Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:
Senjata nuklir bukanlah kekuatan yang pantas ditakuti tetapi semangat jihad dan kekuatan ilmu pengetahuan luar angkasa dan pesawat tempur itulah yang membuat zionis Amerika dan Israil gemetar. Suicide bomber di WTC merupakan contoh prototype serangan yang mampu mengalahkan penguasa manapun yang dilengkapi dengan senjata nuklir bertumpuk di gudangnya.

Peacefull for All…by moslims all over the world
Bagaimanakah jika serangan dilakukan oleh pesawat tempur, dengan sasaran langsung lokasi keberadaan senjata nuklir? Ini belum pernah terjadi, dan semoga tidak akan terjadi selama-lamanya sebab akan banyak nyawa-nyawa dari rakyat zionis Amerika dan Israil yang akan terpanggang di tungku nuklir yang dibuatnya sendiri. Mereka manusia yang membutuhkan perlindungan dari tentara Islam.

“Peperangan tidak bisa dielakkan. Semua upaya diplomasi buntu, dan masing-masing pihak berpegang pada pendirian masing-masing. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga tidak bisa berkutik di hadapan jenderal Amerika. Draf sanksi kepada umat Islam, disetujui semua anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Apa yang terjadi di abad ini, memang sudah diperkirakan beberapa abad yang lalu. Bahwa upaya damai sudah dilakukan, itu betul. Tetapi, rupanya Zionis Amerika tetap memaksakan kehendaknya terhadap dunia Islam. Sesuatu yang seharusnya menjadi dasar untuk menciptakan perdamaian dan persahabatan antara umat Islam dan Zionis Amerika, justru menjadi petaka dunia. Kesepakatan-kesepakatan di masa lalu mentah, tinggal di dalam laci dan menjadi sampah. Semua perjanjian yang disetujui bersama juga tidak mempan menghalang perseturuan ini. Pertempuran di meja perundingan, rupanya akan berpindah di medan tempur, menggunakan senjata mematikan.

Sebenarnya semua pihak tidak menginginkan peperangan ini. Upaya damai dari umat Islam, tidak ditanggapi secara serius, daa terkesan mengulur-ulur waktu, menandakan bahwa kekuatan nuklir Zionis Amerika terkesan menjadi modal keberanian dan kebanggaanya menekan dunia Islam. Umat Islam sedemikian hina direndah-rendahkan, sementara pada saat yang sama, Zionis Israil selalu dibela mati-matian. Apapun keputusan zionis Israil adalah juga keputusan zionis Amerika. Dua negara sejoli ini seolah ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa mereka adalah kekuatan yang tidak dapat dikalahkan selama-lamanya. Mereka tidak segan-segan menembak rakyat sipil Palestina semaunya sendiri, merusak perdamaian negara-negara kecil lainnya, memaksakan kehendaknya ke semua negara kecil di dunia lainnya, yang berada jauh dari benuanya, dan memporak-porandakan negara-negara yang penduduknya umat Islam. Belum lagi, rencana atau agenda perang yang masih tersimpan dalam arsip kabinetnya. Setumpuk draft pelancaran serangan ke banyak negara yang dianggap tidak sehaluan dan apalagi negara yang terkesan menantang zionis Amerika.

Masing-masing pihak mempersiapkan seluruh perlengkapan perangnya. Di Amerika dan Israil, pangkalan nuklir disiagakan, kapal induk juga tidak ketinggalan diluncurkan ke beberapa tujuan mendekat ke pelabuhan negara-negara Islam.

Hari ini merupakan hari sangat bersejarah bagi sejarah dunia. Semenjak bumi ini ada berputar, hanya di abad ini terjadi suatu perang besar-besaran, Umat Islam melawan Zionis Amerika dan Israil. Sementara negara-negara selain itu, tidak dilibatkan secara sukarela, sebab memang tidak dalam kondisi saling mencurigai dan bermusuhan. Perang ini penentuan, apakah zionis Amerika dan Israil atau umat Islam yang menjadi pemenangnya.

Memandang perimbangan kekuatan kedua pihak, hampir semua negara di dunia ini, memperkirakan dan meramal seyakin-yakinnya bahwa pemenang peperangan ini adalah negara pemilik senjata nuklir. Siapa lagi kalau bukan Zionis Amerika dan Israil. Bahkan umat Islam sendiri tidak sedikit yang mengutuk peperangan ini, sebab melihat persenjataan lawan yang demikian komplit dan mutakhir. Akan tetapi, bagi tentara Islam, prinsip pegangannya adalah Jihad dan Syahid. Tentara Islam tidak peduli dengan senjata-senjata canggih yang memenuhi gudang tentara lawan. Tentara Islam tidak gentar sedikitpun dengan gunungan senjata nuklir di pihak Zionis Amerika dan Israil.

Sementara itu, di dalam pangkalan tentara Islam, persiapannya berupa peta lokasi penyimpanan senjata nuklir Zionis Amerika dan Israil. Kehebatan satelit dari negara Islam yang mengorbit, ternyata mampu memberikan bantuan penunjuk lokasi penyimpanan semua senjata nuklir kedua lawan. Semua tentara Islam yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk melancarkan serangan Suicide Bomber ke semua lokasi penyimpanan senjata nuklir. Disiapkan sekitar 500.000 tentara Islam, dilengkapi dengan pesawat mutakhir, tetapi tanpa senjata nuklir. Ditambah lagi, sekitar 500.000 tentara Islam lagi yang siap menghadapi serangan di daratan.

Begitu waktu tiba, semua 500.000 tentara Islam itu meluncur ke udara, dan menuju semua lokasi penyimpanan senjata nuklir. Mereka dalan suicide bomber yang memang disiapkan untuk meledakkan senjata nuklir di tempat asalnya sendiri. Di suatu sasaran, dengan radar anti pesawat, beberapa pesawat lawan berhasil mencegat pesawat tentara Islam, dan menembak jatuh. Tetapi rupanya radar dan pertahanan udara lawan tidak sanggup menghadapi pesawat tentara Islam yang datang secara menyebar dari berbagai arah dalam jumlah 1000 pesawat. Sesuai rencana, setiap sasaran disiapkan sekitar 1000 pesawat suicide bomber. Jumlah ini untuk mengantisipasi, jika kemungkinan ada serangan balik pesawat lawan merontokkan 500 pesawat, maka masih ada 500 pesawat suicide bomber.

Serangan serentak dalam satu waktu memang menjadi siasat merusak konsentrasi lawan. Dalam jangka 3 hari 3 malam semua sasaran penyerangan di lokasi penyimpanan senjata nuklir bisa dimusnahkan. Senjata yang mungkin masih tersisa adalah senjata nuklir portable yang memang bisa dipindah-pindah secara cepat, tanpa membutuhkan banyak peralatan memindah.

Di semua negara Islam, rakyat dan tentara Islam menyebar, menghindari serangan senjata nuklir. Dalam 10 km persegi hanya terdapat sekitar lebih kurang 1000 orang dengan lokasi tinggal menyebar, membentuk kelompok kecil-kecil 10 orang. Taktik ini untuk mengurangi jumlah korban akibat serangan senjata nuklir. Semua pangkalan besar ditinggalkan membentuk pangkalan-pangkalan kecil secara berpindah-pindah.

Setelah beberapa hari perang berlangsung, rupanya semangat perang tentara zionis Amerika dan Israil hanya bergantung kepada senjata nuklir. Ketika senjata nuklir mulai berkurang secara drastis dengan ledakan pemusnahan beratus-ratus ribu rakyatnya sendiri, maka semangat juangnya melemah. Suicice bomber telah melaksanakan tugasnya yang mulia ini dengan baik. Tentara suicide bomber ini sudah syahid mendahului pejuang lainnya.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh tentara Islam. Maka serangan darat dan laut juga segera dilancarkan. Mendapat serangan beruntun dari suicide bomber, Zionis Amerika dan Israil tidak berdaya memperpanjang pertahanannya. Zionis Amerika dan Israil menyerah tanpa syarat di hadapan petinggi tentara Islam dengan menandatangani perjanjian damai”.

Ilustrasi peperangan antara tentara Islam melawan Zionis Amerika dan Israil di atas kemungkinan besar tidak akan dijadikan film layar lebar oleh sutradara Hollywood. Hollywood dijamin akan selalu membuat film yang menggambarkan kemenangan Zionis Amerika atau Israil atas tentara Islam.

Bagi umat Islam, janganlah selalu merasa kalah dan lemah berhadapan Zionis Amerika dan Israil. Cukup semangat jihad ditambah kekuatan satelit pemantau lokasi penyimpanan senjata nuklir, serta beberapa senjata perang utama selain senjata nuklir, umat Islam dijamin tidak dapat dikalahkan oleh siapapun.

Ilustrasi di atas bukan khayalan dan mimpi kosong, tetapi benar-benar suatu kondisi taktik perang yang paling ditakuti oleh Zionis Amerika dan Israil. Serangan Al Qaedah yang tidak dapat dihentikan sampai hari ini, menjadi indikator bahwa perlawanan terhadap zionis Amerika dan Israil tidak akan berhenti walaupun Nagasaki dan Hiroshima sudah menyerah tanpa syarat di hadapan pemilik senjata nuklir. Tetapi tidak dengan Al Qaedah yang justru sudah mencuri kaedah dan dasar Jihad dari Umat Islam.

Senjata nuklir bukanlah kekuatan yang pantas ditakuti tetapi semangat jihad dan kekuatan ilmu pengetahuan luar angkasa dan pesawat tempur itulah yang membuat zionis Amerika dan Israil gemetar. Suicide bomber di WTC merupakan contoh prototype serangan yang mampu mengalahkan penguasa manapun yang dilengkapi dengan senjata nuklir bertumpuk di gudangnya.

Bagaimanakah jika serangan dilakukan oleh pesawat tempur, dengan sasaran langsung lokasi keberadaan senjata nuklir? Ini belum pernah terjadi, dan semoga tidak akan terjadi selama-lamanya sebab akan banyak nyawa-nyawa dari rakyat zionis Amerika dan Israil yang akan terpanggang di tungku nuklir yang dibuatnya sendiri. Mereka manusia yang membutuhkan perlindungan dari tentara Islam.

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

3 Response to Zionis Amerika Serikat dan Israel Menyerah Tanpa Syarat di Hadapan Tentara Islam

Anonim
30 Januari 2012 17.23

Akan lebih arif menggunakan penyebutan zionis Israil dengan kalimat ganti "Zionis Yahudi", karena Israil adalah menisbatkan pada seorang nabi yang mulia dari bani Ibrahim Allaihi Sallam

4 Juli 2013 12.21

Dongeng nya keren gan. tq

Anonim
14 Agustus 2013 12.39

Angan-angan,,hihi cerita dongeng kata orang tua-tua...

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments