Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:
Pemandu acara bincang-bincang Fox News, Bill OReilly, mengkritik tajam Russia Today (kantor berita Rusia) atas wawancaranya dengan mantan aktivis antiperang Bill Ayers minggu lalu, yang belakangan ini menyindir bias media AS.

Fox News, yang dengan bangga memproklamirkan diri sebagai pembela kebenaran, marah terhadap Russia Today (RT) beberapa hari terakhir ini. Wawancara terbaru RT dengan Bill Ayers, mantan aktivis antiperang radikal yang kini menjadi dosen di Universitas Illinois di Chicago, membuat entertainer Bill OReilly meluapkan kejengkelannya terhadap televisi tersebut.

Fox News telah menayangkan satu bagian dari wawancara koresponden RT Anastasia Churkina dengn Ayers, di mana sang profesor mengatakan, "Kita harus membuat AS berpartisipasi di dunia. Ide bahwa kita telah berbuat baik selama enam dekade adalah omong kosong."

Tanpa menunda lagi, OReilly berkomentar, "Tidakkah kau ingin menamparnya?" sementara para tamu di acaranya terlihat menahan geli. "Kau melihat pewawancara Rusia melantur seperti itu. Ia tidak tahu apa-apa. Ia bahkan tidak berbicara bahasa Inggris."

Pihak RT sendiri mengatakan, di samping fakta bahwa wawancara Ayers sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Inggris, setelah menghabiskan hampir 10 tahun menempuh pendidikan di Belgia, Kanada, dan AS, koresponden internasional RT Anastasia Churkina fasih berbicara bahasa Inggris, Perancis, Italia, dan Spanyol selain bahasa ibunya sendiri, Rusia.

Lalu seberapa jauh jaringan yang menggembar-gemborkan dirinya sebagai "nama yang paling dapat dipercaya di dunia berita" dapat dipercaya?

"Ini adalah bagian dari apa kita sebut sebuah karakter," jelas pembuat film independen dan kritikus media Danny Schechter. "Ia [Bill OReilly] menemui Rupert Murdoch, atasannya, dan mengatakan: Lihat, saya baru saja membuat seluruh Rusia marah, dan Murdoch mengatakan: Bagus!, dan OReilly mengatakan: Tolong ingat hal ini ketika tiba saatnya untuk menaikkan gaji, dan beri saya bonus."

Syukurlah, tidak semua orang Rusia terpengaruh dengan kata-kata Bill OReilly. Marina Orlova, kreator situs Hotforwords.com, Rusia, di mana ia mengajarkan asal-usul kata-kata bahasa Inggris, jelas telah terpesona oleh OReilly.

Awal minggu ini, acara Fox News lain yang juga populer, Hannity, juga menyerang wawancara RT dengan Ayers.

"Saya tidak memiliki komentar apa pun tentang Bil Ayers. Ia tidak penting. Tidak penting," ujar seorang tamu di studio Fox.

Bagaimanapun, ketidakpentingan Ayers sepertinya sangat besar hingga panel di acara Hannity mendedikasikan empat menit dari jam tayang utama untuk membicarakannya.

Ketika Amerika mulai menerima pemikiran bahwa apa yang dikatakan oleh media utama mereka seringkali lepas dari realita, muncul pertanyaan tentang apakah taktik penarik perhatian media AS dapat mengikis kredibilitasnya. (rin/rt)

Sumber: http://suaramedia.com
Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Wawancara Aktivis Sulut Perang FoxNews Vs Russia Today"

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments