Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,
"Amerika memahami apa yang dialami Pakistan dan tidak akan meninggalkan Pakistan sendirian dalam perang melawan teror," kata Richard Holbrooke, utusan khusus AS untuk Pakistan dan Afghanistan, pada hari Rabu.

Dalam sebuah konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, utusan khusus AS tersebut mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, akan segera mengunjungi Pakistan untuk membahas hal tersebut dan berpartisipasi dalam pembicaraan strategis. Holbrooke mengatakan bahwa pembicaraan tersebut kemungkinan akan dilakukan pada akhir bulan Februari.

Holbrooke, yang melakukan kunjungan tiga hari di Pakistan, mengumumkan bantuan sebesar 1 miliar dollar untuk dialokasikan pada sektor energi Pakistan.

Dia mengatakan bahwa AS dan Pakistan akan mencapai kesepakatan mengenai investasi. Kesepakatan Perdagangan Transit antara kedua negara juga akan menjadi kenyataan, tambahnya.

Holbrooke tidak membahas isu serangan pesawat tanpa awak, namun berusaha meyakinkan Pakistan mengenai kebijakan pemindaian AS, yang diterapkan pasca sebuah upaya pengeboman yang gagal pada hari Natal.

Holbrooke mengatakan, "Rakyat Pakistan telah menunjukkan tentangan terhadap kebijakan baru AS yang mengharuskan sistem pemindai tubuh." Ia menambahkan bahwa terkadang kawan baik pun tidak memiliki pandangan yang sama dalam beberapa hal, namun mereka dapat menyelesaikan permasalahan tersebut melalui perundingan.

Lebih lanjut lagi, ia mengatakan bahwa aturan pemindaian tersebut sama sekali tidak bersifat diskriminatif bagi negara manapun, termasuk Pakistan. Holbrooke mengatakan bahwa aturan tersebut dibuat untuk memperkuat keamanan dalam negeri AS.

Qureshi mengatakan bahwa Pakistan bisa saja memainkan peranan yang lebih penting dalam rekonstruksi Afghanistan, ia menambahkan bahwa Pakistan juga bisa memberikan pelatihan terhadap tentara dan polisi Afghanistan.

Qureshi menekankan kembali mengenai serangan pesawat tanpa awak AS, yang menewaskan hampir 700 orang di Pakistan sejak bulan Agustus 2008, dan dikecam oleh pemerintah Pakistan.

Ia mengatakan bahwa Pakistan sudah memperjelas kepada AS bahwa serangan pesawat tanpa awak terhadap Pakistan akan merusak hubungan antara kedua negara. Dia menambahkan bahwa serangan drone tersebut memantik kemarahan masyarakat Pakistan.

"Pakistan merasa bahwa melakukan tambahan serangan akan memperburuk hubungan kedua negara. Di Pakistan, timbul persepsi bahwa meski memiliki hubungan yang baik, AS tidak memperhatikan apa yang menjadi kekhawatiran dalam hal keamanan Pakistan," kata menteri luar negeri tersebut.

Menurut laporan media lokal, Holbrooke bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan, Yousaf Raza Gilani, dan menteri luar negeri, membahas hal-hal yang menjadi kepentingan bersama.

Meski kekerasan semakin parah di Pakistan dan Afghanistan, Holbrooke mengatakan bahwa menurutnya, dukungan terhadap kelompok-kelompok gerilyawan tidak semakin bertambah.

"Saya rasa gerakan tersebut tidak berkembang. Saya rasa tindakan-tindakan mereka tidak mengindikasikan adanya pertumbuhan kekuatan, akan tetapi menunjukkan kesediaan untuk mempergunakan tindaka-tindakan ekstrem," katanya. (dn/cv/ot)

Sumber: http://suaramedia.com
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to ""AS Takkan Meninggalkan Pakistan Sendiri Dalam Perang""

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments