Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Dengan bergabungnya Odisseus dan Achilles, maka lengkaplah pasukan Yunani. Seluruh pasukan berkumpul di Aulis, Boiotia, beserta ribuan kapal mereka. Para pemimpin Yunani lalu sepakat mengangkat Agamemnon sebagai pemimpin pasukan gabungan Yunani itu.

Agamemnon memberi korban untuk para dewa. Ketika mereka memberi korban Apollo, Kalkhas sang peramal memberitahu bahwa perang akan berlangsung selama sepuluh tahun, karena seekor ular memakan delapan bayi burung pipit dari sebuah sarang, namun ketika memakan bayi kesembilan, ular tersebut berubah menjadi batu.

Pasukan Yunani kemudian berlayar ke Troya. Mereka mendarat di Misia dan menyerang kota Teuthrania karena menyangka itu adalah Troya.

Telefos, putra Herakles dan Auge, adalah raja Teuthrania, dia dengan gigih mempertahankan kerajaannya dan membunuh banyak prajurit Yunani, termasuk raja muda Thersander dari Thebes. Achilles berhasil melukai Telefos dalam suatu baku hantam. Ketika pasukan Yunani sadar bahwa mereka tidak sedang menyerang Troya, mereka pun berlayar kembali untuk benar-benar menuju Troya. Namun perjalanan mereka dihadang badai sehingga mereka harus kembali ke Yunani dan berkumpul kembali ke Aulis.

Sementara itu, luka Telefos tidak bisa sepenuhnya sembuh. Telefos bertanya pada orakel Apollo dan Telefos diberitahu bahwa lukanya hanya bisa sembuh dengan tombak yang telah melukainya. Telefos lalu menyamar sebagai pengemis dan menculik Orestes, putra Agamemnon dan Klitaimnestra. Telefos mengancam akan membunuh Orestes kecuali Achilles bersedia menyembuhkannya, akan tetapi Achilles bukanlah seorang penyembuh dan tak tahu cara mengobati luka.

Pertama-tama, Agamemnon membuat kesepakatan dengan Telefos. Telefos akan memandu armada Yunani menuju Troya, dan tidak akan menolong mertuanya, raja Priamos, pada perang. Setelah itu, Kalkhas sang peramal memberitahu Achilles untuk menggores luka Telefos dengan ujung tombaknya. Seketika itu juga luka Telefos langsung sembuh

Namun ternyata armada Yunani tidak bisa meninggalkan pelabuhan dikarenakan adanya angin kencang yang bertiup selama berbulan-bulan. Kalkhas mengungkap bahwa badai yang membawa mereka kembali ke Yunani, dan angin yang memerangkap mereka di pelabuhan, terjadi karena dewi Artemis sedang marah. Kemarahan Artemis kemungkinan disebabkan Agamemnon tidak memberikan korban padanya ketika memberikan korban pada dewa-dewa lainnya, atau karena Agamemnon membunuh rusa di hutan suci, kemudian menyombong bahwa dia adalah pemburu yang lebih hebat dari Artemis.

Kalkhas sang peramal memberitahu Agamemnon bahwa kemarahan Artemis baru bisa reda hanya jika Agamemnon mau mengorbankan putrinya Ifigeneia pada Artemis.

Pada awalnya, Agamemnon menolak usulan itu. Para pemimpin Yunani lainnya terus memaksa Agamemnon, bahkan mengancam akan mencopotnya dari jabatan pemimpin pasukan gabungan Yunani. Akhirnya Agamemnon bersedia mengorbankan putrinya.

Ifigeneia tentu saja tidak akan mau datang ke Aulis jika tahu bahwa dia hendak dikorbankan. Odisseus pun mengusulkan sebuah ide. Mereka mengirim surat pada Ifigeneia yang memberitahu bahwa Ifigeneia akan dinikahkan dengan Achilles.

Ifigeneia tiba di Aulis beserta ibunya, Klitaimnestra, dan akhirnya mereka tahu bahwa surat itu hanyalah tipuan. Achilles sendiri marah pada Agamemnon ketika tahu bahwa namanya digunakan untuk menipu orang lain. Achilles berniat untuk melindungi Ifigeneia supaya tidak dikorbankan, namun Ifigeneia dengan rela menerima takdirnya dan bersedia untuk dikorbankan.

Di altar pengorbanan, ketika pendeta hendak mengorbankan Ifigeneia, tiba-tiba awan tebal menutupi altar. Ketika awan itu menghilang, Ifigeneia juga ikut hilang, dan altar itu kini ditempati oleh seekor rusa. Ternyata Artemis telah mengambil Ifigeneia dan menggantikannya dengan seekor rusa. Ifigeneia kemudian dibawa ke Aulis oleh Artemis dan menjadi pendeta bagi sang dewi, sampai kelak Ifigeneia akan diselamatkan oleh saudaranya Orestes setahun setelah perang.

Pengorbanan Ifigeneia

Menurut versi yang berbeda, Ifigeneia memang mati dalam pengorbanan tersebut. Sementara dalam versi lainnya, Ifigeneia diubah oleh Artemis menjadi dewi Hekate. Versi manapun yang benar, angin yang mengurung armada Yunani akhirnya hilang dan pasukan Yunani pun bisa berlayar ke Troya dengan dipandu oleh Telefos. Mereka berhenti sejenak di pulau Lemnos. Di sana, Filoktetes pergi berburu dan digigit oleh ular berbisa. Lukanya tidak mau sembuh dan semakin lama semakin parah. Akibatnya, Filoktetes pun ditinggalkan di pulau tersebut sementara prajurit Yunani lainnya melanjutkan perjalanan.

Kaki Filoktetes terluka setelah digigit ular berbisa.a

Armada Yunani berhenti lagi di pulau Tendos. Di sana, pasukan Yunani bertempur dengan pasukan yang dipimpin oleh raja Tenes, putra Apollo. Thetis pernah memperingatkan Achilles untuk tidak membunuh putra Apollo, namun karena sedang berada dalam pertempuran, Achilles lupa dan membunuh Tenes.

Setibanya di Troya

Di antara para prajurit yang bergabung dalam pasukan Yunani, yang terhebat adalah Achilles, pemimpin pasukan Mirmidon, Aias, pemimpin pasukan Salamis, Diomedes, pemimpin pasukan Argos, dan Odisseus, raja cerdas dari Ithaka.

Putra sulung raja Priamos, Hektor, adalah panglima perang pasukan Troya. Hektor adalah prajurit terbaik di Troya. Hektor tahu dia ditakdirkan untuk mati dalam perang, namun sebagai pewaris tahta dan putra tertua raja, dia tetap menjalankan tugasnya untuk mempertahankan Troya, meskipun perang ini dimulai oleh adiknya. Wakil Hektor sekaligus prajurit kedua terhebat di Troya adalah Aineias, putra Aphrodite dan Ankhises. Sementara di pihak sekutu Troya, jenderal yang terkenal adalah Sarpedon, pemimpin Likia dan putra Zeus dan Deïdameia, serta Glaukos, putra Hippolokhos.

Sebelum armada Yunani berlabuh di Troya, Menelaos dan Odisseus datang ke Troya dan meminta supaya Helena dikembalikan. Beberapa sesepuh Troya, termasuk Antenor dari Dardania mendukung supaya Helena dikembalikan supaya tidak terjadi perang. Namun Paris tidak mau mengembalikan Helena. Paris didukung oleh Antimkahos, sesepuh Troya lainnya. Antimakhos bahkan sempat berencana membunuh Menelaos dan Odisseus kalau saja tidak dihentikan oleh Antenor.

Menelaos kembali ke kapal dan memberitakan bahwa perang tidak terhindarkan. Kapal-kapal Yunani pun berlabuh di pantai Troya namun tak ada yang mau turun karena diramalkan bahwa prajurit yang pertama menginjakkan kaki di tanah Troya akan mati pertama kali.
Odisseus kembali menggunakan akalnya. Dia melompat dari kapal dan mendarat di pantai Troya. Melihat Odisseus melompat, Protesilaos, yang berpikir Odisseuslah yang akan terkena takdir itu, akhirnya turun dari kapal dan langsung menyerang pasukan Troya. Padahal Odisseus telah terlebih dahulu melemparkan perisainya ke tanah sehingga dia mendarat di atas perisai, dan Protesilaoslah yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah Troya. Maka Protesilaos pun mati oleh Hektor setelah sebelumnya sempat menghabisi beberapa prajurit Troya.

Pasukan Yunani dan Troya saling menyerang. Achilles juga maju ke medan tempur. Prajurit Troya pertama yang dihadapi Achilles adalah Kiknos, putra Poseidon. Achilles mencoba menusuk Kiknos dengan tombak dan pedangnya namun ternyata Kiknos kebal terhadap senjata, akhirnya Achilles menyerangnya dengan tangan kosong dan mencekiknya sampai mati.
Kematian Palamedes

Odisseus tidak pernah memaafkan Palamedes yang telah membongkar tipu dayanya dan membahayakan bayinya. Odisseus pun merancang sebuah rencana untuk menjatuhkan Palamedes. Odisseus, dengan bantuan Diomedes, membuat surat palsu yang seakan ditulis oleh raja Priamos untuk Palamedes. Odisseus juga secara diam-diam menaruh emas di tenda Palamedes. Akibatnya, Palamedes dituduh melakukan kerjasama dengan pihak Troya. Palamedes pun dihukum mati oleh pasukan Yunani.

Dalam versi lainnya, Odisseus dan Diomedes menenggelamkan Palamedes ketika dia sedang memancing.
Sumber: http://id.wikibooks.org/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Ketika tahu bahwa Paris membawa pergi istrinya, Menelaos langsung memanggil para bekas pelamar Helena. Sesuai sumpah mereka dulu, mereka harus membantu Menelaos mendapatkan Helena kembali. Maka Menelaos berhasil mendapat bantuan pasukan dari seluruh Yunani. Agamemnon, saudara Menelaos dan raja Mikenai, membawa seratus kapal dan didaulat sebagai pemimpin pasukan gabungan Yunani.

Agamemnon dan Menelaos tahu dari Kalkhas sang peramal bahwa Troya tak akan bisa dikalahkan tanpa dua pahlawan, yakni Akhilles dan Odisseus.

Odisseus

Odisseus adalah putra Lairtes dan Antikleia. Odisseus terkenal akan kecerdasan dan kecerdikannya. Odisseus tidak mau ikut serta dalam pasukan Yunani, karena menurut ramalan, dia baru bisa pulang ke Ithaka dua puluh tahun setelah perang Troya usai. Padahal Odisseus baru saja memiliki anak dari pernikahannya dengan Penelope. Putra Odisseus itu diberi nama Telemakhos.

Ketika Menelaos, Nestor, dan Palimedes tiba untuk mengajak Odisseus, sang pahlawan pura-pura menjadi gila. Odisseus membajak ladang dengan kuda dan lembu serta bertingkah aneh. Odisseus juga menaburkan garam di ladang.

Palamedes, putra Nauplios, juga merupakan orang yang cerdas. Palamedes tahu bahwa Odisseus hanya berpura-pura. Palamedes merebut Telemakhos dari pangkuan Penelope dan menempatkan sang bayi di depan bajak yang sedang diarahkan oleh Odisseus. Odisseus terpaksa harus membanting bajaknya ke pinggir supaya tidak mengenai putranya, dan tipu daya Odisseus pun terbongkar. Maka Odisseus pun tak punya pilihan lain selain bergabung dengan Agamemnon. Dari Ithaka, Odisseus membawa dua belas kapal.

Palamedes hendak meletakkan Telemakhos di depan bajak yang dibawa oleh Odisseus.

Odisseus tidak pernah memaafkan Palamedes karena telah membongkar muslihatnya. Ketika sampai di Troya, Odisseus membalas dendam pada Palamedes.

Achilles

Achilles adalah putra Peleus dan Thetis. Dia dibesarkan oleh Khiron sang centaur bijak. Di Gunung Pelion, Khiron mengajari Achilles berburu dan bertarung.

Khiron mengajari Achilles memanah.

Thetis bisa melihat masa depan. Dia tahu bahwa putranya akan berjaya dalam perang Troya, namun Thetis juga tahu harga yang harus dibayar untuk itu, umur yang pendek. Thetis mau putranya berumur panjang, maka Thetis pun berusaha menyembunyikan Achilles supaya tidak ikut dalam Perang Troya. Thetis membuat Achilles mengenakan pakaian perempuan dan memanjangkan rambut Achilles. Thetis juga membawanya ke ruangan perempuan di istana raja Likomedes di Skiros.

Ketika tinggal di istana Likomedes, Achilles berhubungan dengan Deimedeia, putri sang raja, dan mereka memiliki seorang putra yang diberi nama Neoptelemos. Putra Achilles ini ikut berperang pada masa-masa akhir Perang Troya.

Menelaos, Nestor dan Odisseus pergi ke Skiros untuk merekrut Achilles. Tetapi mereka tidak bisa menemukan Achilles karena penyamaran yang diberikan oleh Thetis pada Achilles begitu sempurna. Maka Odisseus pun menggunakan otaknya.

Odisseus membawa banyak hadiah untuk para perempuan di istana Likomedes, seperti misalnya pakaian, perhiasan, dan parfum. Selain itu, ada juga tombak, pedang, dan perisai.

Odisseus lalu mengatur supaya terompet perang di istana dibunyikan, yang menandakan bahwa istana sedang diserang. Para perempuan berlarian ketakutan, sedangkan Achilles mengambil tombak dan perisai lalu maju ke depan. Maka para pemimpin Yunani pun berhasil menemukan Achilles.

Achilles di antara para putri Likomedes.

Setelah penyamarannya diketahui dan diajak untuk ikut serta dalam Perang Troya, Achilles ternyata sangat ingin ikut. Dia lebih memilih hidup yang singkat dan luar biasa daripada hidup lama dan biasa saja. Achilles kemudian kembali ke kerajaan ayahnya, Phthia (Thessali selatan). Di sana, ayahnya memberi Achilles lima puluh kapal beserta pasukan Mirmidon. Achilles juga memperoleh beberapa senjata dari ayahnya, di antaranya adalah baju perang (yang merupakan hadiah pernikahan ayahnya) buatan Hefaistos, pedang, kereta perang beserta dua kuda surgawi (Xanthos dan Balios). Selain itu Achilles mendapat tombak dari ayahnya (atau dari Khiron) yang dibuat dari kayu pohon abu di Gunung Pelion.

Achilles berusia lima belas tahun ketika bergabung dengan pasukan Yunani.

Sebelum berangkat ke Troya, Thetis memperingatkan putranya untuk tidak membunuh Tenes, putra Apollo dan raja pulau Tendos, karena jika Achilles membunuhnya maka Achilles akan mati di tangan Apollo. Achilles juga diperingatkan bahwa prajurit Yunani yang pertama menginjakkan kaki di tanah Troya akan menjadi prajurit pertama yang gugur dalam Perang Troya.

Sumber: http://id.wikibooks.org/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Dua dewa utama, Zeus dan Poseidon, bernafsu pada Thetis, dewi laut. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk memperkosanya. Namun tiba-tiba Themis (atau Prometheus) meramalkan bahwa putra yang dilahirkan Thetis akan menjadi lebih kuat dari ayahnya. Setelah mengetahui ramalan itu, Zeus dan Poseidon tak lagi berminat pada Thetis. Zeus lalu menikahkan Thetis dengan Peleus.

Pada pesta pernikahan Peleus dengan Thetis, semua dewa-dewi diundang, kecuali Eris, dewi perselisihan. Marah, Eris akhirnya melempar sebuah apel emas ke tengah-tengah para hadirin. Apel tersebut bertuliskan "Untuk yang Tercantik". Tiba-tiba tiga orang dewi mengklaim diri masing-masing sebagai pemilik apel tersebut, mereka adalah Hera, Athena, dan Aphrodite.

Paris dan tiga dewi

Tiga dewi itu meminta Zeus untuk memutuskan siapa yang berhak atas apel tersebut. Namun Zeus tidak mau dan menyuruh mereka meminta keputusan pada Paris, pangeran Troya putra Priamos dan Hekabe.

Ketiga dewi tersebut kemudian mendatangi Paris dan menawarkan berbagai hadiah sebagai imbalan jika Paris memilih mereka. Athena berjanji akan menjadikannya pemimpin perang yang berjaya, Hera menawarkan untuk menjadikannya raja yang sangat kaya, sedangkan Aphrodite menawarkan wanita tercantik di dunia, Helena dari Sparta. Paris akhirnya memihak Aphrodite dan memberikan apel emas itu pada sang dewi, dengan demikian menyatakan bahwa Aphrodite adalah dewi tercantik. Keputusan ini membuat Hera dan Athena murka, dan akibatnya akan terlihat pada perang Troya.

Sebenarnya Paris saat itu sudah mempunyai istri, yaitu seorang nimfa gunung bernama Oinone. Namun demi Helena, Paris pun meninggalkan istrinya. Oinone berkata pada Paris bahwa jika nanti Paris terluka, Oinone selalu bersedia untuk menyembuhkannya. Oinone berharap suaminya suatu saat akan kembali. Sementara Helena di Sparta juga sudah mempunyai suami, yaitu Menelaos, raja Sparta.

Saudara-saudara Paris, Helenos dan Kassandra, bisa melihat masa depan dan mereka melihat bahwa perjalanan Paris ke Sparta akan membawa kehancuran bagi Troya. Mereka pun memperingatkan Paris. Namun Paris tidak peduli dan tetap nekat untuk berlayar ke Sparta bersama sepupunya Aineias.

Di Sparta, Paris disambut oleh Menelaos dan Helena. Aphrodite lalu membuat Helena jatuh cinta pada Paris. Ketika Menelaos pergi ke Kreta untuk menghadiri upacara pemakaman kakeknya, Paris mengajak Helena kabur ke Troya. Helena bersedia dan dia pun mengikuti Paris dengan membawa serta banyak harta dari Sparta. Helena juga meninggalkan putrinya yang bernama Hermione di Sparta.

Sekilas tentang Helena

Helena dari Sparta adalah perempuan yang sangat cantik sehingga dia diminati oleh para raja di Yunani. Tindareos, ayah Helena, khawatir bahwa jika nanti Helena sudah memilih suami, para calon yang lain akan memusuhi pria pilihan Helena. Odisseus, raja cerdas dari Ithaka, memberi penyelesaian pada kekhawatiran Tindareos. Dia mengusulkan bahwa setiap calon yang meminati Helena harus terlebih dulu bersumpah bahwa mereka akan menerima siapapun yang nantinya dipilih oleh Helena. Mereka juga harus bersumpah untuk membantu Helena dan suaminya jika ada yang menganggu pernikahan mereka. Yang tidak mau ikut bersumpah tidak berhak menjadi calon suami Helena.

Untuk menarik hati Helena, para raja di Yunani memberinya berbagai hadiah, di antaranya adalah benda-benda yang terbuat dari emas, seperti mangkuk emas, kuali emas, ataupun kaki-tiga dari emas

Pada akhirnya Helena memilih Menelaos sebagai suaminya. Menelaos adalah putra Atrios dan saudara Agamemnon, raja Mikenai. Menelaos menikahi Helena dan menggantikan Tindareos sebagai raja Sparta.

Odisseus juga merupakan salah satu pelamar Helena, tapi dia tahu dia tidak akan dipilih. Tindareos membantu Odisseus dalam usahanya mendapatkan Penelope, sepupu Helena. Odisseus pada akhirnya berhasil menikahi Penelope setelah mengalahkan para pelamar lainnya dalam lomba lari.

Sumber: http://id.wikibooks.org/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

X. Kematian Tragis Theseus

Setelah dibebaskan oleh Herakles, Theseus kembali ke Athena, tetapi malah kenyataan pahit yang ia dapati disana. Penculikan Helena beberapa waktu lalu, menyulut kemarahan orang-orang Sparta. Helena mempunyai dua orang kakak kembar: Kastor dan Polydeukes yang sangat terkenal karena kekuatannya dan keberaniannya, dan begitu mengetahui siapa yang menculik adiknya, mereka berdua memimpin tentara Sparta menyerbu Athena dengan kekuatan besar.

Tanpa Theseus, tentara Sparta dengan mudah mengalahkan Athena dan menjarah seluruh isinya. Kastor dan Polydeukes mencari Helena keseluruh sudut kota tetapi tidak berhasil menemukannya dan berniat menghanguskan kota tersebut. Untung saja ada seorang warga Athena, Akademus, yang memberitahu tempat Helena disembunyikan di kediaman Aithra, di Aphidnae. Kastor dan Polydeukes bergegas pergi ke Aphidne untuk membawa pulang Helena. Mereka juga membawa Aithra ke Sparta sebagai budak, sebagai harga yang harus ditebus atas kesalahan perbuatan putranya tersebut.

(Di Argos, Helena melahirkan anak perempuan dari Theseus yang diberi nama Iphigenia. Kastor dan Polydeukes memberikan bayi ini kepada kakak perempuannya, Klytemnestra, yang mengasuh dan membesarkannya seperti anak sendiri. Bahkan semua orang menganggap Iphigenia adalah putri kandung dari Klytemnestra dan Agamemnon, suaminya.)

Tidak hanya itu saja kenyataan pahit yang didapatkan Theseus, bahkan tahta Athena pun telah diduduki oleh sepupunya, Menestheus, yang didaulat menjadi raja Athena oleh Kastor dan Polydeukes. Saat diminta untuk mengembalikan tahta Athena, Menestheus menolak dan balik menyalahkan Theseus atas tindakannya yang mengakibatkan penyerbuan oleh orang-orang Sparta. Menestheus menyalahkan kepergian Theseus sehingga rakyat Athena tidak mampu mempertahankan diri hingga peperangan itu memakan banyak korban dan Athena mengalami kehancuran. Warga negara Athena yang dahulu mengelu-elukan Theseus menjadi balik membencinya dan tidak menginginkannya menjadi raja kembali.

Dengan sedih, Theseus meninggalkan kota yang dicintainya itu dan mengembara hingga Skyros, dimana ia memiliki sebidang tanah di pulau tersebut. Tetapi ternyata tanah ini pun telah diserobot oleh Lykomedes, raja Skyros yang licik. Walaupun begitu ia tidak keberatan mengembalikan apa yang menjadi hak Theseus dan mengajaknya berjalan-jalan untuk menunjukkan batas-batas tanah Theseus. Saat Lykomedes mengajak Theseus ke sebuah bukit tinggi agar pandangannya lebih jelas, saat itulah tiba-tiba Lykomedes mendorong tubuh Theseus jatuh ke jurang.

Theseus sama sekali tidak mengira hidupnya berakhir dengan cara seperti ini, bukan di medan perang, bukan dalam tindak kepahlawanannnya. Tetapi itulah yang terjadi, seorang pahlawan dan raja besar Athena harus menemui ajal terasing dari kotanya sendiri dan tidak ada warga Athena yang peduli pada kematiannya saat itu.

Akan tetapi, perbuatan baik yang telah dilakukan Theseus hampir sepanjang hidupnya tidak dilupakan orang begitu saja. Sebagai pemimpin Athena, Theseus pernah memerintah dengan sangat adil dan bijaksana serta benar-benar mengabdi pada rakyatnya. Kepahlawanannya dan pengorbanan dirinya adalah dua nilai yang membuat seorang pemimpin seperti Theseus dihargai oleh rakyatnya.

Tahun berganti tahun, abad berganti abad, tetapi kenangan akan Theseus tetap tidak terlupakan. Saat penyerbuan tentara Persia di Marathon (490 SM) banyak prajurit Yunani yang melihat penampakan sosok Theseus yang ikut menyerang tentara Persia. Akhirnya pada masa pemerintahan Kimon, rakyat Athena memutuskan untuk mencari jasad Theseus dan membawanya kembali ke Athena. Mereka bertanya kepada orakel Delphi dimana jasad Theseus bisa ditemukan dan orakel menyuruh mereka mencarinya di Skyros.

Kimon sendiri yang berangkat ke pulau tersebut dan di suatu hari 475 SM, ia melihat seekor elang terbang menukik dan menggaruk-garuk tanah di sekitar tempat terjatuhnya Theseus. Begitu Kimon menggali lokasi yang ditunjukkan elang itu, ia menemukan kerangka seorang pria yang tinggi tegap dan di samping kerangka itu tergeletak mata tombak dari perunggu serta sebilah pedang yang dikenali sebagai pedang pemberian Aegeus, ayah Theseus.

Kerangka Theseus dikembalikan ke Athena dan disambut perayaan yang sangat meriah oleh warga Athena. Mereka menguburkannya di tengah-tengah kota dan membangun sebuah monumen di atas makamnya yang disebut Theseion.

Theseion

Sumber: http://achilles79.multiply.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Sebagai raja Athena, Theseus menjalin persahabatan yang sangat erat dengan Peirithous, raja orang-orang Lapithae. Theseus ikut membantu Peirithous memerangi bangsa Kentaurus yang mencoba menculik istri Peiritous yang jelita, Dedameia, di tengah-tengah pesta perkawinan mereka. Dan Theseus adalah orang pertama di Yunani yang berhasil mengalahkan bangsa Kentaurus sehingga mereka tidak berani lagi membuat ulah di daerah itu. Banyak Kentaurus yang tewas dalam pertempuran tersebut dan sisa-sisa bangsa bertubuh setengah manusia setengah kuda ini dihabisi oleh Herakles beberapa tahun kemudian, hingga tidak ada lagi Kentaurus tersisa di muka bumi ini.

Kisah kepahlawanan Theseus berakhir sampai disini. Ya hingga disinilah kisah yang banyak diceritakan orang, tetapi mitologi mengungkap kisah lebih banyak dari itu, tidak hanya kisah kepahlawanan karena pahlawan juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Kisah akhir Theseus ternyata jauh dari hingar-bingar dirinya sebagai pahlawan besar Athena.

IX. Theseus Menculik Helena

Tak lama setelah pertempuran melawan Kentaurus, istri Peirithous meninggal dunia, demikian juga istri Theseus, Phaedra, yang meninggal dengan menggantung dirinya sendiri. Keduanya lalu bersumpah saling membantu satu sama lain untuk mendapatkan istri yang mereka sukai.

Dan dalam usianya yang kelima puluh tahun, Theseus mempunyai keinginan untuk menikah dengan seorang gadis berusia duabelas tahun! Ya, gadis berumur dua belas tahun itu bernama Helena, putri Zeus dan Leda, yang walaupun masih kanak-kanak tetapi kecantikannya telah memikat Theseus.

Helena dan Paris

Karena perbedaan umurnya yang begitu jauh, Theseus tidak berani meminang Helena secara langsung dan ia berniat untuk menculiknya. Ia meminta bantuan Peirithous yang langsung menyanggupinya dan mereka merenggut Helena dari teman-temannya saat ia sedang bermain di kuil Artemis di Sparta.

Mereka membawa Helena ke Athena, tidak ke istana Theseus, tetapi menitipkannya ke Aithra, ibu Theseus yang tinggal di desa Aphidnae. Wanita tua itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga dan menemani Helena kecil selama Theseus pergi. Penculikan itu sendiri berlangsung mulus dan sepertinya aman-aman saja. Masalah besar baru muncul di kemudian hari, dan benar-benar membawa bencana.

Kalau saja perbuatan Theseus itu bisa disebut gila, maka niat Peirithous sepuluh kali lebih gila. Pertama, wanita pilihan Peirithous adalah seorang dewi, kedua, dewi itu telah bersuami dan yang ketiga, dan ini yang paling buruk, suami dewi itu adalah seorang dewa yang namanya saja takut diucapkan manusia.

Dan memang tampaknya Peirithous telah kehilangan akal saat ia meminta bantuan Theseus untuk mendapatkan calon istrinya, yaitu Persephone, istri Hades, dewa kematian yang bersemayam di istana orang-orang mati! Tetapi Theseus tidak bisa menolak, ia sendiri yang berkali-kali menegaskan sumpahnya untuk membantu Peirithous dan ia tidak bisa menarik kembali sumpahnya itu.

Akhirnya mereka sepakat untuk mewujudkan impian gila Peirithous itu. Dari jurang yang sangat dalam di dekat Kolonus, mereka turun ke kerajaan orang-orang mati. Mereka berhasil menipu Kharon, sang pendayung perahu yang menyeberangkan roh-roh orang mati di sungai Styx, lalu memasuki gerbang yang dijaga Kerberos, anjing mengerikan berkepala tiga yang sengaja membiarkan masuk tetapi tidak akan membiarkan siapapun keluar dari dalam Hades. Rencana Theseus dan Peirithous adalah menculik Persephone tanpa sepengetahuan Hades tetapi mereka pikir siapa Hades? Bahkan sebelum terucap, dewa kematian itu telah mengetahui niat tak terpuji yang ada dalam benak mereka.

Saat mereka diam-diam mendekati kediaman Hades, dewa yang menyeramkan itu telah muncul di hadapan Theseus dan Peirithous. Karena sudah terlanjur basah, Peirithous berdalih ingin mengundang Persephone datang ke pesta yang diadakan di istananya. Hades yang sebenarnya amat murka, tetap bersikap wajar dan menyuruh kedua sahabat ini duduk di sebuah kursi batu sementara Hades memanggil istrinya.

Merasa rencananya berhasil, tanpa curiga Theseus dan Peirithous duduk di kursi batu sambil menunggu kedatangan Persephone. Tetapi apa yang terjadi? Pantat mereka melekat pada kursi dan berubah menjadi batu! Mereka berusaha melepaskan diri sekuat tenaga tetapi tidak bisa! Dengan putus asa, mereka berdua menunggu kedatangan Hades dengan harapan akan melepaskan mereka, tetapi dewa itu tidak pernah muncul kembali. Dengan pasrah mereka menjalani hukumannya di Hades sampai kemudian Herakles datang ke tempat tersebut untuk membawa Kerberos ke muka bumi.

Dengan kekuatannya, Herakles menarik Theseus lepas dari kursi batu itu. Ia kemudian berusaha menarik Peirithous, tetapi tak berhasil. Ia mencoba sekali lagi tetapi walaupun tempat itu berguncang seperti gempa, Peirithous tetap melekat di kursi batunya. Barulah Herakles menyadari bahwa para dewa tidak menginginkan Peirithous bebas dan harus mendekam selamanya di Hades. Akhirnya hanya Theseus yang berhasil diselamatkan keluar Hades oleh Herakles.
Bersambung...

Sumber: http://achilles79.multiply.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

VIII. Tragedi Hippolytus

Seperti telah kita ketahui di kisah sebelumnya, Theseus memiliki seorang putra dari pernikahannya yang pertama dengan Antiope, yaitu Hippolytus. Setelah Antiope tewas dalam pertempuran dengan wanita-wanita Amazon, Theseus menikah lagi dengan Phaedra, putri Raja Minos.

Setelah pernikahan ayahnya yang kedua, Hippolytus meninggalkan Athena dan menetap di Peloponessos, tempat tinggal kakeknya, Pithias, Raja Troizenos. Pithias menurunkan takhtanya kepada Hippolytus yang mewarisi dua sifat ibunya: mencintai kuda dan memuja dewi Artemis.

Hippolytus mencurahkan hidupnya dengan menjadi pendeta kuil Artemis. Begitu besar rasa hormat serta pengabdiannya pada sang dewi, hingga sang dewi sendiripun turun dari Olympos untuk menemui dan bercakap-cakap dengannya. Hippolytus kadang menemani Artemis menunggang kuda di padang keramat Artemis atau sekedar minum berdua dari mata air sebening Kristal di hutan yang teduh. Dan Hippolytus adalah satu-satunya manusia biasa yang bisa bertemu dan berbicara dengan sang dewi.

Tetapi ada satu dewi Olympos lainnya yang merasa terhina oleh ketulusan Hippolytus kepada Artemis. Ia tidak ingin pemuda itu melewati kuilnya begitu saja tanpa berdoa atau meletakkan persembahan untuknya. Dewi itu adalah Aphrodite yang menunggu saat yang tepat untuk menghukum Hippolytus.

Pada suatu hari, Hippolytus pergi ke Athena untuk menghadiri upacara keagamaan. Aphrodite tahu, ia akan bertemu dengan ibu tirinya, Phaedra yang Aphrodite anggap tepat untuk menghancurkan hidup pemuda itu. Cukup sebatang anak panah dari putra Aphrodite, Eros, dan Phaedra segera melupakan cinta kepada suami dan anak-anaknya begitu melihat Hipploytus. Ia tergila-gila pada pemuda tampan itu dan hatinya berdebar setiap kali ia melihat Hippolytus.

Ketika Hippolytus harus kembali ke Troizenos, Phaedra tidak bisa makan dan tidur memikirkan dirinya hingga tubuhnya kurus dan mukanya pucat. Tak sanggup menahan perasaan cintanya, suatu hari Phaedra memberanikan diri pergi ke Troizenos unuk melihat wajah tampan Hippolytus lagi. Disana, dari dalam kuil Aphrodite, ia mengintip pemuda itu berlatih menunggang kuda tetapi tidak berani menampakkan dirinya dan diam-diam kembali ke Athena.

Beberapa hari kemudian keduanya bertemu kembali saat pesta besar diadakan di Athena. Selama pesta berlangsung jantung Phaedra berdetak keras karena pemuda itu berdiri dekat di sampingnya. Saat pesta selesai, Phaedra menemui Hippolytus untuk mencurahkan isi hatinya dan mengajaknya bersekongkol untuk menggulingkan Theseus dari takhta.

Bagaimana mungkin rencana keji Phaedra bisa diterima oleh pemuda suci seperti Hippolytus? Akankah pemuda itu tega mengkhianati ayahnya sendiri yang juga pahlawan rakyat Athena? Sanggupkah ia mengkhianati Artemis tempat ia mengabdikan seluruh hidup dan jiwanya?

Hippolytus berdiri terpaku di tempatnya dan melemparkan pandangan dingin ke arah Phaedra dan menolak mentah-mentah rencana keji ibu tirinya itu. Di dalam hatinya, Hippolytus berjanji kepada Zeus, apapun yang terjadi, ia tidak akan mengatakan rencana keji Phaedra kepada siapapun, biarlah ibu tirinya menyadari kesalahannya dan bertobat.

Sementara, karena merasa malu dan terhina, Phaedra langsung berlari menuju kamarnya. Tetapi Phaedra tidak berhenti sampai disitu; satu rencana jahatnya telah melahirkan perbuatan jahat lainnya yang tiga kali lebih mengerikan. Ia merobek-robek pakaiannya sendiri, menusukkan kuku-kukunya ke tubuhnya hingga berdarah-darah, mengusutkan dan menjambak-jambak rambutnya kemudian berlari keluar kamarnya.

Phaedra berteriak-teriak seperti orang gila kepada orang-orang sambil menangis, menuduh Hippolytus telah memperkosa dirinya. Ia juga menulis surat kepada Theseus, menuduh Hippolytus melakukan kejahatan dan pengkhianatan terhadap dirinya. Setelah menulis surat itu, Phaedra menggantung dirinya sendiri pada palang di atas pintu kamarnya.

Begitu Theseus melihat mayat istrinya dan membaca suratnya, tangannya bergetar. Ia tidak sanggup menahan kesedihan dan luapan amarahnya. Saat Hippolytus muncul di hadapannya, ia mengutuk anak kandungnya sendiri itu dan tidak sudi melihat mukanya lagi. Karena telah berjanji untuk tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya, Hippolytus menutup mulutnya rapat-rapat. Ia hanya mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bersalah dan biarkan para dewa yang akan membuktikannya kelak.

Hippolytus dengan hati hancur meninggalkan Athena, memacu kereta kudanya menuju Peloponessos untuk menjaga sumpahnya untuk tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya. Sementara Theseus dalam puncak kekesalannya berdoa kepada ayahnya, Poseidon, dewa lautan yang perkasa, meminta agar Hippolytus tidak akan pernah sampai di Troizenos dengan selamat.

Tanpa sadar nasib yang telah menunggunya, Hippolytus terus memacu kuda-kudanya melewati tebing curam Skironia. Dengan lincah kereta kudanya menyusuri jalan sempit antara tebing pegunungan dan laut. Dadanya sesak oleh kesedihan dan air matanya membasahi matanya yang indah. Tiba-tiba, dari laut di samping jalan sempit itu muncul seeekor sapi besar yang dikirim oleh Poseidon. Sapi itu mendengus-dengus mengerikan dan dari lubang hidungnya mengeluarkan buih. Kuda-kuda Hippolytus meloncat kaget dan membuat kereta menjadi tak terkendali.

Hippolytus berhasil mengendalikan keretanya, tetapi sapi besar itu masih mengejarnya. Mereka hampir mencapai Isthmus, ketika sapi itu tambah mendekat dan membuat kuda-kudanya meloncat ke udara sehingga kereta yang dinaiki Hippolytus menghantam sebuah batu besar dan hancur berkeping-keping. Hippolytus terlempar dari kereta kudanya dan tubuhnya menghantam batuan terjal dengan keras sehingga terluka parah.

Hippolytus terseret oleh kuda yang ketakutan oleh Poseidon - courtesy of sir Lawrence alma Tadema

Sementara itu, Artemis yang mengetahui apa yang terjadi, menemui Theseus dan menceritakan kejadian sebenarnya. Mereka berdua segera pergi menyusul Hippolytus tetapi semuanya sudah terlambat. Mereka melihat Hippolytus telah tergeletak di tanah setelah keretanya menabrak bongkahan batu besar. Theseus duduk berlutut sambil menangisi putranya dan sebelum ajal menjemputnya Hippolytus sempat mengatakan bahwa ia mencintai dan memaafkan ayahnya.

Hippolytus dimakamkan di Trizenos dan di samping kuburannya, Theseus mendirikan sebuah kuil indah untuk menghormati putranya tersebut.
Bersambung...

Sumber: http://achilles79.multiply.com/
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments