Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,
Alex Salmond mengambil langkah untuk meyakinkan para prajurit Inggris dengan cara menjaga jarak dari klaim seorang koleganya yang menyatakan bahwa satu dari sembilan orang prajurit baru berpeluang untuk terluka di medan tempur atau justru dipulangkan dalam kantong mayat.

Pemimpin partai penguasa tersebut membantah ucapan Christine Grahame, seorang anggota dewan senior Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang dalam minggu ini menyatakan bahwa ada awan kelabu yang memayungi angkatan bersenjata, karena ada peluang yang relatif besar untuk mengalami luka serius atau justru terbunuh.

Grahame mengutip data yang menunjukkan bahwa 20 dari 206 orang prajurit yang telah kehilangan nyawa di Afghanistan sejak tahun 2006 adalah orang Skotlandia, ia menambahkan bahwa menurutnya, jalur militer bukanlah sebuah pilihan karir yang bagus.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa hanya ada 16 orang prajurit Skotlandia dari 68.000 orang pasukan – yang ditugaskan di Afghanistan – yang telah terbunuh. Namun, Grahame mengatakan bahwa klaim Kementerian Pertahanan tersebut adalah data statistik yang telah dimanipulasi.

Salmond berang dengan intervensi Grahame tersebut, sementara partai-partai oposisi mengecap Grahame sebagai aib Skotlandia dan mengklaim bahwa Grahame mewakili wajah sebenarnya dari partai nasional Skotlandia.

Alex Salmond mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mendukung ucapan Grahame, namun ia membela hak dari para anggota dewan untuk mempublikasikan pandangan-pandangan pribadi mereka mengenai isu-isu semacam itu.

"Skotlandia telah dikecewakan melalui dua cara. Yang pertama, tentu saja, bahwa sejumlah pertempuran, seperti perang ilegal di Irak, merupakan perang yang salah arah," katanya dalam sebuah konferensi pers di kediamannya di kawasan Edinburgh residence.

"Yang kedua, kurangnya perlindungan dan kurang memadainya perlangkapan tempur. Meskipun Skotlandia sejatinya memiliki tradisi militer yang patut dibanggakan."

Namun, partai-partai oposisi mengatakan bahwa Salmond seharusnya mendisiplinkan Grahame, atau memaksanya untuk meminta maaf atas tindakannya.

Adam Ingram, seorang mantan menteri pertahanan, mengatakan, "Dia (Grahame) mengungkapkan sisi gelap dari nasionalisme. Kebencian SNP terhadap segala hal yang berbau Inggris sama artinya bahwa ada sebotol racun yang telah tumpah dan menebarkan kebencian dalam tubuh angkatan bersenjata kita."

"Christine Grahame dan orang-orang sepertinya adalah aib Skotlandia. Sama sekali tidak mengindahkan sejarah bangsa kita di dunia."

Perseteruan tersebut amat membuat malu pemimpin partai penguasa, yang telah berupaya keras untuk meningkatkan kredibilitas partainya mengenai isu-isu pertahanan, bahkan dengan menunjuk Mayor Jenderal David McDowall sebagai seorang penasehat veteran.

Grahame melontarkan kata-katanya setelah pihak militer mengumumkan jumlah 1.000 orang taruna baru di Skotlandia sejak bulan April, mengalami peningkatan 25 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Grahame mengatakan bahwa ada banyak anak muda yang mendaftar masuk militer sebagai pelarian dari dampak resesi ekonomi dan mereka tidak sadar akan bahaya yang tengah mengintai mereka. (dn/tg)

Sumber: http://suaramedia.com
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Fakta di Afghanistan Terbuka, Skotlandia Terbelah"

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments