Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Nabi memiliki sembilan pedang: Ma'thur yang diwariskan oleh ayahnya, dan itu adalah pedang pertama yang pernah dimiliki oleh beliau. Dia juga memiliki al-'Idb dan Dhu al-Fiqar, yang tidak pernah jauh darinya. Dhu al-Fiqar memiliki gagang melingkari tangannya, dan dasar yang terbuat dari perak. Beliau juga memiliki al-Qal'i, al-Battar, al-Hatf, ar-Rawb, al-Mikhdam, dan al-Qadib, yang juga memiliki bahan dasar terbuat dari perak. Nabi memperoleh Dhu al-Fiqar selama perang Badar.

Nabi memiliki tujuh buah baju besi: Dhat al-Fudul, yang kemudian ditukarkan dengan tiga puluh sa’ selai (makanan) kepada abu Abu-Shahm, seorang Yahudi, untuk makanan keluarganya. Dhat al-Fudul terbuat dari besi. Nabi juga memiliki Dhat al-Wishah, Dhat al-Hawashi, as-Sa'diyyah, Fiddah, al-Batra ', dan al-Khirniq.

Nabi dimiliki enam busur panah: az-Zawra ', ar-Rauha', as-Safra ', al-Bayda', al-Katum—yang rusak selama pertempuran Uhud, dan diambil oleh Qatadah bin an-Nu'man—dan as-Saddad.

Nabi memiliki bergetar disebut al-Kafur, dan tali untuk itu terbuat dari kulit kecokelatan, serta cincin melingkar tiga perak, gesper, dan ujung terbuat dari perak. Kita harus menyebutkan bahwa Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa tidak ada riwayat otentik bahwa Nabi pernah memakai tali pinggangnya.

Nabi juga memiliki beberapa perisai: az-Zalluq, dan perisai yang dinamai al-Futaq. al-Futaq diberikan kepadanya sebagai hadiah, dan awalnya terdapat gambar patung di atasnya. Rasul sering meletakkan tangannya pada gambar patung itu hingga kemudian gambar itu menjadi pudar tak terlihat.

Nabi memiliki lima tombak: al-Muthwi, al-Muthni, an-Nab'ah, tombak besar yang dinami al-Bayda ', dan tombak pendek bernama Anazah. Tombak ini selalu dibawa ketika hari raya Id, digunakan sebagai sutrah. Kadang-kadang, Nabi berjalan sambil memegang 'Anazah.

Nabi memiliki helm yang terbuat dari besi yang disebut al-Muwashah - yang dihiasi dengan tembaga - dan helm yang lain, disebut-Sabugh, atau Dhu sebagai-Sabugh.

Nabi memiliki tiga jubah panjang (jubbas) yang terus dipakai selama pertempuran. Salah satunya terbuat dari brokat halus berwarna hijau (sundus). Nabi memiliki bendera hitam, disebut al-'Uqab. Abu Dawud dalam salah satu hadis yang dikumpulkan dalam kitab 'Sunan,' dari seorang sahabat yang mengatakan: "Aku melihat bendera Nabi." Nabi juga memiliki tongkat yang disebut al-'Arjun, dan al-Mamshuq. (sa/sunnahonline)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

David Ben Gurion (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1949 – 1954, 1955 – 1963)



"Kita harus mengusir orang-orang Arab dan mengambil tempat mereka." Ben Gurion and the Palestine Arabs, Oxford University Press, 1985.

"Kita harus menggunakan teror, pembunuhan, intimidasi, penyitaan tanah, dan penebangan semua layanan sosial untuk membersihkan ghoyim dari penduduk Arab-nya." Mei 1948, untuk Staf Umum. Dari Ben-Gurion, A Biography, oleh Michael Ben-Zohar, Delacorte, 1978 New York.

"Ada Anti-Semitisme, Nazi, Hitler, Auschwitz, tapi pakah itu kesalahan mereka? Mereka melihat tapi satu hal: kami telah datang dan kita telah mencuri negara mereka. Mengapa mereka menerima itu? " Dikutip oleh Nahum Goldmann di Le Juif Paraddoxe (The Paradox Yahudi), hal. 121-122.

"Desa Yahudi dibangun di tempat desa-desa Arab. Anda bahkan tidak tahu nama desa-desa Arab, dan saya tidak menyalahkan Anda karena buku-buku geografi tidak ada lagi. Tidak hanya buku-buku Arab yang tidak ada, desa-desa Arab juga tak ada lagi di sana. Nahlal muncul di tempat Mahlul; Kibbutz Gvat di tempat Jibta; Kibbutz Sarid di tempat Huneifis; dan Kefar Yehushua di tempat Tal al-Shuman. Tidak ada satu tempat yang dibangun di negeri ini yang tidak memiliki hubungan dengan pemiliknya, penduduk Arab." Dikutip dari The Jewish Paradox, oleh Nahum Goldmann, Weidenfeld dan Nicolson, 1978, hal 99.

"Jangan mengabaikan kebenaran di antara kami sendiri ... politik kami adalah agresor dan mereka membela diri ... Negara ini milik mereka, karena mereka tinggal di situ, sementara kami ingin datang ke sini dan hidup nyaman, dan dalam pandangan mereka, kami ingin mengambil negara mereka." Dikutip dari hal 91-2 dari Chomsky's Fateful Triangle, yang dimuat dalam "Simha Flapan's Zionisme dan Palestina pp 141-2 mengutip sebuah pidato tahun 1938.

"Kalau saya tahu bahwa sangat mungkin untuk menyelamatkan semua anak-anak Jerman dengan mengangkut mereka ke Inggris, dan setengahnya memindahkan mereka ke Tanah Israel, saya akan memilih yang terakhir, bukan hanya karena kebohongan tentang jumlah anak-anak ini, tetapi juga perhitungan historis dari umat Israel." Dikutip dari hal 855-56 dalam Ben-Gurion Shabtai Teveth.

Golda Meir (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1969 – 1974)



"Tidak ada yang namanya orang Palestina ... Ini bukan karena jika kami datang dan mengusir mereka keluar dan mengambil negeri mereka. Mereka tidak ada." Laporan The Times Minggu, 15 Juni 1969.

"Bagaimana kita bisa mengembalikan wilayah-wilayah pendudukan? Tak ada seorang pun yang akan memulangkannya kepada mereka sendiri." 8 Maret 1969.

"Setiap orang yang berbicara untuk membawa kembali para pengungsi Arab juga harus mengatakan bagaimana ia bertanggung jawab untuk itu, jika ia tertarik pada negara Israel. Lebih baik bahwa segala sesuatunya dinyatakan secara jelas dan jelas: Kami tidak akan membiarkan ini terjadi." Dalam pidato di Knesset, dilaporkan dalam Ner, Oktober 1961

"Negara ini ada sebagai pemenuhan janji yang dibuat oleh Tuhan sendiri. Akan jadi konyol jika bertanya kepada pemiliknya sendiri." Le Monde, 15 Oktober 1971

Yitzhak Rabin (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1974 – 1977, 1992 – 1995)



"Kami berjalan ke luar, Ben-Gurion menyertai kami. Allon mengulangi pertanyaannya: 'Apa yang harus dilakukan terhadap penduduk Palestina?' Ben-Gurion melambaikan tangannya sebagai isyarat yang mengatakan "usir mereka!" Dari memoar Rabin, yang diterbitkan di New York Times 23 Oktober 1979.

"[Israel] dalam 10 atau 20 tahun ke depan akan memindahkan pengungsi Jalur Gaza dan Tepi Barat ke Yordania. Untuk mencapai ini kami harus mencapai kesepakatan dengan Raja Hussein, dan tidak dengan Yasser Arafat. " Dikutip dari David Shipler di New York Times, 1983/04.

Menachem Begin (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1974 – 1977, 1992 – 19951977 – 1983)



"[orang Palestina] adalah binatang buas yang berjalan di atas dua kaki." Dikutip dari Amnon Kapeliouk, "Begin and the 'Beasts',"' New Statesman, 25 Juni 1982.

"Pemisahan Palestina adalah ilegal. Ini tidak akan pernah diakui .... Yerusalem akan selama-lamanya menjadi ibukota kami. Eretz Israel akan dikembalikan kepada orang-orang Israel. Semuanya. Selamanya. " Sehari setelah pemungutan suara PBB untuk memisahkan Palestina.

Yizhak Shamir (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1983 – 1984, 1986 – 1992)



"Para pemimpin masa lalu kami meninggalkan pesan yang jelas untuk menjaga Eretz Israel dari Laut sampai ke Sungai Yordan untuk generasi yang akan datang, untuk imigrasi Yahudi, dan bagi orang-orang Yahudi, yang semuanya akan dikumpulkan dalam negara ini." Dinyatakan pada upacara peringatan Tel Aviv untuk mantan pemimpin Likud, November 1990. Jerusalem Domestic Radio Service.

"Penyelesaian Tanah Israel adalah inti dari Zionisme. Tanpa penyelesaian, kami tidak akan memenuhi Zionisme. Sederhana." Maariv, 21-02-1997

"(Orang-orang Palestina) akan hancur seperti belalang ... kepala mereka akan hancur menimpa batu dan dinding." Dalam pidato untuk pemukim Yahudi, New York Times 1 April 1988

Benjamin Netanyahu (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1996 – 1999, 2009 – sekarang)



"Israel harus mengeksploitasi represi dari demonstrasi di Cina, ketika perhatian dunia terfokus pada negara itu, untuk melakukan pengusiran massa antara orang-orang Arab dari wilayah ini." Berbicara dengan mahasiswa di Universitas Bar Ilan, dari jurnal Israel Hotam, 24 November 1989.

Ariel Sharon (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 2001 - 2006)



"Ini adalah tugas para pemimpin Israel untuk menjelaskan kepada opini publik, dengan jelas dan berani, dengan sejumlah fakta yang melupakan waktu. Yang pertama adalah bahwa tidak ada Zionisme, penjajahan, atau Negara Yahudi tanpa pengusiran orang Arab dan perampasan tanah mereka. " Agence France Presse, 15 November 1998.

"Semua orang harus bergerak, berlari dan mengambil sebanyak-banyaknya puncak-puncak bukit milik Palestina untuk memperbesar permukiman Yahudi karena segala sesuatu yang kita ambil sekarang akan tetap menjadi miliki kita ... Segala sesuatu yang tidak kita ambil, akan tetap menjadi milik mereka." Agence France Presse, 15 November 1998.
(sa/is)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Setiap hari kita selalu mendengar berita tentang ancaman Amerika atau Israel atau dari keduanya bersamaan untuk menggempur Iran dalam waktu dekat, Kecaman terhadap Iran ini mendapat dukungan dari masyarakat dunia.


Pertanyaannya adalah apakah Iran sungguh sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat dunia atau Amerika dan Israel pada khususnya? Terkadang jawaban sebahagian orang adalah "iya" dengan alasan pengembangan proyek nuklir Iran yang semakin hari semakin gencar dilakukan, juga pernyataan para pemimpin Iran untuk menghancur leburkan Israel (ingin menghapus Israel dari peta dunia) atau yel-yel yang sering di kumandangkan para petinggi Iran di beberapa kesempatan: "binasalah Amerika dan Israel !"
Tapi pada kenyataannya bahwa tidak ada sama sekali tindakan berbahaya dari Iran terhadap Amerika maupun Israel, dan Iran pun tidak berniat sama sekali untuk menyerang Israel dan Amerika.

Sebetulnya Amerika, Israel dan Negara-negara barat lainnya sadar akan hal ini, bahkan mereka juga sadar kalau mereka punya kesamaan kepentingan, sebagai bukti bahwa sesungguhnya Israel pernah menyuplai senjata-senjata canggih kepada Iran saat perang antara Iran dan Iraq, walaupun bukti ini sengaja disembunyikan kepada khalayak.

Namun peran Amerika sangat jelas dalam membantu Iran melalui para pengikutnya aliran Syiah di Iraq yang mana mereka selalu melaksanakan seluruh komando/perintah Amerika, namun yang sangat ironis dan kasat mata adalah bantuan ini dibiayai oleh bangsa arab yang Sunni. Kalau betul-betul Amerika merasa terancam oleh Iran, maka sebenarnya Amerika beserta sekutunya tidak akan pernah bisa menaklukkan Iraq dan berhasil membunuh jutaan jiwa warga Arab Sunni di Iraq.

Sebaliknya Amerika dan Iran punya kesamaan kepentingan di Iraq, karena kalau tidak, tentunya Amerika akan lebih memilih Arab Sunni untuk mengatur masalah-masalah penting tentang kenegaraan, dan akan mendukung penuh tentara sunni sampai tidak ada lagi ruang kesempatan bagi Iran untuk masuk wilayah Iraq. Setidaknya Amerika akan memberikan kesempatan lebih banyak terhadap warganegara Iraq yang sefaham dengan para pemimpin Negara teluk yang telah dianggap oleh Amerika sebagai "teman", atau dengan kata lain sebagai anugerah (hadiah) dalam pertemanan antara mereka.

Amerika adalah pewaris tunggal bangsa barat dalam hal kebenciannya terhadap Islam, Amerika juga mengetahui bahwa pemerintahan Syiah aliran keras di Iran pun memiliki kebencian yang sama terhadap Islam. Nenek moyang warga Iran adalah berasal dari kaum "Shofawiyyah", yang membela umat Nasrani di Eropa pada saat perluasaan Dinasti Utsmaniyyah di Eropa. Mereka (Syiah di Iran) adalah merupakan benteng pertahanan pertama dari serangan-serangan yang diluncurkan oleh tentara Utsmaniyyah.

Pada saat yang sangat penting ini (perluasan Dinasti Utsmaniyyah di Eropa), mereka menyalakan api revolusi dengan mengambil alih kekuasaan di beberapa wilayah islam dari pemerintahan pusat. Sehingga para panglima Dinasti Utsmaniyyah terpaksa menarik mundur pasukannya dari Eropa guna mengatasi hal ini, padahal beberapa kota besar di Eropa telah akan berhasil di taklukkan.

Kiranya timbul satu pernyataan dari para pembaca: Jika demikian/Jika hubungan antara Amerika, Negara Barat, Israel dan Iran baik-baik saja, maka apa rahasia dibalik perang pernyataan dan ancaman yang dilontarkan oleh para pemimpin Negara Barat dan Amerika terhadap Iran yang selalu kita dengar siang dan malam ?

Jawabnya adalah sebetulnya Negara Barat, khususnya Amerika dengan persetujuan Iran, mereka ingin memeras kekayaan yang dimiliki oleh Negara-Negara Arab, karena dengan semakin diperlihatkannya kekuatan senjata Iran, akan menambah rasa ketakutan Negara-Negara Arab. Sehingga Negara-Negara Arab akan serta merta bergegas meminta perlindungan kemanan dari Amerika dengan membeli senjata-senjata canggih, kemudian disimpan sampai pada waktunya digunakan.

Dengan cara menjalin kerjasama pertahanan, hingga akhirnya Amerika bisa leluasa mengontrol kondisi kemanan di Negara-Negara Arab, bahkan bisa menyusup mengintervensi urusan dalam negeri mereka, leluasa menyusup sentra-sentra penting seperti pendidikan dan sosial budaya dengan cara menawarkan management/metodelogi Barat kepada Negara-Negara Arab sebagai syarat terlaksananya jalinan kesepakatan pertahanan stabilitas dan kemanan Negara dimaksud.

Adapun kepentingan Iran dari semua ini adalah untuk memperlihatkan kekuatan persenjataannya yang besar kepada wilayah sekitar. Pernyataan-pernyataan keras Amerika dan Negara-Negara Barat yang seolah mengintimidasi Iran hanya untuk membuat Negara-Negara Arab takut.

Semakin di intimidasi, Iran akan merasa diatas angin, menuntut terlalu banyak sampai-sampai Iran pernah mencoba untuk merubah metode keagamaan di beberapa Negara Teluk sesuai dengan fahamnya yang sesat. Walaupun jumlah Syiah (di Iraq) sedikit, namun mereka mampu mengkebiri dan mengembargo ulama sunni yang mayoritas. Mereka yakin bahwa Amerika akan selalu membela walaupun dengan dalih "melindungi kaum minoritas."

Agar dapat lebih mengetahui bahwa terlalu dibesarkan-besarkannya informasi tentang kekuatan Iran di beberapa media massa, saya mengajak pembaca yang budiman untuk membandingkan antara Negara Iran yang jumlah penduduknya sekitar 70 juta jiwa dan masih dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil dan hukum yg memprihatinkan, dengan Negara Negara sunni lainnya seperti Mesir atau Turki, kedua Negara ini berpenduduk sekitar 75 juta jiwa, stabil dalam masalah hukum, tatanan kepemimpinan, dan kekuatan tentaranya jauh lebih hebat dari Iran dari semua sisi.

Jika kita sudah tahu kenyataan sebenarnya dibalik ancaman-ancaman Amerika dan Israel terhadap Iran yang hanya bertujuan untuk menguras kekayaan Negara-Negara Arab, agar Amerika dapat berkuasa menentukan kebijakan terkait masalah keamanan, unjuk kekuatan Iran, dan agar ajaran syiah bisa masuk di Negara –Negara Arab, maka apa yang harus dilakukan untuk menghadapi semua ini?

Yang harus dilakukan adalah menantang/mengajak seluruh Negara Arab Sunni, minimal Negara Teluk untuk lebih cermat menggunakan kekayaannya. Pertama, lebih baik mengalihkan sebagian biaya pembelian senjata untuk membiayai para ahli teknologi dari beberapa Negara Islam, khususnya dari Negara-Negara Islam yang dulu pernah dibawah naungan Federasi Rusia. Mereka adalah para ahli yang sangat kompeten.

Bangun pabrik-pabrik senjata canggih, karena senjata yang demikian inilah (yang dirancang oleh para ahli muslim) senjata yang benar benar dapat memperkuat Islam, tidak seperti senjata-senjata yang selama ini di import dari Amerika. Sehebat dan secanggih apapun senjata buatan musuh, mereka pasti sudah perhitungkan dan membatasi kekuatannya. (Tinjau kemballi pernyataan Amerika terhadap Israel saat menjual senjatanya kepada Arab Saudi yang merupakan transaksi jual beli senjata terbesar sepanjang sejarah)

Kedua, mengalihkan sebagian uang yang lainnya untuk mendukung segala kegiatan guna mengembalikan kesadaran muslim sunni di seluruh dunia untuk bersatu, sebab inilah benteng keamanan yang paling utama dalam menjaga segala ancaman dan bahaya kaum syiah. Sebagaian orang berkata: "sangat mustahil terjadi, khususnya jika terkait dengan menyadarkan/menyatukan Negara-Negara Arab Sunni."

Untuk menepis perkataan ini, kita harus tegas dan yakin bahwa tidak ada jalan keluar yang lain selain harus bersatu, jika tidak , kita akan dipecah belah seperti yang telah dilakukan oleh bangsa Persia dan Romawi terhadap bangasa arab sebelum Nabi Muhammad di utus menjadi Arab Ghassasanah dan Munadzarah.
Akhirnya, walaupun Israel akan melaksanakan niatnya menghancurkan Iran, sesungguhnya yang akan dihancurkan leburkan pertama kali adalah wilayah Negara-Negara Arab. Pada waktunya Iran hanya akan berhadapan dengan kekuatan Amerika saja yang pada saat itu telah berlabuh di Negara-Negara Teluk.

Setelahnya Negara-Negara Arab akan menjadi rata dan menjadi tempat persemaian pihak yang menang, sama halnya seperti yang terjadi di Mesir dan sekitarnya ketika peperangan yang terjadi antara Persia dan Romawi sebelum nabi Muhammad SAW di utus, Mesir dan sekitarnya mengalami kehancuran sebanyak dua kali, pertama ketika Persia menang dan kedua ketika Romawi menang.

DR. Ahmad Abdul Majid Abdul Haq
(Dir. Pusat kajian sejarah dan peradaban Al Syarq, Cairo)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Ansar Al-Asra, sebuah organisasi hak asasi manusia, melaporkan Kamis kemarin (30/9) bahwa Israel menculik sekitar 500 tahanan Palestina di bawah usia 18 tahun setiap tahunnya dan masih ada sekitar 310 dari mereka di penjara-penjara Israel.


Organisasi ini menegaskan bahwa Israel telah menciptakan hukum militer rasis yang memungkinkan untuk melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap tahanan Palestina, menambahkan bahwa pengutukan internasional berulang kali tidak menghalangi Israel dari melakukan pelanggaran tersebut.

Ansar Al-Asra mencatat bahwa Israel mengidentifikasi anak-anak Palestina sebagai mereka yang di bawah usia 16, sementara anak-anak Israel sebagai orang-orang di bawah usia 18 tahun dan menggunakan nomor hukum 132 untuk membenarkan penangkapan dan penuntutan anak-anak Palestina.

Beberapa pelanggaran Israel disebutkan dalam laporannya mengatakan bahwa anak-anak Palestina di penjara-penjara Israel terancam jika mereka tidak bekerja sama mereka akan diperkosa dan dibunuh atau keluarga mereka akan dirugikan, dan kadang-kadang mereka ditempatkan di ruangan khusus dengan penjahat dewasa yang menekan mereka. (fq/pic)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Statistik resmi dari polisi Israel di Yerusalem yang diduduki menunjukkan bahwa aparat keamanan Israel telah menahan dan menginterogasi sebanyak 1.124 anak-anak Palestina selama tahun 2010, media Israel melaporkan pada hari Rabu kemarin (1/12).



Surat kabar Ha'aretz mengatakan bahwa yang lebih merisaukan bukan hanya dari banyaknya jumlah yang ditahan akan tetapi cara di mana anak-anak Palestina itu ditahan dan diinterogasi.

"Anak-anak dan pemuda telah dilaporkan diculik dari tempat tidur mereka di tengah malam atau ditangkap oleh agen Israel yang menyamar dan pasukan khusus di lingkungan rumah mereka. Mereka dibawa untuk diinterogasi tanpa pengawalan orangtua dan kadang-kadang tanpa bisa memberitahu keluarga mereka pada saat mereka ditangkap. Beberapa dari mereka diminta untuk memberi nama atau untuk melibatkan teman-teman dan kerabat mereka sebagai syarat untuk pembebasan mereka.

Haaretz mencatat bahwa puluhan tokoh Israel telah menyampaikan pesan ke PM Benjamin Netanyahu, memintanya agar mengakhiri penangkapan anak-anak Palestina di Yerusalem yang diduduki hanya karena atas tuduhan melempar batu. (fq/pic)

Sumber: htpp:\\www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Bolivia menjadi negara keempat yang mengakui adanya negara Palestina. Demikian laporan kantor berita Palestina, Ma'an. Sebelumnya, Brasil, Argentina dan Uruguay sudah mengakui negara Palestina. Menurut laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri Bolivia mengumumkan bahwa Presiden Evo Morales membuat pernyataan tersebut dalam konferensi di Brazil yang dihadiri oleh para pemimpin Amerika Latin lainnya.

"Bolivia mengakui negara Palestina," demikian Morales.

Sementara itu, pejabat di Departemen Luar Negeri Otoritas Palestina mengatakan mereka melanjutkan upaya mereka untuk memperoleh pengakuan lebih lanjut dengan beberapa negara Amerika Latin.

Presiden Otoritas Palestina (OP), Mahmoud Abbas mengucapkan terima kasih kepada Bolivia untuk dukungan itu, dan memuji hubungan antara OP dan negara Amerika Selatan. Sumber resmi mengatakan, Abbas menelepon Bolivia tiga hari sebelum membuat deklarasi resmi.




Presiden Evo Morales

Kementerian luar negeri Israel mengecam langkah Bolivia, menggarisbawahi bahwa langkah ini tidak membuat kontribusi apapun terhadap perdamaian. Pengutukan serupa juga dikeluarkan untuk negara-negara Amerika Selatan lainnya setelah pernyataan mereka.

Bolivia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada Januari 2009 selama Operasi Cast Lead di Gaza dan mengkritik keras kebijakan Israel. (sa/ynet)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Dr Aziz Dwaik, ketua parlemen Palestina, Jumat mendesak Mahmoud Abbas, yang diklaim sebagai Presiden Palestina. untuk melepaskan semua tahanan politik di penjara Otoritas Palestina (OP) di Tepi Barat.

Dalam sebuah wawancara dengan Press Quds pada hari Jumat, Dwaik mengkritik media yang dikontrol Fatah di Tepi Barat karena memutar fakta dengan menyalahkan Hamas menggunakan tahanan politik untuk menghindari rekonsiliasi nasional.

"Tak ada adat ataupun hukum yang mengizinkan rakyat Palestina menahan sesama orang Palestina karena afiliasi politik," kata Dwaik.

Dia menggarisbawahi bahwa ratusan tahanan politik, sebagian besar dari Hamas, masih dipenjara di penjara Abbas di Tepi Barat, dan mereka menjadi sasaran keras penyiksaan fisik dan moral.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penjara OP penuh dengan pendukung Hamas, beberapa dari mereka sudah berusia lanjut dan sakit dan harus menjalani penahanan yang yang sangat tidak manusiawi; bahkan beberapa dari mereka adalah pasien kanker. (sa/pic)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Mantan agen Federal Bureau of Investigation (FBI) saat ini sedang membantu pemerintah daerah untuk mengubah ribuan tukang sampah menjadi pasukan mata-mata yang melapor kepada polisi. Laporan mengatakan 100 karyawan pada Waste Management telah menjalani program pelatihan yang disebut Waste Watch, lapor CBS 6 Albany/ RGB pada hari Jumat kemarin (17/12).


"Karena tugas kami adalah mengumpulkan sampah dari lingkungan lokal dan bisnis, kami adalah sumber yang berguna untuk mengidentifikasi aktivitas ilegal, atau untuk membantu mencegah insiden kecil dari berubah menjadi situasi yang berbahaya," kata Ken Bevis, manajer distrik pengelolaan sampah di Albany, New York.

Bevis menambahkan bahwa semua sopir pada Waste Management, pembantu, dan teknisi perbaikan telah dilatih untuk waspada terhadap kegiatan-kegiatan yang mencurigakan dan menanggapinya dalam keadaan darurat.

Pejabat percaya bahwa tukang sampah yang pergi melalui rute yang sama setiap hari mampu mengenali situasi yang tidak normal. Polisi berharap bahwa mereka akan dapat membantu menjaga jalan-jalan dalam keadaan aman dari kejahatan. Tapi tidak semua orang mendukung ide ini.

Waste Watch sudah aktif di 100 komunitas di seluruh Amerika Serikat. Total jumlah informan mereka setidaknya sudah mencapai 10.000 secara nasional.

Para Kritikus mengatakan program ini adalah sebuah contoh bagaimana Amerika Serikat telah berubah menjadi sebuah masyarakat informan ala Jerman Timur pada masa lalu.(fq/prtv)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Kepala staf Gabungan AS mengatakan Taliban kalah dalam pertempuran Afghanistan meskipun faktanya bahwa tahun 2010 telah menjadi tahun paling mematikan bagi pasukan asing pimpinan AS. Selama kunjungannya ke Afganistan, Laksamana Mike Mullen menyuarakan keprihatinan bahwa pejuang Taliban mungkin kembali ke benteng-benteng mereka di Kandahar tahun depan.

 Mullen, Kepala Staf Gabungan AS




"Musuh telah kalah dan mereka telah kalah di Kandahar," kata Mullen dihadapan wartawan di Kabul.
"Saya memiliki keyakinan bahwa Taliban akan terus kalah selama pasukan koalisi dan pasukan Afghanistan meningkatkan tekanan mereka pada operasi militer dan meningkatkan kapasitas mereka sendiri."
Mullen juga mengakui bahwa keuntungan militer di selatan adalah "lemah" dan "bisa hilang."

Mullen menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya kekerasan di wilayah utara yang sebelumnya damai di mana pasukan pimpinan Amerika telah kehilangan beberapa wilayah dari kaum militan selama beberapa bulan terakhir.

Komentar Mullen datang sehari setelah Presiden AS Barack Obama mengungkapkan tinjauan strategi Washington di Afghanistan.

Obama menggambarkan tahun 2010 sebagai tahun kemajuan, bertolak belakang dengan Taliban yang mengatakan akan ada hari-hari 'keras' kedepannya.

"Kelanjutan operasi ini akan menjadi usaha sangat sulit," kata Obama di Gedung Putih pada hari Kamis lalu. Para pakar mengatakan klaim meyakinkan tentang kemajuan dalam perang pimpinan Amerika di Afghanistan, yang dibuat dalam penelaahan Gedung Putih baru-baru ini, sama sekali tidak kredibel.

Meskipun ada sekitar 150.000 pasukan asing, serangan Taliban telah meningkat di Afghanistan. Pentagon sebelumnya mengakui dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa AS telah gagal membangun keamanan di Afghanistan.

Invasi Afghanistan diluncurkan dengan tujuan resmi membatasi militansi Taliban dan membawa perdamaian dan stabilitas negara.

Sembilan tahun berlalu namun Afghanistan tetap tidak stabil dan warga sipil tetap harus membayar harga mahal atas banyaknya korban sipil yang tewas.(fq/prtv)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Israel tidak bisa mengalahkan Hizbullah dalam keterlibatan langsung dan kelompok gerilyawan Syiah Libanon ini akan menimbulkan kerusakan berat di bagian depan negara Israel jika perang pecah, kata seorang mantan penasehat keamanan nasional Israel Kamis kemarin (16/12).



Meski kalah jumlah dan persenjataan, kelompok perlawanan Syi'ah Hizbullah mampu menahan maju pasukan bersenjata Israel dalam perang 2006 dan menembakkan lebih dari 4.000 roket ke wilayah Israel. Kelompok ini mempunyai basis politik domestik dan sejak ditopang oleh gudang senjata dan menggambarkan Israel sebagai ancaman strategis.

Ketegangan antara pendukung Israel dan Hizbullah Iran dan Suriah telah memicu adanya kekerasan baru di Libanon.

"Israel tidak tahu cara untuk mengalahkan Hizbullah," kata Giora Eiland, mantan jenderal militer yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk mantan perdana menteri Ariel Sharon dan Ehud Olmert.

"Oleh karena itu perang yang dilancarkan hanya sebagai Israel-versus-Hizbullah mungkin menghasilkan kerusakan yang lebih baik pada Hizbullah, tetapi Hizbullah akan menimbulkan kerusakan lebih buruk pada halaman depan Israel daripada perang yang lalu," katanya kepada Radio Israel.

"Satu-satunya cara kami untuk mencegah perang berikutnya, dan menang jika hal itu terjadi, adalah agar bisa menjadi jelas bagi semua orang ... bahwa perang lain antara kami dan Hizbullah akan menjadi perang antara Israel dan negara Libanon dan akan mendatangkan kerusakan pada kondisi Libanon.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak telah menyatakan bahwa peran Hizbullah dalam mengatur pemerintah Libanon akan membuat permainan negara yang adil dalam masa perang yang melibatkan milisi Syi'ah.(fq/reu)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Presiden Libanon sedang mempersiapkan untuk mengajukan keluhan resmi ke Dewan Keamanan PBB atas perangkat mata-mata Israel, yang ditemukan di dua wilayah terpisah di dekat Beirut, Radio Angkatan Darat pada hari Jum'at ini mengatakan (17/12).



Militer Libanon mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa pihaknya telah menemukan dua perangkat instalasi mata-mata Israel di wilayah pegunungan dekat Beirut dan Lembah Bekaa - satu di gunung Sannine dan lainnya di gunung Barouk.

Sementara mengumumkan niatnya untuk menyampaikan keluhan resmi ke PBB, Presiden Libanon Michel Suleiman memuji pada hari Kamis kemarin tentang pentingnya kerjasama antara Angkatan Bersenjata Libanon dan Hizbullah, yang membantu mengungkap pelanggaran mata-mata Israel."

Pada hari Kamis, stasiun radio Voice of Lebanon melaporkan bahwa ledakan yang terdengar di Libanon pada Rabu malam merupakan ulah Angkatan Udara Israel untuk menghancurkan sebuah perangkat spionase yang dipasang di lepas pantai kota Sidon.

Hal ini masih belum jelas apakah ada hubungan antara perangkat yang disinyalir dibom di dekat Sidon dan instalasi mata-mata yang ditemukan militer Libanon di pegunungan.

Foto perangkat mata-mata, dirilis pada Kamis kemarin, menunjukkan perangkat yang bertuliskan "awan kecil" dalam bahasa Ibrani, bersama dengan nama produsen - "Beam Systems Israel Ltd" - dalam bahasa Inggris.

Menurut laporan, instalasi mata-mata itu termasuk peralatan fotografi serta laser dan peralatan siaran. Sistem ini ditemukan di gunung Sannine termasuk kamera, perangkat untuk mengirim foto dan ketiga alat untuk menerima sinyal, kata militer tentara Libanon. Perangkat yang ditemukan di Barouk "jauh lebih rumit."

Militer Libanon mengatakan mereka berencana untuk menghapus kamera dan mendesak warga untuk menginformasikan kepada pihak berwenang mengenai benda yang mencurigakan yang mereka temukan.

Militer telah diberi informasi mengenai sistem mata-mata ini oleh kelompok militan Hizbullah, tentara Libanon mengatakan dalam sebuah pernyataan.(fq/hrzt)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Untuk mengingat kembali tentang para penjelajah laut, mari kita ulas sedikit tentang siapa saja tokoh-tokoh yang berpengaruh di dunia karena telah mengarungi lautan, bahkan menemukan benua dan telah memetakan dunia. Inilah para tokoh-tokoh penjelajah laut tersebut:

1. Vasco da Gama

Vasco da gama adalah seorang penjelajah berkebangsaan Portugis, yang menemukan jalur jalan laut langsung dari Eropa ke Malabar, India dengan melakukan penjelajahan laut mengelilingi Afrika. Lahir di Sines, Alentenjo, Portugal, sekitar tahun 1469 dan wafat pada 24 Desember 1524 di Kochi, India. Da Gama ditugasi oleh Raja Manuel I dari Portugal untuk mencari negeri-negeri Kristen di benua Timur (Baginda, seperti banyak orang Eropa lainnya, mengira bahwa India adalah Kerajaan Kristen dari Prester John), dan untuk mendapatkan akses Portugis ke pasar komersial di benua Timur. Da Gama memperluas penjelajahan laut dari pendahulunya Bartolomeu Dias, yang pertama-tama mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika pada 1488, yang berpuncak dengan penjelajahan laut Portugis yang didukung oleh sekolah pelayaran dari Henrique sang Navigator.
Vasco da Gama.jpg



Pelayaran Pertama

Vasco da Gama tiba di India pada 20 Mei 1498. Kadang-kadang terjadi perundingan yang sengit dengan penguasa setempat (biasanya diinggriskan menjadi Zamorin), menghasilkan Wyatt Enourato, dalam perlawanan dari para pedagang Arab. Akhirnya da Gama berhasil memperoleh sebuah surat yang ambigu berisi konsesi untuk hak-hak perdagangan, namun ia harus berangkat tanpa peringatan setelah Zamorin memaksa agar da Gama meninggalkan semua barangnya sebagai kolateral. Da Gama mempertahankan barang-barangnya, tetapi meninggalkan beberapa orang Portugis dengan perintah memulai sebuah pos perdagangan.

Pelayaran Kedua
Pada 12 Februari 1502, da Gama kembali berlayar dengan sebuah armada 20 kapal perang, untuk memaksakan kepentingan Portugis. Pedro Álvares Cabral telah diutus ke India dua tahun sebelumnya (ketika ia kebetulan menemukan Brasil, meskipun sebagian orang mengklaim hal itu dilakukan dengan sengaja), dan menemukan bahwa orang-orang yang ada di pos perdagangan itu telah dibunuh, dan ketika ia menemukan perlawanan lebih lanjut, ia membombardir Calicut. Ia juga membawa pulang sutera dan emas untuk membuktikan bahwa ia telah berkunjung ke India lagi.

Pelayaran Ketiga

Setelah mendapatkan reputasi yang ditakuti sebagai "penyelesai" segala masalah yang muncul di India, ia diutus ke anak benua itu sekali lagi pada 1524. Rencananya adalah ia menggantikan Eduardo de Menezes sebagai raja muda (wakil) dari wilayah kekuasaan Portugal, tetapi ia menderita malaria tak lama setelah tiba di Goa dan meninggal di kota Cochin pada Malam Natal 1524. Tubuhnya mula-mula dimakamkan di Gereja St. Francis, Fort Kochi, Kochi, dan belakangan kerangkanya dipindahkan ke Portugal pada 1539 dan dimakamkan kembali di sebuah kuburan yang indah di Vidigueira. Biara Hieronimit di Belém dibangun untuk menghormati pelayarannya ke India.

2. Bartolomeu Dias

Bartolomeu Dias adalah seorang penjelajah Portugis yang berlayar mengelilingi Tanjung Harapan, ujung selatan dari Afrika. Lahir di Algarve, Portugal dan wafat pada tanggal 29 Mei 1500 di Tanjung Harapan. Pada tahun 1481, ia menyertai Diogo de Azambuja melakukan ekspedisi di Pantai Emas. Bartolomeu Dias adalah seorang ksatria istana kerajaan, kepala penjaga gudang kerajaan dan ahli berlayar dari pasukan perang São Cristóvão (Saint Christopher). Raja John II dari Portugal menunjuk dia pada tanggal 10 Oktober 1486 sebagai kepala ekspedisi untuk berlayar mengelilingi ujung selatan Afrika dengan harapan mencari rute perdagangan baru menuju ke Asia.

Patung Diaz di Kota Tanjung

3. Christopher Columbus

Christopher Columbus (30 Oktober 1451 – 20 Mei 1506) adalah seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia, yang menyeberangi Samudera Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492. Perjalanan tersebut didanai oleh Ratu Isabella dari Castilian Spanyol setelah ratu tersebut berhasil menaklukkan Andalusia. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat.



Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika, yang ia dapati sudah diduduki. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Terdapat perkiraan bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Columbus dan membekalkannya dengan sumber untuk kejayaannya. Terdapat juga banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika oleh berbagai orang sepanjang masa itu.

Colombus mengira bahwa pulau tersebut masih perawan, belum berpenghuni sama sekali. Mereka berorintasi menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol. Tetapi setelah menerobos masuk, Columbus ternyata kaget menemukan bangunan yang persis pernah ia lihat sebelumnya ketika mendarat di Afrika. Bangunan megah itu adalah Masjid yang dipakai oleh Orang-orang Islam untuk beribadah. Semula Columbus disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi setelah ketahuan niat buruknya datang di pulau itu, Colombus banyak mendapat resistensi dari penduduk setempat. Beberapa armada kapal milik rombongan Colombus ditenggelamkan oleh suku Indian sebab mereka merasa terganggu dan terancam oleh kedatangan Colombus.

4. Marco Polo

Marco Polo (15 September 1254 -8 Januari 1324) adalah seorang pedagang dan penjelajah Italia. Ia pergi ke Cina semasa berkuasanya Dinasti Mongol. Ia terkenal karena kisah-kisahnya sangat menarik dan aneh bagi bangsa Eropa. Pada masa itu, bangsa Barat tidak mengenal dunia Timur.

Sebagian cendekiawan berpendapat bahwa Marco Polo memang pergi ke Cina, tetapi tidak mengunjungi semua tempat yang digambarkan dalam bukunya (misalnya Xanadu). Salah satu kisah Marco Polo yang menarik untuk bangsa Indonesia adalah cerita tentang unicorn atau kuda bertanduk satu yang menurutnya dijumpainya di pulau Sumatra. Tetapi, ilmu pengetahuan membuktikan bahwa yang ditemukan Marco Polo itu bukanlah unicorn melainkan badak Sumatra.
Marco Polo portrait.jpg

Marco Polo dan Indonesia

Beberapa nama tempat di Indonesia yang disebutkan dalam buku perjalanan Marco Polo, antara lain:
  • Pulau Jawa Besar (pulau Jawa); diperkirakan sangat luas karena pantai selatannya tidak sempat dikunjungi oleh Marco Polo. Juga diceritakan mengenai ekspedisi penyerangan Kubilai Khan ke Jawa dan kegagalannya.
  • Pulau-pulau Sondur dan Condur (belum jelas); diperkirakan merupakan pulau-pulau kecil di Laut Cina Selatan yang pernah digunakan sebagai patokan pelayaran.
  • Pulau Pentam (pulau Bintan); disebutkan mengenai letak pulau ini dari selat Singapura
  • Kota Malaiur (Melayu, atau Palembang?); diceritakan pula tentang raja-raja Melayu, diantaranya adalah Paramasura.
  • Pulau Jawa Kecil (pulau Sumatra?); diperkirakan sebutan untuk Sumatra, karena ciri-ciri komoditas dan hewan (gajah, badak, elang hitam) yang disebutkannya.
  • Kerajaan-kerajaan Ferlec (Perlak) dan Basma (Pasai?); diceritakan tentang beberapa kerajaan bertetangga dan keberadaan suku Battas (Batak) di pedalaman.
  • Kerajaan-kerajaan Samara (Samudra) dan Dagroian (belum jelas); disebutkan mengenai pohon kelapa (palem Melayu) dan legenda kanibalisme famili yang meninggal.
  • Kerajaan-kerajaan Lambri (Lamuri) dan Fansur (Barus); disebutkan mengenai legenda manusia berbulu dan berekor (orangutan?), kapur barus, dan sagu kelapa.
5. Henrique Sang Navigator

Henrique sang Navigator (lahir di Porto, 4 Maret 1394 – meninggal di Sagres, Algarve, 13 November 1460 pada umur 66 tahun), disebut Infante Dom Henrique (dalam bahasa Portugis) ialah seorang pangeran dari Portugal. Ia adalah putra dari João I dari Portugal dan istrinya Philippa dari Lancaster. Sebenarnya ia bukanlah navigator/muallim, namun ia mendapatkan gelarnya karena ia mengatur banyak perjalanan ke negeri-negeri yang ditemukan. Ia dianggap sebagai tokoh yang memulai ekspansi koloni Eropa.


Henrique sang Navigator.
6. Alfonso de Albuquerque
Lahir di Alhandra, Portugal 1453 dan wafat pada tanggal 16 Desember 1515 di Goa. Ia adalah seorang pelaut Portugis terkenal yang berperan dalam pembentukan Pemerintahan Kolonial Portugis di Asia. Ia dikenal sebagai The Great, The Caesar of the East and as The Portuguese Mars. Ayahnya, Gonçalo de Albuquerque, Lord of Vila Verde dos Francos (yang menikah dengan Leonor de Menezes) memegang posisi yang cukup penting di pemerintahan. Dari ayahnya pula ia memiliki hubungan darah / keturunan dengan keluarga kerajaan Portugal. Dia mendapatkan pendidikan dalam bidang matematika and Latin Klasik pada masa kekuasaan Afonso V dari Portugal, dan setelah wafatnya bangsawan itu, ia sepertinya bekerja di Arzila, Morocco untuk beberapa saat. Pada saat ia kembali ia ditunjuk se estribeiro-mor (kepala penasihat) untuk João II dari Portugal.


7. Fernando de Magelhaens

Magelhaens adalah orang pertama yang berlayar dari Eropa ke barat menuju Asia, orang Eropa pertama yang melayari Samudra Pasifik, dan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bola dunia. Meskipun Magelhaens sendiri tewas terbunuh oleh Datuk Lapu-Lapu di Filipina dalam persinggahannya di Hindia Timur sebelum menuju Eropa, delapan belas anggota kru dan armadanya berhasil kembali ke Spanyol pada tahun 1522, setelah mengelilingi bumi.

Sewaktu manusia pertama kali pergi ke bulan, mereka merencanakan dengan presisi matematis yang tinggi ke mana mereka akan pergi dan bagaimana mereka mencapainya dan mereka dapat berkomunikasi dengan bumi. Tetapi sewaktu Fernando de Magelhaens meninggalkan Spanyol pada tahun 1519 dengan lima buah kapal kecilnya yang terbuat dari kayu—yang kebanyakan darinya berukuran sepanjang kira-kira 21 meter, mirip dengan kendaraan semitrailer modern—mereka berlayar menuju tempat yang tak diketahui. Dan mereka benar-benar berupaya sendirian.

Tergolong sebagai prestasi navigasi yang paling berani sepanjang masa, pelayaran Magelhaens merupakan tonggak sejarah Abad Penjelajahan yang Agung—abad yang diwarnai keberanian dan ketakutan, kegembiraan dan tragedi, Allah dan Mamon. Sungguh mendebarkan untuk memperhatikan kisah pria yang luar biasa ini membuka pintu dunia serta perjalanannya yang bersejarah.

8. James Cook

James Cook (27 Oktober 1728 - 14 Februari 1779) adalah seorang penjelajah dan navigator Inggris. Ia mengadakan tiga perjalanan ke Samudra Pasifik dan berhasil menentukan garis-garis pantai utamanya. Cook juga membuat peta. Cook adalah orang Eropa pertama yang mengunjungi Hawaii. Selain itu, Ia juga orang Eropa kedua yang berhasil mencapai Selandia Baru (Setelah Abel Tasman) dan berhasil memetakan seluruh garis pantainya.

9. Hernan Cortes

Hernan Cortes adalah Conquistador yang berhasil menaklukkan Meksiko untuk Spanyol. Lahir 1485 dan wafat pada tanggal 2 Desember 1547. Dari keluarga Bangsawan kecil, lahirlah Heniando Cortes di Medellin, Spanyol. Apa istimewanya?

Dialah Sang Penakluk Meksiko. Di masa muda Ia belajar di Universitas Salamanca dalam ilmu hukum. Pada umur sembilan belas tahun Dia meninggalkan Spanyol untuk mencari nasib untung di benua sebelah barat sana yang baru saja diketemukan. Tahun 1504 dia tiba di Hispaniola, dia menetap di situ selaku seorang petani terhormat dan "Don Yuan" ukuran lokal.


Hernán Cortés

10. Abel Tasman

Lahir di Ludjegast, Groningen pada tahun 1603 dan wafat pada tanggal 10 Oktober 1659 di Batavia. Dia adalah penjelajah dan pedagang berkebangsaan Belanda yang terkenal dengan perjalanannya pada 1642 dan 1644 untuk VOC. Ia adalah orang Eropa pertama yang diketahui mencapai kepulauan Tanah Van Diemen (sekarang Tasmania) dan Selandia Baru serta melihat kepulauan Fiji pada tahun 1643. Ia dan awak kapalnya berhasil memetakan cukup banyak bagian Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Pasifik yang mereka temui. Abel Tasman menghabiskan sisa hidupnya sebagai tuan tanah di Batavia dan meninggal di sana.


Abel Tasman
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Betawi Oktober 1893. Rakyat Betawi di kampung-kampung tengah berkabung. Dari mulut ke mulut mereka mendengar Si Pitung atau Bang Pitung meninggal dunia, setelah tertembak dalam pertarungan tidak seimbang dengan kompeni. Bagi warga Betawi, kematian Si Pitung merupakan duka mendalam. Karena ia membela rakyat kecil yang mengalami penindasan pada masa penjajahan Belanda. Sebaliknya, bagi kompeni sebutan untuk pemerintah kolonial Belanda pada masa itu, dia dilukiskan sebagai penjahat, pengacau, perampok, dan entah apa lagi.

si pitung
si pitung

Jagoan kelahiran Rawa Belong, Jakarta Barat, ini telah membuat repot pemerintah kolonial di Batavia, termasuk gubernur jenderal. Karena Bang Pitung merupakan potensi ancaman keamanan dan ketertiban hingga berbagai macam strategi dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk menangkapnya hidup atau mati. Pokoknya Pitung ditetapkan sebagai orang yang kudu dicari dengan status penjahat kelas wahid di Betawi.

Bagaimana Belanda tidak gelisah, dalam melakukan aksinya membela rakyat kecil Bang Pitung berdiri di barisan depan. Kala itu Belanda memberlakukan kerja paksa terhadap pribumi termasuk “turun tikus”. Dalam gerakan ini rakyat dikerahkan membasmi tikus di sawah-sawah disamping belasan kerja paksa lainnya. Belum lagi blasting (pajak) yang sangat memberatkan petani oleh para tuan tanah.

Si Pitung, yang sudah bertahun-tahun menjadi incaran Belanda, berdasarkan cerita rakyat, mati setelah ditembak dengan peluru emas oleh schout van Hinne dalam suatu penggerebekan karena ada yang mengkhianati dengan memberi tahu tempat persembunyiannya. Ia ditembak dengan peluru emas oleh schout (setara Kapolres) van Hinne karena dikabarkan kebal dengan peluru biasa. Begitu takutnya penjajah terhadap Bang Pitung, sampai tempat ia dimakamkan dirahasiakan. Takut jago silat yang menjadi idola rakyat kecil ini akan menjadi pujaan.

Si Pitung, berdasarkan cerita rakyat (folklore) yang masih hidup di masyarakat Betawi, sejak kecil belajar mengaji di langgar (mushala) di kampung Rawa Belong. Dia, menurut istilah Betawi, “orang yang denger kate”. Dia juga “terang hati”, cakep menangkap pelajaran agama yang diberikan ustadznya, sampai mampu membaca (tilawat) Alquran. Selain belajar agama, dengan H Naipin, Pitung –seperti warga Betawi lainnya–, juga belajar ilmu silat. H Naipin, juga guru tarekat dan ahli maen pukulan.

Suatu ketika di usia remaja sekitar 16-17 tahun, oleh ayahnya Pitung disuruh menjual kambing ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari kediamannya di Rawa Belong dia membawa lima ekor kambing naik gerobak. Ketika dagangannya habis dan hendak pulang, Pitung dibegal oleh beberapa penjahat pasar. Mulai saat itu, dia tidak berani pulang ke rumah. Dia tidur di langgar dan kadang-kadang di kediaman gurunya H Naipan. Ini sesuai dengan tekadnya tidak akan pulang sebelum berhasil menemukan hasil jualan kambing. Dia merasa bersalah kepada orangtuanya. Dengan tekadnya itu, dia makin memperdalam ilmu maen pukulan dan ilmu tarekat. Ilmu pukulannya bernama aliran syahbandar. Kemudian Pitung melakukan meditasi alias tapa dengan tahapan berpuasa 40 hari. Kemudian melakukan ngumbara atau perjalanan guna menguji ilmunya. Ngumbara dilakukan ke tempat-tempat yang “menyeramkan” yang pasti akan berhadapan dengan begal.

Salah satu ilmu kesaktian yang dipelajari Bang Pitung disebut Rawa Rontek. Gabungan antara tarekat Islam dan jampe-jampe Betawi. Dengan menguasai ilmu ini Bang Pitung dapat menyerap energi lawan-lawannya. Seolah-olah lawan-lawannya itu tidak melihat keberadaan Bang Pitung. Karena itu dia digambarkan seolah-olah dapat menghilang. Menurut cerita rakyat, dengan ilmu kesaktian rawa rontek-nya itu, Bang Pitung tidak boleh menikah. Karena sampai hayatnya ketika ia tewas dalam menjelang usia 40 tahun Pitung masih tetap bujangan.

Si Pitung yang mendapat sebutan “Robinhood” Betawi, sekalipun tidak sama dengan “Robinhood” si jago panah dari hutan Sherwood, Inggris. Akan tetapi, setidaknya keduanya memiliki sifat yang sama: Selalu ingin membantu rakyat tertindas. Meskipun dari hasil rampokan terhadap kompeni dan para tuan tanah yang menindas rakyat kecil.

Sejauh ini, tokoh legendaris Si Pitung dilukiskan sebagai pahlawan yang gagah. Pemuda bertubuh kuat dan keren, sehingga menimbulkan rasa sungkan setiap orang yang berhadapan dengannya. Dalam film Si Pitung yang diperankan oleh Dicky Zulkarnaen, ia juga dilukiskan sebagai pemuda yang gagah dan bertubuh kekar. Tapi, menurut Tanu Trh dalam “Intisari” melukiskan berdasarkan penuturan ibunya dari cerita kakeknya, Pitung tidak sebesar dan segagah itu. ”Perawakannya kecil. Tampang Si Pitung sama sekali tidak menarik perhatian khalayak. Sikapnya pun tidak seperti jagoan. Kulit wajahnya kehitam-hitaman, dengan ciri yang khas sepasang cambang panjang tipis, dengan ujung melingkar ke depan.”

Menurut Tanu Trh, ketika berkunjung ke rumah kakeknya berdasarkan penuturan ibunya, Pitung pernah digerebek oleh schout van Hinne. Setelah seluruh isi rumah diperiksa ternyata petinggi polisi Belanda ini tidak menemukan Si Pitung. Setelah van Hinne pergi, barulah Si Pitung secara tiba-tiba muncul setelah bersembunyi di dapur. Karena belasan kali berhasil meloloskan diri dari incaran Belanda, tidak heran kalau Si Pitung diyakini banyak orang memiliki ilmu menghilang. ”Yang pasti,” kata ibu, seperti dituturkan Tanu Trh, ”dengan tubuhnya yang kecil Pitung sangat pandai menyembunyikan diri dan bisa menyelinap di sudut-sudut yang terlalu sempit bagi orang-orang lain.” Sedang kalau ia dapat membuat dirinya tidak tampak di mata orang, ada yang meyakini karena ia memiliki kesaksian “ilmu rontek”.

April 15, 2008 oleh alwishahab
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

BEIJING (voa-islam.com) – Wikileaks bocorkan hasil pertemuan China dan AS untuk sekulerkan umat Islam Indonesia di bawah kontrol Pemerintah Komunis. Di antara para presiden RI, China suka Presiden SBY, dan tidak suka Presiden Habibi, Gusdur dan Megawati.

WikiLeaks merilis sebuah kawat rahasia Kedubes AS di Beijing yang berisi pertemuan Kemlu China dan AS. Dalam kawat disebutkan China berencana untuk membuat umat Muslim Indonesia menjadi sekuler.

WikiLeaks seperti dilansir dari situsnya, Rabu (15/12/2010), merilis sebuah kawat rahasia dari Kedubes AS di Beijing tertanggal 5 Maret 2007 dengan kode referensi Beijing 1448. Saat itu dilakukan pertemuan antara Wakil Menlu China Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu China Hu Zhengyue, dengan pejabat Kemlu AS Eric John.

Pertemuan mereka untuk membahas sejumlah negara Asean. Indonesia termasuk mendapat porsi utama. John bertanya pada Hu, bagaimana pemerintah China melihat pemerintah Indonesia yang sekarang.

Menurut Hu, China memantau betapa ada peningkatan gesekan antar etnis dan agama di Indonesia. Pemerintah China pun ingin mendorong sekularisasi muslim di Indonesia.

“Beijing ingin mempromosikan Islam sekuler di Indonesia,” kata Hu kepada John.

Bagaimana cara Beijing menyekulerkan muslim di Tanah Air? Menurut Hu, hal itu dilakukan dengan mendorong interaksi muslim Indonesia dengan muslim China. Dengan demikian, muslim Indonesia bisa tertular sifat muslim yang di China memang sekuler karena kontrol ketat pemerintah Komunis.
....Dengan demikian, muslim Indonesia bisa tertular sifat muslim yang di China memang sekuler karena kontrol ketat pemerintah Komunis....
“Dengan mendorong interaksi dengan 20 juta muslim di China,” jelas Hu.

Hu pun bersepakat dengan John, menjalin hubungan baik dengan Indonesia paling mudah dilakukan dengan memberikan bantuan saat bencana alam. China dan AS dalam beberapa tahun terakhir memberikan bantuan ketika Indonesia tertimpa bencana alam.

“Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan China berkoordinasi dalam memberikan bantuan untuk Indonesia terkait dengan bencana alam. Beijing melihat hal semacam ini bisa menjadi model untuk kerja sama regional,” kata Hu.

China Suka SBY, Tak Suka Habibie, Gus Dur & Mega

Selain rencana China akan sekulerkan Muslim Indonesia, WikiLeaks juga mengeluarkan dokumen mengejutkan soal presiden RI di mata China. Dalam pertemuan antara Wakil Menlu China Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu China Hu Zhengyue, dengan pejabat Kemlu AS Eric John, terungkap bahwa China suka Presiden SBY, tapi tidak suka para pendahulunya mulai dari Habibie sampai Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan mereka untuk membahas sejumlah negara Asean, termasuk Indonesia, mendapat porsi utama. John bertanya pada Hu, bagaimana pemerintah China melihat pemerintah Indonesia yang sekarang.

"Beijing 'tidak terkesan' dengan presiden-presiden yang memimpin Indonesia sejak krisis keuangan Asia di akhir 1990-an," kata Hu kepada John.

Hu pun langsung menambahkan, "Tapi Beijing senang dengan kemajuan Presiden Yudhoyono sejak berkuasa pada 2004," imbuh Hu.

Menurut Hu, jika dibandingkan dengan Myanmar, pengaruh militer dalam politik di Indonesia semakin berkurang. Indonesia pun menghadapi tantangan untuk membangun demokrasi.

"Dengan secara simultan menghadapi ketegangan antar etnis dan agama yang meningkat," kata Hu. [taz/dtk]
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

VOA-ISLAM.COM – Dukungan Australia kepada SBY di Pilpres 2009 diungkap Wikeleaks. SBY didukung karena dinilai sukses dalam kerjasama antiterorisme.

Australia puas dengan situasi di Indonesia, yang dianggap mitra paling penting di kawasan. Selain itu, pemerintah Negeri Kanguru itu juga berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menang lagi pada pemilu 2009.

Demikian penggalan memo diplomatik Amerika Serikat (AS), yang diklaim sebagai bocoran dari WikiLeaks kepada media massa di Australia. Berita memo itu dimuat oleh harian Sydney Morning Herald, Rabu 15 Desember 2010.

Memo diplomatik AS itu melaporkan penilaian para pejabat Australia atas sejumlah negara tetangga mereka, termasuk Indonesia. Ini berdasarkan komunikasi antara pejabat AS dan Australia di Canberra pada Oktober 2008.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Australia untuk Urusan Asia Tenggara, Peter Woolcott, menggambarkan situasi politik di sejumlah negara tetangga pada saat itu sedang “kacau” (messy). Negara-negara yang dimaksud adalah Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Burma (Myanmar).
....Yudhoyono telah memberikan kerjasama kelas satu dalam anti terorisme, kata Woolcott....
Namun, penilaian sebaliknya dilontarkan Wollcott atas Indonesia. “Situasi di Indonesia - yang merupakan mitra paling penting Australia di kawasan - berlangsung ‘sebaik yang bisa didapatkan,’” kata Woolcott dalam memo yang dikutip Sydney Morning Herald.

“Yudhoyono yang diharapkan Australia terpilih kembali, telah memberikan kerjasama kelas satu dalam anti terorisme,” lanjut Woolcott.

Dalam bocoran memo lain yang dimuat WikiLeaks, pejabat China pun memberi penilaian positif atas Yudhoyono. “China merasa senang atas kemajuan yang dibuat Presiden Yudhoyono sejak memerintah pada 2004,” demikian penggalan memo yang mengutip percakapan pejabat China dengan mitranya dari AS.

Sebaliknya, Beijing, dalam memo itu, merasa “tidak terkesan” terhadap sejumlah presiden yang memimpin Indonesia setelah krisis keuangan Asia di akhir dekade 1990-an. Namun, tidak disebut siapa saja yang dimaksud. [taz/viva]
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

VOA-ISLAM.COM - Bocoran terbaru Wikileaks ungkap SBY bisa melindungi kepentingan Amerika Serikat di kawasan, termasuk kerjasama memerangi terorisme, bila hubungan Amerika Serikat dengan Kopassus membaik.


Indonesia kembali disebut dalam kawat diplomatik milik pemerintah Amerika Serikat yang dibocorkan Wikileaks. Pemerintah Indonesia dilaporkan terus melobi dan meminta pemerintah Amerika untuk mencabut larangan pelatihan bagi para anggota Kopassus, satuan elit di Angkatan Darat. Lobi ini berlangsung selama empat tahun terakhir.

Dalam kawat yang dibocorkan Wikileaks dan dimuat di harian Australia The Age hari ini, Jumat (17/12), para diplomat Amerika di Jakarta meminta keinginan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dikabulkan oleh Washington. Mereka yakin bila hubungan dengan Kopassus telah baik dan pelatihan dimulai kembali maka pemerintahan SBY dan militer akan melindungi kepentingan Amerika Serikat di kawasan, termasuk kerjasama memerangi terorisme.

Pejabat Kedutaan Besar Amerika di Jakarta yakin dengan dijalinnya kerjasama militer dan pelatihan bagi Kopassus akan mendorong reformasi militer di Indonesia. Kawat yang mengungkapkan hal tersebut berbunyi: “Presiden Yudhoyono (SBY) dan pejabat senior Indonesia lainnya dengan jelas mengatakan masalah pelatihan bagi Kopassus adalah sebuah ujian bagi hubungan bilateral Amerika-Indonesia, SBY yakin kunjungan Presiden Obama tidak akan sukses bila masalah ini tidak diselesaikan.”

Pada bulan Juli lalu Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates mengatakan, pemerintah Amerika Serikat akan memperbaharui dan memperbaiki hubungannya dengan Kopassus. Menurut dia, pemerintah Amerika telah melihat hasil reformasi militer selama sepuluh tahun terakhir, meningkatnya profesionalitas anggota TNI dan bagaimana Departemen Pertahanan menangani masalah hak asasi manusia.

Namun beberapa kawat diplomatik lainnya, pejabat Kedutaan Besar Amerika di Jakarta masih khawatir beberapa masalah di tubuh TNI. Seperti kawat yang dikirim dari Jakarta ke Washington pada April 2007, para diplomat sangat khawatir penuntasan dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh TNI di masa lalu. “Kita perlu terus mendorong pemerintah Amerika mengambil langkah untuk lebih terbuka dan akuntabel,” tulis kawat tersebut.  [silum/tin]

Sumber: http://www.voa-islam.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Pemerintah Indonesia sering berdalih tak memiliki hubungan apapun dengan Israel, namun sesungguhnya kerjasama secara rahasia dan diam-diam sudah sering terjadi. Salah satunya diungkap dalam dialog seorang purnawirawan perwira TNI AU, Marsma (Purn) Djoko F Poerwoko dalam sebuah talk show di Mata Najwa di MetroTV Rabu malam (15/12/10), pukul 22:05 WIB. Acara bertema “Rahasia Negara”  itu antara lain mengungkap operasi rahasia para perwira AU yang berlatih di Israel.


Poerwoko lulusan AKABRI Angkatan Udara tahun 1973 ini mengakui, militer Indonesia melakukan kerjasama rahasia dengan Israel. Tahun 1980-an ia dan puluhan kawan-kawannya yang juga pilot, menerima tugas dengan sandi “Operasi Alpha”. Tidak jelas siapa yang merancang operasi tersebut. Namun kata Djoko, mantan Panglima ABRI  Jenderal LB. Moerdani, saat itu memberikan pengarahan yang sangat detail. Mereka diberitahu akan mendapat pendidikan di Arizona, Amerika Serikat.
 
"Yang merancang kami tidak jelas, namun kami langsung dibriving langsung pak Benny waktu itu. Bagaimana melaksanakan dan bagaimana pelatihan di sana," ujarnya.
 
Namun ketika sampai di Singapura tujuan berbelok ke Israel dengan terlebih dulu melewati beberapa negara. Para peserta tidak bisa mundur, meski paspor mereka semua ditahan, diambil oleh perwira dari BAIS (Badan Intelejen Strategis) dan diganti dengan Surat Perintah Laksana Paspor.  

“Kalau misi ini gagal, negara tidak akan mengakui kewarganegaraan Anda,” demikian kata Djoko menirukan LB. Moerdani ketika di Singapura.  

Dari Singapura mereka dibawa menuju German dengan menggunakan Singapore Airlines. Saat itu, para penerbang tempur ini berpakaian sipil dan berlagak layaknya turis. Mereka juga tidak boleh bertegur sapa. Duduknyapun, terpisah namun masih dalam batas jarak pandang.

Sesampai di Jerman mereka digiring oleh Polisi Khusus dan langsung terrbangkan ke Israel. Meski sampai di Tel Aviv, mereka semuanya sesungguhnya masih belum tahu tujuan penerbangan tersebut. 

Setiba di  di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, semuanya langsung ditangkap oleh petugas militer Israel.  Namun, rupanya, itu hanya sekenario saja. Setelah itu mereka diberikan akomodasi yang baik dan berwisata ke beberapa tempat, termasuk ke Barsheeba.
 
"Tidak masuk imigrasi, tapi kami lewat pintu lain. Tapi ternyata kami diselamatkan," tambah Poerwoko.

Para pilot Indonesia itu kemudian menyadari, jika sesunguhnya mereka akan dilatih oleh AU-Israel untuk mengemudikan A-4 Skyhawk, yang rencananya akan dibeli pemerintah Indonesia. Mereka di latih selama 4 bulan di Gurun Negev. Setelah selesai mereka diterbangkan ke Amerika kembali.

Pria yang juga menulis buku “Menari di Angkasa, Anak Kampung Menjadi Penerbang Tempur” (Kata Hasta Pustaka, 2007),  juga dijelaskan, usai mendapat latihan dari Israel mereka mendapat kemewahan yang berlimpah dari Pemerintah. 

Mereka diterbangkan ke New York. Berlibur ke Buffalo, Dallas, Colorado, Phoenix dan terakhir Arizona. Selama perjalanan itu pula mereka wajib mengirimkan post card dan foto foto yang memperkuat alibi bahwa mereka, seolah, benar benar dididik di Amerika. 

 “Yang jelas, kita diminta foto sebanyak-banyaknya di Amerika, dan dikirim ke tanah air, " tambahnya. Tujuannya, tak lain agar menghilangkan jejak dari Israel, “ ujar Djoko di MetroTV.  Fakta ini menunjukkan adanya hubungan “tersembunyi” antara pemerintah Indonesia dan Israel.  

Operasi Alpha dijalankan begitu rahasia, sampai-sampai badan pesawat Skyhawk ditutupi sedemikian rupa dan diberi label F-5. Pilot yang dilatih di Israel tidak hanya mereka yang berangkat bersama Djoko. Tidak ada dokumen terkait operasi tersebut, kata Djoko, karena semuanya dihancurkan. Oleh karenanya, ketika menuliskan cerita tentang "Operasi Alpha" dibukunya dia menolak dikatakan membongkar rahasia negara, sebab negara sendiri tidak pernah mengakui hal itu ada dan tidak ada dokumen sebagai buktinya.
Hubungan kerjasama tersembunyi Indonesia-Israel lainnya, boleh jadi tidak lama lagi akan terus terkuak. (hidayatullah/arrahmah.com)


Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/10330/bukti-ada-kerjasama-indonesia-dengan-israel#When:04:08:43Z#ixzz18MR8Iv4Z
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

BREMEN (Arrahmah.com) - Pada Selasa (14/12/10) pagi, satu unit polisi kafir Jerman melakukan penggerebekan massal terhadap rumah dan apartemen milik Muslim.  Pencarian juga dilakukan di sekolah-sekolah dan pusat kebudayaan. Kementrian Dalam Negeri Jerman mengatakan serangan pada Muslim dilakukan sehubungan dengan "dugaan link teroris", lapor Washington Post.


Jurubicara Departemen, Stefan Paris mengatakan bahwa serangan terjadi di wilayah barat kota Moenchengladbach, Braunscheiw dan Bremen.  Di antara organisasi yang diserbu polisi adalah Invitation to Paradise dan Islamic Culture Center Bremen.

"Keduanya diduga ingin membuat sebuah teokrasi Islam dan bekerja melawan tatanan Demokrasi Jerman," tambahnya.

"Hal ini perlu dan penting untuk tidak menunggu sebuah perlawanan militan dalam bentuk jihad," lanjut Paris yang membenarkan serangan massal di rumah-rumah Muslim pada pagi itu.

Seorang pejabat keamanan berbicara dengan syarat anonim yang terkait dengan departemen kepolisian mengatakan belasan rumah pribadi digeledah, serta sekolah-sekolah agama, sebuah penerbit kecil, dan toko milik Invitation to Paradise yang menjual kerudung serta cadar dan keperluan Muslim lainnya.

Seorang pemimpin lokal kelompok Invitation to Paradise di Moenchengladbach mengutuk serangan tersebut dan mengatakan polisi telah mengambil komputer, ponsel, buku dan penghasilan toko selama operasi pencarian.

"Kami sedih mengenai penyerangan ini, kami tidak melakukan sesuatu yang ilegal," ujar Sven Lau saat diwawancarai AP.

"Pencarian ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk melarang dua kelompok yang saling bekerjasama dan berbagi dan memiliki ideologi Salafi."

Jasa intelijen mengatakan bahwa mereka telah mengawasi kelompok ini selama beberapa tahun.  Mereka selalu ditampilkan dalam laporan tahunan.

Upaya terbaru oleh Invitation to Paradise yang membangun sebuah sekolah agama di Moenchengladbach mendapat liputan luas dan menghadapi protes kuat dari masyarakat sekitar.  Sebagai respon, lebih dari 100 Muslim berkumpul di sebuah tempat selama Ramadhan dan melakukan sholat berjamaah setiap malam.

Wilfried Schultz kepala dari inisiatif "warga untuk Moenchengladbach" melawan Muslim, menyambut penggerebekan tersebut.

"Kami senang bahwa Kementrian Dalam Negeri bergerak begitu cepat terhadap mereka dan berharap tidak memakan waktu lama sampai kelompok tersebut dilarang selamanya," ujarnya seperti yang dilansir AP.

Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun orang yang disebut "teroris" dan tidak ada "bukti teroris" ditemukan selama operasi polisi.

Sementara itu, menurut Muslim, tujuan dari kampanye baru anti-Islam oleh otoritas Jerman bukanlah untuk "anti-terorisme" namun untuk mengintimidasi sehingga penduduk Jerman tidak memeluk Islam. (haninmazaya/arrahmah.com)


Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/10331/serangan-massal-terhadap-muslim-di-jerman#When:05:55:47Z#ixzz18MPnv59w
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Dalam komentar kontroversial, Rahul Gandhi mengatakan kepada Duta Besar AS untuk India Timotius Roemer bahwa pertumbuhan "kelompok Hindu radikal" menjadi ancaman besar bagi negara daripada kelompok-kelompok militan seperti Lashkar-e-Toiba, menurut kabel diplomatik Amerika yang bocor.




Rahul, selama percakapan dengan utusan AS dalam acara makan siang yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Manmohan Singh di kediamannya pada bulan Juli 2009 untuk menghormati kunjungan Sekretaris Negara Hillary Clinton, juga mengacu pada ketegangan yang diciptakan oleh beberapa tokoh polarisasi dalam tubuh BJP seperti sebagai kepala kementerian Gujarat Narendra Modi, kata kabel diplomatik tersebut.

Menurut kabel diplomatik rahasia AS dari New Delhi yang dikeluarkan oleh WikiLeaks, pemimpin Kongres berbagi pandangan dengan Roemer tentang berbagai topik politik, tantangan sosial, dan masalah pemilihan untuk partai Kongres dalam lima tahun ke depan.

"Menanggapi permintaan duta besar tentang kegiatan Lashkar-e-Toiba di kawasan India dan ancaman langsung ke India, Gandhi mengatakan ada bukti beberapa dukungan untuk kelompok itu di antara unsur-unsur tertentu dalam masyarakat Muslim India," kata kabel diplomatik.

"Gandhi, bagaimanapun, memperingatkan, ancaman yang lebih besar mungkin akibat dari pertumbuhan kelompok-kelompok Hindu radikal, yang menciptakan ketegangan agama dan konfrontasi politik dengan komunitas Muslim," katanya.

Kabel diplomatik tertanggal 3 Agustus 2009 yang menggambarkan pertemuan makan siang Roemer dengan Gandhi pada 20 Juli 2009, mengatakan bahwa Gandhi merujuk pada ketegangan yang diciptakan oleh beberapa tokoh polarisasi di tubuh BJP.

"Risiko sebuah front ekstremis 'yang tumbuh di negara sendiri', merupakan reaksi terhadap serangan teror yang berasal dari Pakistan atau dari kelompok-kelompok Islam di India, akan menjadi perhatian dan salah satu hal yang menuntut perhatian secara terus-menerus," katanya. (fq/indianexpress)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Sebuah pengadilan Turki Kamis kemarin (16/12) mulai melakukan persidangan terhadap sekitar 200 tentara, di antaranya komandan senior, yang didakwa akan menjalankan suatu skenario untuk menggulingkan pemerintah yang berkuasa.

Sidang dimulai di ruang sidang besar di dalam sebuah kompleks penjara di Silivri, sebuah kota dekat Istanbul, dengan seorang hakim yang mengkonfirmasi identitas para tersangka. Para terdakwa merupakan tokoh high-profile hadir di ruang sidang diduga adalah dalang plot kudeta, pensiunan jenderal Cetin Dogan, serta mantan kepala angkatan laut dan angkatan udara, Özden Ornek dan Ibrahim Firtina.

Plot kudeta Sledgehammer dikatakan termasuk pengeboman dua masjid utama di Istanbul, serangan terhadap sebuah museum militer oleh orang-orang menyamar sebagai "fundamentalis Islam" dan provokasi ketegangan militer dengan tetangga Yunani. Dikatakan bahwa peristiwa ini akan menyebabkan kekacauan negara, yang memungkinkan militer untuk mengumumkan keadaan darurat dan menggulingkan pemerintah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dengan Partai AK yang berkuasa.

Penahanan dari para tersangka perwira tinggi setelah rencana kudeta terungkap adalah yang pertama dalam sejarah Turki, yang sebelumnya pihak militer dianggap "tidak tersentuh." Para terdakwa, merupakan salah satu tokoh penting dalam pasukan NATO, menolak konspirasi apapun dan mengatakan skenario dibahas dalam seminar militer tujuh tahun yang lalu itu hanya untuk latihan permainan perang.

Pada hari Selasa lalu Dewan Hakim Agung dan Jaksa (HSYK) mengumumkan bahwa imereka akan menggantikan hakim ketua dalam kasus plot Sledgehammer karena tuduhan oleh kementerian keadilan bahwa ia memiliki hubungan dengan tersangka dalam sidang Ergenekon, serta memiliki koneksi ke jaringan narkoba dan kegiatan prostitusi.

Namun, waktu penugasan kembali hakim ketua, tepat dua hari sebelum dimulainya persidangan, menarik kritik dan spekulasi. Jenderal Purnawirawan Cetin Dogan, mantan kepala Angkatan Darat Pertama sebagai penulis utama dari rencana kudeta adalah tersangka utama. "Bila saatnya tiba di pengadilan untuk pembelaan diri, saya akan mengatakan bahwa kasus ini tidak memiliki dasar yang sah," kata Jenderal Dogan.

"Saya sangat santai. Saya di sisi kanan dan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar. Saya bukan orang dari rencana kudeta itu," katanya sebelum masuk ke ruang pengadilan, yang terletak di sebuah komplek penjara.

Ratusan terdakwa, banyak diantaranya dianggap sebagai sekularis garis keras, sudah di sidang pengadilan yang sama sehubungan dengan serangkaian dugaan plot kudeta yang diduga didalangi oleh jaringan gelap Ergenekon.

Para petugas dalam kasus Sledgehammer, yang tidak ditahan dalam tahanan, akan menghadi hukuman penjara selama 15-20 tahun jika terbukti bersalah merencanakan untuk menggulingkan pemerintah. Sidang datang kurang dari enam bulan sebelum pemilihan parlemen. Erdogan secara luas diperkirakan akan memenangkan pemilihan selama tiga kali berturut-turut.

Militer Turki telah menggulingkan empat pemerintahan sipil sejak tahun 1960. (fq/agencies)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924 (28th Rajab 1342AH), dunia dikejutkan oleh berita bahwa Mustafa Kemal di Turki secara resmi telah menghapus Khilafah. Pada malam itu Abdul Majid II, Khalifah terakhir kaum muslimin, dipaksa untuk mengemas kopernya yang berisi pakaian dan uang ke dalam kendaraan nya dan diasingkan dari Turki, dan tidak pernah kembali. Dengan cara itulah pemerintahan Islam yang berusia 1342 tahun berakhir. Kisah berikut adalah sekelumit sejarah dari tindakan-tindakan kekuatan kolonialis dengan pertama kali menyebarkan benih perpecahan diantara kaum muslimin dengan menanamkan nasionalisme dan akhirnya mengatur penghancuran Daulah Khilafah melalui agen-agen pengkhianatnya.


Beberapa bulan setelah penghancuran Khilafah tanggal 24 Juli 1924, kemerdekaan Turki secara resmi diakui dengan penandatanganan Traktat Lausanne. Inggris dan sekutu-sekutunya menarik semua pasukannya dari Turki yang ditempatkan sejak akhir PD I.

Sebagai reaksi dari hal ini, dilakukan protes pada Menlu Lord Curzon di House of Common karena Inggris mengakui kemerdekaan Turki. Lord Currzon menjawab,” Situasinya sekarang adalah Turki telah mati dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, khilafah dan islam.”

Sebagaimana diakui oleh Lord Curzon, Inggris bersama dengan Perancis memainkan peran penting dalam membagi-bagi tanah kaum muslimin diantara mereka. Rencana mereka melawan Khilafah bukanlah karena Khilafah berpihak pada Jerman pada PD I. Rencana ini telah dibuat ratusan tahun yang lalu yang akhirnya berbuah ketika Khilafah Usmani dengan cepat mulai merosot di pertengahan abad ke 18.

Usaha yang pertama untuk menghancurkan persatuan Islam terjadi pada abad ke 11 ketika Paus Urbanus II melancarkan Perang Salib I untuk menduduki Al-Quds. Setelah 200 tahun pendudukan, akhirnya pasukan salib dikalahkan di tangan Salahudin Ayyubi. Di abad ke 15 Konstantinopel ditaklukan dan benteng terakhir Kekaisaran Byzantium itupun dikalahkan. Lalu pada abad ke 16 Daulah Islam menyapu seluruh bagian selatan dan timur Eropa dengan membawa Islam kepada bangsa-bangsa itu. Akibatnya jutaan orang Albania, Yugoslavia, Bulgaria dan negara-negara lain memeluk Islam. Setelah pengepungan Wina tahun 1529 Eropa membentuk Aliansi untuk menghentikan expansi Khilafah di Eropa. Pada titik itulah terlihat bangkitnya permusuhan pasukan Salib terhadap Islam dan Khilafah, dan dibuatlah rencana-rencana berkaitan dengan “Masalah Ketimuran” seperti yang sudah diketahui.

Count Henri Decastri, seorang pengarang Perancis menulis dalam bukunya yang berjudul “Islam” tahun 1896: “Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dikatakan oleh kaum muslimin jika mereka mendengar cerita-cerita di abad pertengahan dan mengerti apa yang biasa dikatakan oleh ahli pidato Kristen dalam hymne-hymne mereka; semua hymne kami bahkan hymne yang muncul sebelum abad ke 12 berasal dari konsep yang merupakan akibat dari Perang Salib, hymne-hymne itu dipenuhi oleh kebencian kepada kaum muslimin dikarenakan ketidakpedulian mereka terhadap agamanya. Akibat dari hymne dan nyanyian itu, kebencian terhadap agama itu tertancap di benak mereka, dan kekeliruan ide menjadi berakar, yang beberapa diantaranya masih terbawa hingga saat ini. Tiap orang menganggap muslim sebagai orang musyrik, tidak beriman, pemuja berhala dan murtad.”


Setelah kekalahan mereka, pasukan Salib menyadari bahwa kekuatan Islam dan keyakinannya adalah Akidah Islam. Sepanjang kaum muslimin berkomitmen dengan kuat pada Islam dan Qur’an, Khilafah tidak akan pernah hancur. Inilah sebabnya di akhir abad ke 16, mereka mendirikan pusat misionaris pertama di Malta dan membuat markasnya untuk melancarkan serangan misionarisnya terhadap Dunia Islam. Inilah awal masuknya kebudayaan Barat ke Dunia Islam yang dilakukan para misionaris Inggris, Perancis dan Amerika.

Para misionaris itu bekerja dengan berkedok lembaga-lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Awalnya akibat dari tindakan itu hanya kecil saja. Tapi selama abad ke 18 dan 19 ketika kemunduran Khilafah mulai muncul, mereka mampu mengeksplotasi kelemahan negara dan menyebarkan konsep-konsep yang jahat kepada masyarakat. Di abad 19, Beirut menjadi pusat aktivitas misionaris. Selama masa itu, para misionaris mengeksploitasi perselisihan dalam negeri diantara orang Kristen dan Druze dan kemudian antara Kristen dan Muslim, dengan Inggris berpihak pada Druze sementara Perancis berpihak pada Kristen Maronit. Selama masa itu para misionaris itu memiliki dua agenda utama: (1) Memisahkan Orang Arab dari Khilafah Usmani; (2) Membuat kaum muslimin merasa terasing dari ikatan Islam

Tahun 1875 “Persekutuan Rahasia” dibentuk di Beirut dalam usaha untuk mendorong nasionalisme Arab diantara rakyat. Melalui pernyataan-pernyataan dan selebaran-selebaran, persekutuan itu menyerukan kemerdekaan politik orang Arab, khususnya mereka yang tinggal di Syria dan Libanon. Dalam literaturnya, mereka berulangkali menuduh Turki merebut Khilafah Islam dari orang Arab, melanggar Syariah, dan , mengkhianati Agama Islam.

Hal ini memunculkan benih-benih nasionalisme yang akhirnya berbuah pada tahun 1916 ketika Inggris memerintahkan seorang agennya Sharif Hussein dari Mekkah untuk melancarkan Pemberontakan Arab terhadap Khilafah Usmani. Pemberontakan ini sukses dalam membagi tanah Arab dari Khilafah dan kemudian menempatkan tanah itu di bawah mandat Inggris dan Perancis.

Di saat yang sama, nasionalisme mulai dikobarkan diantara orang Turki. Gerakan Turki Muda didirikan tahun 1889 berdasarkan nasionalisme Turki dan dapat berkuasa tahun 1908 setelah mengusir Khalifah Abdul Hamid II. Pengkhianat Mustafa Kamal yang menghapus Kekhalifahan adalah anggota Turki Muda. Inilah alasanya mengapa Kemal kemudian berkata: ”Bukankah karena Khilafah, Islam dan ulama yang menyebabkan para petani Turki berperang hingga mati selama lima abad? Sudah waktunya Turki mengurus urusannya sendiri dan mengabaikan orang India dan orang Arab. Turki harus melepaskan dirinya untuk memimpin kaum muslimin.”

Disamping aktivitas yang dilakukan oleh misionaris Inggris dan Perancis, bersama dengan Rusia mulai dilakukan penjajahan langsung di banyak bagian Dunia Islam. Ini dimulai selama pertengahan abad 18 ketika tahun 1768 Catherine II dari Rusia berperang dengan Khilafah dan dengan sukses dapat menduduki wilayah di Selatan Ukraina, Kaukasus Utara, dan Crimea yang kemudian dijadikan bagian dari Kekaisaran Rusia. Perancis menyerang Mesir dan Inggris mulai menduduki India. Di Abad ke 19 Perancis menduduki Afrika Utara dan Inggris menduduki Mesir, Sudan, dan India. Sedikit demi sedikit wilayah Khilafah menjadi berkurang hingga akhir PD I ketika apa yang tersisa hanyalah Turki, yang diduduki oleh pasukan sekutu dibawah perintah Jendral Inggris yang bernama Charles Harrington.

Pemecahan tanah Khilafah dilakukan dalam sebuah perjanjian rahasia yang dilakukan antara Inggris dan Perancis tahun 1916. Perjanjian itu adalah Perjanjian Sykes-Picot. Rencana ini dibuat diantara diplomat Perancis bernama François Georges-Picot dan penasehat diplomat Inggris Mark Sykes. Di bawah perjanjian itu, Inggris mendapat kontrol atas Jordania, Irak dan wilayah kecil di sekitar Haifa. Perancis diberikan kontrol atas Turki wilayah Selatan-Timur, Irak bagian Utara, Syria dan Libanon. Kekuatan Barat itu bebas memutuskan garis perbatasan di dalam wilayah Khilafah itu. Peta Timur Tengah saat ini adalah garis-garis yang dibuat Sykes dan Picot dengan memakai sebuah penggaris di atas tanah yang dulunya adalah wilayah Khilafah.

Tahun-tahun berlanjutnya kehancuran Khilafah, Inggris memainkan peranan kunci dengan cara memelihara agennya Mustafa Kamal. Melalui sejumlah maneuver politik dengan bantuan Inggris, Mustafa Kamal mampu menjadikan dirinya berkuasa di Turki. Tahun 1922, Konperensi Lausanne diorganisir oleh Menlu Inggris Lord Curzon untuk mendiskusikan kemerdekaan Turki. Turki pada saat itu adalah di bawah pendudukan pasukan sekutu dengan institusi Khilafah yang hanya tinggal nama. Selama konperensi itu Lord Curzon menetapkan empat kondisi sebelum mengakui kemerdekaan Turki. Kondisi-kondisi itu adalah: (1) Penghapusan total Khilafah : (2) Pengusiran Khalifah ke luar perbatasan; (3) Perampasan asset-aset Khilafah : (4) Pernyataan bahwa Turki menjadi sebuah Negara Sekuler

Suksesnya Konperensi itu terletak pada pemenuhan keempat kondisi itu. Namun, dengan tekanan asing yang sedemikian itupun, banyak kaum muslimin di dalam negeri Turki masih mengharapkan Khilafah, yang telah melayani Islam sedemikan baiknya selama beberapa abad dan tidak pernah terbayangkan bahwa Khilafah bisa terhapus. Karena itu, Lurd Curzon gagal untuk memastikan kondisi-kondisi ini dan konperensi itu berakhir dengan kegagalan. Namun, dengan liciknya Lord Curzon atas nama Inggris tidak menyerah. Pada tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal memakai kekuatan bersenjata dan menteror lawan-lawan politiknya sehingga mampu menekan melalui Undang-undang Penghapusan Khilafah yang memungkingkan terhapusnya institusi Khilafah.

Untuk kekuatan kolonialis, penghancuran Khilafah tidaklah cukup. Mereka ingin memastikan bahwa Khilafah tidak pernah bangkit lagi dalam diri kaum Muslimin. Lord Curzon berkata, “Kita harus mengakhiri apapun yang akan membawa persatuan Islam diantara anak-anak kaum muslimin. Sebagaimana yang kita telah sukses laksanakan dalam mengakhiri Khilafah, maka kita harus memastikan bahwa tidak pernah ada lagi bangkitnya persatuan kaum muslimin, apakah itu persatuan intelektual dan budaya.”
Karena itu, mereka memberikan sejumlah rintangan dalam usaha menegakkan kembali Khilafah seperti:
Pengenalan konsep-konsep non-Islam di Dunia Islam seperti patriotisme, nasionalisme, sosialisme dan sekularisme dan mendorong gerakan politik kolonialis yang berdasarkan ide-ide ini.


Kehadiran kurikulum pendidikan yang dibuat oleh kekuatan penjajah , yang masih tetap bercokol selama 80 tahun, yang membuat mayoritas kaum muda yang lulus dan ingin meneruskan pendidikannya ke arah yang bertentangan dengan Islam.


Jeratan ekonomi di Dunia Islam oleh pemerintahan Barat dan perusahaan-perusahaannya dimana masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menghinakan dan dipaksa untuk terfokus hanya pada bagaimana menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan peran sesungguhnya dari para penjajah itu.


Warisan yang disengaja untuk memecah Dunia Islam yang berkisar pada garis perbatasan yang senantiasa diperdebatkan sehingga kaum muslimin akan tetap terlibat dalam masalah-masalah sepele.


Pendirian organisasi-organisasi seperti Liga Arab dan kemudian Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang menipiskan ikatan Islam, dan terus melanjutkan adanya perpecahan di Dunia Islam sementara tetap gagal dalam memecahkan tiap masalah atau isu yang muncul.


Pemaksaan berdirinya Negara asing, Israel, di jantung Dunia Islam yang menjadi pemicu serangan kekuatan Barat atas kaum muslimin yang tidak bisa mempertahankan diri sementara mereka terus menghidupkan mitos rasa rendah diri kaum muslimin.


Kehadiran penguasa-penguasa zalim di Dunia Islam yang kesetiaanya adalah pada tuannya yakni negara-negara Barat; yang menindas dan menyiksa umat Islam; mereka bukanlah dari umat dan membenci umat sebagaimana umat membenci mereka.

Walaupun ada rintangan-rintangan, persengkongkolan dan rencana semacam itu, pendirian Khilafah sekali lagi akan menjadi kenyataan dalam Dunia Islam. Kita harus mengambil kesempatan ini di saat hari peringatan kehancuran Khilafah untuk merefleksikan situasi saat ini dari kaum muslimin dan memastikan bahwa hanya dengan berusaha untuk mengembalikan Khilafah lah kita dapat mencapat kesuksesan yang sesungguhnya dalam kehidupan saat ini dan kehidupan yang akan datang. ( http://hizbut-tahrir.or.id )

(Riza Aulia ; sumber www.Khilafah.com/)
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Selama periode pertama kepemimpinannya, Bush secara brutal menjadikan umat Islam sebagai obyek penjajahannya. Menurut laporan majalah kesehatan Inggris The Lancet, sekitar 100 ribu warga sipil Irak mungkin telah tewas sejak serbuan yang dipimpin Amerika atas negara mereka. (BBC online, 29/10/2004).

Setelah terpilih kembali, Bush menegaskan lagi politik luar negeri Kapitalismenya yang barbar. Bush akan menggunakan demokrasi dan terorisme sebagai alat untuk membenarkan tindakannya membunuhi kaum Muslim di dunia untuk mengeksploitasi kekayaan alamnya. Demokrasi, sistem kufur, yang ditawarkan AS tidak lebih untuk kepentingannya sendiri. Dalam jumpa pers yang pertama setelah terpilih Bush mengatakan, “Jika kita mau melindungi negara kita dalam jangka panjang, hal terbaik yang dilakukan adalah menyebarkan kebebasan dan demokrasi.” (Kompas, 6/11/2004).

Setelah itu, Bush segera menyerang Fallujah habis-habisan. Atas perintah Bush, yang didukung Inggris dan anteknya Allawi, Fallujah, daerah yang dikenal dengan banyak masjid, dibombardir. Dunia disuguhi kesadisan tentara AS yang membunuhi kaum Muslim yang sudah tidak berdaya di masjid. Untuk membungkam perlawanan, AS pun membunuh para ulama terkemuka di Irak yang tidak setuju dengan AS dan Allawi. Al-Quran pun mereka hinakan dengan cara dicampakkan dan dikoyak-koyak.

Apa yang terjadi pada kaum Muslim sekarang ini tidak lepas dari agenda penjajahan negara-negara kapitalis. Penjajahan—dalam segala bentuknya—bahkan merupakan tharîqah (metode) yang baku dalam politik luar negeri mereka. Negara-negara kapitalis-imperialis adalah seperti AS Inggris, Prancis, dan Jerman. Tujuan politik luar negeri mereka juga jelas, yakni menyebarluaskan ideologi Kapitalisme ke seluruh penjuru dunia.

Negara-negara imperialis ini jelas tidak akan membiarkan sedikitpun ada kekuatan lain yang dapat mengganggu misi mereka dan lestarinya penjajahan mereka. Ini berlaku dari dulu hingga sekarang. Perkara ini tampak jelas dalam perencanaan pertahanan AS yang dikemukakan oleh Pentagon pada Februari 1992, yang mempertegas kebijakan luar negeri AS untuk menghalangi munculnya pesaing baru Amerika dari mana pun.

Islam Musuh Nomor Satu Kapitalisme

Persatuan negeri-negeri Islam jelas merupakan ancaman besar bagi negara-negara imprialis Barat. Apalagi kalau persatuan itu dibangun di atas dasar ideologi yang sahih, yakni ideologi (mabda’) Islam; ideologi yang didasarkan pada akidah Islam dan diemban oleh institusi politik Islam yang menerapkan syariat Islam, yakni Daulah Khilafah Islam; sebuah negara yang akan membebaskan negeri-negeri Islam dengan jihad. Tidak aneh jika tiga perkara tersebut—akidah Islam, syariat Islam yang ditegakkan oleh Daulah Khilafah Islam, dan jihad—menjadi sasaran penghancuran oleh AS.

Sesungguhnya Islam telah dinominasikan oleh AS menjadi musuh utamanya, terutama setelah robohnya Komunisme. Negeri-negeri Islam menjadi sasaran terpenting AS dalam perang melawan terorisme. Tujuannya adalah untuk mengokohkan dominasi dan penjajahan AS di negeri-negeri Islam. Salah satu alasannya karena kaum Muslim di seluruh dunia sedang merintis jalan menuju kebangkitannya melalui upaya penegakan kembali Daulah Khilafah Islam. AS dan sekutu-sekutu imperialismenya sangat tahu persis, bahwa Daulah Khilafah itulah satu-satunya negara yang berkemampuan untuk meluluhlantakkan ideologi Kapitalisme yang dipimpin oleh AS.

Tidak aneh pula jika saat ini kita menyaksikan para pejuang syariat Islam dan Daulah Khilafah Islam dihalang-halangi dan ditindas. Mereka dituduh teroris, mengganggu stabilitas, dan memecah-belah. Menhan AS Rumsfeld, misalnya, pernah mengingatkan bahaya kaum ‘teroris’, “Tujuan mereka (para ekstremis) adalah menghancurkan pemerintahan yang ada di dunia, menegakkan Khilafah, menjadikan dunia di bawah tangan teroris, dan menentukan bagaimana tiap orang hidup. (thestar.com.my)

Agenda Penjajahan Negara Imperialis

A. Politik.
Di bidang ini tiga perkara yang menonjol adalah demokratisasi, disintegrasi, dan war on terrorism. Tiga isu ini menjadi alat untuk mengokohkan imperialisme AS di Dunia Islam.

1. Demokratisasi
Demokratisasi Dunia Islam menjadi agenda penting AS. Dalam pidatonya pada Kamis 6/11/2003 di depan The National Endowment for Democracy pada ulang tahun badan itu yang ke-20, Bush kembali menekankan pentingnya demokratisasi Timur Tengah. Dalam kesempatan itu, Bush mengungkap strategi ke depan bagi ‘pembebasan’ Timur Tengah. Ada beberapa argumentasi yang dilontarkan Bush tentang pentingnya demokratisasi di Timur Tengah. Menurutnya, selama kebebasan (freedom) belum tumbuh di Timur Tengah, kawasan itu akan tetap menjadi wilayah stagnan (jumud), ‘pengekskpor’ kekerasan, termasuk menjadi tempat penyebaran senjata yang membahayakan negara AS. Hal ini dipertegas lagi dalam pidato pertama terpilihnya kembali dirinya baru-baru ini.

Jelas, argumentasi demokratisasi ini penuh dusta dan kebohongan. Munculnya kekerasaan di Dunia Islam, terutama Timur Tengah selama ini, karena dipicu oleh tindakan zalim AS sendiri terhadap umat Islam. Berbagai krisis dan konflik di dunia saat ini merupakan reaksi keras kekejaman AS. Mungkinkah muncul perlawanan terhadap pasukan AS kalau mereka tidak menduduki Irak? Mungkinkah pula muncul perlawanan Hamas dengan aksi-aksi syahidnya kalau AS tidak terus-menerus mendukung penjajah Israel di bumi Palestina?

Lagi pula, mengapa AS baru memunculkan isu demokratisasi belakangan ini saja, padahal selama ini AS banyak berkolaborasi dengan pemerintahan diktator di Timur Tengah; AS juga telah lama bekerjasama dengan pemerintah Saudi yang diktator dan jelas-jelas tidak demokratis. Sebelumnya juga, AS pernah lama bekerjasama dengan rezim Saddam Hussein saat AS mendukung Irak dalam perang melawan Iran. AS juga, hingga saat ini, tetap saja mendukung penguasa Mesir Husni Mubarak yang dikenal diktator dan bertindak kejam terhadap para pejuang Islam. Dari sini jelas, isu demokratisasi tidak lain adalah untuk mengokohkan kedudukan penjajahan mereka di Timur Tengah.

2. Disintegrasi
Upaya disintegrasi negeri-negeri Islam tampak jelas dari campur tangan AS dalam setiap konflik yang berbau disintgerasi. Di Indonesia perkara ini tampak jelas dalam kasus Aceh, Ambon, Papua, dan Poso. Disintegrasi juga dilakukan lewat usulan dan kebijakan desentralisasi, otonomi daerah, isu putra daerah, Indonesia Timur-Barat, dsb.

Di belahan dunia lain, hal yang sama dilakukan di Irak dengan memunculkan isu Syiah-Sunni, negara federal, dsb. Di Sudan, beberapa perundingan dilakukan dengan pemberontak John Garang yang mengisyaratkan pengakuan terhadap pemisahan dan pemberontakan di Sudan Selatan. AS dan Eropa demikian semangat mengangkat krisis di Sudan Barat sebagai bentuk pembantaian etnis. Di sisi lain, AS diam seribu bahasa terhadap tindakan kejam para pemberontak di Sudan Selatan dan Barat tersebut.

Kenyataan sesungguhnya, negara-negara imperialis itulah—yang didukung oleh antek-anteknya—yang merekayasa konflik di negeri-negeri Islam. Mereka memunculkan konflik horisontal agar umat ini tetap terpecah-belah. Muncullah konflik Pakistan-Bangladesh, Iran-Irak, Irak-Kuwait, Filipina-Moro, Thailand-Pattani, Irak-Kurdi-Turki, Sudan Selatan, Timor Timur, Aceh, Papua, Poso, Ambon, dan lain-lain. Sudah banyak bukti, bahwa AS secara langsung atau tidak langsung membantu—dengan dana maupun persenjataan—pihak-pihak yang menghendaki disintegrasi.

Politik disintegrasi ini secara ‘klasik’ telah dijadikan AS untuk memecah-belah Dunia Islam. Politik disintegrasi juga dijadikan alat untuk menimbulkan konflik yang menjadi alasan AS untuk melakukan intervensi.


3. War on Terrorism
War on terorism masih menjadi isu yang dipelihara AS untuk kepentingan nasionalnya. Atas dasar perang melawan terorisme, AS mengintervensi negara-negara lain. Perang melawan terorisme juga mereka perkuat dengan isu agama seperti Perang Salib. Bush pernah mengatakan bahwa perang ini merupakan lanjutan dari Perang Salib. “This Crusade, this war on terrorism, is going to take a along time. (Perang Salib, perang melawan terorisme, akan memakan waktu yang lama),” katanya. (BBC, 16/9/2001).

Wakil Menhan AS urusan intelijen, Letjen William Boykin, juga pernah mengatakan, “The U.S. battle with Islamic terrorists as a clash with the devil (Perang melawan teroris Islam sama dengan perang melawan setan).” (VOA, 22/10/2003).

Upaya mempertahankan isu ini antara lain dengan pembentukan opini bahwa para teroris mengancam kepentingan AS dan dunia, jaringan teroris sangat kuat dan meluas, pemberian warning (peringatan-peringatan) tentang adanya ancaman terorisme, dll. Dalam konteks ini, beberapa tindakan teror sangat mungkin didalangi oleh AS, langsung atau tidak, untuk memperkuat anggapan adanya ancaman terorisme dunia. Bahkan, dalam forum ekonomi APEC (yang tidak berhubungan langsung dengan masalah politik) di Chile baru-baru ini, AS memaksakan agenda perang melawan terorisme ini.


B. Ekonomi: Liberalisasi, Privatisasi, dan Utang Luar Negeri
Negeri-negeri Islam masih menjadi obyek dari agenda ekonomi AS dan negara-negara imperialis kapitalis kufur lainnya. Hal ini tidaklah aneh karena negara-negara kufur itu sangat bergantung pada kekayaan alam negeri-negeri Islam, terutama minyak, seperti di Irak dan Saudi Arabia. Di Indonesia, secara rakus Freeport mengeksploitasi tambang emas di Papua. Agenda ekonomi ini juga penting bagi AS untuk menimbulkan ketergantungan Dunia Islam pada Barat, meskipun negeri-negeri Islam adalah negeri yang kaya. Program-program kapitalisasi ekonomi pun masih berlanjut hingga kini seperti privatisasi, utang luar negeri, investasi asing, pasar modal, mata uang dolar, dan lain-lain. Program ini dirancang oleh badan-badan penjajahan ekonomi seperti IMF, Bank Dunia, WTO, organisasi ekonomi regional, dan lain-lain.


C. Sekularisasi Pendidikan
Upaya AS yang paling menonjol adalah melakukan perbaikan kurikulum pendidikan agama di negeri-negeri Muslim yang tidak sejalan dengan kepentigan penjajahnnya. Di beberapa negeri Islam pelajaran yang memuat kejelasan tentang kekufuran, kejahatan Yahudi dan Nasrani, syariat Islam yang kâffah, dan jihad diintervensi untuk diganti. Hal ini terjadi di Indonesia, Mesir, Saudi Arabia, Yordania, dan negeri-negeri Islam lainnya.

Kedubes AS di Indonesia, misalnya, secara terbuka mengirimkan buku-buku ‘propaganda’ AS ke pesantren-pesantren di Indonesia. Di Saudi dilakukan operasi besar-besaran untuk memantau dan memeriksa para penceramah agar tidak bertentangan dengan kepentingan AS. Korbannya, lebih kurang 1000 khatib dipecat karena dianggap tidak memenuhi syarat. Untuk mencegah munculnya teroris, Maroko menutup 600 masjid. Di Mesir dan Yordania, para ulama anti Barat dan zionis Israel dilarang muncul di TV dan berceramah. Semuanya di bawah tekanan untuk memenuhi kepentingan AS.

Maksud AS dengan perubahan kurikulum ini adalah jelas, yakni menghilangkan tiga kekuatan utama kaum Muslim: akidah, syariat yang diterapkan oleh Khilafah, dan jihad. Sebab, selama tiga kekuatan ini masih hidup di dalam benak dan sanubari kaum Muslim, AS akan mengalami banyak hambatan untuk memuluskan penjajahannya atas kaum Muslim.


D. Budaya dan Gaya Hidup
Tidak ada satu aspek pun yang tidak diserang oleh negara-negara imperialis, tak terkecuali dalam hal budaya dan gaya hidup. Penduduk negeri-negeri Islam pun diformat pemikiran dan perasaannya dengan budaya dan gaya hidup Barat yang najis. Semua itu dipropagandakan oleh negeri-negeri Barat dengan sungguh-sungguh serius.

Target Barat dalam hal ini adalah jelas, menjauhkan kaum Muslim dari budaya dan gaya hidup Islam, meninabobokan mereka dengan kesenangan semu, merusak moral pemuda Islam, dan juga untuk kepentingan ekonomi.


E. Militer: Pendudukan Irak, Afganistan, Palestina
Tidak puas dengan menjajah lewat ekonomi, budaya, atau pendidikan, negara-negara imperialis penjajah kufur pun menyerang negeri-negeri Islam, dan mendudukinya secara langsung. Dengan berbagai alasan yang penuh kebohongan mereka membunuhi rakyat yang tidak berdosa, memperkosa para wanitanya, dan melanggar kehormatan rumah-rumah kaum Muslim. Inilah yang terjadi di Irak, Afganistan, Palestina, dan negeri-negeri Islam lainnya.

Negara-negara imperialis melakukan ini setelah mereka melihat bahwa kepentingan mereka tidak bisa dimaksimalkan oleh agen-agen mereka di negeri-negeri Islam. Mereka pun turun langsung dengan alasan mengganti rezim yang diktator (padahal merekalah yang membentuk, mendukung, dan mempertahankannya selama ini).


F. Pemikiran

1. Penghancuran akidah dan syariat Islam
Hal ini dilakukan dengan mengaburkan akidah Islam sebagai satu-satunya agama yang benar. Di bidang akidah, mereka mengusung ide persamaan agama, dialog antaragama, pluralisme, dll. Di bidang syariat, mereka melakukan upaya liberalisasi Islam, desakralisasi ajaran Islam, dan penjungkirbalikkan hukum-hukum Islam atas nama kontekstualisasi. Hermeneutika pun kemudian dijadikan metode utama untuk menafsirkan al-Quran.

Semua itu dilakukan Barat karena mereka sangat sadar, bahwa penjajahan mereka terhadap negeri-negeri Islam bisa terhambat karena pemikiran dan perasaan Islam yang dianut oleh kaum Muslim. Selama mereka masih berpegang teguh dengan akidah dan syariat Islam, memperjuangkan tegaknya kembali Daulah Khilafah Islam, dan memandang bahwa jihad adalah kewajiban, mereka tidak akan bisa ditaklukkan.

Penjajah Barat antara lain menggunakan anak-anak kaum Muslim sendiri untuk menghancurkan masyarakatnya. Muncullah kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Muslim, tetapi dengan bangga menyebarkan ide-ide yang rusak. Atas nama liberalisme, demokrasi, dan pluralisme mereka menjadi agen Barat yang menghancurkan kaum Muslim sendiri dengan mengokohkan sekularisme di negeri-negeri Islam.

Untuk itu, AS dan negara imperialis lainnya mendukung secara penuh upaya dekonstruksi akidah dan syariat Islam ini, seperti lewat bantuan dana. Bantuan ini bisa secara resmi lewat pemerintah atau organisasi-organisasi asing yang sejalan dengan kepentingan AS seperti LSM dan yayasan (foundation). Seperti diketahui, The Asia Foundation banyak memberikan bantuan dalam penyebaran ide-ide yang menghancurkan Islam. Salah satu hasilnya adalah Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam yang sebagian besar isinya justru bertentangan dengan syariat Islam.

2. Membentuk citra negatif Islam
Dari segi pemikiran, Barat berikut antek-anteknya—baik dari kalangan intelekual maupun yang mengklaim ulama—berupaya untuk menyesatkan, mengaburkan, dan memberikan citra negatif ide-ide Islam. Tujuannya adalah agar kaum Muslim jauh dari nilai-nilai Islam, terutama syariat Islam. Ide-ide syariat Islam pun dijelek-jelekkan. Dikatakan, misalnya, poligami menindas wanita, potong tangan tidak manusiawi, jilbab menindas wanita, dll.

Menarik rekomendasi yang diusulkan oleh Ariel Cohen, Ph.d yang diterbitkan oleh The Heritage Foundation, yang dikenal dekat dengan pemerintah AS. Menurutnya, AS harus menyediakan dukungan pada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariat, seperti potong tangan untuk kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan Afganistan di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat lainnya. Perlu juga diekspos perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair. (Hizb ut-Tahrir: An Emerging Threat to U.S. Interests in Central Asia).

Hal yang sama diusulkan Cheryl Benard yang diterbitkan oleh the Rand Corporation. (Civil Democratic Islam, Partners, Resources, and Strategies, hlm. 1-24).

Jadi, jangan heran kalau isu-isu di atas paling getol dikampanyekan oleh Barat, termasuk jaringan pendukungnya dari kaum Muslim sendiri.

3. Membuat dikotomi dalam Islam dan kelompok Islam: fundamentalis-modernis, kultural-struktural, militan-moderat, dan lain-lain
Dengan membuat dikotomi ini AS berharap terjadi pertentangan antar kelompok Islam, yang jelas akan menghambat bangkit dan bersatunya umat Islam. Konflik pemikiran yang diturunkan dari dikotomi ini diharapkan menguras energi intelektual kaum Muslim dari pembahasan yang sebenarnya. Umat Islam pun diharapkan lupa bahwa musuh mereka yang sebenarnya adalah ideologi Kapitalisme yang dipimpin AS.


Khatimah

Itulah beberapa agenda penjajahan Barat atas Dunia Islam, yang sebetulnya sudah lama dilancarkan, tetapi semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Bagaimanapun, Barat dengan kekuatan negaranya yang dibangun atas dasar ideologi Kapitalisme yang mengglobal harus dilawan dengan kekuatan negara yang dibangun di atas ideologi yang juga mengglobal. Negara tersebut adalah Daulah Khilafah Islam. Daulah Khilafah Islam akan menghimpun potensi kaum Muslim dan menyatukan Dunia Islam untuk kemudian berjihad melawan penindasan negara-negara Barat kapitalis.

Jihad berperang melawan negara-negara Barat kapitalis—termasuk melalui perang propaganda—tentu saja akan dapat dilakukan secara seimbang jika kaum Muslim bersatu di bawah naungan Daulah Khilafah Islam. Allah Swt. berfirman:
Oleh sebab itu, siapa saja yang menyerang kalian, seranglah dia, seimbang dengan serangannya terhadap kalian. (QS al-Baqarah [2]: 194).

Oleh: Farid Wadjdi
syabab muslim
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments