Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,
Perang Dunia Kedua merupakan konflik terbesar yang pernah terjadi di dunia. Konflik tersebut telah menghilangkan nyawa 50 juta orang, termasuk satu dari tiap 150 orang Selandia Baru. Selandia Baru terlibat dalam setiap perang kecuali tiga dari 2179 hari perang karena komitmen mereka yang hanya ingin membantu Australia dan Inggris. Perang ini adalah perang dimana masyarakat Selandia Baru memberikan sumbangan nasional terbesarnya, mulai dari darat, laut, dan udara, serta merupakan perang dimana Selandia Baru terlibat secara global mulai dari Mesir, Italia dan Yunani, sampai pada Jepang dan Pasifik.

Dampak perang terhadap lingkungan nasional Selandia Baru sangatlah terasa. Keadaan Perang Dunia II tidak hanya memberikan kekuatan terhadap rasa indentitas nasional masyarakat Selandia Baru, tapi juga secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk berperan dalam kancah politik dunia.

Selandia Baru merupakan salah satu negara yang terlibat langsung dalam konflik global akibat invasi Jerman ke Polandia pada 1 September 1939. Selama tiga hari pertama jalannya perang, Selandia Baru masih memposisikan diri sebagai bagian dari pasukan kolonial Kerajaan Inggris, bersama dengan Inggris dan Australia.

Berbeda dengan keadaan ketika memasuki Perang Dunia Pertama, Selandia Baru dalam perang ini bertindak secara mandiri dengan secara resmi mendeklarasikan perang terhadap Jerman pada tanggal 3 September (tidak seperti Australia, yang status perangnya dipengaruhi oleh deklarasi raja, yang pada tahun 1914, turut meluas ke setiap dominionnya). Selandia Baru bertindak setelah mendapatkan saran resmi yang dikirimkan setelah pemerintah Inggris mengakhiri ultimatumnya kepada Jerman, tepat sebelum tanggal 3 September (waktu Selandia Baru). Status perang antara Selandia Baru dan Jerman mulai berlaku setelah batas ultimatum tersebut berakhir, bersamaan dengan permulaan perang antara Inggris Raya dengan Jerman (3 September, 21.30., waktu Selandia Baru). 

Bagi kebanyakan rakyat Selandia Baru, hubungan dengan Inggris pada waktu krisis merupakan sebuah kebutuhan dan terjadi secara alamiah. Selandia Baru telah lama beroposisi dengan kediktatoran fasis. Pertimbangan ekonomi di tahun 1914 kemudian memastikan bahwa ancaman terhadap Inggris kemudian akan menjadi ancaman juga bagi Selandia Baru. 

Dependensi Selandia Baru terhadap kekuatan keamanan Inggris, dan tidak adanya opsi alternatif, kepentingan pertahanan secara mandiri merupakan motivator kuat lainya yang mendasari keterlibatan Selandia Baru. Hanya satu partai politik yang menentang partisipasi Selandia Baru dalam perang, yaitu Partai Komunis, mereka masih menaruh harapan dalam pakta non-agresi 23 Agustus 1939 antara Nazi dengan Soviet.

Kritik terhadap peran Selandia Baru dalam perang, yang mengirimkan serdadunya untuk perangnya Inggris masih terus mengalir sampai saat ini. Meskipun kritik signifikan kalangan akademis sangatlah jarang, kritik serta saran banyak dimuat di editorial surat kabar. Kegagalan pemerintah dalam memilah antara kepentingan strategis dengan kepentingan ikatan-kekerabatan sebagai loyalitas sentimental yang mengikat Selandia Baru dengan Inggris seringkali mendasari beberapa kebijaakan mereka.

Seperti halnya Perang Dunia I, Perang Dunia II memberikan konsekuensi yang penting bagi posisi Selandia Baru di dunia, seperti meningkatnya kepentingan atas berbagai daerah asing. Pada awal pembukaan hubungan diplomatiknya dengan negara-negara yang bukan anggota Persemakmuran Inggris, Selandia Baru mengadakan kunjungan delegasi ke Washington di tahun 1942. Langkah yang sama juga diterapkan di Moscow pada tahun 1944. Bersama dengan komisi tinggi baru di Canberra dan Ottawa, mereka menyediakan basis bagi pendekatan isu-isu internasional.

Perkembangan selanjutnya dari kebijakan perang, Selandia Baru kemudian menempuh langkah aktif dalam berbagai kegiatan untuk menyediakan wadah efektif bagi rezim keamanan internasional, yang kemudian menghasilkan Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa dalam Konferensi San Francisco antara April sampai Mei 1945.

Sumber:
New Zealand and the Second World War. http://www.nzhistory.net.nz Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Keterlibatan Selandia Baru Dalam Perang Dunia II"

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments