Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,
Hamas dan Fatah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi nasional untuk mengakhiri perselisihan yang sudah berjalan empat tahun antara kedua faksi besar Palestina itu. Kesepakatan yang tidak diduga oleh rezim Zionis Israel memicu reaksi keras dari para pemimpin Zionis.

Presiden Israel Shimon Peres menyebutnya sebagai kesalahan fatal yang dilakukan Fatah. Sebab, menurutnya kesepakatan itu telah menghalangi terbentuknya negara Palestina merdeka dan mengancam perdamaian Timur Tengah. Peres mendesak Kepala Otorita Palestina Mahmoud Abbas untuk memikirkan perdamaian bukan berdamai dengan Hamas. Presiden Israel mengatakan, dengan rekonsiliasi ini Hamas bisa menguasai wilayah Tepi Barat Sungai Jordan.


Seiring dengan itu, kabinet Israel menggelar sidang untuk membahas kesepakatan damai Fatah dan Hamas. Di bagian lain, Menteri Luar Negeri Rezim Zionis, Avigdor Lieberman menyebut Otorita Palestina pimpinan Mahmoud Abbas telah melanggar garis merah karena berdamai dengan Hamas. Israel, katanya, akan mereaksi keras perkembangan yang berbahaya ini.

Di bagian lain, Perunding Senior Palestina Saeb Erekat menyebut pernyataan Menlu Israel sebagai intervensi dalam urusan Palestina. Menurutnya, rekonsiliasi nasional adalah langkah awal untuk menegakkan demokrasi di Palestina dan perdamaian di kawasan.

Hari Rabu, perundingan antara delegasi Hamas dan Fatah di Kairo Mesir telah melahirkan kesepakatan perdamaian kedua kubu ini. Berdasarkan kesepakatan kedua pihak akan mengakhiri perseteruan dan bersama-sama melangkah untuk menggelar pemilihan umum dan membentuk pemerintahan persatuan nasional. (IRIB/AHF)
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Hamas dan Fatah Damai, Israel Marah Besar"

Posting Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments