Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:
Tentara bayaran atau mercenaries, juga populer dengan soldier of fortune adalah tentara yang bertempur dan menyerang dalam sebuah pertempuran demi uang, dan biasanya dengan sedikit penghargaan terhadap ideologi, kebangsaan atau paham politik.

Sejarah Pembentukan Tentara Bayaran

Tentara bayaran sudah ada sejak jaman Yunani kuno. Orang-orang Yunani mempekerjakan orang Mesir untuk bertugas di tentara mereka, dan melakukan tugas "tidak menguntungkan" untuk mereka. Budak Jerman direkrut oleh Britania Raya dalam perang Revolusi Amerika adalah contoh penggunaan tentara bayaran.

Tugas Tentara Bayaran

Munculnya tentara bayaran umumnya karena adanya konflik-konflik terutama di negara dunia ketiga yang umumnya selalu berkutat dalam masalah politik, kekuasaan, sumber dan kepentingan ekonomi, serta masalah agama dan etnis, sehingga meminta penguasa penguasa atau pihak pihak yang terlibat didalamnya meminta bantuan negara-negara lain terutama negara-negara maju. Selain itu adanya kepentingan rahasia dari negara maju atau negara adikuasa bahkan operasi-operasi intelijen sehingga dikenal dengan istilah perang kotor.

Umumnya yang menjadi tentara bayaran adalah mantan anggota tentara atau anggota tentara yang telah habis masa dinasnya atau tentara yang terpaksa dikeluarkan dari dinas militer baik karena sanksi personel ataupun karena pengurangan personel dalam tubuh angkatan bersenjata. Untuk menghindari gejolak sosial, khusunya di negara negara maju dibentuklah suatu badan usaha yang bersifat swasta yagn bergerak dalam jasa keamanan yang dikenal dengan kontraktor militer swasta (Private Militery Contractors atau PMC) yang sebenarnya bergerak dalam jasa suplai, pelatihan, pengamanan namun juga sering terlibat dalam konflik bahkan aksi militer terutama atas permintaan pemakai jasa (dalam hal ini lembaga pemerintah bahkan unsur pemberontak).

Biasanya personel yang terlibat merasa bahwa dirinya masih dianggap layak untuk berdinas di dalam ketentaraan, juga memiliki keahlian khusus dalam dunia ketentaraan misalnya mantan anggota pasukan khusus yang umumnya disukai karena keterampilannya dan kebiasaan berada dalam unit unit tempur kecil yang mandiri, atau karena keinginan atau jiwa militer yang masih melekat dalam diri para mantan anggota militer, atau karena bayaran yang diperoleh bisa lebih tinggi daripada ketika masih berdinas dalam institusi militer. Aksi mereka kadang-kadang lebih nekad dibandingkan tentara reguler bahkan anggota pasukan khusus, dengan perlengkapan senjata seadanya mereka justru mampu menembus garis depan.

Karena keberadaan mereka yang tidak resmi atau ilegal, kerapkali keberadaan mereka mengundang opini negatif bahkan kecaman dari organisasi-organisasi hak asasi manusia. Sering keberadaan mereka justru terlibat dalam dunia kriminalitas seperti mafia, atau triad yang umumnya terlibat antar negara seperti kasus mafia obat bius atau narkotika.

Keberadaan mereka tidak pernah terlepas dari setiap konflik maupun pepearangan bahkan sejak peradaban ribuan tahun silam. Tercatat dalam sejarah, Karthago misalnya, menempatkan tentara-tentara bayaran dalam jajaran resmi militernya dalam menghadapi ancaman hegemoni Romawi, tak terkecuali para firaun, raja-raja, shogun memanfaatkan keberadaan mereka dalam perang.

Selain tentara bayaran, sering juga ditemukan para petualang politik (avonturir) bahkan pejuang-pejuang bersenjata yang beroperasi antar negara atau disetiap negara negara yang mengalami konflik bersenjata. Perbedaannya dengan tentara bayaran, para petualang politik atau pejuang lintas negara biasanya terjun dalam konflik karena kesamaan ideologi, aliran atau semangat etnis atau agama. Dalam dunia kontemporer, yang termasuk dalam katagori ini misalnya Che Guevara, Osama bin Laden, Ibnul Khattab yang muncul dalam peperangan di Bosnia Herzegovina, Kosovo dan Chechnya dan Shamil Basayev di Chechnya dan Ingusethia.

Tentara Bayaran Menurut Konvensi Jenewa

Melalui Konvensi Jenewa 1949, dunia mencoba menggaris bawahi pengertian mercenary (tentara bayaran). Berikut kutipan Protocol Additional dari Geneva Convention (GC) pada tanggal 12 Agustus 1949 dan terkait dengan Protection of Victims of International Armed Conflicts (Protocol I), tertanda 8 Juni 1977.
Pasal 47
Tentara bayaran
Tentara bayaran adalah orang yang:
  1. direkrut secara khusus baik di dalam maupun luar negeri untuk bertarung dalam sebuah konflik bersenjata
  2. benar-benar mengambil bagian secara langsung dalam konflik-konflik
  3. mengambil bagian dalam konflik-konflik secara khusus untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan bahkan dijanjikan, oleh salah seorang pihak dalam konflik tersebut, kompensasi materiil yang berjumlah besar, melebihi jumlah yang dibayarkan kepada para pejuang yang berpangkat setingkat di angkatan bersenjata pihak tersebut.
  4. bukan berkewarganegaraan sama dengan salah satu pihak dalam konflik tersebut maupun penduduk suatu wilayah yang dikuasai salah satu pihak.
  5. bukan anggota angkatan bersenjata salah satu pihak; dan
  6. belum pernah dikirim oleh sebuah negara yang bukan salah satu pihak dalam konflik untuk melaksanakan sebuah tugas resmi sebagai bagian dari angkatan bersenjata ini.
Beberapa Contoh Tentara Bayaran

Alfa Tsentr
Kemungkinan besar Alfa Tsentr

ALFA-TSENTR (Alpha Center) didirikan oleh mantan anggota anggota SF Uni Sovyet (terutama Spetsnaz) pada tahun 90 an, markas besarnya di Beloretsk, Russia. Resminya a private military company, tapi kemungkinan terdapat militer aktif Russia yang terlibat.

Bisnisnya adalah menyediakan layanan non conventional warfare units untuk close protection teams. Termasuk didalamnya layanan pasukan khusus, pilot dan ground crews, combat engineers, surveillance, command and control units, team logistik, combat medics, team SAR dan team evakuasi. Selain itu juga terdapat layanan interogasi, bahkan sampai air defence dan Biological Warfare(!).

Pertengahan 1990 an, sewaktu krisis ekonomi di Russia, ALFA-TSENTR mengakuisisi banyak pabrik peralatan militer dan beberapa fasilitas operasi AU dan AD Russia dengan harga murah, sehingga besar kemungkinan bisnis ALFA-TSENTR lebih dari sekedar penyedia jasa, tetapi juga supplier peralatan militer. Pemerintah Russia banyak menggunakan jasa ALFA-TSENTR, salah satunya sebagai pelatih pasukan polisi Russia. ALFA-TSENTR tidak menerima order yang bisa membahayakan keamanan Russia dan negara negara CIS, dan ALFA-TSENTR tidak menerima order dari Israel, AS dan Inggris.

Blackwater

Blackwater USA adalah korporasi militer swasta yang terdiri dari lima perusahaan: Blackwater Training Center, Blackwater Target System, Blackwater Security Consulting, Blackwater Canine (K-9), dan Blackwater Air (AWS). Blackwater memiliki fasilitas pelatihan lengkap di North Carolina dipimpin Gary Jackson yang merupakan mantan NAVY SEAL. Blackwater di kalangan pengguna Amerika Serikat sudah dikenal sangat luas. Blackwater banyak membantu Departemen Pertahanan AS, Departemen Luar Negeri AS dan Departemen Transportasi AS. Termasuk perusahaan-perusahaan raksasa di Amerika Serikat dan negara-negara sahabat Amerika Serikat di seluruh dunia.


Dalam kontrak sesuai keahliannya, Blackwater bertanggungjawab untuk menjadikan pemesan memiliki kecakapan dalam tugasnya. Untuk mempertinggi kepercayaan pelanggan terhadap Blackwater, di North Carolina dibangun fasilitas lengkap pelatihan yang disebut Blackwater Academy. Terdiri dari sejumlah lapangan tembak indoor maupun outdoor seluas 24 km persegi. Pada Maret 2004, Blackwater menerima kontrak mengawal pengapalan makanan ke Fallujah, Irak, di mana kemudian empat orang dari mereka diserang dan terbunuh di Fallujah. Merupakan perusahaan yang merangkap sebagai mitra CIA dalam peperangan. Termasuk di Timur Tengah.

Sumber: 
http://id.wikipedia.org
http://www.kaskus.us
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

3 Response to Tentara Bayaran

17 Mei 2011 20.11

CONTOH PLAGIATTTTTOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR>>>>>>>>>>>>>>>

TIdak menghargai karya oang lain. ...


Mari kia lapor ke Google. LAPOR ke Google..

Ini pemilik tulisan adalah saya sendiri.

abanggeutanyo

www.kompasiana.com/abanggeutanyo

18 Mei 2011 02.43

Tidak heran irfan syambodo seorang plagiator lha seminggu aja udah puluhan artikel yang diupload. Hebat kalo ngarang sendiri...ternyata cuma copy paste doang... weleh weleh..gak mutu. Kasihan abangeutanyo
www.kompasiana.com/cakidur

19 Mei 2011 16.01

Maaf, saya memang tidak mencantumkan sumbernya..
namun sumbernya bukan berasal dari:

http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/04/19/tentara-wanita-bayaran-usd1000-per-hari-kunci-sukses-pertahanan-khadafi/

karena setelah saya baca, isinya tidak sama dengan tulisan saya..terlebih lagi, tulisan 'Tentara Wanita Bayaran USD.1000 per Hari, Kunci Sukses Pertahanan Khadafi' baru terposting pada tanggal 19 april 2011 jam 07:05. sedangkan tulisan saya, terposting pada tanggal 14 januari 2011..jadi, bagaimana cara saya untuk menjiplak tulisan 'Tentara Wanita Bayaran USD.1000 per Hari, Kunci Sukses Pertahanan Khadafi' sedangkan tulisannya pada saat itu (tanggal saya memposting tulisan ini) belum ada??

saya mengutip dari:

http://id.wikipedia.org/wiki/Tentara_bayaran

http://id.wikipedia.org/wiki/Tentara_bayaran_menurut_Konvensi_Geneva

http://id.wikipedia.org/wiki/Blackwater_USA

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4060120

sumbernya pun telah saya cantumkan di tulisan saya..
itulah sumber saya, mohon diperiksa kembali..
salam

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments