Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,
Hamid Karzai barangkali hanya menunggu waktu datangnya ajal. Mungkin lama, dan mungkin sebentar. Taliban semakin menunjukkan kemampuannya. Menghancurkan sekutu-sekutu Amerika Serikat. Orang-orang yang menjadi kunci di pemerintahan Hamid Karzai, satu-satu tewas.

Karzai kehilangan saudara tirinya, Ahmed Wali Karzai, yang menjadi Gubernur Kandahar, tempat kelahiran Mullah Omar, pendiri dan pemimpin Taliban.

Wali Karzai yang sejatinya orang yang paling kuat di Afghanistan, dan menjadi penentu semua kebijakan yang mempunyai hubungan dengan Amerika Serikat. Semuanya berada di tangan Wali Karzai. Bukan di tangan Presiden Hamid Karzai.

Wali Karzai memegang kendali wilayah yang paling berkecamuk, Kandahar. Di Kandahar pula, seorang agen ganda yang menjadi warga negara Yordania, membunuh sembilan agen dan pimpinan CIA.

Hanya berselang dalam hitungan hari, Taliban membunuh orang yang paling dekat dan menjadi penasehat utama Hamid Karzai, yaitu Jan Muhammad Khan. Jan Muhammad Khan, selama ini merupakan orang kepercayaan Hamid Karzai, dan selalu memberikan nasehat, dan melatar belakangi kebijakannya. Jan Muhammad Khan adalah tokoh yang berasal dari suku Pashtun. Suku terbesar di Afghanistan.

Peristiwa pembunuhan yang beruntun itu, kemudian menimbulkan pertanyaan baru, apakah kekuasaan Hamid Karzai akan runtuh sebelum penarikan pasukan tempur Barat, pada 2014 nanti?

Sangat sulit bisa dipahami. Bagaimana Ahmad Wali Karzai Gubernur Kandahar, yang mendapatkan pengawalan berlapis-lapis itu tewas? Justeru tewasnya Wali Karzai bukan dengan bom bunuh diri, tetai di tembak oleh pengawalnya sendiri. Hingga tewas.

Bagaimana Taliban dengan sangat akurat dapat membunuh Wali Karzai? Sungguh ini luar biasa. Kemampuan Taliban yang tidak dapat lagi dideteksi oleh intelijen CIA dan Nato.Taliban berhasil menewaskan orang-orang yang menjadi pendukung Amerika dan Nato di negeri itu. Taliban berhasil menyusup di sekitar kekuasaan.

Begitu pula Taliban melakukan serangan dadakan yang sangat jitu dan akurat, tanpa dapat di deteksi oleh agen-agen intelijen Afghanistan, dan CIA. Serangan dadakan itu telah menewaskan orang yang paling penting di sisi Presiden Ahmad Karzai yaitu Jan Muhammad Khan.

Jan Muhammad tewas hanya oleh dua orang bersenjata yang menyerbu kompleks yang mendapatkan penjagaan begitu ketat, di Kabul pada Minggu malam. Dua pejuang Taliban itu, bukan hanya membunuh Jan Muhammad, tetapi menyandera orang-orang yang ada didalam geudng, dan terjadi pertempuran, hingga Senin pagi. Para pejuang Taliban itu, juga menembak mati seorang anggota parlemen dari provinsi Uruzgan, sebelum akhirnya bunuh diri.

Pembunuhan dua panglima perang yang kuat, yang dulu tampaknya tak tergoyahkan, telah menimbulkan kejutan luas.

Ahmed Behsad Shan, seorang anggota parlemen Uruzgan, mengatakan: "Pembunuhan ini menunjukkan kelemahan dan kegagalan politik Karzai Situasi.Karzai menghadapi krisis dan telah kehilangan kontrol negara..."

Taliban mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Ahmed Wali Karzai. Wali Karzai, saudara tiri Presien Karzai ditembak pada jarak dekat oleh kepala keamanannya sendiri di rumahnya di Kandahar. Ini hanya menggambarkan bagaimana Taliban berhasil menyusup di lingkaran pusat-pusat kekuasaan. Kepala keamanan itu adalah "agen" Taliban di Pakistan.

Ahmed Wali adalah orang terdekat dan pendukungan kuat Presiden Karzai yang menguasai willayah Kandahar. Khan digambarkan sebagai seorang ayah pengganti bagi saudara Karzai, dan ia memegang kekuasaan yang sama di Uruzgan.

Kedua tokoh yang sudah tewas di tangan Taliban itu, Wali Karzai dan Jan Muhammad Khan, merupakan panglima perang yang telah membangun kekuasaan mereka, sejak perang berkecamuk di Afghanistan. Pasukan Barat telah mengandalkan mereka untuk membantu memerangi Taliban. Ahmed Wali adalah perwira paramiliter dari "Strike Force" Kandahar, yang bekerjasama dengan pasukan khusus NATO dan CIA.

Khan, yang menjadi penasehat utama Presiden Karzai, berasal dari suku Popolzai, dan telah meninggalkan Uruzgan pada tahun 2006 atas desakan pasukan Belanda. Namun pengaruhnya tetap bertahan. Keponakannya, Matiullah, tokoh kunci yang juga memimpin pasukan di Uruzgan yang membantu memerangi Taliban dan melindungi konvoi NATO. Khan diyakini telah membantu AS memerangi pejuang Taliban.

Thomas Ruttig Jaringan Analis Afghanistan berbasis di Kabul menulis: "Dengan saingannya, Jan Muhammad Khan terkenal sangat kejam. Dia menyebut Taliban sebagai penjahat, dan mengirimkan pasukan khusus memerangi mereka dengan dukungan pemerintah pusat. Dia dikenal, 'sebagai seorang pemburu Taliban yang efektif. "

Dua bulan lalu sekutu Karzai kunci di Utara, kepala polisi Muhammad Daoud Daoud, tewas di provinsi Takhar oleh pembom bunuh diri Taliban, yang menyusup dalam sebuah pertemuan antara para pejabat lokal dan pejabat NATO.

Serentetan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh puncak dalam pemerintahan Karzai yang merupakan struktur kekuasaan informal negara - secara kumulatif, pengamat mengatakan, pembunuhan itu melemahkan kekuatan politik Hamid Karzai dan merusak kemampuannya untuk menghadapi serangan Taliban.

Gerard Russell, seorang mantan diplomat Inggris untuk Afghanistan, mengatakan: "Keseimbangan kekuatan sedang berubah. Kaum radikal tidak lama lagi akan menguasai Afghistan. Pemerintah pusat kehilangan masa depan untuk tetap memegang otoritas kekuasaannya.

Sasaran Taliban telah memporak-porandakan jaringan kekuasaan Hamid Karzai. Tidak ada jaminan lagi bahwa Karzai akan tetap dapat bertahan pasca 2001", lujar Gerard. Kondisi keamanan Afghanistan sangat memburuk. Karzai diujung ajalnya. Tidak ada lagi yang dapat melindungi dan menjaganya.

Kekuatan Taliban telah menyusup ke seluruh jaringan elemen negara. Di mana Amerika Serikat dan Eropa tidak mampu mengantisipasi gerakan Taliban.

Membunuh Khan bertepatan dengan perginya Jenderal David Petraeus, arsitek strategi militer NATO di Afghanistan, dan selanjutnya menjadi Direktur CIA di Washington. Pembunuhan terhadpa Jan Muhammad Khan itu berlangsung hanya beberapa jam setelah upacara penyerahan tongkat komando kepada penggantinya, hari Senin.

Transisi ini akan selesai pada akhir 2014, ketika semua pasukan tempur barat telah meninggalkan Afghanistan. Namun, beberapa pengamat mengatakan bahwa serentetan pembunuhan keluarga dan orang dekat Karzai menimbulkan keraguan bahwa kekuasaan Presiden akan dapat bertahan.

"Hal terbesar adalah dampak psikologis terhadap Karzai yang kehilangan dua orang terdekatnya," kata Ruttig. "Dalam sistem di Afghanistan yang sangat berbasis patronase, bahwa Karzai tidak mampu melindungi sekutu terdekatnya akan memiliki konsekuensi yang berat.

Mungkin sesudah Taliban berhasil mengahabisi dua orang dekat Hamid Karzai, Ahmed Karzai, dan Jan Muhammad Khan, suatu saat akan tiba gilirannya bagi Hamid Karzai, yang akan menyusul dua pendahulunya.

Inilah akhir cerita dari para boneka Amerika Serikat. Tidak ada lagi yang menyakini Hamid Karzai akan mampu bertahan hidup dengan kekuasaannya. (mah)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Hamid Karzai Menunggu Ajalnya"

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments