Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,
Konflik Thailand-Kamboja (mediaindonesia.com)
Mengenai detail konflik Thailand & Kamboja ini, tentunya sedikit banyaknya kita dapat memantaunya di berbagai media massa (TV, koran, dll), jadi detailnya tidak usah saya bahas lagi di sini. Yang jelas, hal yang mirip bukan tidak mungkin dapat saja sewaktu-waktu terjadi antara Indonesia dengan negara tetangganya.

Ada sedikit analisa (yang dalam tahap ini sebenarnya masih cukup dangkal untuk dikatakan sebagai analisa) tentang apa sebenarnya yang kira-kira terjadi di konflik ini:

1) Walaupun masing-masing pihak (Thailand maupun Kamboja) mengklaim bahwa tembakan dimulai dari pihak lawan (Thailand menuduh Kamboja lah yg memulai tembakan, dan begitu pula sebaliknya), saya yakin tembakan ini dimulai oleh Thailand. (Alasan-alasan di balik ini saya paparkan di bawah)

2) Kuil Hindu Kuno (Preah Vihear) yang diperebutkan sebenarnya sudah diakui sebagai milik Kamboja oleh PBB. Ini terbukti dengan terdaftarnya kuil ini sebagai World Heritage atas nama Kamboja beberapa tahun lalu. Bahkan, pada tahun 1962, International Court Justice juga sudah mengakui bahwa kuil ini berada dalam wilayah Kamboja. Jadi, sebenarnya masalah ini sudah selesai secara hukum internasional dan Kamboja tentunya tidak memiliki kepentingan untuk memperebutkan kembali permasalahan kepemilikan kuil ini.

3) Di sisi lain, Thailand secara politik mengalami instabilitas. PM Samak baru saja diturunkan secara paksa oleh kekuatan rakyat (walaupun kemudian penurunan ini dilegitimasi dengan tuduhan lain). PM Somchai yang baru naik pun sepertinya tidak akan bertahan lama, karena masih kerabat mantan PM Thaksin. Padahal, jelas sekali bahwa massa sebelumnya menuntut penurunan PM Samak karena menuduh Samak sebagai antek Thaksin, apatah lagi bila yang menjadi PM adalah kerabat Thaksin sendiri. Jadi, masalahnya belum selesai dan konflik dalam negeri ini diperkirakan akan terus berkepanjangan.

4) Untuk menghadapi instabilitas dan konflik horizontal dalam negeri ini, obat yang paling ampuh adalah mengalihkan perhatian rakyat, antara lain dengan cara "memiliki musuh bersama". Terkait ini, sangat mungkin Thailand lah yang mengharapkan adanya konflik ini, karena jelas Kamboja tidak akan pernah bisa diuntungkan dengan adanya konflik ini. Secara hukum internasional, posisi Kamboja atas kuil ini sudah jelas. Secara politik, Kamboja relatif stabil. Secara ekonomi, mereka sedang giat-giatnya bangkit dari keterpurukan akibat perang saudara berkepanjangan pada dekade-dekade yang telah lalu. Secara militer, di atas kertas mereka jauh kalah dibanding Thailand sehingga tidak mungkin Kamboja sengaja menantang Thailand untuk sebuah konflik terbuka.

5) Saya yakin, konflik ini akan berlanjut dalam bentuk provokasi-provokasi kecil secara sporadis oleh militer Thailand, dan bila Kamboja terpancing dengan provokasi tsb, bukan tidak mungkin konflik ini akan membesar.

6) Keberanian Thailand untuk menantang Kamboja ke dalam konflik terbuka itu sendiri kemungkinan didorong oleh fakta perimbangan kekuatan, bahwa kekuatan militer Kamboja sendiri secara alutsista kalah jauh dibanding Thailand. Kelemahan militer suatu negara selalu bisa menjadi salah satu pendorong / motivasi bagi terjadinya agresi oleh negara lain ke negara tersebut.

Pelajaran bagi Indonesia yang bisa dipetik dari konflik ini adalah:

1) Setiap perselisihan tentang perbatasan maupun masalah lainnya antar negara hendaknya diupayakan dengan jalan negosiasi.

2) Bila negosiasi bilateral menjadi buntu, maka perlu dilibatkan pihak ketiga, apakah itu PBB, negara perantara, dsb.

3) Perlunya kekuatan militer yang signifikan agar menjadi daya penggetar bagi negara tetangga maupun negara manapun untuk tidak memulai konflik dengan negara kita. 

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF

Sumber: http://www.tandef.net Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

2 Response to Analisa Konflik Thailand dan Kamboja

6 Oktober 2011 21.32

artikelnya mantapss

Anonim
4 Mei 2012 17.01

mau nanya nih , apa dampak dari perebutan wilayah kedua negara terhadap negara sekitarnya. Misalnya negara Laos ?

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments