Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Insiden Honnoji (本能寺の変, Honnōji-no-hen) adalah sebuah insiden berdarah di mana Oda Nobunaga, daimyo Owari, yang dikenal sebagai peletak dasar persatuan Jepang pada Zaman Sengoku, dikudeta oleh bawahan kepercayaanya, yaitu Akechi Mitsuhide. Di tengah bangunan yang dilalap api Nobunaga melakukan seppuku. Peristiwa itu terjadi pada 21 Juni 1582 di Honnoji, sebuah kuil di Kyoto, tempat Nobunaga bermalam dalam perjalanannya ke wilayah barat untuk bergabung dengan ekspedisi militer penaklukan klan Mori. Kematian Nobunaga mengakhiri dominasi klan Oda dan bangkitnya klan Toyotomi yang berhasil mengkonsolidasi kekuatan setelah mengalahkan Mitsuhide.

Honnoji
Honnoji yang telah dibangun kembali, tempat Nobunaga menemui ajal.

Tahun 1582, Oda Nobunaga sedang di puncak kejayaannya setelah pada awal tahun itu berhasil menghancurkan klan Takeda dalam Pertempuran Temmokuzan. Hanya tinggal beberapa langkah lagi ia berhasil mempersatukan Jepang tengah. Pesaing kuat yang tersisa hanya tinggal klan Uesugi, Mori, dan Hojo yang ketiganya sedang mengalami kemunduran. Klan Uesugi sedang dilanda pertikaian internal pasca kematian Uesugi Kenshin yang melibatkan putra-putra angkat dan keponakannya. Klan Mori sepeninggal Mori Motonari, dipimpin oleh cucunya, Mori Terumoto, yang banyak bergantung pada kedua pamannya, Kikkawa Motoharu dan Kobayakawa Takakage. Pemimpin klan Hojo, Hojo Ujiyasu juga telah meninggal dan diteruskan oleh putranya yang tidak semampu dirinya, Hojo Ujimasa.

Saat itulah Nobunaga mengirim jenderal-jenderal terbaiknya ke berbagai penjuru negeri untuk melanjutkan ekspansi militernya. Ia memerintahkan Hashiba Hideyoshi (belakangan mengganti marganya menjadi Toyotomi) untuk menyerbu klan Mori; Niwa Nagahide untuk mempersiapkan invasi atas Shikoku; Takigawa Kazumasu untuk mengawasi klan Hojo dan mempersiapkan diri menyerbu Provinsi Kozuke dan Shinano; dan Shibata Katsuie menginvasi Echigo yang dikuasai klan Uesugi.

Pada saat yang sama Nobunaga juga mengundang sekutunya, Tokugawa Ieyasu, daimyo Mikawa, untuk berkeliling wilayah Kansai merayakan kemenangan mereka atas keberhasilan mengalahkan Takeda. Ketika itu Nobunaga menerima permintaan bantuan dari Hideyoshi yang sedang mengalami kebuntuan dalam Pengepungan Benteng Takamatsu yang dipertahankan dengan gigih oleh Shimizu Muneharu dari klan Mori. Nobunaga pun berpisah dengan Ieyasu dan bersiap-siap untuk bertolak ke wilayah barat membantu Hideyoshi. Ia memerintahkan Akechi Mitsuhide untuk terlebih dulu berangkat ke sana sementara ia sendiri singgah dulu di Kyoto dan bermalam di Honnoji, tempat biasa ia menginap bila berkunjung ke kota itu. Saat itu ia hanya didampingi oleh beberapa pejabatnya, pedagang, seniman, dan beberapa lusin pembantunya.

Begitu menerima perintah, Akechi Mitsuhide kembali ke markas besarnya, Istana Sakamoto di Provinsi Tamba. Ia lalu mengadakan pertemuan di Renga dengan beberapa penyair terkemuka dan memperjelas tujuannya untuk memberontak. Mitsuhide merasa inilah saat yang tepat untuk bertindak karena Nobunaga sedang dalam keadaan tidak siap di Honnoji dan sebagian besar daimyo dan jenderal klan Oda sedang sibuk berperang di berbagai daerah.

Kemudian, Mitsuhide memimpin pasukannya ke Kyoto dengan alasan Nobunaga ingin menyaksikan parade militer. Tidak ada yang curiga sepanjang jalan yang dilalui pasukan Mitsuhide karena bukan pertama kalinya Nobunaga melakukan parade militer untuk memamerkan kekuatan pasukannya yang terlatih baik dan diperlengkapi senjata api, selain itu Mitsuhide pun dikenal sebagai salah satu bawahan yang paling dipercaya olehnya. Akhirnya ketika tiba di dekat Honnoji, Mitsuhide berseru pada pasukannya, “Musuh berada di Honnoji!”

Sebelum fajar menyingsing, pasukan Mitsuhide telah mengepung rapat-rapat kuil itu. Panah-panah api ditembakkan sehingga api menjalar membakar bangunan itu. Nobunaga dan para pengawalnya melawan dengan gigih namun karena dalam keadaan tidak siap dan kalah jumlah mereka bukan tandingan para pemberontak itu. Dalam kuil yang terbakar itu Nobunaga yang telah terluka parah melakukan seppuku, pengawalnya yang setia, Mori Ranmaru, juga turut gugur ketika membela atasannya. Setelah menghancurkan Honnoji, Mitsuhide menyerang Istana Nijo yang terletak tidak jauh dari situ, di mana Oda Nobutada, putra sulung dan calon penerus Nobunaga, bermalam. Nobutada pun mengikuti jejak ayahnya melakukan seppuku di istana yang telah terkepung itu.

Mitsuhide berusaha membujuk para bawahan klan Oda di daerah sekitarnya untuk mengakui kepemimpinannya. Sasaran Mitsuhide berikutnya adalah Istana Azuchi milik Nobunaga, namun sebelum ia sempat menguasainya, istana itu telah terbakar dan dijarah, hingga kini siapa yang membakar istana itu belum diketahui dengan pasti. Ia juga mengirim surat ke istana kekaisaran untuk memperkuat posisinya dan meminta pengakuan dari kaisar. Namun spekulasi Mitsuhide bahwa para bawahan klan Oda akan mengakuinya setelah kudeta, gagal total, bahkan sahabatnya seperti Takayama Ukon dan besannya, Hosokawa Fujitaka pun menolak bergabung dan mengakuinya sebagai pemimpin yang sah.
Hingga saat ini alasan yang pasti pemberontakan Mitsuhide masih menjadi misteri dan penuh kontroversi. Teori-teori sejarah pada umumnya mengatakan bahwa latar belakang pemberontakan ini adalah dendam pribadi, ambisi yang terlalu dini untuk menguasai Jepang, mengamankan kedudukan kaisar yang semakin tidak dipandang oleh Nobunaga, dan ketidaksukaan terhadap kekejaman Nobunaga dalam pembunuhan massal terhadap kelompok sekte Buddhis, Ikki Nagashima, yang sebagian besar korbannya meliputi orang tua, wanita, dan anak-anak sementara di sisi lain Nobunaga memberikan perlindungan pada misionaris asing menyebarkan agama Kristen di Jepang.

Catatan-catatan sejarah dari Zaman Edo umumnya menyebutkan latar belakang pemberontakan Akechi adalah dendam pribadi. Teori ini adalah yang paling banyak dipercaya hingga kini berdasarkan hubungan Nobunaga dan Mitsuhide pada tahun-tahun terakhir sebelum pemberontakan itu. Pernah suatu ketika Nobunaga sedang menjamu Ieyasu di Istana Azuchi, saat itu Mitsuhide diberi tanggung jawab mengurus makanan dan keperluan Ieyasu. Namun belakangan ia dicopot dari jabatannya dengan alasan tidak jelas. Ada sebuah versi yang mengatakan bahwa Mitsuhide dengan tidak sengaja menghidangkan ikan busuk dalam jamuan itu sehingga membuat Nobunaga murka dan mempermalukannya di depan para undangan.

Ada yang menyebutkan Nobunaga berencana untuk mengalihkan Provinsi Tamba milik Mitsuhide pada Mori Ranmaru. Hal ini membuatnya gelisah apalagi mengingat sebelumnya Nobunaga juga telah mengasingkan dua bawahan seniornya yaitu Sakuma Nobumori dan Hayashi Hidesada. Mitsuhide khawatir cepat atau lambat ia pun akan mengalami nasib yang sama seperti kedua orang itu. Menurut catatan Zaman Edo lainnya, ketika Mitsuhide sedang menaklukan Provinsi Tamba tahun 1577, ibunya sedang berada di Istana Yagami milik klan Hatano sebagai jaminan keselamatan mereka bila menyerah. Namun Nobunaga malah menghukum mati pemimpin mereka, Hatano Hideharu dan adiknya setelah mereka menyerahkan diri. Hal ini tentu memicu kemarahan para pengikut klan Hatano sehingga mereka membalas dengan menghukum mati ibu Mitsuhide. Mitsuhide sangat marah dan menaruh dendam pada Nobunaga sejak insiden ini.

Apapun alasan Mitsuhide memberontak, niat itu baru terlihat jelas dalam pertemuan di Renga dengan beberapa penyair sebelum kudeta terjadi. Dalam sebuah lirik puisi yang digubahnya berbunyi,
Toki wa ima, ame ga shitashiru satsukikana. (時は今 雨がした滴る皐月かな)
Secara harafiah artinya, “kinilah saatnya, bulan kelima ketika hujan turun”, namun lirik itu juga memiliki makna lain bila ditulis dengan huruf kanji lain tapi berbunyi sama, yaitu:
土岐は今 天が下治る 皐月かな
Huruf 時 memiliki bunyi yang sama dengan 土岐 yaitu Toki. Namun Toki (土岐) merujuk pada marga leluhur Mitsuhide sehingga lirik tersebut dapat diartikan, “Toki kini akan segera menguasai dunia.”
Begitu menerima kabar kematian Nobunaga, Hashiba Hideyoshi yang sedang mengepung benteng Takamatsu bertindak dengan cerdik, ia berusaha keras menyembunyikan berita itu dari pihak Mori dan tidak memperlihatkan kepanikan yang memancing perhatian musuh. Beberapa utusan Mitsuhide yang bermaksud memberitahukan kabar ini pada klan Mori berhasil ditangkap. Ia lalu mengadakan negosiasi damai dengan klan Mori dan buru-buru menuju ke Kyoto. Dalam perjalanan ia bertemu Niwa Nagahide dan Oda Nobutaka (putra ketiga Nobunaga) di Sakai, ia juga menghimpun para bawahan klan Oda sepanjang perjalanan yang dilaluinya untuk bersatu memerangi si pengkhianat, Mitsuhide. Tanggal 2 Juli 1582, ia mengalahkan Mitsuhide dalam Pertempuran Yamazaki. Mitsuhide terbunuh ketika hendak melarikan diri kembali ke Istana Sakamoto, versi lain menyebutkan ia bunuh diri dalam keputusasaannya.

Tokugawa Ieyasu yang saat itu sedang di Sakai melarikan diri lewat pegunungan di Provinsi Iga hingga tiba di wilayah pantai Provinsi Ise. di bawah pengawalan ketat Hanzo Hattori, pemimpin kelompok ninja yang mengabdi padanya, ia kembali dengan selamat ke wilayah kekuasaannya, Mikawa, melalui jalur laut, untuk menghindari pengejaran pengikut Mitsuhide. Setiba di Mikawa ia mengkonsolidasikan kekuatannya. Karena banyaknya waktu yang terbuang di perjalanan, Hideyoshi sudah terlebih dulu mengkonsolidasikan para pengikut klan Oda yang sempat dilanda kebingungan pasca kematian Nobunaga.

Shibata Katsuie dan Sassa Narimasa saat itu sedang sibuk menghadapi serangan balasan klan Uesugi di Echizen sehingga gerakan mereka tersendat selama beberapa waktu. Ketika ia kembali, Hideyoshi sudah mengkukuhkan posisinya di antara para pengikut Oda. Sejak itu perseteruannya dengan Hideyoshi makin meruncing hingga berujung pada Pertempuran Shizugatake tahun berikutnya. Dalam pertempuran ini, ia kalah dan melakukan seppuku bersama istrinya, Putri Oichi (adik Nobunaga).

Ketidakberuntungan juga menimpa Takigawa Kazumasu. Klan Hojo menyerangnya dengan gencar begitu mereka mendengar kabar kematian Nobunaga sehingga ia kehilangan banyak wilayahnya. Sejak itulah pamornya sebagai salah satu jenderal terbaik klan Oda mulai pudar. Ia memihak Shibata Katsuie dalam Pertempuran Shizugatake. Setelah kematian Katsuie ia mengabdi pada Hideyoshi namun kariernya sudah tidak secemerlang dulu. Belakangan ia pensiun dan menghabiskan sisa hidupnya di biara sebagai biksu.
Maka pihak yang paling beruntung atas insiden ini tidak lain adalah Hideyoshi. Ia berhasil menegakkan supremasinya dan mengalahkan lawan-lawannya. Putra-putra Nobunaga sering yang bertikai antara sesamanya tidak satupun mampu melanjutkan kekuasaan ayahnya. Hideyoshi menetapkan putra Nobutada, yaitu Oda Hidenobu (Samboshi), sebagai penerus sah klan Oda. Namun pada kenyataannya Hidenobu hanyalah berfungsi sebagai boneka bagi Hideyoshi untuk menumpuk kekuasaan untuk dirinya sendiri.
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: , ,

Konvoi Malta adalah serangkaian konvoi pasukan Sekutu untuk mempertahankan Pengepungan Malta (Perang Dunia II) pada Pertempuran Mediterania oleh Timur Tengah dan Afrika selama Perang Dunia II. Konvoi itu sangat ditentang oleh Kerajaan Italia (1861-1946) ( Fasis Italia) dan Nazi Jerman, angkatan laut dan angkatan udara selama Pertempuran Laut Tengah. Ada tiga puluh lima operasi pasukan utama untuk Malta dari tahun 1940 sampai 1942. Pasukan Axis frustrasi atau delapan kerusakan seperti: Operations White, Halberd, MF5, MG1, Harpoon, Vigorous, dan Pedestal. Makan waktu yang lama bila tidak dilakukan konvoi, dan hanya sedikit persediaan dukungan dari kapal selam untuk mencapai Malta, atau dengan kapal perang cepat.


Pertempuran Mediterania
Peta dengan Negara-negara yang terlibat Perang Dunia II:
*Hijau Gelap: Sekutu sebelum serangan atas Pearl Harbor, termasuk koloni dan negara jajahan.
* Hijau Terang: Negara sekutu yang ikut perang setelah Jepang menyerang Pearl Harbor.
* Orange: Kekuatan Axis
* Abu-abu: Negara-negara netral selama Perang Dunia II
**Titik-titik Hijau Terang mewakili negara-negara yang kemudian pindah saat perang dari Axis menjadi bergabung dengan Sekutu
**Titik Orange mewakili negara-negara setelah ditaklukkan oleh kekuatan Axis, menjadi boneka (Vichy Perancis dan beberapa Koloni Perancis, Kroasia)
Masa terburuk Malta adalah dari Desember 1941 hingga Oktober 1942, ketika pasukan Axis berada di atas angin, lengkap mencapai supremasi udara dan laut di pusat Mediterania (disebut Italia Mare Nostrum oleh dictator Italia Benito Mussolini). Pada akhir 1942, keberhasilan Operasi Pedestal, dan operasi pendaratan Sekutu di Afrika Utara mengubah keseimbangan tegas yang berpihak pada Sekutu.

Italia pada awalnya menahan diri untuk mendukung Jerman; hasil di Eropa bagian utara tidak meyakinkan dan tidak ada keputusan yang diperlukan. Ketika Jerman blitzkrieg telah menghancurkan tentara Perancis dan Inggris, telah melemah dan terisolasi, Italia mengambil kesempatan dan menyatakan perang terhadap sekutu pada 10 Juni 1940, mengharapkan kemenangan mudah dan cepat. Mussolini membuat kesalahan untuk percaya bahwa Inggris Raya akan menerima perjanjian damai dengan kekuatan Axis, setelah Perancis menyerah, dan tidak mengantisipasi sebuah perang yang berkepanjangan. Akibatnya, Italia memasuki perang, tidak cukup siap.

Kesempatan itu tidak terjawab oleh Italia untuk menduduki Malta dan buruk dipertahankan, pada bulan Juni 1940: Laksamana Carlo Bergamini kemudian mengklaim bahwa ia mengusulkan untuk mengirim "Skuadron Angkatan Laut Taranto" untuk menduduki pulau itu, tetapi telah diperintahkan untuk menunda serangan. Dia kemudian menyesali (di 1943) kehilangan kesempatan untuk mengontrol pusat Mediterania dan dengan demikian mengurangi beban kerugian yang diderita ketika memasok pasukan Italia di Libya.

Italia masuk ke dalam perang, dan kekalahan dari Perancis, secara radikal mengubah keseimbangan kekuasaan di Laut Tengah. Inggris dikontrol hanya Gibraltar di barat; Malta di pusat, dan Siprus, Mesir, dan Palestina di timur. Vichy Perancis adalah rentan terhadap tekanan kekuatan Axis. Jadi pantai Afrika Utara dari Maroko untuk Tunisia, pulau Korsika, pantai Suriah dan Lebanon, dan pantai Mediterania Perancis sendiri tertutup bagi Inggris dan mungkin bermusuhan. Armada Perancis itu sendiri juga menjadi ancaman potensial dan harus dinetralisasi menuju ke Penghancuran Armada Perancis di Mers-el-Kébir (Operasi Catapult). Kehancuran armada Perancis membuat antipati Perancis bertambah terhadap Inggris. Spanyol juga merupakan mitra Axis yang potensial. Pemerintah Fasis dan Nazi di Italia dan Jerman telah antusias mendukung Jenderal Francisco Franco dalam Perang Saudara Spanyol dan mungkin mengharapkan dukungan sebagai imbalan.

Italia mendominasi pusat Mediterania dan Mussolini ingin beberapa kemenangan di Afrika Utara dan melawan pasukan Inggris di Mesir. Ada juga potensi Italia yang menghubungkan dengan kepemilikan di Afrika Timur: Abisinia, Somalia, dan Eritrea. Tapi ini tidak terjadi. Tentara Italia di Afrika Utara tidak memadai dan buruk. Pada bulan September 1940, Invasi Italia ke Mesir tidak melampaui perbatasan. Pada bulan Desember, selama Operasi Compass, pasukan Italia di Mesir dan Cyrenaica ditangkap, dikalahkan, atau dihancurkan.

Pengendalian rute laut tetap penting. Angkatan laut dan angkatan udara Inggris yang berbasis di Malta mengancam dan menghancurkan persediaan Italia, Pasukan Afrika. Malta bertindak sebagai pertahanan untuk menuju Terusan Suez. Masih berpikir orang Italia, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Kerajaan Italia akan segera mengisolasi dan menetralkan pulau itu.

Malta merupakan jalur suplai sangat penting. Malta memerlukan bala bantuan. Garnisun harus dipertahankan, dan angkatan udara dan angkatan laut membutuhkan bahan bakar. Penduduk sipil juga harus dimanfaatkan. Semuanya harus datang melalui laut dan terkena serangan udara dan laut dalam waktu yang lama. Italia berusaha untuk membuat Malta kelaparan dan menghancurkan pertahanannya.

Mereka gagal. Selama tahun 1940, tanpa perlindungan udara dari wilayah Perancis, beberapa konvoi pasukan tiba dengan selamat di Malta, dan lainnya konvoi langsung melalui antara Gibraltar dan Alexandria. Serangan-serangan Angkatan Laut Italia dapat dipukul mundur tanpa kehilangan serius. Bahkan lebih buruk bagi Italia, Pesawat Fleet Air Arm menenggelamkan tiga kapal perang Italia di pelabuhan Taranto, meniadakan salah satu kekuatan Italia.

Pada Januari 1941, menanggapi situasi serius pasukan Italia setelah kehilangan Cyrenaica (Operasi Compass), Jerman mengirim bantuan. Korps Afrika dibentuk dan dikirim ke Libya dalam Operasi Sonnenblume ("Operasi Sunflower"), dan X. Fliegerkorps dari (Angkatan Udara Jerman Luftwaffe ) dipindahkan ke Sisilia ("Operasi Mediterania", Operasi Mittelmeer) untuk melindungi jalur perkapalan kekuatan Axis dan untuk mengalahkan pasukan Inggris di Malta.

Keterlibatan Jerman tidak hanya lebih kuat daripada Italia, tetapi karena pendudukan Yunani dan Kreta, itu mencapai yang lebih besar ke timur Mediterania. Pasukan Inggris berada di bawah ancaman meningkat. Tekanan yang dibangun dan, pada awal 1942, Malta tidak lagi menjadi efektif konvoi anti-basis. Beberapa kapal perang tenggelam di pelabuhan dan lain-lainnya ditarik. Persediaan menyusut dengan hilangnya konvoi. Pada bulan Agustus 1942, ketika berada di dekat kapitulasi Malta, Italia dan Jerman berencana invasi Malta (Operazione C3 dan Operasi Hercules). Tapi itu tidak dilakukan karena Rommel (setelah penaklukan Tobruk) lebih suka menyerang Alexandria di Mesir.
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Kampanye Afrika Barat dari Perang Dunia I terdiri dari dua operasi militer kecil dan cukup singkat untuk merebut koloni Jerman di Afrika Barat: Togo dan Kamerun. Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia, dengan total perintah dekat lautan di dunia, memiliki kekuasaan dan sumber daya untuk menaklukkan koloni Jerman saat Perang Dunia dimulai. Kedua koloni Jerman di Afrika Barat baru-baru ini diperoleh dan tidak dipertahankan dengan baik. Mereka juga dikelilingi oleh koloni-koloni Afrika milik musuh-musuh mereka, para Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia serta Perancis.

Pertempuran Togo

Koloni kecil ini hampir segera ditaklukkan oleh kekuatan militer dari Inggris Gold Coast (saat ini disebut Ghana) dan kekuatan kecil dari Perancis Dahomey (saat ini disebut Benin). Koloni tidak memiliki kekuatan militer, hanya kepolisian. Stasiun radio di Kamina diserang pada 22 Agustus 1914, dan komandan lokal Jerman menyerah empat hari kemudian, setelah pertama kali memerintahkan dan mengawasi penghancuran stasiun vital. Semua operasi berakhir pada 27 Agustus, tanpa korban dari Jerman Eropa. John Keegan mengidentifikasi dua kekuatan militer sebagai Royal Angkatan Frontier Afrika Barat (West African Rifles) dan Tirailleurs senegalais.

Pertempuran Togo
 
Pertempuran Kamerun

Satu-satunya pusat perlawanan Jerman yang utama adalah Yaounda (saat ini disebut Yaounde). Pasukan Belgia-Perancis mengikuti Jerman melalui jalur kereta api yang dibangun di pedalaman, mengalahkan kontra-serangan Jerman di sepanjang jalan. Pada bulan November, Yaounde direbut. Sebagian besar tentara Jerman selamat mundur ke Spanyol Guinea (saat ini disebut Equatorial Guinea), yang merupakan wilayah netral. Kekuatan terakhir Jerman di Kamerun akhirnya menyerah pada bulan Februari 1916.

Sumber: http;//id.wikipedia.org/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Pertempuran Busrah terjadi dalam rangka perebutan kota yang juga merupakan ibukota dari kerajaan Ghassan (dibawah kekuasaan kekaisaran Romawi Timur). Pengepungan kota memakan waktu satu bulan lamanya yaitu mulai bulan Juni hingga Juli 634 M. Kota Busrah adalah kota penting pertama di Suriah yang jatuh ke tangan kaum muslimin.

Khalifah Abu Bakar mengirim empat kontingen pasukan ke berbagai distrik di Suriah dibawah pimpinan Amr bin Ash, Abu Ubaidah bin Jarrah, Shurahbil bin Hassana dan Yazid bin Abu Sofyan. tetapi mereka mengalami kesulitan untuk merebut kota-kota itu karena adanya bala bantuan dari konsentrasi pasukan Romawi Timur di Ajnadain. Khalifah kemudian memutuskan mengirim Khalid bin Walid (Penakluk Persia) ke Suriah untuk menjadi panglima utama.


Sesudah Khalid bin Walid tiba di Suriah dan memimpin pasukan, dengan cepat satu persatu kota berhasil direbut dan akhirnya tiba di kota Busrah pada bulan Juni 634 M. Sesuai instruksi, Abu Ubaidah bin Jarrah harusnya tetap berada di distrik Hauran yang telah direbutnya untuk menunggu kedatangan Khalid di Busrah. Tetapi ia merasa sangat khawatir karena kota Busrah dijaga oleh gabungan tentara romawi dan arab kristen yang kuat dan terlatih dibawah seorang pimpinan panglima Romawi.

Ketika Khalid disibukkan oleh pembebasan kota di Suriah Timur, Abu Ubaidah memutuskan menyerang kota Busrah. Ia mengirim Shurahbil beserta 4000 tentara untuk merebut kota tersebut. Saat pasukan Shurahbil bergerak menuju kota, dengan segera pasukan romawi membuat benteng pertahanan yang terdiri atas 4000 orang. Sebenarnya pasukan Shurahbil ini adalah pasukan garis depan saja karena mereka ditugasi untuk mengepung kota sambil menunggu tibanya pasukan Khalid. Shurahbil berkemah di barat kota dan menugaskan pasukannya mengepung benteng.

Selama dua hari tidak terjadi pertempuran, baru pada hari ketiga ketika pasukan Khalid sedang bergerak menuju Busrah, tentara Romawi keluar dari benteng dan bertempur dengan pasukan Shurahbil di luar batas kota.

Ketika kedua pasukan telah siap bertempur, Shurahbil menawarkan terlebih dahulu kepada komandan Romawi (seperti yang selalu disampaikan oleh setiap komandan muslim sebelum memulai pertempuran) tiga opsi yaitu masuk Islam, atau berdamai dan membayar jizyah atau perang. Komandan Romawi tetap memilih perang. Pertempuran-pun akhirnya pecah menjelang siang hari.

Selama dua jam pertama peperangan, kedua belah pihak tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Baru menjelang sore hari, keunggulan pasukan Romawi mulai tampak dan pertempuran berjalan sesuai rencana mereka. Pasukan roma berhasil maju dan membuat pengepungan dikedua sisi, pertempuran semakin sengit. Pasukan muslim menunjukkan keberanian yang luar biasa dengan bertempur sengit untuk membongkar pengepungan ini meskipun usaha mereka tidak berhasil dan pada sore harinya pengepungan semakin kuat.

Secara mengejutkan datanglah bala bantuan pasukan berkuda khalid terjun ke medan perang. Khalid bin Walid saat itu berada satu mil dari kota ketika mendengar suara peperangan. Dengan segera ia memerintahkan pasukan berkudanya terjun ke medan perang tetapi ia sendiri tidak ikut serta.

Menyadari kedatangan pasukan berkuda muslim, pasukan romawi segera membubarkan pengepungan dan mundur kembali kedalam benteng sehingga pasukan Shurahbil terbebas dari kepungan. Setelah peristiwa pembebasan ini, kharisma panglima Khalid menjadi semakin bersinar di mata para tentara Islam.

Keesokan harinya, pasukan Romawi keluar lagi dari benteng untuk melanjutkan pertempuran. Rasa takut mereka akan kedatangan bala bantuan dari pasukan Khalid sehari sebelumnya sudah lenyap karena melihat bahwa setelah kedatangan pasukan ini ternyata kekuatan kedua belah pihak masih berimbang. Maka mereka memutuskan untuk mencoba keberuntungan seperti hari sebelumnya yang hampir sukses mengepung pasukan Islam dan juga berharap musuhnya masih kelelahan karena baru saja tiba dari perjalanan jauh.

Kedua belak pihak berhadapan di suatu tanah lapang tepat di luar kota Busrah. Khalid tetap sebagai pucuk pimpinan pasukan Islam. Ia menunjuk Raafe bin Umair sebagai komandan pasukan sayap kanan dan Dhiraar bin Al Azwar sebagai komandan pasukan sayap kiri. Untuk front tengah ia menempatkan Abdur Rahman bin Abu Bakar (anak khalifah Abu Bakar) sebagai komandan.

Sebelum pertempuran dimulai dilakukan pertarungan antar dua komandan, yaitu Abdur Rahman dari pihak Islam melawan salah seorang komandan Romawi. Abdur Rahman berhasil mengalahkannya, tetapi sebelum ia sempat membunuhnya , komandan tersebut lari kembali kedalam barisan pasukan. Dengan segera Khalid memerintahkan serangan disemua front.

Hanya beberapa saat saja pasukan romawi menunjukkan keberanian dalam bertempur, sampai tertembusnya barisan mereka di kedua sayap terutama oleh pasukan sayap kiri. Komandan Dhiraar menunjukkan keberanian luar biasa sehingga mengobarkan semangat anak buahnya. Karena panasnya hari itu, ia membuka baju pelindung sehingga membuatnya lebih ringan dan lincah, kemudian ia juga membuka baju sehingga bertelanjang dada. Ia bertempur dengan kelincahan yang luar biasa dan menebas leher setiap tentara romawi yang berhadapan dengannya. Oleh karena aksinya ini, hampir seminggu lamanya setelah pertempuran cerita tentang komandan Islam yang bertempur sambil bertelanjang dada menyebar di seluruh wilayah Suriah, ia dielu-elukan oleh kaum muslimin dan ditakuti oleh setiap tentara Romawi, sehingga hanya tentara roma yang benar-benar pemberani sajalah yang berani berhadapan dengannya dalam pertempuran selanjutnya.

Setelah buyarnya konsentrasi tentara romawi akibat tertembusnya barisan, akhirnya mereka mundur kembali kedalam benteng. Pada saat itu panglima Khalid juga turut bertempur dengan berjalan kaki dan berdidi paling depan. Saat ia kembali ke belakang untuk memberi perintah pengepungan, ia melihat seorang penunggang kuda menerobos masuk ke tengah-tengah pasukan. Penunggang kuda tersebut adalah Abu Ubaidah bin Jarrah sambil membawa panji kuning yang juga dipakai oleh Nabi Muhammad SAW. saat perang Khaibar. Ia memberikan panji tersebut kepada Khalid yang menunjukkan bahwa Khalid-lah yang akan menjadi panglima utama untuk pertempuran selanjutnya. Khalid menerima panji tersebut sambil berkata :

Demi Allah, kalaulah bukan karena aku harus mematuhi perintah Khalifah, maka aku tidak akan pernah mau menerima ini. Kamu lebih tinggi kedudukannya daripada aku dalam Islam. Aku hanyalah seorang sahabat Rasulullah, tetapi kamu adalah seorang yang mana Rasulullah memberi gelar sebagai orang yang memegang amanat dari umat ini.

Pasukan Islam kemudian mengepung rapat kota Busrah. Pucuk pimpinan tentara Romawi putus asa, karena ia menyadari bahwa sebagian besar pasukan cadangan sudah menuju ke kota Ajnadain, dan meragukan akan mendapat bala bantuan dari sana. Beberapa hari kemudian ia menyatakan menyerah secara damai. Khalid menerima penyerahan ini dengan syarat mereka mau membayar jizyah atau upeti. Menyerahnya kota Busrah kepangkuan Islam ini terjadi pada pertengahan bulan Juli tahun 634 M.

Versi lain dari perang ini adalah bahwa adanya salah seorang komandan Romawi yaitu Romanus masuk Islam setelah kedatangan pasukan Khalid ke Busrah pada pertengahan perang. Masuknya Romanus ke dalam Islam membawa pengaruh besar pada jalannya pertempuran selanjutnya karena dengan panduannya pasukan Islam berhasil menembus benteng pertahanan lawan pada malam hari yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang sangat besar dikalangan tentara romawi.

Seperti biasa sebelum pertempuran dimulai diadakan pertarungan antar komandan dari kedua belah pihak. Khalid maju sebagai komandan pasukan Islam dan Romanus sebagai komandan pasukan Romawi. Sebelum duel dilakukan, Khalid menawarkan Romanus agar masuk Islam, dan secara mengejutkan ajakan ini diterimanya setelah menanyakan beberapa hal tentang Islam kepada Khalid. Ia menyatakan masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian ia menuju ke markas pasukan Islam
Kemudian ia memberi kabar kepada pasukan Romawi dengan menulis surat yang isinya:


Kepada musuh Allah dan Rasulnya. Kalian janganlah lupa bahwa aku telah memilih Islam sebagai agamaku. Sejak saat ini tidak ada lagi tali yang mengikat antara kalian dengan aku, baik di dunia ini maupun di akhirat. Aku menyangkal adanya penyaliban terhadap Yesus, dan memutuskan ikatan dengan pengikutnya. Aku memilih Allah sebagai tuhanku dan Nabi Muhammad SAW. sebagai nabi dan Rasul terakhir, Ka'bah sebagai kiblatku, dan kaum muslimin sebagai saudara seimanku. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah SWT. dan Muhammad adalah Rasul pilihannya. Aku meyakini bahwa Allah akan memuliakan agama ini beserta pengikutnya. 

Masuknya Romanus kedalam Islam membuat ciut nyali pasukan Romawi, mereka memutuskan mundur dari pertempuran untuk mempertahankan benteng kota. Pada saat pasukan Islam mengepung kota Busrah, Romanus memandu satu detasemen khusus yang dikomandani oleh Abdur Rahman untuk melewati terowongan tepat dibawah benteng kota. Mereka berhasil membuka pintu gerbang kota sehingga seluruh pasukan muslim bisa memasuki benteng. Dengan meneriakkan kalimat Allahu Akbar mereka menyerbu dan membunuh banyak pasukan romawi sedangkan sisanya langsung menyerah. Rakyat kota Busrah akhirnya menyetujui pembayaran jizyah sehingga perdamaian tercapai.

Penaklukan kota Busrah yang terjadi pada minggu kedua bulan Juli tahun 634 M. adalah penaklukan kota penting pertama di Suriah oleh kaum muslimin. Tentara Islam hanya kehilangan 130 jiwa sedangkan pasukan Romawi harus merelakan beberapa ribu nyawa pasukannya. Khalid mengirim surat kepada Khalifah Abu Bakar tentang keberhasilan merebut kota ini dan juga mengirim seperlima dari rampasan perang. Penaklukan kota Busrah ini membuka jalan kepada pasukan Islam untuk menaklukkan seluruh Suriah.
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Penaklukan Islam di Suriah terjadi pada paruh pertama abad ke-7, dimana wilayah ini sudah dikenal sebelumnya dengan nama lain seperti Bilad al-Sham, Levant, atau Suriah Raya. Sebenarnya pasukan Islam sudah berada di perbatasan selatan beberapa tahun sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal dunia tahun 632 M, seperti terjadinya pertempuran Mu'tah di tahun 629 M, akan tetapi penaklukan sesungguhnya baru dimulai pada tahun 634 M dibawah perintah Kalifah Abu Bakar and Umar bin Khattab, dengan Khalid bin Walid sebagai panglima utamanya.

Suriah dibawah pemerintahan Romawi timur selama 7 abad sebelum Islam datang, juga pernah di invasi beberapa kali oleh Kekaisaran Sassania Persia yaitu pada abad ke-3, 6 dan 7; Suriah juga menjadi target serangan sekutu Sassania, Lakhmid. Wilayah ini disebut Provinsi Iudaea oleh Bizantium. Selama perang Romawi-Persia terakhir, yang dimulai pada tahun 603, pasukan Persia dibawah pimpinan Khisra II berhasil menduduki Suriah, Palestina and Mesir selama lebih dari satu dekade sebelum akhirnya berhasil dipukul mundur oleh Heraclius dan dipaksa berdamai dan mundur dari wilayah yang mereka kuasai itu pada tahun 628 M. Jadi, pada saat Islam berperang melawan Romawi ini sebenarnya mereka sedang menata kembali wilayahnya yang sempat hilang selama kurang lebih 20 tahun tersebut.

Wilayah Islam tahun 622-750 M. ██ Perluasan wilayah pada masa Nabi Muhammad, 622-632 ██ Perluasan wilayah pada masa Khulafaur Rasyidin, 632-661 ██ Perluasan wilayah pada masa Bani Umayyah, 661-750  Penaklukan Pada Masa Pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab  Wilayah pertama yang berhasil ditaklukkan adalah Damaskus pada tahun 635 M, dan Yerusalem pada tahun 637 M. dipimpin oleh panglima Khalid bin Walid pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab. Pada saat menyerahnya Damaskus ke tangan Islam, penduduk dijamin keamanannya (harta, nyawa, bahkan gereja) dengan syarat mereka mau membayar upeti atau jizyah.

Serangan balik Heraklius sempat membuat kaum muslimin mundur dari Yerusalem dan Damaskus, tetapi hanya sebentar saja karena pasukan Romawi berhasil dihancurkan pada pertempuran Yarmuk (636 M.). Akhirnya kedua wilayah ini berhasil direbut kembali pada tahun 640 M. yang sekaligus menandai selesainya penaklukan di Suriah secara total.

Khalifah Umar membagi Suriah menjadi 4 distrik besar yaitu Damaskus, Hims, Yordania, dan Palestina (kemudian ditambah lagi distrik Kinnasrin). Ia juga memerintahkan kepada seluruh tentara Islam agar tetap tinggal dalam barak-barak militer, sehingga kehidupan masyarakat lokal tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasa.

Banyak suku-suku arab yang sudah lama menetap di Suriah akhirnya beralih ke Islam dan juga suku Ghassan. Khalifah juga menerapkan toleransi beragama sehingga memberi citra positif bagi pemeluk agama Kristen Nestorian, Kristen Yacobite dan Yahudi dimana pada masa kekuasaan Romawi mereka dianiaya. Hal inilah yang dianggap sebagai hal terpenting dari suksesnya pemerintah Islam menata wilayah mereka disamping pemerintah juga menghindari pemungutan jizyah secara berlebihan apalagi disertai pemaksaan. Zakat dikenakan kepada petani hanya sesuai dengan hasil panennya, jizyah diambil dari penduduk yang masih kafir sebagai imbalan atas jaminan perlindungan pemerintah dan pembebasan dari wajib militer.

Khalifah Umar juga membuat zona penyangga diseluruh jazirah arab (tempat lahirnya Islam), dan setelah Suriah yang terletak di barat jatuh ke tangan kaum muslimin, pasukan Islam bisa memfokuskan arah ke wilayah timur untuk menaklukkan Kekaisaran Sassania Persia. Setelah Persia juga jatuh ke tangan kaum muslimin mereka kemudian memfokuskan kembali ke provinsi Bizantium, Aegiptus.
Penaklukan Pada Masa Pemerintahan Khalifah Ustman Bin Affan
Khalifah Ustman tidak memperluas wilayah kekuasaan Islam seperti pada masa Umar, tetapi tentaranya difokuskan untuk merintangi usaha Romawi Timur untuk menduduki kembali wilayah mereka di Afrika Utara.
Pada tahun 639 M. khalifah memerintahkan kepada Mu'awiyah (yang juga sepupu beliau) sebagai gubernur Suriah untuk membuat suatu armada laut islam pertama untuk menjaga perairan Mediterania dari serangan kapal perang Bizantium. Berkat pembentukan armada laut inilah akhirnya Islam dapat menaklukkan pulau Siprus pada tahun 649 M.
 
Penaklukan Pada Masa Bani Umayyah

Mu'awiyah menjadikan Damaskus sebagai basis kekuatan untuk melebarkan wilayah Islam saat ia menjadi khalifah pada tahun 660 M. Ia tercatat sebagai khalifah bani Umayyah pertama yang memimpin kekhalifahan Islam dengan pusat di Suriah dan menjadikan Damaskus sebagai ibukotanya yang terus bertahan hingga abad berikutnya.
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Pertempuran Yarmuk adalah perang antara Muslim Arab dan Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 636. Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen. Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandan militer dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan. Pertempuran ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, khalifah Rasyidin kedua.

Pertempuran ini terjadi empat tahun setelah Nabi Muhammad meninggal pada 632. Dia dilanjutkan oleh khalifah pertama, Abu Bakar, yang mencoba membawa seluruh bangsa yang bertutur bahasa Arab di bawah kendali Muslim. Pada 633 pasukan Muslim menyerang Suriah, dan setelah berbagai penghadangan dan pertempuran kecil berhasil merebut Damaskus pada 635. Kaisar Romawi Timur Heraclius mengatur sebuah pasukan sekitar 40.000 orang setelah mengetahui lepasnya Damaskus dan Emesa. Pergerakan pasukan Romawi Timur yang besar ini, menyebabkan Muslim di bawah Khalid ibn Walid meninggalkan kota-kota, dan mundur ke selatan menuju Sungai Yarmuk, sebuah penyumbang Sungai Yordan.

Sebagian pasukan Romawi Timur di bawah Theodore Sacellarius dikalahkan di luar Emesa. Muslim di bawah Khalid ibn Walid bertemu komandan Romawi Timur lainnya, Baänes di lembah Sungai Yarmuk pada akhir Juli. Baänes hanya memiliki infantri untuk melawan kavaleri ringan Arab, karena Theodor telah mengambil kebanyakan kavaleri bersamanya. Setelah sebulan pertempuran kecil-kecilan, tanpa aksi yang menentukan, kedua pasukan akhirnya berkonfrontasi pada 20 Agustus.

Menurut sumber Muslim, datanglah pertolongan Allah SWT. kepada tentara Islam dengan berhembusnya angin selatan yang kuat meniup awan debu ke muka orang Kristen, kejadian ini sama persis seperti yang terjadi pada pasukan persia dalam pertempuran Qadisiyyah. Prajurit menjadi lesu di bawah panas matahari Agustus. Meskipun begitu Khalid terdorong mundur, namun meskipun jumlah pasukannya hanya setengah prajurit Romawi Timur, mereka lebih bersatu dari pada pasukan multinasional Tentara Kekaisaran yang terdiri dari orang Armenia, Slavia, Ghassanid dan juga pasukan Romawi Timur biasa.

Menurut beberapa sumber, Muslim berhasil mempengaruhi unsur-unsur di pasukan Romawi Timur untuk beralih sisi, tugas ini dipermudah oleh kenyataan bahwa Kristen Arab, Ghassanid, belum dibayar selama beberap bulan dan yang Kristen Monophysitenya ditekan oleh Ortodoks Romawi Timur. Sekitar 12.000 Arag Ghassanid membelot. Kemajuan pasukan Kristen di sisi kanan, menuju kamp berisi wanita Arab dan keluarganya, akhirnya diusir dengan bantuan dari beberapa wanita Arab. Dan memperbaharui serangan-balik. Kebanyakan prajurit Baänes dikepung dan dibantai, atau digiring menuju kematiannya di sebuah jurang terjal. Sebagai hasilnya, seluruh Suriah terbuka bagi Muslim Arab. Damaskus direbut kembali oleh Muslim dalam waktu sebulan, dan Yerusalem jatuh tidak lama kemudian.

Ketika bencana ini terdengar Heraclius di Antioch, dinyatakan dia mengucapkan selamat tinggal kepada Suriah, berkata, "Selamat tinggal Suriah, provinsiku yang indah. Kau adalah seorang musuh sekarang"; dan meninggalkan Antiokia ke Konstantinopel. Heraclius mulai memusatkan pasukannya untuk mempertahankan Mesir.

Sumber: http://id.wikipedia.org/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Adolf Hitler, orang yang diyakini bertanggung jawab sebagai penyebab kerusakan yang terjadi di dunia.


Pasukan Jerman berbaris rapi dengan langkah tegapnya yang khas (goose-step) dalam parade kemenangan Jerman di Warsawa, Polandia setelah invasi yang sukses pada tahun 1939.


 Prajurit Bermotor Jerman sedang memperhatikan Peta dalam perjalanan mereka di pedalaman Prancis tahun 1940.

 Dedengkot dedengkot Nazi, anak buahnya Adolf Hitler.

Prajurit dari divisi Panzer ke 11 Jerman sedang memperhatikan kobaran api yang yang membakar sebuah truk Yugoslavia dalam invasi mereka di tahun 1941.

 Seorang Tentara melemparkan granat dengan Potato-Smasher dalam fase awal invasi Jerman ke Uni Soviet, yang dikenal juga dengan "Operasi Barbarossa".

Prajurit Panzergrenadier bergerak maju dengan dilindungi Tank Panzerkampfwagen III dalam suatu pertempuran di padang berumput di Front Timur.

 Tentara Jerman dalam balutan seragam musim dingin sedang bergerak maju di Smolensk.

 Seorang tentara DAK (Deutsche Afrikakorps) sedang memperhatikan medan perang melalui teropong gunting (Scissor Scope).

 Prajurit Luftwaffe sedang memeriksa kerusakan pada pesawat.

 Sehabis Perang, prajurit sedang asik mengobrol sambil ditemani rokok.

 Artileri raksasa Jerman yang ditempatkan di Benteng Atlantik di Normandia.

Tawanan Jerman dibawa dalam arak-arakan oleh para pasukan Prancis Merdeka (Free French Forces), tak lama setelah pembebasan Paris oleh sekutu pada Agustus 1944.

Adolf Hitler berjabat tangan dengan Generaloberts Friedrich Fromm Sang Opoturnistik, sebelahnya adalah Oberst Graf Claus von Stauffenberg, yang akan berusaha membunuh Hitler beberapa hari setelah foto ini dibuat.

Foto penyerahan pasukan Jerman pada tahun 1945 .

Sumber: http://alifrafikkhan.blogspot.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Pertempuran Hunain adalah pertempuran antara Muhammad dan pengikutnya melawan kaum Badui dari suku Hawazin dan Tsaqif pada tahun 630 M atau 8 H, di sebuah pada salah satu jalan dari Mekkah ke Thaif. Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan telak bagi kaum Muslimin, yang juga berhasil memperoleh rampasan perang yang banyak. Pertempuran Hunain merupakan salah satu pertempuran yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yaitu surat At-Taubah.


Suku Hawazin dan para sekutunya dari suku Tsaqif mulai menyiapkan pasukan mereka ketika mengetahui bahwa Muhammad dan tentaranya berangkat dari Madinah menuju Mekah, yang ketika itu masih dikuasai kaum kafir Quraisy. Persekutuan kaum Badui dari suku Hawazin dan Tsaqif berniat akan menyerang pasukan Muhammad ketika sedang mengepung Mekkah. Namun, penaklukan Mekkah berjalan cepat dan damai. Muhammad pun mengetahui maksud suku Hawazin dan Tsaqif, dan memerintahkan pasukan beliau bergerak menuju Hawazin dengan kekuatan 12.000 orang, terdiri dari 10.000 Muslim yang turut serta dalam penaklukan Mekkah, ditanbah 2.000 orang Quraisy Mekkah yang baru masuk Islam.

Hal ini terjadi sekitar dua minggu setelah penaklukan Mekkah, atau empat minggu setelah Muhammad meninggalkan Madinah. Pasukan kaum Badui terdiri dari suku Hawazin, Tsaqif, bani Hilal, bani Nashr, dan bani Jasyam.

Saat pasukan muslim bergerak menuju daerah Hawazin, pemimpin kaum Badui Malik bin Auf al-Nasri menyergap mereka di lembah sempit yang bernama Hunain. Kaum Badui menyerang dari ketinggian, menggunakan batu dan panah, mengejutkan kaum Muslimin dan menyulitkan organisasi serangan kaum Muslimin. Pasukan Muslim mulai mundur dalam kekacauan, dan tampaknya akan menderita kekalahan. Pemimpin Quraisy Abu Sufyan yang ketika itu baru masuk Islam, mengejek dan berkata "Kaum Muslimin akan lari hingga ke pantai".

Pada saat kritis ini, sepupu Muhammad Ali bin Abi Thalib dibantu pamannya Abbas mengumpulkan kembali pasukan yang melarikan diri, dan organisasi kaum Muslimin mulai terbentuk kembali. Hal ini juga dibantu dengan sempitnya medan pertempuran, yang menguntungkan kaum Muslimin sebagai pihak bertahan. Pada saat ini, seorang pembawa bendera dari kaum Badui menantang pertarungan satu-lawan-satu. Ali menerima tantangan ini dan berhasil mengalahkannya. Muhammad lalu memerintahkan serangan umum, dan kaum Badui mulai melarikan diri dalam dua kelompok. Kelompok pertama nantinya akan kembali berperang melawan kaum Muslim dalam pertempuran Autas, dan sisanya mengungsi ke Thaif, dan nantinya akan dikepung oleh kaum Muslim.

Pasukan muslim berhasil menangkap keluarga dan harta benda dari suku Hawazin, yang dibawa oleh Malik bin Aus ke medan pertempuran. Rampasan perang ini termasuk 6.000 tawanan, 24.000 unta, 40.000 kambing, serta 4.000 waqih perak (1 waqih = 213 gram perak).

Pertempuran ini mendemonstrasikan keahlian Ali bin Abi Thalib dalam mengorganisir pasukan dalam keadaan terjepit. Pertempuran ini juga menunjukkan kemurahan hati kaum Muslimin, yang memperlakukan tawanan dengan baik dan membebaskan 600 diantaranya secara cuma-cuma. Sisa tawanan ditahan dalam rumah-rumah khusus hingga berakhirnya Pengepungan Thaif.
Sumber: http://id.wikipedia.org/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Pertempuran Al-Qadisiyyah (Bahasa Arab: معركة القادسيّ) adalah pertempuran yang menentukan antara pasukan muslim dengan pasukan Persia pada saat periode pertama ekspansi muslim yang berakhir dengan penaklukan Islam atas seluruh Persia dan berhasil merubah keyakinan mereka menjadi Islam sampai dengan saat ini. Pertempuran ini terjadi kurang lebih pada tahun 636 M.

Khalifah Umar bin Khattab mengirimkan pasukan muslim dalam jumlah besar ke Iraq (pada saat itu masih bagian dari Persia) di bawah pimpinan sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash. Mendengar pergerakan pasukan Islam ini , Kaisar Persia yang terakhir dan masih muda, Yazdgird III (632 M. - 651 M.) memerintahkan kepada panglima perangnya Rustam Farrokhzad untuk menghadangnya. Akhirnya kedua pasukan ini bertemu di sebelah barat sungai Eufrat di desa yang bernama Al-Qadisiyyah (barat daya Hillah dan Kufah).

Pasukan muslim mengirim delegasi ke kamp pasukan Persia dengan mengajak mereka memeluk Islam atau tetap dalam keyakinan mereka tetapi dengan membayar pajak atau jizyah. Setelah tidak dicapai kesepakatan diatas, pecahlah pertempuran. Sa'ad sendiri tidak bisa memimpin langsung pasukannya dikarenakan sakit bisul yang parah. Tetapi dia tetap memonitor jalannya pertempuran bersama deputinya Khalid bin Urtufah.

Hari pertama pertempuran berakhir dengan kemenangan di pihak Persia dan hampir saja pasukan muslim akan menemui kekalahan dengan tidak imbangnya jumlah pasukannya dengan pasukan Persia yang lebih besar. Pasukan Persia menggunakan gajah untuk memporak-porandakan barisan muslim dan ini sempat membuat kacau kavaleri muslim dan kebingungan diantara mereka bagaimana cara untuk mengalahkan gajah-gajah tersebut. Keadaan seperti ini berlangsung sampai dengan berakhirnya hari kedua pertempuran.

Memasuki hari ketiga, datanglah bala bantuan muslim dari Syria (setelah memenangkan pertempuran Yarmuk). Mereka menggunakan taktik yang cerdik untuk menakut-nakuti gajah Persia yaitu dengan memberi kostum pada kuda-kuda perang. Taktik ini menuai sukses sehingga gajah-gajah Persia ketakutan, akhirnya mereka bisa membunuh pemimpin pasukan gajah ini dan sisanya melarikan diri kebelakang menabrak dan membunuh pasukan mereka sendiri. Pasukan muslim terus menyerang sampai dengan malam hari.

Pada saat fajar hari keempat, datanglah pertolongan Allah SWT. dengan terjadinya badai pasir yang mengarah dan menerpa pasukan Persia sehingga dengan cepat membuat lemah barisan mereka. Kesempatan emas ini dengan segera dimanfaatkan pihak muslim, menggempur bagian tengah barisan Persia dengan menghujamkan ratusan anak panah. Setelah jebolnya barisan tengah pasukan Persia, panglima perang mereka Rustam terlihat melarikan diri dengan menceburkan diri dan berenang menyeberangi sungai, tetapi hal ini diketahui oleh pasukan muslim yang dengan segera menawan dan memenggal kepalanya.

Pasukan muslim yang berhasil memenggal kepalanya adalah Hilal bin Ullafah. Setelah itu dia berteriak kepada pasukan Persia dengan mengangkat kepala Rustam : "Demi penjaga Ka'bah! Aku Hilal bin Ullafah telah membunuh Rustam!". Melihat kepala panglima perangnya ditangan pasukan muslim, pasukan Persia menjadi hancur semangatnya dan kalang kabut melarikan diri dari pertempuran. Sebagian besar pasukan Persia ini berhasil dibunuh dan hanya sebagian kecil saja yang mau memeluk agama Islam. Dari Pertempuran ini, pasukan muslim memperoleh ghanimah atau rampasan perang yang sangat banyak, termasuk perhiasan kekaisaran persia.

Setelah pertempuran ini, pasukan muslim terus mendesak masuk dengan cepat sampai dengan ibukota Persia, Ctesiphon atau Mada'in. setelah itu mereka melanjutkan ke arah timur dan mematahkan dua kali serangan balasan dari pasukan Persia yang pada akhirnya berhasil menghancurkan kekaisaran Persia dan menjadikannya daerah muslim sampai dengan saat ini.
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Pada awal perang Sipil Amerika Utara dan Selatan bergegas untuk membentuk tentara yang kuat untuk mendukung penyebabnya. Para pemimpin militer di kedua sisi, bagaimanapun, semua bersama militer pelatihan dasar yang sama serta konsep dasar tentang bagaimana pasukan harus dibangun dan bagaimana perang yang harus diperangi. Pelatihan militer serta taktik perang sipil diarahkan meniru pasukan besar yang diciptakan oleh Napoleon. Kampanye Napoleon membentuk dasar pendidikan militer formal di seluruh dunia barat.  

Pada awal perang sipil pengamat Eropa ingin melihat sejauh mana kampanye Amerika akan sesuai dengan doktrin yang diterima perang Napoleon. Semua pemikiran militer hari dipengaruhi oleh Napoleon. Ini pelajaran dari "Great Korsika" yang disampaikan melalui tulisan Antoine Henri Jominie. Melalui tulisannya penekanan diletakkan pada strategi Napoleon. Sangat menyadari dominasi senjata militer Perancis banyak pemimpin perang saudara melihat kembali dengan metode Napoleon yang bergoyang-goyang perang untuk pencerahan.  
Melalui 23 tahun perang tentara Perancis menjadi dunia model dari mesin pertempuran. Melalui studi tentang taktik, pelatihan, dan bahkan kesalahan Napoleon diharapkan bahwa salinan dari "Grande Armée" bisa diciptakan kembali di Amerika. Dalam titik Barat tulisan Jomini digunakan sebagai buku pelajaran melalui Henry W itu. Halleck "Elemen Militer Seni dan Sains", yang sebenarnya merupakan terjemahan dari Jomini. Sebagai kurikulum di West Point membungkuk ke arah rekayasa, matematika, benteng dan paling kadet administrasi diserap teks ini, karena itu adalah sumber daya hanya pada strategi militer. Saat ini banyak dari taktik ini tampaknya masuk akal, aplikasi mereka begitu universal. Taktik ini adalah konsep-konsep seperti, konsentrasi massa kedepan Anda sendiri terhadap sebagian kecil dari musuh kita, ancaman musuh komunikasi sambil melindungi anda sendiri, serangan itu titik lemah musuh dengan kekuatan sendiri. Aturan-aturan ini tampaknya menggemakan strategi dan pelaksanaan yang besar berbaris Sherman untuk "air garam."

Salah satu pelajaran dari Napoleon konsepnya konsentrasi, serta aturan konsentrasi. Strategi Napoleon itu bahwa ketika 2-3 tentara memulai berkemah untuk menaklukkan suatu wilayah mereka harus berkumpul di tempat yang jauh dari musuh untuk mencegah tentara lawan dari menghancurkan pasukan mendekat sedikit demi sedikit. Taktik ini terlihat begitu sering dalam perang sipil yang kompilasi contoh akan tampak tak berujung di sini. Di antara kaidah lain Napoleon yang menemukan jalan mereka ke ladang pertempuran Amerika adalah panggilan untuk Skirmishers. Ketika pasukannya bergerak dia akan mengerahkan penjaga maju dan pihak mengapit. Taktik ini menjadi prosedur operasi standar untuk tentara di bergerak dalam perang sipil, dan bahkan hari ini. Ketika tidak bergerak tentara berkemah didirikan baris piket, teknik yang sama hanya diam. 

Entrenching juga perangkat Napoleon untuk tentara berkemah untuk memaksimalkan kekuatannya untuk menahan kekuatan yang unggul. Maxim ini menawarkan Konfederasi bit terakhir harapan mereka ketika Grant berkumpul di Richmond. Apakah Lee sendiri tidak mempelajari banyak aturan perang Napoleon kemudian mungkin pengepungan di Richmond akan hanya menjadi pertempuran.

Banyak petugas Umum di kedua sisi perang telah menerima pelatihan militer mereka di Barat Point. Di West Point semua taruna belajar taktik di bawah Mahan, profesor teknik dan seni perang 1830-1871. Setelah mempelajari seni perang di Perancis Mahan sangat dipengaruhi oleh Napoleon dan akan berlalu ketertarikan dengan Napoleon Warfare ke taruna nya. Salah satu teks yang digunakan oleh siswa Mahan adalah "Traite des Grandes Operasi Miltaire" oleh Jomini, alat bantu Swiss Napoleon. Jomini tergugah oleh strategi Napoleon dan berusaha untuk melakukan sistematisasi metodenya. Jomini menekankan perlunya garis operasi internal yang baik. Konsep lain, yang telah disebutkan sebelumnya, adalah memusatkan kekuatan yang unggul untuk melawan yang lain. Hal ini mudah dikatakan, tapi Jomini meletakkan cetak biru Napoleon untuk mencapai hal ini. Tindakan ini dapat dilakukan melalui pembentukan yang efektif dan eksploitasi garis interior yang kuat.

Sayangnya pelajaran itu tidak cukup lama dan terlalu singkat untuk memadai menerjemahkan metode Corsicans. Untuk lebih memberikan pengetahuan taktikal Agung pada murid-muridnya Mahan mendirikan "Napoleon Club." Melalui klub ini taruna dapat mempelajari kampanye dan sejarah dari Korsika Besar. Setelah perang pecah akhirnya penelitian ini tidak berhenti. Sherman diperlukan bahwa semua petugas studinya di Napoleon melalui karya-karya Jomini. Salah satu kesulitan dengan cara studi independen adalah bahwa, pada saat itu, semua salinan yang tersedia berada di Prancis. Di akademi, West Point, mahasiswa Prancis diajarkan sehingga mereka mungkin bisa membaca risalah dan laporan perang Napoleon. 

Pemandangan itu diadakan, di West Point yang sejak masa perang Yunani kuno telah semakin besar dan lebih baik. Siswa diajarkan untuk melihat medan pertempuran melalui mata Napoleon, sebuah papan catur di mana tentara lawan berhadapan dalam penyebaran kompleks. Uni Jenderal George B McClellan adalah mahasiswa lain Napoleon, sering disebut sebagai "Napoleon muda". McClellan melihat melalui studi tentang Napoleon bahwa kebebasan bergerak sangat penting. McClellan tidak hanya diimplementasikan ide-ide dalam pawai, tetapi juga dalam desain seragam nya. Ia mengambil gagasan dari tentara Napoleon Perancis dan dibangun kembali tentara Federal beraneka ragam. Di bawah rencana Napoleon tentara Federal McClellan menjadi model kekuatan tempur. Disiplin dan seragam yang tidak menjadi kontribusi satu-satunya. The "McClellan Saddle" menemukan jalan ke kavaleri, berdasarkan yang digunakan oleh Perancis, dan Setengah Shelter telah masalah standar sejak itu.  

Sekarang tentara bisa saja membawa tempat tinggal mereka dengan mereka memungkinkan cepat mengatur dan lebih cepat evakuasi bahkan dari perkemahan. Salah satu kontribusi terbesar Napoleon kepada militer Amerika, melalui McClellan, adalah Manuel Bayonet, yang McClellan diterjemahkan dari bahasa Perancis ke dalam bahasa Inggris. Pada sisi lain dari perang adalah salah satu negara taktikal terbesar, Robert E. Lee. Di West Point buku pertama Lee pernah memeriksa studi kampanye Napoleon, salah satu yang ia menjadi sangat akrab dengan di akademi. Akhirnya Lee menjadi master dengan menggunakan taktik Napoleon pada pasukannya yang berkonsentrasi terhadap sebagian lebih lemah dari Utara.

Napoleon menekankan pentingnya gerakan berputar. The frontal serangan Spartan kuno menampilkan dua tentara berdebar pergi pada satu sama lain sampai salah satu sisi akan memberi jalan pergi. Napoleon mengembangkan gerakan memutar untuk menyerang musuh secara efektif panggul. Efeknya adalah bahwa musuh sedang berubah akan dipaksa untuk menyesuaikan, baik melalui retret atau memperkuat panggul, memperlihatkan daerah lain pertahanan. Apa taktik ini pada dasarnya memang adalah terpaksa atau membela tentara menyerang untuk memo pertempuran yang perintah dan berusaha untuk membuat penyesuaian cepat di tengah-tengah pertempuran. Dalam perang sipil ini adalah tujuan dari semua Jenderal, untuk secara efektif melaksanakan gerakan berbalik melawan musuh-musuh mereka. McClellan kampanye Semenanjung punya Maxim di jantung strateginya. Contoh ditetapkan oleh Napoleon tidak hanya muncul di medan perang. Sebuah unit yang lebih besar organisasi tentara diperkenalkan, divisi ini. Divisi ini adalah bagian dari tentara diperintahkan oleh petugas Umum dan cukup kuat untuk melakukan musuh berhasil sampai divisi lainnya tiba.

Tidak lagi akan seseorang melihat pasukan yang besar membentuk formasi garis besar tunggal. Hal ini juga memungkinkan Amerika Jenderal fleksibilitas untuk bergerak cepat melintasi medan pertempuran dan mengambil keuntungan penuh dari medan. penyebaran Cepat tentara Amerika yang besar ini dimungkinkan karena organisasi ini baru tentara ke dalam divisi. Dalam berbaris setiap divisi merupakan kolom. Dalam memisahkan pada bulan maret mereka bergerak lebih cepat dingin ketika meliput daerah yang lebih luas dan tidak pernah longgar persatuan mereka. Umum memerintah sekarang bisa naik di muka dan dengan sangat mudah tempat pasukannya sesuai. Sekarang tentara yang sangat fleksibel dan mudah untuk perintah. Melalui inovasi ini pertempuran terus saja akan berubah dari satu sisi kemenangan ke lainnya.

Teknik baru ini juga memungkinkan pasukan untuk tetap terlibat selama berhari-hari sebelum akhirnya dipaksa mundur dari lapangan. Di Selatan konsep Napoleon pemanfaatan garis interior ini sangat diterapkan untuk semua perintah pertempuran. Jenderal enggan untuk meregangkan jalur komunikasi mereka untuk jauh. Hal ini sangat dipengaruhi's strategi Lee dari menarik keluar musuh. Garis-garis ini interior kini lebih efektif daripada Napoleon bisa membayangkan. Penggunaan jalan kereta api dan telegraf dimungkinkan komunikasi cepat perintah pertempuran dan gerakan laporan pasukan.

Era Napoleon diproduksi tentara dengan manuver besar. Sekarang mampu penyebaran cepat dari bulan Maret hingga pertempuran pembentukan dan dibagi menjadi korps dan tentaranya divisi tumbuh sangat fleksibel dan lebih tahan terhadap serangan dan gerakan mengapit. Umum PGT Beauregard tanpa lelah memberitakan perlu menggunakan kereta api dan telegraf untuk menerapkan strategi Napoleon dari konsentrasi ofensif di's lemah titik musuh. Di Barat, teater Beauregard operasi, Presiden Davis menyadari bahwa tentara konfederasi tidak bisa bertemu musuh dengan kekuatan yang sama. Dia dipatuhi's interpretasi Beauregard peperangan dan memerintahkan Johnston untuk mengkoordinasikan Pemberton departemen Mississippi dengan sesumbar dan Kirby Smith "Beroperasi secara Napoleon" dan bersatu kekuatan di Mississippi dan Tennessee menggunakan baris-baris interior. Orang dapat cukup sering melihat bahwa ketika bingung dengan dilema logistik Perang Saudara tacticians hanya menyalin contoh Napoleon.

Salah satu contoh terbesar perang Napoleon pengaruh dapat ditemukan di PGT Beauregard. Menjadi fasih berbahasa Prancis Beauregard mampu mempelajari karya-karya Jomini dan sejarah Perancis lainnya kampanye Napoleon. Sementara Beauregard selalu siap dengan perintah pertempuran Napoleon rumit, tentara hijau tidak cukup sampai meminta. Pada Blackburns Ford Beauregard mengusulkan strategi, dalam teori, efektif penyambungan serangan terhadap penjajah Federal. Dia mengusulkan bahwa tentara lembah bergerak Johnston dalam dua kolom. Satu tentara akan datang dengan kereta api ke Manassas, mengeksploitasi garis interior mereka, sementara yang lain akan melintasi pegunungan ke Utara dan yang berlaku datang untuk bagian belakang Federals. Ini benar-benar perintah pertempuran Napoleon, tetapi hanya memiliki satu kelemahan utama,'s pasukan Johnston adalah untuk "hijau" dan kecil untuk melakukan semacam ekspedisi.

Interpretasi yang cerdas Kreole perang Napoleon itu tergores. Beauregard merancang strategi sendiri dan interpretasi sendiri aturan perang berdasarkan studi intensif, hampir obsesi, Napoleon. Dia akan terakhir sangat mengkritik mereka yang akan menyimpang dari aturan yang ditetapkan oleh Napoleon. Pada awal perang, di Korintus, pasukan Konfederasi yang merencanakan strategi defensif-ofensif berharap untuk memotong garis Hibah komunikasi. Ketika menyusun perintah pertempuran untuk pertempuran yang akan datang Beauregard menggunakan salinan perintah Napoleon untuk pertempuran Waterloo. Contoh-contoh Napoleon, bahkan terbesar kekalahannya, begitu dihormati bahkan birokrasi Napoleon menemukan jalan ke kamp-kamp perang saudara. Kelas berpengalaman Jenderal sekarang berhadapan. Mereka tidak bisa membantu tetapi untuk mengandalkan, hampir kata demi kata, pada pelajaran yang diajarkan oleh Napoleon.

Ada konsensus di antara beberapa Jenderal, Longstreet, Johnston, dan Beauregard, bahwa untuk menghancurkan tentara Uni di sebelah barat mereka harus menggunakan taktik Eropa, sebagaimana ditetapkan oleh Korsika Besar. Keyakinan adalah bahwa taktik menjadi aturan dasar perang dan konflik.

Salah satu kampanye yang paling terkenal dari Perang Sipil Sherman's march ke laut. Mengawali jauh ke wilayah musuh tidak mungkin baginya untuk menjaga jalur komunikasi. Sherman, daripada sumber daya pinggang mencoba untuk melakukan hal yang mustahil, juga diikuti contoh Napoleon. Dihadapkan dengan Napoleon dilema yang sama, seperti yang dilakukan Sherman, disediakan pasukannya dari tanah. Hal ini tidak hanya menghilangkan kebutuhan untuk mempertahankan garis panjang komunikasi tetapi dilakukan rencana kelelahan menghancurkan moral rakyat Selatan. Sherman's tentara menyerbu seluruh negeri seperti segerombolan belalang. McClellan kampanye Semenanjung, di awal perang, adalah contoh besar lainnya dari inovasi Napoleon. seluruh kampanye Nya didasarkan pada gerakan berputar ditularkan melalui air besar. Dia percaya bahwa dengan memaksa Konfederasi untuk menyerang dalam rangka mempertahankan garis interior mereka ia bisa mengambil Richmond dan pada dasarnya mengakhiri perang. kampanye McClellan akan berhasil memiliki komandan pasukan Konfederasi, Jenderal Johnston, belum terbiasa. Johnston digantikan oleh yang lain Pointer Barat dan siswa keranjingan perang Napoleon, Robert E. Lee.
 
Sayangnya tidak semua dari taktik Napoleon telah diimplementasikan aplikasi praktis di medan perang Perang Saudara. Karena ketidaktelitian dari senapan awal rangka pembentukan dekat sangat penting untuk memaksimalkan daya tembak. Dengan munculnya senapan akurasi dirampoki baru, dan mereka untuk mematikan, sekarang sangat meningkat. Sedangkan persenjataan, artileri juga mendapatkan keuntungan dari riffling, maju taktik di medan perang tidak. Sementara banyak dari taktik Napoleon membantu Jenderal, di kedua sisi, untuk kemenangan ini keluar salah satu dari taktik tanggal dikenakan biaya tinggi pada kemenangan. Taktik ini adalah penyebab utama untuk peringkat sebab-akibat perang Sipil sebagai yang tertinggi dalam sejarah konflik Amerika. Napoleon memperingatkan untuk tidak membiarkan kesenjangan untuk mengembangkan dalam formasi perang, ini adalah salah satu pelajaran yang lebih baik ditinggalkan di rak buku. Napoleon berbicara tentang ketidak-tepatan senapan. Ia berkhotbah bahwa formasi linier seharusnya hanya dua baris dalam sebagai baris pertama akan berada dalam bahaya diserang oleh garis ketiga. 

Meskipun taktik ini sangat penting untuk keberhasilan medan perang sebelum Perang Saudara itu sekarang bencana. Fakta bahwa prajurit Perang Saudara sekarang bisa mencapai apa yang ia bertujuan membuat semua prajurit di lapangan dalam formasi "duduk Bebek". Suatu perbandingan yang baik untuk efektivitas senjata dari dua era dapat dilihat sebagai berikut jurnal entri dari tentara waktu itu. Pertama dari Amerika dalam perang Revolusi diikuti dengan account tentara Konfederasi. "Salah seorang tentara, berpikir dia bisa melakukan sedikit kenakalan dengan membunuh sebagian dari kita ... terus menembak pada kami ketika kami melewati sepanjang bank,. Beberapa tentang tembakan melewati kami antara file tetapi kita memerhatikan sedikit darinya ..." Kemajuan persenjataan dapat dibandingkan dalam mengerahkan berikut skenario serupa.  

"Saya telah mengambil istirahat untuk pistol saya di samping pohon muda ... Akhirnya wee melihatnya 'mengintip bulat o semacam pohon ... dan bang.! Kami melihat Yankee tumbang seperti tupai" Dua yang berbeda perang, keadaan yang serupa dan efek yang berbeda berdasarkan persenjataan modern. Alasan pembantaian besar yang menjadi perang Sipil didasarkan pada kesalahan mempelajari penggunaan formasi linier. Meskipun konsep asli dari taktik itu suara itu adalah penciptaan senapan kaliber 0,58 dibawa bersama dengan bola Minnie yang membuatnya usang. Meskipun banyak pemikir militer menyadari perbaikan baru dalam persenjataan mereka tidak tahu bagaimana ini akan perubahan hubungan taktis di medan perang.

Karena dasar dari militer pikir semua hampir memiliki akar dalam di Napoleon pemikiran itu tidak mengherankan bahwa tidak ada yang mempertanyakan ini, segera dibuktikan, teknik bunuh diri. Hal ini dengan mudah besar bahwa sekarang kita melihat ke belakang dan mengutuk penggunaan linier formasi Napoleon, tetapi kita harus ingat bahwa pada sebelum perang dan Catatan Sipil Perang tidak ada pikiran ada alternatif dibayangkan.

Inovasi dari Napoleon yang revolusioner pada masanya. Di era dimana teknologi dengan cepat mendekati standar abad ke-20 tidak ada manual instruksi bagaimana untuk memanfaatkan kekuatan dari kemajuan baru. pelatih militer dan tacticians hanya bisa melihat ke Eropa perang Napoleon untuk panduan. Melalui pendidikan formal maupun studi independen karya Jomini didorong bahan bacaan untuk semua calon perwira militer. Perang Sipil telah disebut perang modern pertama, dimulai dengan taktik linier bunuh diri dari perang Eropa dan berakhir dengan peperangan parit mengerikan , segera akan menyebar ke Eropa. Meskipun banyak, jika tidak semua, tampaknya Napoleon maksim akal sehat hari ini mereka berada di tepi pemotongan berpikir militer di sebelum perang dan waktu perang sipil dan banyak dari mereka telah menjadi bagian dari budaya modern militer kita.
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:


Sparta adalah sebuah kota Yunani kuno yang dominan dengan kekuatan militer. Negara kota Sparta memiliki kekuatan militer terbesar Yunani dan memainkan peran katalisator dalam sejarah Peloponnese. Kekuatan yang dominan di Yunani berakhir di tahun 362 SM, namun Mitos Spartan terus mempesona budaya Barat. Mayoritas penduduk Sparta adalah budak yang, setiap musim gugur selama Crypteia, bisa dibunuh oleh warga negara Sparta tanpa takut darah atau rasa bersalah. Meskipun Spartan kemudian tidak menghasilkan filsafat seni atau karya tulis yang ditinggalkan untuk kami, spartan tetap dikagumi karena keberanian mereka dan untuk menjaga nilai-nilai hidup Yunani.


Lokasi Sparta


Kota Sparta adalah sebuah kota di Yunani kuno antara 650 SM dan 362 SM selama Perang Yunani-Persia, terletak di bagian selatan Peloponnese. Daerah sekitar kota Sparta, Dataran Tinggi sebelah timur pegunungan Taygetos, pada umumnya disebut sebagai istilah Lakonia yang kadang-kadang digunakan untuk semua daerah di bawah kendali Spartan langsung, termasuk Messenia. 




Sejarah Sparta dimulai dengan ketika Peloponnesus invasi dari suku Yunani Dorian datang dari Makedonia dan Epirus untuk menyerahkan atau menggusur Achaean tua penduduk Yunani. Apa yang sekarang dikenal sebagai Sparta kuno mengacu pada budaya dan negara yang dibentuk di Sparta oleh Dorian Yunani, delapan puluh tahun lebih setelah Perang Troya. Untuk menundukkan segala kota di wilayah Laconia dan mengubahnya menjadi kerajaan tidak memakan waktu terlalu lama untuk Sparta.

Pada abad ke-7 SM Messian juga ditundukkan. Pada 5 SM Athena dan Spartan adalah sekutu yang enggan melawan Perians, tapi setelah perdagangan luar negeri mereka segera menjadi saingan.

Saat seorang gadis Spartan atau laki-laki hidup ke dunia, militer dan negara kota adalah pusat kehidupan setiap warga negara Spartan's. Kedua bayi laki-laki dan perempuan ditentukan oleh negara kota jika mereka cukup kuat untuk menjadi warga negara Sparta. Jika bayi terlalu lemah atau sakit, mereka ditinggalkan di pihak negara untuk mati. Ini adalah hal yang sangat umum di dunia Yunani karena Sparta membuatnya menjadi salah satu kebijakan pemerintah resmi.

Ketika Spartan laki-laki pada usia tujuh tahun, ia diambil dari ibunya dan dikirim untuk tinggal di barak militer khusus untuk dua puluh tiga tahun. Dalam barak mereka diajarkan disiplin, atletik, keterampilan bertahan hidup, berburu, pelatihan senjata dan bagaimana untuk bertahan dari rasa sakit. Pada usia dua puluh di barak, Spartan laki-laki menjadi tentara bagi negara.

Kehidupan seorang prajurit Spartan bersama tentaranya. Mereka diizinkan untuk menikah, tetapi tidak bisa hidup dengan istri mereka. Hanya equals saja yang diizinkan untuk tinggal bersama istri dan anak-anak. Equals adalah tentara yang mencapai usia tiga puluh, tetapi jika ada prajurit yang malu sendiri dengan cara apapun yang telah dipertaruhkan tidak akan menjadi equals.

Mereka diberikan hak diperluas dan diijinkan untuk berpartisipasi dalam politik. Namun masih sama dengan tentara. Militer pelayanan yang dibutuhkan sampai usia enam puluh tahun.
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments