah para pengawalnya menculik seorang pemimpin etnis saingan, seorang pedagang obat tertuduh, tetapi telah dipulihkan.

Dia percaya para pemimpin Barat salah berpikir bahwa pejuang Taliban dapat dibujuk dari kepemimpinan Mullah Omar.

Tekanan Barat untuk sentralisasi kekuasaan di Kabul mengecualikan masyarakat lokal dari janji kunci dan miliaran dolar bantuan. Ini memperkaya elite politik tetapi gagal untuk mengurangi kemiskinan, sementara melemahkan inisiatif lokal, katanya.

Dia mengatakan Barat juga telah salah memahami peran komandan dalam masyarakat Afghanistan rusak karena perang. "Apakah semua komandan buruk, bahkan orang-orang yang memerangi Taliban dan al-Qaeda dan telah dilucuti? Mereka menuntut unicorn di Kabul."

Tidak seperti ahli strategi Inggris dan AS, yang mendukung politik "rekonsiliasi" dengan "non-ideologis" Taliban, Jenderal Dostum percaya kemenangan militer itu mungkin.

Abdul Rashid Dostum (lahir tahun 1954) adalah seorang pemimpin perang yang kuat di Afganistan.

Dostum lahir di Khvajeh Do Kuh, Afganistan. Pada tahun 1970 ia mulai bekerja untuk pengisian gas di Sheberghan, Provinsi Jowzjan. Ia bergabung dengan militer Afganistan tahun 1978, melawan mujahidin Afganistan pada tahun 1980. Ia bertarung dalam sebuah koalisi bersama Ahmad Shah Massoud melawan Gulbuddin Hekmatyar tahun 1992. Taliban merebut Kabul tahun 1996, memaksa Dostum untuk mundur ke Mazar-i-Sharif. Ketika pasukannya bergabung dengan Taliban tahun 1997, Dostum meninggalkan Afganistan dan pergi ke Turki.

Dostum menjabat sebagai deputi menteri pertahanan untuk Karzai di pemerintahan nasional di Kabul. Pada bulan Maret 2003, Dostum mendirikan Zona Utara Afghanistan, melawan keinginan presiden sementara Hamid Karzai. Pada 20 Mei 2003, setelah nyaris terkena percobaan pembunuhan, Dostum menduduki posisi "Kepala Staf untuk Panglima Angkatan Bersenjata Afghanistan".

Pada tanggal 1 Maret 2005 Presiden Hamid Karzai menunjuknya sebagai Kepala Staf untuk Panglima, meskipun tidak jelas apakah posisi ini mempunyai kekuatan yang nyata. (iw/tg/wp)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Sebuah survei militer baru yang diperoleh USA Today menunjukkan bahwa pasukan AS yang sedang berperang di Afghanistan dilaporkan mengalami tingkat rekor stres yang akut dan moral yang rendah.

Masalah stress dan moral yang paling parah adalah terhadap tentara yang sudah ditugaskan ke Afghanistan beberapa kali. Sepertiga dari mereka dilaporkan depresi, gelisah atau masalah kesehatan mental lain yang serius.


Sementara itu, semangat tentara Amerika pun semakin turun, dari 65,7 persen, menjadi 46,5 persen.

Survei juga menggambarkan betapa suramnya pasukan Amerika di Afghanistan. Lebih dari 75 persen mengatakan seorang rekannya telah terluka atau terbunuh, dan setengah dari responden mengatakan bahwa mereka harus membunuh para pejuang Afghanistan. Setengahnya juga mengalami ledakan dari jarak dekat saat patroli berjalan kaki.


Masalah kesehatan mental juga sangat parah di antara para veteran perang. Pada bulan Maret, Clay Hunt, seorang mantan mariner Kelautan dan advokasi untuk veteran dilaporkan bunuh diri, meninggalkan teman-teman dan keluarganya. Hunt, 28, dianugerahi Purple Heart setelah ia terluka oleh senjata sniper di Afghanistan. Sebuah lembaga veteran memperkirakan bahwa 20 persen dari korban bunuh diri setiap tahun adalah veteran. (sa/yahoonews)
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Irak mengatakan pasukan Amerika yang tersisa di negara mereka harus meninggalkan Irak pada akhir tahun 2011, sementara itu Washington telah memulai kampanye untuk memperluas kehadiran militer di negara itu.


Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari mengatakan pada hari Rabu kemarin (12/5) bahwa Amerika Serikat akan menarik pasukannya dari tanah Irak dengan batas waktu-akhir 2011 yang telah disepakati sebelumnya, IRNA melaporkan.

Pada tanggal 31 Agustus 2010 tahun lalu, Gedung Putih menyatakan akan mengakhiri misi tempurnya di Irak tetapi meninggalkan sekitar 50.000 tentara di negara ini untukmemberikan bimbingan dan pelatihan kepada pasukan Irak.

Tidak ada perjanjian rahasia dengan Washington dalam hal ini, Zebari menekankan tapi mencatat bahwa kerjasama strategis Irak dengan Amerika Serikat adalah hubungan jangka panjang dan orang tidak boleh berharap kedutaan dan konsulat AS dihapus dari Irak.

Menteri luar negeri Irak membuat pernyataan itu pada sebuah konferensi di Baghdad bersama dengan mitra Iran-nya Ali Akbar Salehi, di mana kedua belah pihak mengatakan bahwa Teheran dan Baghdad berbagi keprihatinan yang sama mengenai perkembangan Timur Tengah dan kerusuhan politik di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki juga mengatakan bahwa Amerika Serikat perlu mencapai kesepakatan baru untuk mempertahankan pasukan di Irak di luar tahun 2011. Kesepakatan ini, Maliki mengatakan, akan perlu didukung oleh semua faksi-faksi utama politik Irak.

Dia mengatakan perjanjian tersebut berakhir tanggal 31 Desember 2011 dan "tidak bisa diperpanjang atau diperbaharui."(fq/prtv)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Kini namanya Museum Aya Sofia. Sebelum menjadi museum, bangunan ini dulunya adalah masjid. Dan sebelum menjadi masjid, ia adalah gereja yang bernama Haghia Sopia.

Usia bangunan ini sudah sangat tua, sekitar lima abad. Bangunan ini merupakan kebanggaan masyarakat Muslim di Istanbul, Turki. Keindahan arsitekturnya begitu mengagumkan para pengunjung. Karenanya, jika berkunjung ke Istanbul, belum lengkap tanpa melihat kemegahan Aya Sofia.

Tampak dari luar, pengunjung disuguhkan ukuran kubah yang begitu besar dan tinggi. Ukuran tengahnya 30 meter, tinggi dan fundamennya 54 meter. Ketika memasuki area bangunan, pengunjung dibuai oleh keindahan interior yang dihiasi mosaik dan fresko. Tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni. Sementara dindingnya dihiasi beraneka ragam ukiran.

Selain keindahan interior, daya tarik bangunan ini juga didapat dari nilai sejarahnya. Di sinilah simbol pertarungan antara Islam dan non-Islam, termasuk di dalamnya nilai-nilai sekuler pascaruntuhnya Kekhalifahan Turki Usmani.

Gereja

Sebelum diubah menjadi masjid, Aya Sofia adalah sebuah gereja bernama Hagia Sophia yang dibangun pada masa Kaisar Justinianus (penguasa Bizantium), tahun 558 M. Arsitek Gereja Hagia Sophia ini adalah Anthemios dari Tralles dan Isidorus dari Miletus.

Berkat tangan Anthemios dan Isidorus, bangunan Hagia Sophia muncul sebagai simbol puncak ketinggian arsitektur Bizantium. Kedua arsitek ini membangun Gereja Hagia Sophia dengan konsep baru. Hal ini dilakukan setelah orang-orang Bizantium mengenal bentuk kubah dalam arsitektur Islam, terutama dari kawasan Suriah dan Persia. Keuntungan praktis bentuk kubah yang dikembangkan dalam arsitektur Islam ini, terbuat dari batu bata yang lebih ringan daripada langit-langit kubah orang-orang Nasrani di Roma, yang terbuat dari beton tebal dan berat, serta mahal biayanya.

Oleh keduanya, konsep kubah dalam arsitektur Islam ini dikombinasikan dengan bentuk bangunan gereja yang memanjang. Dari situ kemudian muncullah bentuk kubah yang berbeda secara struktur, antara kubah Romawi dan kubah Bizantium. Pada arsitektur Romawi, kubah dibangun di atas denah yang sudah harus berbentuk lingkaran, dan struktur kubahnya ada di dalam tembok menjulang tinggi, sehingga kubah itu sendiri hampir tidak kelihatan. Sedangkan kubah dalam arsitektur Bizantium dibangun di atas pendentive--struktur berbentuk segitiga melengkung yang menahan kubah dari keempat sisi denah persegi--yang memungkinkan bangunan kubah tersebut terlihat secara jelas.

Bangunan gereja ini sempat hancur beberapa kali karena gempa, kemudian dibangun lagi. Pada 7 Mei 558 M, di masa Kaisar Justinianus, kubah sebelah timur runtuh terkena gempa. Pada 26 Oktober 986 M, pada masa pemerintahan Kaisar Basil II (958-1025), kembali terkena gempa. Akhirnya, renovasi besar-besaran dilakukan agar tak terkena gempa di awal abad ke-14.

Pengembangan Turki Usmani

Pada 27 Mei 1453, Konstantinopel takluk oleh tentara Islam di bawah pimpinan Muhammad II bin Murad II atau yang terkenal dengan nama Al-Fatih yang artinya sang penakluk. Saat berhasil menaklukkan kota besar Nasrani itu, Al-Fatih turun dari kudanya dan melakukan sujud syukur.

Ia pergi menuju Gereja Hagia Sophia. Saat itu juga, bangunan gereja Hagia Sophia diubah fungsinya menjadi masjid yang diberi nama Aya Sofia. Pada hari Jumatnya, atau tiga hari setelah penaklukan, Aya Sofia langsung digunakan untuk shalat Jumat berjamaah.

Sepanjang kekhalifahan Turki Usmani, beberapa renovasi dan perubahan dilakukan terhadap bangunan bekas gereja Hagia Sophia tersebut agar sesuai dengan corak dan gaya bangunan masjid.

Dalam sejarah arsitektur Islam, orang-orang Turki dikenal sebagai bangsa yang banyak memiliki andil dalam pengembangan arsitektur Islam ke negara-negara lainnya. Sementara dalam masalah keagamaan, orang-orang Turki terkenal sangat bijak, sebab mereka tidak memaksakan penduduk daerah taklukannya untuk masuk Islam, meskipun mereka berani berperang untuk membela Islam.

Karena orang-orang Turki yang beragama Islam cukup arif, maka ketika Gereja Hagia Sophia dialihfungsikan menjadi masjid pada 1453, bentuk arsitekturnya tidak dibongkar. Kubah Hagia Sophia yang menjulang ke atas dari masa Bizantium ini tetap dibiarkan, tetapi penampilan bentuk luar bangunannya kemudian dilengkapi dengan empat buah menara. Empat menara ini, antara lain, dibangun pada masa Al-Fatih, yakni sebuah menara di bagian selatan. Pada masa Sultan Salim II, dibangun lagi sebuah menara di bagian timur laut. Dan pada masa Sultan Murad III, dibangun dua buah menara.

Pada masa Sultan Murad III, pembagian ruangnya disempurnakan dengan mengubah bagian-bagian masjid yang masih bercirikan gereja. Termasuk, mengganti tanda salib yang terpampang pada puncak kubah dengan hiasan bulan sabit dan menutupi hiasan-hiasan asli yang semula ada di dalam Gereja Hagia Sophia dengan tulisan kaligrafi Arab. Altar dan perabotan-perabotan lain yang dianggap tidak perlu, juga dihilangkan. Begitu pula patung-patung yang ada dan lukisan-lukisannya sudah dicopot atau ditutupi cat. Lantas selama hampir 500 tahun bangunan bekas Gereja Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid.

Akibat adanya kontak budaya antara orang-orang Turki yang beragama Islam dengan budaya Nasrani Eropa, akhirnya arsitektur masjid yang semula mengenal atap rata dan bentuk kubah, kemudian mulai mengenal atap meruncing. Setelah mengenal bentuk atap meruncing inilah merupakan titik awal dari pengembangan bangunan masjid yang bersifat megah, berkesan perkasa dan vertikal. Hal ini pula yang menyebabkan timbulnya gaya baru dalam penampilan masjid, yaitu pengembangan lengkungan-lengkungan pada pintu-pintu masuk, untuk memperoleh kesan ruang yang lebih luas dan tinggi.

Museum

Perubahan drastis terjadi di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk di tahun 1937. Penguasa Turki dari kelompok Muslim nasionalis ini melarang penggunaan bangunan Masjid Aya Sofia untuk shalat, dan mengganti fungsi masjid menjadi museum. Mulailah proyek pembongkaran Masjid Aya Sofia. Beberapa desain dan corak bangunan yang bercirikan Islam diubah lagi menjadi gereja.

Sejak difungsikan sebagai museum, para pengunjung bisa menyaksikan budaya Kristen dan Islam bercampur menghiasi dinding dan pilar pada bangunan Aya Sofia. Bagian di langit-langit ruangan di lantai dua yang bercat kaligrafi dikelupas hingga mozaik berupa lukisan-lukisan sakral Kristen peninggalan masa Gereja Hagia Sophia kembali terlihat.

Sementara peninggalan Masjid Aya Sofia yang menghiasi dinding dan pilar di ruangan lainnya tetap dipertahankan. Sejak saat itu, Masjid Aya Sofia dijadikan salah satu objek wisata terkenal di Istanbul oleh pemerintah Turki. Nilai sejarahnya tertutupi gaya arsitektur Bizantium yang indah memesona.

Menjadi Inspirasi dalam Perkembangan Arsitektur Islam

Arsitektur Islam dapat dikatakan identik dengan arsitektur masjid. Sebab, ciri-ciri arsitektur Islam dapat terlihat jelas dalam perkembangan arsitektur masjid. Salah satu masjid yang gaya arsitekturnya banyak ditiru oleh para arsitek Muslim dalam membangun masjid di berbagai wilayah kekuasaan Islam adalah Masjid Aya Sofia di Istanbul, Turki.

Desain dan corak bangunan Aya Sofia sangat kuat mengilhami arsitek terkenal Turki Sinan (1489-1588) dalam membangun masjid. Sinan merupakan arsitek resmi kekhalifahan Turki Usmani dan posisinya sejajar dengan menteri.

Kubah besar Masjid Aya Sofia diadopsi oleh Sinan--yang kemudian diikuti oleh arsitek muslim lainnya--untuk diterapkan dalam pembangunan masjid.

Salah satu karya terbesar Sinan yang mengadopsi gaya arsitektur Aya Sofia adalah Masjid Agung Sulaiman di Istanbul yang dibangun selama 7 tahun (1550-1557). Seperti halnya Aya Sofia, masjid yang kini menjadi salah satu objek wisata dunia itu memiliki interior yang megah, ratusan jendela yang menawan, marmer mewah, serta dekorasi indah.

Dalam sejarah arsitektur Islam, orang-orang Turki dikenal sebagai bangsa yang banyak memiliki andil dalam pengembangan arsitektur Islam hingga ke negara lainnya. Misalnya Dinasti Seljuk yang menampilkan tiga ciri arsitektur Islam, khususnya arsitektur masjid.

Pertama, Dinasti Seljuk tetap mengembangkan konsep mesjid asli Arab, dengan lapangan terbuka di bagian tengahnya. Kedua, konsep masjid madrasah dan berkubah juga dikembangkan. Ketiga, mengembangkan konsep baru setelah berkenalan dengan kebudayaan Barat, terutama pada masa Dinasti Umayyah.

Ketika orang-orang Turki memperluas kekuasaannya atas dasar kepentingan ekonomi dan militer pada abad ke-11, mereka akhirnya bisa menguasai Bizantium.

Saat kebudayaan Islam bersentuhan dengan kebudayaan Eropa di Kerajaan Romawi Timur (Bizantium/Konstantinopel) pada abad ke-11, arsitektur Islam juga menimba teknik dan bentuk arsitektur Eropa, yang tumbuh dari arsitektur Yunani dan Romawi. Sebaliknya, teknik dan bentuk arsitektur Islam yang dibawa oleh bangsa Turki juga disadap oleh bangsa Romawi untuk dikembangkan di Kerajaan Romawi Timur.

Akibat adanya kontak budaya antara orang-orang Muslim Turki dan budaya Nasrani di Eropa Timur inilah, arsitektur Islam yang semula hanya mengenal atap bangunan rata dan bentuk kubah, kemudian mulai mengenal atap meruncing ke atas. Selain itu, sejak bersentuhan dengan kebudayaan Kerajaan Romawi Timur ini juga, arsitektur Islam mulai mengenal arsitektur yang bersifat megah, berkesan perkasa, dan vertikalisme.(rpb)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: , ,

Sebuah contoh yang paling akhir: Lembah Swat di Pakistan yang dulunya begitu indah telah berubah menjadi medan pertempuran yang mencekam. Minggu lalu, Pakistan akhirnya tunduk kepada perintah penuh amarah dari Washington untuk mengerahkan segenap kekuatan militernya untuk melawan para pemberontak suku Pashtun di propinsi perbatasan sebelah barat laut (NWFP) di sepanjang perbatasan Afghanistan – yang mana pihak Barat keliru dengan menyebut kelompok tersebut sebagai Taliban. Kelompok tersebut bukanlah Taliban Afghanistan, namun pemerintah dan media-media Barat serta Pentagon nampaknya lebih nyaman dengan menyebut kelompok tersebut sebagai kelompok Taliban.

Pemerintahan Obama telah mengeluarkan ancaman untuk menghentikan bantuan dana senilai $1,2 miliar pertahunnya untuk membuat bangkrut kepemimpinan politik dan militer Pakistan, pemerintah AS juga menahan bantuan sebesar $5,5 miliar yang sedianya akan dikucurkan pada masa mendatang, kecuali pemerintah Pakmistan di Islamabad bersedia mengirimkan pasukan ke daerah pergolakan di NWFP disepanjang perbatasan Afghanistan dan menyapu bersih segala macam upaya untuk mendirikan kembali hukum dan otonomi Islam. Kebanyakan penduduk di kawasan tersebut menginginkan diterapkannya hukum Islam karena di negara Pakistan yang korup, hukum Islam adalah satu-satunya sistem peradilan yang jujur, cepat dan terpercaya. Sementara hukum-hukum lainnya adalah sistem hukum yang bisa dibeli dengan uang.

Angkatan darat dan angkatan udara Pakistan mengklaim telah membunuh 1.000 orang "teroris" (baca: hampir seluruhnya adalah warga sipil) dan hampir mengosongkan lembah tersebut dari tanda-tanda kehidupan. Sumber-sumber dari PBB mengatakan bahwa operasi pemerintah Pakistan tersebut hanya membuat sekitar 2 juta orang penduduk kehilangan tempat tinggal dan menjadi pengungsi.

Pasukan bersenjata Pakistan, yang dibayar oleh AS untuk memerangi suku Pashtun, telah meraih kemenangan besar atas rakyatnya sendiri. Yang patut disayangkan, militer Pakistan tidak mampu untuk melakukan peperangan seperti saat melawan India. Bagaimanapun juga, meledakkan warga sipil yang tengah ada di rumah, jauh lebih aman dan menguntungkan Pakistan.

Karena tidak mampu menenteramkan warga suku Pashtun (yang seringkali keliru disebut sebagai Taliban), pihak Washington yang merasa sangat frustrasi mulai mengobrak-abrik Pakistan untuk mengakhiri perlawanan suku Pashtun di kedua negara. Pesawat tanpa awak CIA sejauh ini telah membantai lebih dari 700 warga Pashtun Pakistan. Hanya 6% dari jumlah itu yang menenteng senjata. Menurut media Pakistan, sebagian besar sisanya adalah warga sipil.

Pashtun yang oleh pemerintah Pakistan disebut Pathan, adalah komunitas adat yang terbesar di dunia. Sekitar 15.000.000 orang berdiam di Afghanistan, menjadi setengah dari populasi negara tersebut. 26.000.000 orang lainnya tinggal di seberang perbatasan Pakistan. Jumlah pengungsi Pashtun di Afghanistan di Pakistan mencapai 3.000.000 orang.

Dengan strategi mereka untuk memecah belah dan menguasai, kaum penjajah Inggris memecah Pashtun dengan mendirikan perbatasan buatan, Garis Durand (yang kini menjadi Perbatasan Pakistan-Afghanistan). Kaum Pashtun menolak diterapkannya perbatasan buatan tersebut.

Kebanyakan kaum Pashtun yang u untuk bergabung dengan Pakistan pada tahun 1947, dengan syarat agar tanah kelahiran mereka tetap menjadi wilayah otonomi dan bebas dari pasukan pemerintah. Kaum Pashtun Swat, yang menerapkan Syariah Islam, baru bergabung dengan Pakistan pada tahun 1969 setelah mendapatkan jaminan otonomi dan kebebasan beragama. Disaat Pashtun Pakistan terus memberikan bantuan terhadap gerakan perlawanan Pashtun di Afghanistan, Pesawat tanpa awak AS mulai menembaki mereka. Washington memaksa Islamabad untuk melanggar konstitusinya sendiri dengan mengirimkan pasukan kie tanah Pashtun. Hasilnya adalah ledakan kemarahan dari kaum Pashtun.

Kaum Pashtun memiliki keberanian luar biasa yang melegenda, mereka juga memiliki rasa hormat yang sangat tinggi, ditambah dengan determinasi yang tinggi. Namun mereka juga senang berseteru dan bertikai.

Jangan pernah mengancam atau memberikan ultimatum kepada seorang Pashtun. Para petarung pegunungan tersebut tidak menanggapi AS dengan menolak menyerahkan Usamah bin Ladin karena dia adalah pahlawan perang anti-Soviet sekaligus tamu mereka. Jika mereka menyerahkan bin Ladin, maka mereka hanya akan melanggar kode etik bersejarah Pashtunwali mereka yang masih menjadi tuntunan mereka.

Kini, kebijakan Washington dan kekerasan di lembah Swat pada minggu lalu mengancam untuk kembali mengobarkan mimpi terburuk kedua Pakistan setelah invasi India; yakni 26 juta orang Pashtun akan memisahkan diri dan kemudian bergabung dengan kaum Pashtun Afghanistan, lalu membentuk negara independen, Pashtunistan.

Hal ini akan membuat Pakistan hancur lebur, kemungkinan aka dapat memprovokasi suku Baluchi yang juga tengah resah untuk turut memisahkan diri, dan hal tersebut akan membuat India sangat tergiur untuk kembali mengerahkan kekuatan militer, dengan menempuh resiko perang nuklir dengan Pakistan.

Kaum Pashtun dari NWFP tidak memiliki tujuan atau kemampuan untuk pindah ke propinsi lain di Pakistan, seperti Punjab, Sindh, dan Baluchistan. Mereka hanya mau dibiarkan sendiri dan tidak diganggu. Segala macam peringatan mengenai Taliban ingin mengambilalih Pakisttan hanyalah pernyataan yang dipicu oleh sikap acuh atau propaganda asing.

Penduduk lembah Pakistan berulangkali menolak partai militan Islam. Hanya sedikit dari mereka yang peduli terhadap kaum Pashtun, yang mereka anggap sebagai orang gunung pedalaman yang kasar, yang sebaiknya dihindari. Partai Islam Pakistan biasanya hanya memenangkan kurang dari 10 persen dari suara nasional.

Bahaya yang sebenarnya adalah tingkah AS yang seperti gajah mengamuk, menginjak-injka Pakistan sampai gepeng, dan kemudian memaksa militer Pakistan untuk berperang dengan penduduknya sendiri. Dengan kondisi seperti itu, Pakistan bisa saja berakhir seperti negara lain yang dijajah AS, Irak. Terpecah belah dan tidak berdaya.

Jika hal ini berlanjut, pada satu titik, para prajurit Pakistan yang nasionalis boleh jadi akan memberontak melawan para jenderal dan politisi korup yang disetir dan dibayar oleh Washington.

Seperti halnya di Irak, sikap acuh dan arogansi militer terus mengendalikan kebijakan AS di Afghanistan. Orang-orang Obama tidak mengerti apa yang tengah mereka lakukan di Afpak (Afghanistan-Pakistan) seperti halnya dengan pemerintahan Bush. Mereka akan melalui jalan yang sulit. (dn/mmn)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Apabila dilihat dari berita yang ada pada akhir-akihir ini yang begitu bombastis dari presiden Barack Obama mengenai kematian Osama Bin Laden, yang ujungnya adalah memperkuat posisi keuangan Amerika yang telah sangat goyah selama beberapa tahun belakangan ini, telihat juga dari penguatan rupiah terhadap dollar Amerika yang hingga hampir menyentuh angka Rp 8.500 per dollar Amerika, hal ini menunjukkan bahwa dollar telah mengalami kemunduran yang cukup signifikan dan merupakan suatu kerugian yang besar atas dasar ekonomi mereka.

Itulah yang dimaksud perang politik dan propaganda Amerika untuk memberikan efek kekuatan dan semangat baru bagi perkembangan ekonomi dan kehidupan politik Amerika yang sudah makin menurun dari bulan ke bulan akibat di tabraknya gedung kembar World Trade Centre (WTC), karena disadari atau tidak dan mau tidak mau Amerika harus mengakui telah mengalami kemunduran yang drastis, ditambah lagi ketidak percayaan sebagian negara terhadap keamanan di Negara Amerika sendiri, yang pasti menimbulkan efek buruk bagi kondisi politik apalagi ekonomi dan keuangan mereka.

Pelajaran politik dan propaganda memang telah lama dipakai dan digunakan sebagai jurus terakhir untuk sesuatu yang memang dirasakan tidak ada jalan keluarnya lagi untuk sementara, sampai menunggu waktu yang tepat untuk memperbaiki kondisi dan keadaan yang sedang terjadi tersebut, untuk propaganda ini pernah dilakukan pada saat perang Vietnam dimana perang politik dan propaganda seperti ini beberapa kali digunakan dengan mengumumkan keberhasilan peperangan Amerika di Vietnam, padahal kenyataannya kita semua tahu bahwa Amerika telah menghabiskan ribuan tentaranya di Vietnam dan tanpa hasil yang baik, dan telah menghabiskan ratusan juta dollar dalam peperangan di Vietnam yang mereka propagandakan mengalami kemenangan dengan gemilang, tujuannya adalah untuk mengangkat derajat mereka yang telah hancur lebur di Vietnam dan mengobarkan semangat rakyat Amerika serta menghalau para demonstran yang menginginkan pasukan Amerika ditarik dari Vietnam.

Ditambah lagi kurangnya kepercayaan semua negara atas keamanan negara Amerika sendiri terhadap serangan teroris yang sewaktu-waktu datang dan membuat gempar warga seluruh dunia seperti kejadian penabrakan pesawat atas gedung megah dan pusat pengatur keuangan Amerika saat itu, ditambah lagi dengan ketidak adilan dan sudah terlihat kebijakan yang diambil atas masalah suatu negara yang pastinya harus memberikan keuntungan, terutama apabila suatu masalah dalam negeri suatu negara yang memiliki kekayaan alam berupa minyak, emas, tambang atau sumber daya alam lainnya, kita ambil contoh misalnya masalah yang terjadi di Irak atas keinginan dan inisiatif dari Amerika untuk menurunkan Saddam Hussein sehingga nantinya dapat dengan mudah menguasai negara Irak dan mengatur sesuai kemauan Amerika Serikat dan dengan mudahnya menguasai kekayaan minyak di Irak.

Hal tersebut berbeda jauh dengan perlakuan terhadap penjajahan Bangsa Israel di Palestina, karena mungkin dipikir bangsa Palestina tidak mungkin ada yang berani untuk melawan kekuatan persenjataan canggih dan kekuatan militer negara adidaya, dan telah dipertimbangkan dengan matang bahwa negara Palestina tidak mungkin akan didukung oleh negara manapun didunia ini selain hanya akan mengutuk dan mencemooh dibelakang tanpa ada kekuatan nyata yang akan melawan ataupun menghadang kebijakan Amerika atas persetujuannya dalam rangka menjajah negara Palestina, dan memang kenyataannya ternyata tidak ada satupun negara ataupun kepala negara yang bersuara dari manapun selain Osama Bin Laden.

Karena itulah musuh utama yang harus dibasmi hingga keakar-akarnya adalah Osama Bin laden dan Al-Qaeda, sebagai batu kerikil kecil namun akan menjadi batu sandungan yang sangat menyakitkan, dan walaupun kecil namun masuk ke sepatu mereka sehingga membuat kaki mereka berdarah karena batu kerikil kecil tersebut ternyata telah menusuk dan tertanam didalam kaki mereka yang telah memakai sepatu baja, ternyata mereka sadar bahwa batu kecl ini lebih berbahaya dibandingkan batu besar yang ada didepan mereka, karena itulah tidak ada cara lain selain di operasi sehingga bisa mengeluarkan batu kecil ini dari kaki mereka dan membingkai batu kecil ini sebagai peringatan agar tidak ada lagi batu-batu kecil lainnya di sepatu mereka dikemudian hari.

Namun yang sangat disayangkan adalah mereka tidak menerima pelajaran tersebut dan bahkan tetap saja melakukan ketidak adilan dengan ingin menjadikan negara Iran sebagai negara kedua yang ingin mereka perlakukan seperti halnya negara Irak yang sekarang telah mereka “kuras” dan ingin “sedot habis” kekayaan minyaknya sambil mulai mencari negara baru untuk di “sedot habis” kekayaan minyak dan sumber daya alam lainnya apabila ada kesempatan dan peluang, namun perang politik dan propaganda mereka masih saja dimaafkan dan tidak ada yang berani untuk mengatakan kebenaran dan mencegahnya dari keburukan yang akan dirasakannya di kemudian hari akibat dari ketidak adilannya sebagai “polisi dunia”.

Hanya ada yang dan mungkin juga sudah banyak yang tahu perang politik dan propaganda mereka yang menyadarinya, namun hanya sedikit yang mulai mengambil langkah nyata dan terbukti berhasil dalam menghalau Amerika dengan keinginannya yang keliru, namun lebih banyak yang tahu namun mengambil keuntungan dari perang politik dan propaganda yang dilakukannya selama ini, lebih banyak lagi yang tahu namun belum mampu berbuat apapun dan belum menemukan cara dan waktu yang tepat untuk mulai mengatakan “tidak” terhadap kerusakan yang akan ditimbulkan dari kejadian dan masalah ini, kelompok yang lainnya adalah tahu namun tidak perduli, bahkan sebagian lagi adalah kalangan yang tidak tahu dan bahkan tidak perduli, lalu dimanakah kita berada sekarang ini ?

Sumber: http://politik.kompasiana.com
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments