Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Kepercayaan Membuat Orang Tidak Merasa Takut, Namun PKC Malah Mengandalkan Rasa Takut untuk Mempertahankan Kekuasaannya.
Bagi orang yang telah mengenal dan memahami apa itu kebenaran sejati, tidak mengenal rasa takut. Umat Kristiani pernah ditindas selama hampir 300 tahun lamanya, banyak pengikut Kristus yang dihukum pancung, dibakar sampai mati, ditenggelamkan sampai mati oleh Kaisar Roma, bahkan diumpankan ke singa, namun umat Kristiani tidak pernah takluk. Sejarah umat Buddha juga memperlihatkan keteguhan hati yang sama, ketika agama Buddha mengalami penindasan.

Salah satu tujuan penting yang disebarkan oleh atheis adalah agar orang percaya tidak ada surga dan neraka, tidak ada balasan terhadap kebaikan dan kejahatan, sehingga melepaskan ikatan hati nurani, beralih menitik beratkan pada realita kekayaan dan kenikmatan duniawi. Dengan begitu, kelemahan manusia bisa dimanfaatkan dan diintimidasi, dengan diimingi materi bisa mendatangkan hasil maksimal. Orang yang memiliki kepercayaan, dapat melepaskan hidup dan mati, melepaskan duniawi. Saat itu, umpan materi duniawi dan ancaman jiwa berubah menjadi tidak berarti, itu berarti komunis kehilangan kekuatan untuk mengendalikan kelemahan orang.

Standard Moral yang Tinggi dari Falun Gong Membuat Risih PKC.
Setelah peristiwa pembantaian mahasiswa di Tiananmen pada tahun 1989, ideologi PKC hancur total, terutama setelah bubarnya komunis di Uni Soviet pada bulan agustus 1991, disusul dengan perubahan dahsyat yang terjadi di Eropa Timur. Semua itu telah membawa tekanan serta rasa takut yang luar biasa, himpitan situasi luar dan dalam negeri membuat keabsahan kekuasaan dan eksistensinya menghadapi tantangan besar yang tidak pernah dialami sebelumnya. Saat ini komunis Tiongkok sudah tidak dapat lagi menggunakan ideologi semula dari Marx, Lenin dan Mao untuk menyelaraskan anggota partainya, namun berubah menggunakan kebobrokan total untuk mendapatkan loyalitas anggota partai. Dengan kata lain, asalkan mau mengikuti kemauan partai, maka partai akan mengijinkan korupsi atau cara-cara lain untuk menggantikan keuntungan yang tidak dapat diperoleh jika tidak menjadi anggota partai. Terutama sejak Deng Xiaoping meninjau Tiongkok Selatan pada tahun 1992, korupsi merebak masuk sektor berisiko tinggi seperti properti dan bursa. Kebanyakan pejabat mempunyai wanita simpanan, melakukan pekerjaan maksiat seperti penyelundupan, pornografi, perjudian dan obat-obatan terlarang.

Meskipun tidak dapat mengkategorikan semua pejabat sebagai "setali tiga uang", tetapi kepercayaan rakyat kepada Partai Komunis China telah merosot tajam. Rakyat berpendapat, perbandingan pejabat korup mulai dari tingkat menengah sampai tinggi telah melampaui 50 persen.

Prinsip Sejati-Baik-Sabar yang dikultivasi dan dilatih oleh praktisi Falun Gong serta gaya dan ciri moralitas yang ditampilkan telah menyentuh rakyat yang masih menyimpan kebaikan dan rasa belas kasih dalam lubuk hati, mendatangkan rasa hormat ratusan juta orang, membuat mereka ikut berkultivasi dan berlatih; cermin moralitas Falun Gong memantulkan segala sesuatu yang tidak lurus dari PKC.

Perkembangan dan Cara Koordinasi Falun Gong Menimbulkan Iri Hati PKC Yang Sangat Besar.
Metode penyebaran Falun Gong hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut, dari hati ke hati, suatu pengaturan tanpa ikatan, tiap orang dapat keluar dan masuk dengan bebas. Ini sangat bertentangan dengan organisasi PKC yang sangat ketat. Walaupun demikian, baik kegiatan belajar politik yang diadakan minimal seminggu sekali maupun kehidupan organisasi PKC penuh dengan kesemuan formalitas. Kesamaan ideologi anggota PKC terhadap partai nyaris nihil, sedangkan kultivator Falun Gong dengan sendirinya melaksanakan "Sejati-Baik-Sabar." Juga, perubahan fisik dan jiwa yang nyata setelah berlatih Falun Gong, membuat grafik pengikut Falun Gong naik drastis. Para praktisi dengan tekun mempelajari semua ajaran Mr. Li Hongzhi yang telah dibukukan, bahkan ajaran tersebut dikembangkan kepada sahabat dan kerabat dengan cara swadaya. Dalam kurun waktu tujuh tahun yang singkat, pengikut Falun Gong telah berkembang pesat menjadi ratusan juta orang, saat itu, hampir di setiap taman, terdengar alunan musik orang yang berlatih Falun Gong di pagi hari.

PKC menganggap Falun Gong "merebut" massanya, mencap Falun Gong adalah "agama". Sesungguhnya Falun Gong memperkenalkan sebuah kebudayaan dan metode kehidupan yang memelihara kebudayaan leluhur dan akar tradisi masyarakat bangsa Tiongkok yang telah lama hilang. Falun Gong begitu ditakuti Jiang Zemin dan PKC, sebab utamanya adalah: sekali moralitas tradisional melebur menyatu dalam hati rakyat, maka kekuatan apa pun tidak dapat menghalangi kecenderungan perkembangan yang sangat cepat. Nilai tradisi yang sedemikian luhur ini diputus dan dicabik-cabik oleh PKC selama puluhan tahun, dikembalikannya tradisi leluhur itu sendiri adalah merupakan pilihan sejarah. Suatu kelompok massa yang menderita sekian lama, kembali ke asal mula adalah pilihan sendiri. Keputusan memilih seperti ini adalah beranjak dari pengertian yang betul tentang benar dan salah, membuang kejahatan sudah tentu adalah suatu bentuk hakiki menyangkal dan menyingkirkan Partai Komunis. Ini sama saja menotok mati syaraf PKC. Terlebih ketika jumlah pengikut Falun Gong melampaui anggota PKC, rasa ketakutan dan iri hati PKC kepada Falun Gong dapat kita bayangkan.

Kendali PKC menjangkau hingga ke akar masyarakat, cabang partai terdapat disetiap dusun kecil, organisasi partai menyusup masuk ke setiap kantor administrasi di setiap jalanan kota, unit tentara, pemerintah dan perusahaan. Monopoli secara mutlak dan manipulasi eksklusif ini adalah metode utama PKC dalam mempertahankan kekuasaannya. UUD mencantumkan sebutan halus menjadi "teguh mempertahankan kepemimpinan partai". Sebaliknya pengikut Falun Gong secara nyata dengan rela lebih memilih "Sejati, Baik, Sabar" sebagai pedoman. PKC memandang hal ini sebagai "menyangkal kepemimpinan partai", hal yang secara mutlak tidak dapat diterima.

PKC Menganggap Falun Gong Tidak Atheis, Ini Membahayakan Legitimasi Regim Komunis.
Kepercayaan yang mengakui adanya Tuhan, merupakan tantangan besar bagi Partai Komunis. Karena sumber legitimasi rejim komunis adalah apa yang disebut sebagai "materialisme sejarah", sebab mereka ingin mendirikan "surga di dunia", yang hanya bisa terlaksana dengan mengandalkan "pasukan garis depan" dunia, yaitu pimpinan "Partai Komunis". Juga karena tidak ber-Tuhan, maka moralitas baik dan buruk bisa seenaknya diartikan oleh Partai Komunis, tak ada makna hakiki sesungguhnya yang bisa dibicarakan lagi, asalkan rakyat mengingat Partai Komunis yang senantiasa "agung, luhur dan lurus", itu sudah cukup.

Tetapi, kondisi ber-Tuhan memberikan orang-orang suatu standar baik dan buruk yang tidak berubah. Bagi praktisi Falun Gong, "Sejati, Baik, Sabar" menjadi standar untuk mengukur benar atau salah. Hal ini jelas merupakan hambatan PKC yang selalu menghendaki "keseragaman pikiran".

Jika analisis ini dilanjutkan, masih terdapat banyak alasan lain, yang manapun dari lima alasan diatas, semuanya adalah kefatalan bagi PKC. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa tindakan Jiang Zemin menindas Falun Gong juga berasal dari alasan-alasan tersebut di atas.

Jiang Zemin yang karir politiknya dimulai dengan memanipulasi otobiografinya, tentunya sangat takut akan "Sejati"; laju karir politik yang dibangun dengan menindas rakyat, tentunya tidak suka "Baik"; mempertahankan kekuasaan dengan konflik internal partai, tentunya tidak suka mendengar "Sabar".

Kepicikan dan iri hati Jiang Zemin yang sangat besar bisa dilihat dari hal-hal sepele. Di daerah tingkat II Yuyao Propinsi Zhejiang (sekarang telah menjadi kota) terdapat sebuah museum, "Museum Peninggalan Hemudu" adalah museum penyimpanan benda penting dari seluruh negeri Tiongkok. Inskripsi papan nama "Museum Peninggalan Hemudu" adalah tulisan kaligrafi Qiao Shi. September 1992, ketika Jiang mengunjungi museum tesebut dan melihat inskripsi yang ditulis Qiao Shi, raut mukanya memberengut tidak senang. Pejabat yang mendampinginya sangat ketakutan, karena mereka mengerti betul satu sisi Jiang yang tidak dapat mentolelir Qiao Shi dan sisi lainnya adalah Jiang suka pamer, kemana saja ia berkunjung, inskripsinya juga harus dipajang di sana. Sampai-sampai ketika berkunjung ke "Kantor Cabang Polantas Kota Jinan" dan "Asosiasi Pensiunan Insinyur Kota Zhengzhou", Jiang juga meninggalkan inskripsinya. Pejabat museum tidak berani gegabah terhadap Jiang yang berhati picik, bulan Mei 1993, dengan alasan membuka kembali museum untuk umum setelah pemugaran, inskripsi papan nama museum diganti dengan inskripsi Jiang Zemin.

Jika Mao Zedong terkenal dengan karyanya "Empat Jilid Tulisan yang Mendalam dan Berbobot", Pilihan Karya Tulis Deng Xiaoping juga mengetengahkan seperangkat "Teori Kucing" yang mempunyai pemikiran pragmatis, sementara Jiang Zemin meski telah memeras otak hanya mampu menghasilkan tiga kalimat, berkeras disebut teori "Tiga Wakil". Buku yang diterbitkan hanya laku terjual dengan pemasaran melalui sistem tingkat organisasi partai yang memaksa semua lapisan anggota partai untuk membeli. Anggota partai bukan saja tidak menghormati Jiang Zemin, mereka malah dengan semangat menggunjingkan gosip hubungan gelap Jiang dengan seorang penyanyi; kesukaan Jiang menyanyikan lagu "O Sole Mio" pada setiap kunjungan ke luar negeri; menyisir di hadapan Raja Spanyol Juan Carlos, dan banyak cerita-cerita lainnya yang mengolok-olok Jiang. Pencipta Falun Gong Tuan Li Hongzhi terlahir dari rakyat kebanyakan, ketika membuka kelas ceramah, dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi, para ahli dan mahasiswa, professor dan sarjana, mereka semua rela menempuh ribuan mil, datang untuk mendengarkan. Mr. Li Hongzhi dengan panjang lebar dan makna mendalam berceramah beberapa jam tanpa teks. Hanya berdasar rekaman suara, ceramahnya disalin ke kertas dan diterbitkan menjadi buku. Kenyataan ini membuat Jiang Zemin yang haus ketenaran dan sempit pandangan menjadi iri hati tak tertahankan lagi.

Kehidupan Jiang Zemin sangat bobrok dan tak bermoral. Ia menghabiskan 900 juta Yuan untuk membeli pesawat terbang pribadi yang mewah. Dengan mudah mengambil milyaran Yuan dari kas negara, diberikan pada anaknya untuk modal berbisnis. Ia menerapkan nepotisme mempromosikan famili dan kerabat dekatnya menjadi pejabat tinggi setingkat menteri, melindungi kerabat dekatnya yang korup dan berbuat jahat, dan lain-lain. Oleh sebab itu, Jiang sangat takut dengan kekuatan moralitas dari Falun Gong, terlebih ia sangat takut terhadap realitas yang dikatakan Falun Gong tentang surga dan neraka, baik dan buruk ada balasannya.

Walaupun Jiang memegang tampuk kekuasaan tertinggi dalam PKC, dikarenakan prestasi politik dan talentanya yang kurang, selalu khawatir dirinya akan tersingkir dari PKC dalam perebutan kekuasaan yang jahat. Jiang sangat sensitif tentang statusnya sebagai "inti" dari kekuasaan. Untuk menyapu bersih orang yang mempunyai pandangan lain dengannya, Jiang menggunakan tipu muslihat melengserkan saingan politiknya, Yang Shangkun dan Yang Baibing bersaudara. Dalam Kongres Nasional ke 15 tahun 1997 dan Kongres Nasional ke-16 tahun 2002, Jiang memaksa oposisi mundur dari posisinya, sedangkan Jiang sendiri tidak memperdulikan peraturan yang ada, berkeras tetap berada dalam kabinet dan tidak mau lengser.

Pada tahun 1989, Jiang Zemin diangkat sebagai Ketua PKC yang baru. Ketika mengadakan konferensi pers dalam dan luar negeri, seorang wartawan wanita dari Perancis bertanya kepada Jiang perihal seorang mahasiswi yang divonis bersalah dalam peristiwa pembantaian berdarah di lapangan Tiananmen 4 Juni. Mahasiswi itu dihukum dan dibuang ke Si Chuan menjadi pekerja pemindah bata, diperkosa secara bergilir oleh petani setempat. Jiang menjawab: "Saya tidak yakin apakah yang anda katakan itu benar atau tidak. Ia adalah pemberontak. Kalau pun benar, itu merupakan dosa yang harus ditanggungnya". Pada masa Revolusi Kebudayaan seorang wanita bernama Zhang Zhixin diperkosa secara bergilir dan digorok lehernya di dalam penjara, semua itu bagi Jiang Zemin adalah "dosa yang harus ditanggungnya". Dari sini kita dapat melihat sifat Jiang yang tidak berperikemanusiaan dan sangat kejam.

Secara keseluruhan, sisi hati Jiang yang gelap, kediktatoran, haus kekuasaan, tidak berperikemanusiaan, kejam dan ketakutannya terhadap "Sejati-Baik-Sabar" menjadi alasan utama Jiang untuk menindas Falun Gong. Dan ini jelas sejalan dengan garis organisasi Partai Komunis China.

III. Jiang Zemin dan PKC Saling Berkolusi

Meskipun Jiang ingin melenyapkan Falun Gong untuk melampiaskan dendam pribadinya, semua kalangan mengetahui bahwa Jiang tidak mempunyai kepandaian khusus. Jiang hanya mengandalkan kepintaran dalam permainan intrik politik dan suka pamer diri. Falun Gong berakar pada tradisi kebudayaan Tiongkok dan menjadi begitu populer sehingga mempunyai basis sosial yang begitu luas. Untuk menghadapi kelompok orang-orang yang berlatih tersebut, Jiang sendiri tidak mempunyai kemampuan. Suatu kebetulan bahwa mesin tirani PKC yang telah cukup panas dan siap pakai ini juga mempunyai ambisi untuk melenyapkan Falun Gong. Sebagai pimpinan PKC waktu itu, Jiang merasa mendapat angin, dengan mudah langsung menekan tombol penindasan. Jiang dan PKC berkolusi dan selaras dalam penindasan, bagai teriakan pendaki gunung es yang akan menimbulkan efek runtuhnya gumpalan salju.

Jauh sebelum Jiang mengeluarkan keputusan menindas Falun Gong, PKC sudah mulai menumpas, memonitor, menyelidiki dan mengumpulkan data-data yang dapat dijadikan alasan tuduhan. Sebab PKC telah merasakan adanya ancaman "Sejati, Baik, Sabar" terhadap keberadaannya, mereka tidak memperkenankan kelompok orang yang begitu banyak berlatih apalagi tumbuh demikian pesatnya. Sejak 1994, pihak keamanan PKC banyak yang menyusup ke dalam Falun Gong, tetapi mereka tidak menemukan masalah apa pun. Bahkan orang yang menyusup pun pada akhirnya serius ikut berlatih Falun Gong. Pada 1996, harian "Guang Ming" melanggar "Tiga Larangan" kebijakan politik terhadap qigong, yaitu "tidak menyebarkan, tidak campur tangan, tidak menyerang", tanpa alasan mereka memuat sebuah artikel bermuatan ideologi yang dengan semena-mena menjelek-jelekkan Falun Gong. Disusul kemudian gangguan-gangguan yang datang dari aparat keamanan dan orang-orang politik berstempel "ilmuwan", mereka tak habis-habisnya mengganggu Falun Gong. Pada awal 1997, Kepala Biro Politik dan Keamanan Pusat Luo Gan dengan menggunakan kekuasaannya memerintahkan Departemen Keamanan melakukan investigasi di seluruh negeri terhadap Falun Gong, dengan tujuan menggunakan tuduhan palsu melarang Falun Gong. Ketika laporan dari berbagai daerah yang menyimpulkan "tidak ditemukan adanya masalah", pada bulan Juli 1998 Luo Gan melalui Biro Pertama Departemen Keamanan Publik (Biro Kemanan Politik), mengeluarkan surat resmi nomor 555 (tahun 1998) dengan judul: "Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan terhadap Falun Gong". Dengan terlebih dahulu menetapkan Falun Gong sebagai ajaran sesat, ia lalu memerintahkan pihak keamanan di seluruh negeri secara sistimatis melakukan "penyelidikan rahasia" dan mengumpulkan bukti. Namun penyelidikan tersebut tidak menemukan sesuatu apa pun.

Ketika PKC sebagai sebuah organisasi berkarakter iblis ingin menindas Falun Gong, diperlukan orang yang tepat untuk memulai mekanisme penindasan ini. Bagaimana cara pimpinan PKC menyelesaikan isu ini menjadi masalah krusial. Sebagai individu, pucuk pimpinan Partai Komunis mestinya mempunyai sisi baik sekaligus sisi jahat manusiawi, jika memilih sisi baik, maka untuk sementara dapat menekan efek sifat jahat PKC, jika memilih sisi "jahat", maka sifat kejahatan partai PKC niscaya akan tampil keluar semua.

Saat terjadi peristiwa pergerakan pro-demokrasi mahasiswa 4 Juni 1989, Zhao Ziyang, Sekjen PKC saat itu tidak berniat menindas mahasiswa, namun delapan anggota tua yang menguasai PKC bersikukuh menindas. Deng Xiaoping berkata : "Membunuh 200.000 orang, untuk ditukar dengan stabilitas negara selama 20 tahun". Perkataan "ditukar dengan stabilitas selama 20 tahun" pada hakikatnya adalah ditukar dengan kekuasaan PKC selama 20 tahun, ini sesuai dengan tujuan sebenarnya dari diktator PKC, oleh karena itu usulan tersebut diterima PKC.

Dalam isu Falun Gong, di luar tujuh anggota komite tetap dari komite pusat PKC, hanya Jiang Zemin seoranglah yang bersikukuh menindas. Alasan yang dikemukakan oleh Jiang adalah hal ini menyangkut "kelangsungan hidup negara dan partai". Ini menyentuh syaraf sensitif PKC dan membangkitkan minat pertarungan PKC. Upaya Jiang Zemin melindungi kekuasaannya dan tujuan PKC mempertahankan kediktatorannya partai tunggal menemukan irama selaras dan mendapat tanggapan yang besar.

Malam 19 Juli 1999, Jiang Zemin memimpin rapat tingkat tinggi PKC, mengganti hukum negara dengan kekuasaan, pendapatnya dikatakan sebagai "persamaan pendapat", mengatas namakan negara mengetuk palu dan memutuskan untuk secara tuntas menindas Falun Gong; membohongi masyarakat dunia. Maka PKC, pemerintah Tiongkok dan mekanisme kekerasan yang dikendalikan oleh negara dijalankan sepenuhnya, merambah langit menyelimuti bumi menindas kelompok massa Falun Gong yang tidak bersalah.

Mari kita bayangkan, andai Ketua Partai PKC saat itu bukan Jiang Zemin, namun adalah orang lain, penindasan ini mungkin tidak terjadi, ditilik dari sudut pandang ini, sebenarnya PKC telah memperalat Jiang Zemin.

Sebaliknya, jika bukan karena sekujur tubuh PKC yang berlumuran darah dan rasa tidak aman, jika bukan karena sifat asli PKC yang iblis, menentang alam dan tanpa sifat kemanusiaan, ia tidak akan menganggap Falun Gong sebagai sebuah ancaman. Jika PKC tidak menerapkan sistem menguasai rakyat di segala bidang dan di segala aspek kehidupan, penindasan Jiang tidak akan mempunyai polis asuransi yang mencakup jaminan organisasi, keuangan, sektor diplomatis, sumber daya manusia, fasilitas negara dan penjara, serta dukungan dari polisi, tentara, keamanan dan segala yang menamakan agama, tehnokrat, partai demokrasi, serikat buruh, lembaga, asosiasi wanita, dan lain-lain. Dari sudut pandang ini, Jiang Zemin pun memperalat PKC.

Sumber: http://erabaru.net/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Zhang Fuzhen, wanita berumur 38 tahun, semula adalah pekerja taman Xianhe di kota Pingdu, Kabupaten Shandong. Zhang pada November 2000 pergi ke Beijing membela Falun Gong dari tuduhan fitnah, dia lalu di tangkap. Ada saksi yang mengatakan, polisi menelanjangi Zhang dengan paksa, mencukur botak rambutnya, menyiksa, mempermalukan dia. Diikat di ranjang dengan posisi dua tangan dan kaki terbentang, buang air kecil dan besar pun dilakukan diranjang itu. Kemudian, polisi dengan paksa menyuntikkan sejenis racun yang sangat ganas, setelah disuntik, Zhang Fuzhen kesakitan hebat, ia terus meronta kesakitan dan akhirnya meninggal di atas ranjang. Seluruh proses kejadian tersebut disaksikan langsung oleh seluruh pejabat Kantor 610. [Berita Minghui.net 31 Mei 2004.]

Yang Lirong, wanita berusia 34 tahun, tinggal di Jalan Pintu Utara Kota Dingzhou wilayah Baoding Kabupaten Hebei, karena berkultivasi dan berlatih Falun Gong, keluarganya sering diteror dan diancam oleh polisi. Malam tanggal 8 Februari 2002, setelah didatangi polisi, sang suami yang bekerja sebagai supir di Biro Metrologi menjadi sangat ketakutan akan kehilangan pekerjaannya, dia merasakan tekanan yang tak tertahankan. Keesokan harinya, ketika kedua orang tuanya tak di rumah, ia mencekik leher istrinya, Yang Lirong yang malang pun mati mengenaskan, meninggalkan seorang anak berusia 10 tahun. Setelah kejadian, si suami melapor ke polisi, polisi datang ke TKP, membawa pergi tubuh korban yang masih hangat dan langsung mengotopsi. Ketika dilakukan otopsi, tubuh yang dibedah masih mengepulkan uap panas, darah segar mengucur deras. Seorang bagian keamanan kota Dingzhou mengatakan: "Ini bukanlah mengotopsi mayat, tetapi membedah tubuh orang yang masih hidup." (Berita dari Minghui.net 22 September 2004)

Dalam kamp kerja paksa di Propinsi Hei Longjiang, seorang wanita yang sedang hamil sekitar 6 bulan, dengan kedua tangannya terikat dia digantung ditiang penyangga bangunan, lalu kursi penopang kaki di tendang menjauh, sehingga seluruh tubuh jadi berdiri tergantung. Tiang penyangga bangunan tingginya tiga meter di atas tanah, simpul tali yang satu diikat di bulatan balok di atas tengah bangunan, simpul satunya lagi di tangan sipir penjara. Begitu tali ditarik, orang yang terikat langsung mengayun di udara, jika dikendurkan dia jatuh melorot ke bawah dengan cepat. Begitulah si wanita hamil ini terus disiksa dalam penderitaan yang hebat, hingga mengakibatkan keguguran. Yang lebih keji adalah, polisi menyuruh suami korban menyaksikan eksekusi biadab terhadap istrinya. (Berita dari Minghui.net 15 Nopember 2004, berdasarkan wawancara dengan praktisi Falun Gong Wang Yuzhi yang disiksa secara kejam dan di kurung di kamp kerja selama 100 hari lebih).

Contoh kasus mengerikan yang menyayat hati seperti itu, terjadi di Tiongkok masa kini, dialami oleh praktisi Falun Gong yang ditangkap dan dianiaya. Hal-hal yang disebutkan diatas tadi hanyalah sekelumit dari sekian banyak penyiksaan keji sejak terjadinya penindasan terhadap Falun Gong yang sudah berjalan 5 tahun lebih dan masih berlangsung hingga hari ini.

Setelah masa reformasi dan keterbukaan, Partai Komunis China (PKC) berusaha memperbaiki citra dengan menampilkan wajah positif dan terbuka terhadap dunia luar, tetapi masalah penindasan berdarah terhadap komunitas kultivator Falun Gong sangat irasional. Area penindasan sedemikian luas, tingkat penindasan sedemikian tinggi, cara yang digunakan teramat kejam dan keji. Sekali lagi masyarakat dunia dapat melihat wajah asli dari PKC, menambah aib citra buruk PKC yang memang mempunyai reputasi buruk dalam bidang HAM. Disaat orang-orang yang sudah terbiasa melemparkan tanggung jawabnya kepada polisi bermutu rendah, mengira PKC sedang dalam tahap pembenahan diri yang diartikan sebagai kemajuan, maka penindasan keji terhadap Falun Gong yang dilakukan secara vertikal dan sistimatis di semua pelosok di Tiongkok, secara tuntas membuyarkan angan-angan mereka. Banyak orang berpikir mengapa penindasan berdarah yang sangat irasional seperti ini dapat terjadi di Tiongkok ? Mengapa baru saja "membuat kekacauan" dengan Revolusi Kebudayaan 20 tahun yang lalu, kini jatuh lagi ke dalam lingkaran setan perjalanan sejarah bangsanya ? Mengapa ajaran "Sejati-Baik-Sabar" yang dapat berkembang pesat di lebih dari 60 negara di seluruh dunia, hanya di Tiongkok saja yang mengalami penindasan ? Di tengah penindasan ini, apa sebenarnya hubungan antara Jiang Zemin dengan PKC ?

Jika saja tidak ada PKC - mesin penggerak kekerasan yang spesialisasinya adalah membunuh dan berbohong sebagai alat bantunya, maka tidak mungkin seorang seperti Jiang Zemin yang tidak berbudi dan tanpa kemampuan itu dapat menggerakkan sebuah tindakan keji genosida yang melanda seluruh bumi Tiongkok dan bahkan melebar ke seluruh dunia. Bagi PKC, disaat Tiongkok membuka diri dan masuk dalam era globalisasi, jika tidak ada Jiang Zemin diktator keji yang bertindak semaunya, tak mau mendengar pendapat orang lain, maka PKC akan sulit bergerak menantang arus sejarah. Demikianlah Jiang dan PKC saling berkolusi. Bagaikan suara teriakan seorang pendaki gunung es dan gumpalan salju yang bergetar bersama-sama, menimbulkan malapetaka longsor yang lebih dahsyat, Jiang dan PKC saling menarik keuntungan dengan penindasan yang tingkat kekejamannya tiada tandingan dalam sejarah peradaban manusia.

I. Sejarah Pendirian Yang Sama Menimbulkan Rasa Krisis Yang Sama

Jiang Zemin lahir di tahun 1926, sama seperti PKC yang selalu menyembunyikan sejarah kelahirannya terhadap rakyat, Jiang Zemin juga berbohong terhadap PKC dan rakyat perihal sejarah penghianatan dirinya terhadap negara.

Ketika Jiang Zemin berumur 17 tahun, pertempuran anti fasis berkobar di berbagai negera. Di saat para pemuda patriotik berduyun-duyun maju ke medan perang melawan Jepang, Jiang malah memilih menekuni pendidikan tinggi di sebuah Perguruan Tinggi Sentral gadungan yang didirikan di Nanjing tahun 1942 oleh pemerintahan gadungan Wang Jingwei. Berdasarkan penyelidikan, ini disebabkan ayah kandung Jiang yaitu Jiang Shijun di masa pendudukan Jepang di daerah Jiangsu adalah pejabat tinggi di sebuah Badan Intelijen Jepang yang memata-matai bangsanya sendiri, ayah Jiang adalah seorang pengkhianat Tiongkok tulen.

Seperti halnya PKC, Jiang bukan hanya piawai dalam menjual dan mengkhianati negara, mereka sama-sama tidak cinta rakyat, bahkan boleh membunuh sesuka hati mereka.

Saat PKC menang dalam pertempuran dalam negeri, Jiang Zemin berusaha masuk ke dalam PKC mencari kekayaan, berbohong bahwa ia sebenarnya telah diangkat anak oleh pamannya Jiang Shangqing - anggota PKC yang meninggal dibunuh penjahat. Adanya hubungan ini membuat karir Jiang menanjak pesat dalam waktu singkat, dari pejabat menengah menjadi Wakil Kepala Departemen Industri Elektronik. Ditilik dengan seksama, Jiang melesat karena nepotisme dan kepandainya menjilat. Ketika menjabat Sekjen PKC Distrik Shanghai, dengan semangat menjilat yang luar biasa, Jiang mendekati Li Xiannian, Chen Yun dan para sesepuh partai yang setiap tahun datang ke Shanghai merayakan Imlek. Sang Sekjen partai Distrik Shanghai ini pernah berdiri berjam-jam lamanya di tengah dinginnya salju, hanya untuk mempersembahkan sepotong kue tar ulang tahun kepada Li Xiannian.

Peristiwa pembunuhan mahasiswa di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989 merupakan titik balik lain dalam karir politik Jiang Zemin. Dengan mengandalkan kekuasaan politik, membreidel Koran Berita Ekonomi Dunia yang terkenal vokal, mengenakan tahanan rumah kepada Ketua DPR Wanli dan mendukung penindasan berdarah terhadap mahasiswa pada tanggal 4 juni 1989, semua ini mengantar Jiang menuju tampuk tertinggi menjabat Sekjen PKC. Jauh sebelum peristiwa 4 Juni 1989, Jiang telah menulis surat rahasia kepada Deng Xiaoping, meminta Deng bersikap tegas dan keras, alasannya jika tidak demikian, niscaya "PKC dan negara Tiongkok akan hancur". Selama 15 tahun, Jiang dengan mengatas namakan "kestabilan adalah segalanya", menindas keras semua oposan dan kelompok rohaniawan.

Saat Tiongkok dan Soviet mengadakan survei perbatasan kedua negara pada tahun 1991, Jiang Zemin mengakui penjajahan yang pernah dilakukan oleh dinasti Tsar dan bekas Uni Soviet, menerima syarat-syarat berat sebelah yang diajukan pihak Rusia dalam perjanjian AI HUI, bersedia menyerahkan lebih dari 1 juta km persegi tanah negara Tiongkok kepada mereka.

Biografi Jiang Zemin memanipulasi dirinya sebagai anak seorang pahlawan kemerdekaan, adalah contoh nyata kebiasaan berbohong Partai Komunis. Mendukung penindasan berdarah 4 Juni 1989 di Lapangan Tiananmen, menindas pergerakan ormas dan kelompok kepercayaan, itu adalah contoh nyata kebiasaan PKC membunuh. PKC yang pada awal pendiriannya adalah cabang Partai Komunis Internasional di Divisi Timur Jauh, terbiasa didikte oleh Uni Soviet. Jiang Zemin tanpa syarat menyerahkan 1 juta km persegi tanah negara, adalah contoh nyata kebiasaan komunis "menjual diri".

Jiang Zemin dan PKC mempunyai kesamaan latar belakang sejarah yang tidak terpuji, hal ini menyebabkan rasa tidak aman terhadap kekuasaan yang mereka genggam di tangan.

II. Jiang Zemin dan PKC Sama-sama Takut Terhadap "Sejati - Baik - Sabar"

Sejarah pergerakan Partai Komunis Internasional ditulis dengan darah ratusan juta jiwa manusia. Setiap negara komunis menerapkan gaya Stalinisme yang nyaris sama dalam memberantas pemberontakan, membunuh jutaan bahkan puluhan juta jiwa yang tak berdosa. Di tahun 1990-an, Uni Soviet tercerai berai, negara Eropa Timur berubah bentuk, hanya dalam satu malam, blok komunis telah kehilangan setengah kubunya. Pelajaran yang didapat oleh PKC dari peristiwa ini adalah, menghentikan penindasan, membuka lebar kebebasan berpendapat, yang berarti menuju kebinasaan diri sendiri. Jikalau kebebasan berpendapat dibuka lebar, bagaimana cara menyembunyikan kekerasan? Bagaimana menutup kebohongan ideologi? Jika menghentikan penindasan, bukankah rakyat tidak terancam teror lagi, sehingga bebas dan berani memilih bentuk kehidupan dan kepercayaan selain komunisme? Bukankah itu berarti akan kehilangan fondasi masyarakat tempat PKC berpijak untuk hidup?

Bagaimanapun PKC mengubah penampilan luarnya, secara dasar ia adalah tetap sama. Oleh karena itu kalau bohong kepada rakyat harus berbohong sampai tuntas, menindas rakyat juga harus sampai tuntas. Itulah kesimpulan Jiang Zemin yang dilandasi oleh rasa ketakutan yang memuncak setelah penindasan mahasiswa di Lapangan Tiananmen. Seterusnya dia berteriak: "Basmi segala unsur ketidak-stabilan selagi masih embrio".

Saat ini, di Tiongkok muncul Falun Gong. Walaupun Falun Gong pada awal kemunculannya dikenal orang sebagai qigong - suatu metode pelatihan tubuh untuk menyembuhkan penyakit, namun orang mulai memperhatikan inti ajaran Falun Gong yang bukan hanya terbatas pada lima perangkat latihan gerakan tubuh, namun juga ajaran "Sejati-Baik-Sabar" yang dapat menuntun orang menjadi orang yang baik.

Falun Gong Berbicara Tentang "Sejati - Baik - Sabar", PKC Berbicara Tentang "Dusta - Jahat - Tempur".
Falun Gong memprakasai "Sejati", meliputi berkata secara jujur, berbuat secara baik. Namun PKC selalu mengandalkan pencucian otak dan berbohong. Jika setiap orang berbicara secara jujur, masyarakat luas akan mengetahui bahwa ternyata PKC tumbuh dengan mengandalkan dan berpihak kepada Uni Soviet, membunuh orang, menculik, melarikan diri, menanam candu, pura-pura melawan Jepang. PKC mengatakan, tidak ada yang bisa dicapai tanpa berbohong. Setelah membentuk kekuasaan, PKC terus menerus mengadakan gerakan politik dan bermacam pergolakan yang berlumuran darah. Tentu saja ini merupakan hutang yang harus dibayar dan kiamat pun menjelang didepan mata.

Falun Gong berpedoman kepada "Baik", meliputi mendahulukan kepentingan orang lain jika menemui masalah dan berbuat baik untuk orang lain. PKC menganjurkan "berperang dengan kejam", "menghajar tanpa perasaan". Pahlawan PKC Lei Feng berkata "Hadapi musuh tanpa perasaan, bagai dinginnya musim dingin". Sesungguhnya tidak hanya terhadap musuh, kepada orang sendiri pun ia sangat kejam. Para sesepuh jenderal yang berjasa kepada negara, bahkan kepala negara pun mengalami hal serupa, dipermalukan dimuka umum, dipukul bahkan dihukum berat. Bagi yang dianggap "musuh kelas" nasibnya lebih tragis lagi. Jika unsur "Baik" mendapat hati ditengah masyarakat, maka kekuasaan lalim dan gerakan massa yang berdasarkan "kejahatan" tidak bisa muncul.

Manifesto Komunis menyatakan: "Hingga kini semua sejarah masyarakat adalah sejarah pertentangan kelas". Ini mewakili konsep sejarah dan konsep universal PKC. Falun Gong menganjurkan agar mencari permasalahan pada diri sendiri jika timbul konflik. Konsep senantiasa introspeksi diri yang diterapkan Falun Gong jelas-jelas bertentangan dengan filosofi komunis yang bertarung keluar.

Pertarungan adalah cara utama komunis memperoleh dan mempertahankan eksistensinya. Mengobarkan pergerakan politik secara berkala untuk menghukum orang adalah mengisi energi baru bagi dirinya, "menyalakan semangat perlawanan revolusioner." Proses kekerasan dan kebohongan yang berulang untuk mendewasakan diri dan membuat takut masyarakat serta mempertahankan kekuasaannya. Dari sudut pandang ideologi, "filosofi" tumpangan hidup Partai Komunis sudah tentu bertolak belakang dengan ajaran Falun Gong.
Bersambung...
Sumber: http://erabaru.net/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

III. Bertempur dengan Langit, Menindas Kepercayaan, Menyangkal Kepercayaan Ortodoks dan Menolak Percaya Tuhan

Kehidupan yang terbatas bagaimana dapat mengenal ruang waktu yang tak terbatas?
Einstein pernah ditanya oleh anaknya, Edward: "Ayah, mengapa anda sangat ternama?" Einstein berkata: "Apakah kamu melihat seekor kumbang buta di atas bola kulit itu? Dia tidak merasa bahwa jalan yang ditempuh berliku, tetapi Einstein mengetahuinya". Kalimat ini artinya sangat mendalam, orang Tiongkok berkata: "Tidak mengenal wajah asli Gunung Lu, karena mereka berada di gunung itu." Jika ingin mengenal suatu sistem, maka harus diamati dari luar sistem itu. Namun menggunakan jiwa manusia yang terbatas ini untuk meneliti ruang waktu yang tidak terbatas, manusia tidak akan dapat mengetahui keseluruhannya, maka alam akan menjadi misteri manusia yang abadi.

Halangan yang tidak bisa dilewati oleh ilmu pengetahuan tentunya metafisika. Hal tersebut logis jika menjadi kategori "kepercayaan".

Keyakinan orang semacam ini, dalam pergerakan batinnya, penghayatan dan pemikirannya terhadap jiwa, ruang waktu dan alam semesta sama sekali bukan kategori pengaturan dari suatu partai politik. "Milik Tuhan kembali ke Tuhan, milik setan kembali ke setan." Namun PKC mengandalkan pengertiannya terhadap jiwa dan alam semesta yang minim dan menggelikan. Semua yang di luar teori, mereka anggap "takhayul". Mereka yang percaya akan Tuhan masih akan dicuci otaknya, diubah, dikritik, bahkan sampai pada pelenyapan jasmani.

Sesungguhnya, ilmuwan yang pandangannya terhadap alam semesta sangat terbuka dan luas, tidak akan menggunakan pengetahuan yang terbatas untuk menyangkal "hal yang belum diketahui" yang tak terbatas. Ilmuwan yang ternama, Newton, pada 1678 menerbitkan karya besarnya "Prinsip Matematika". Dalam buku itu Newton mengurai secara terperinci tentang prinsip mekanika, menjelaskan pasang dan surut, pergerakan planet, juga memperhitungkan pola pergerakan tata surya. Newton yang telah memperoleh keberhasilan dan kehormatan besar tentang bukunya, selalu menjelaskan bahwa semua hanya melukiskan semacam gejala saja, dia tidak akan berani berdiskusi tentang apa arti sebenarnya Yang Maha Kuasa menciptakan alam semesta ini. Sewaktu cetakan kedua "Prinsip Matematika" diterbitkan, dalam buku itu Newton pernah menuliskan sebait kata yang menyatakan keyakinannya: "Semua sistem besar yang sempurna dan indah ini termasuk matahari, planet dan komet, hanya tercipta dari tangan Tuhan Yang Maha Esa...sama seperti orang buta yang tidak akan pernah mengerti tentang warna, kita sama sekali tidak paham terhadap cara Tuhan memahami segala materi di dunia ini".

Kita tidak perlu memasalahkan apakah surga itu ada, atau apakah seorang kultivator bisa mencapai kondisi kembali ke jati diri, orang yang benar-benar percaya pada agama ortodoks percaya akan adanya hukum karma, prinsip hubungan antara sebab dan akibat. Yang jelas kita akan sepakat bahwa kepercayaan ortodoks bisa mempertahankan moral manusia pada standar tertentu. Dari Aristoteles hingga Einstein, mereka semua percaya bahwa ada suatu hukum universal dalam alam semesta ini. Manusia dengan tak mengenal lelah, melalui berbagai macam cara meneliti prinsip alam. Maka selain penelitian melalui ilmu pengetahuan, bukankah agama, kepercayaan dan kultivasi juga mungkin merupakan jalan dan cara lain untuk menemukan kebenaran?

Komunis Tiongkok menghancurkan kepercayaan lurus ortodoks manusia
Semua bangsa dalam sejarah dunia ini percaya akan adanya Tuhan, atau yang maha tinggi. Kepercayaan ini, dan juga kepercayaan akan hukum sebab dan akibat bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, kejahatan akan dibalas dengan kejahatan membuat manusia bisa mengekang diri, dan dapat mempertahankan moral masyarakat pada standarnya. Dari dulu hingga sekarang, baik aliran ortodoks di Barat maupun aliran Konfusius, Budha dan Tao di Timur, semua mengajarkan kepada manusia bahwa kebahagiaan yang sejati adalah datang dari kepercayaan pada dewa, hormat pada langit, baik pada sesama, menghargai berkah yang diterima dan tahu membalas budi.

Pemikiran dasar paham komunis adalah atheisme, mempropagandakan tidak adanya dewa, Budha, dan Tao, tidak ada kehidupan sebelumnya dan kehidupan mendatang, tidak ada karma. Karena itu, negara-negara komunis memberi semangat pada rakyat jelata dan para gelandangan proletar untuk tidak percaya pada dewa, tidak perlu membayar karma, tidak perlu patuh pada hukum, sebaliknya harus memberontak untuk menjadi keluarga kaya dengan jalan kekerasan dan tipu muslihat.

Jaman dulu di Tiongkok, walaupun para kaisar menganggap diri mereka tinggi, namun masih menyebut diri mereka sebagai anak-anak surga. Di bawah kuasa dan kendali "takdir dari surga" sering kali kaisar mengeluarkan maklumat menyalahkan diri sendiri, mohon pengampunan padaNya. Komunis menetapkan diri mewakili "takdir dari surga", dengan apa yang disebut tiada hukum, tiada Tuhan, sama sekali tanpa batasan, akibatnya tercipta dunia neraka di mana-mana.

Marx, bapak komunisme, beranggapan bahwa agama ibarat candu yang melumpuhkan semangat rakyat. Dia takut jika semua orang percaya akan dewa dan Tuhannya, maka tidak akan menerima paham komunisnya. Bab pertama dari buku Dialektika Alam yang ditulis oleh Engels berisi kritikan terhadap hal-hal mistik.

Engels pernah berkata: "Segala hal yang ada pada abad pertengahan dan sebelumnya, harus dibuktikan alasan-alasan keberadaannya di depan meja pengadilan rasional manusia". Dengan ucapannya ini, dia telah menempatkan dirinya dan Marx sebagai hakim di belakang meja pengadilan. Bakunin, seorang anarkis yang juga adalah teman Marx, telah menggambarkan Marx sebagai, "Dia bagai Tuhan bagi orang-orang. Dia tidak bisa menerima orang lain sebagai Tuhan kecuali dirinya. Dia menghendaki orang lain memujanya bagai dewa, menjadikannya idola untuk disembah sujud, jika tidak, akan dihukum atau dianiaya".

Bagi orang-orang komunis yang berniat jahat, kepercayaan tradisional ortodoks dianggap merupakan rintangan alam.
Penganiayaan Partai Komunis China terhadap agama boleh dikatakan sudah pada taraf kegila-gilaan. Pada saat Revolusi Kebudayaan, banyak kuil yang dihancurkan, para biksu digiring ke jalan. Di Tibet, 90 persen kuil mengalami kerusakan, dan hingga saat ini masih ada ribuan anggota Nasrani dipenjarakan. Ignatius Kardinal Kung Pin Mei, seorang pastor Katolik di Shanghai dipenjarakan selama 30 tahun oleh PKC, tahun 1980-an baru bisa pergi ke Amerika. Menjelang meninggal dunia di usia 90 tahun lebih, dia membuat surat wasiat yang berbunyi: "Tunggu sampai komunis sudah tidak berkuasa di Tiongkok, pindahkan kuburan saya kembali ke Shanghai". Seseorang karena kepercayaannya, telah mendapatkan perlakuan kejam dari kekuatan jahat. Seorang diri secara rahasia dipenjarakan selama 30 tahun lebih; PKC telah berkali-kali memaksanya, asalkan mau menyetujui "tiga komitmen patriot" dari PKC, dia akan dilepas. Beberapa tahun belakangan ini, PKC juga melakukan penindasan terhadap para kultivator Falun Gong yang percaya akan "Sejati, Baik, Sabar", hal ini merupakan kelanjutan PKC untuk "memerangi langit".

Partai Komunis yang atheis bermaksud memimpin dan mengekang kepercayaan manusia kepada Tuhan. "Bertempur dengan langit, asyiknya tak terhingga"; sungguh sangat menggelikan, sifat keangkuhan yang tidak dapat dilukiskan.

Kata Penutup

Realisasi paham komunis telah mengalami kegagalan total di seluruh dunia. Pemimpin dari negara besar komunis yang terakhir di dunia, yaitu Jiang Zemin, di bulan Maret 2003 pernah berkata kepada wartawan Washington Post: "Ketika muda saya percaya bahwa komunisme akan segera tiba, tetapi sekarang saya tidak lagi mengira demikian." Sampai saat ini yang benar-benar percaya akan paham komunis sudah sangat sedikit.

Kegagalan gerakan komunisme sudahlah pasti, karena melanggar hukum alam, berlawanan dengan jalan Tuhan. Sebersit kekuatan yang melawan alam, maka sudah pasti mendapat hukuman dari Yang Maha Kuasa.

Partai Komunis China meskipun berkali-kali berganti rupa, berkali-kali dapat melewati masa krisis, tetapi dunia melihat jelas akan akhir kesudahannya. Selembar demi selembar PKC menanggalkan mantelnya yang indah, hingga tampaklah jelas wujud keiblisannya, kekejamannya. Tidak punya malu dan melawan alam. Sampai hari ini masih mengekang pikiran orang, dan membunuh etika moral manusia. Komunis masih merupakan bencana yang amat besar bagi peradaban manusia, moral, perdamaian dan kemajuan.

Alam semesta yang luas ini membawa kehendak langit yang tak dapat dilawan, boleh dikatakan sebagai tekad dewa, atau sebagai hukum alam, juga boleh dikatakan sebagai kekuatan alam. Bila manusia menaruh hormat pada kehendak alam, patuh pada alam, mengindahkan alam semesta, memperhatikan dan mengasihi semua kehidupan, barulah mempunyai kemungkinan untuk memiliki masa depan.

Sumber: http://erabaru.net/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Panggilan Baru untuk Protes Massa Setiap Hari Sabtu Diposting di Internet. Mereka menandatangani posting mereka sebagai "Pemrakarsa Revolusi Melati China," dan memberikan perkembangan berkala dengan instruksi ultra-spesifik pada lokal, etiket protes, dan sikap politik yang berkembang.

Mereka mengatakan bahwa setiap orang hanya perlu datang dan berjalan-jalan dan tersenyum.

Dampak tindakan tersebut mungkin bermakna lebih dari satu hal, kata para aktivis dan pengamat.

"Saya melihatnya sebagai kegiatan kecil," kata sarjana China Perry Link dalam wawancara telepon. "Terus bergerak mencegah polisi dari memaksa anda untuk pergi dan di pindahkan. Saya pikir itu alasan mereka berjalan-jalan. Tapi saya tidak merasa ini adalah pertanyaan besar," katanya.

Polisi berjaga-jaga di sepanjang jalan belanja Wanfujing di Beijing setelah pengunjuk rasa berkumpul pada 20 Februari 2011. Sebuah website yang mengaku mewakili tumbuh dirumah Revolusi Melati China telah meminta rakyat untuk turun ke jalan, setiap hari Sabtu pukul 6.00 WIB. (Petrus Taman / Getty Images)
Panggilan untuk berjalan kaki tersenyum turun ke jalan mulai 28 Februari. Dalam laporan mereka sebagai pemrakarsa terdaftar 41 kota lokasi protes di kota Lanzhou dekat Kentucky Fried Chicken di alun-alun Dongfanghong, misalnya. Posting Internet melemparkan jaring lebar untuk "semua kelompok sosial" untuk berjalan di sekitar bersama-sama dan dengan demikian "mengubah negara Anda!"

Penyelenggara secara bebas mengejek kepemimpinan komunis dan slogan mereka hampir mati. Mereka mengatakan dalam pengumuman terakhir mereka bahwa gerakan harus dengan nama berkode "Tiga Wakil," yang mengolok-olok teori mantan pemimpin rezim komunis China Jiang Zemin.

Mereka menulis bahwa panggilan berunjuk rasa mereka datang pada "periode terbaik hak asasi manusia dalam sejarah China," yang mentertawakan pernyataan yang dibuat oleh pimpinan komunis ketika menepis kritik terhadap catatan hak asasi manusia mereka.

Para Aktivis Masih Belum Yakin Siapa yang Membuat Panggilan

"Situasi ini cukup kompleks pada saat ini," kata Wei Jingsheng, aktivis China terkemuka sekarang tinggal di Washington, DC "Banyak orang tidak tahu, dan bahkan kita tidak tahu ini tentang apa. Kita tidak tahu apakah itu jebakan atau tidak."

Sejak pemberontakan di Afrika Utara dan Timur Tengah, ada banyak, panggilan tidak terkoordinasi untuk protes di China.

Seperti instruksi tanpa nama yang diberikan pada Internet yang dipimpin pada hari Minggu, 20 Feb untuk pertemuan kecil pengunjuk rasa di kota-kota besar China.

Peserta diminta untuk berkumpul di pusat-pusat keramaian dan menyanyikan slogan. Instruksi-instruksi dan rincian lainnya dianggap mencurigakan oleh beberapa aktivis, yang melihat peristiwa ini sebagai cara yang efektif bagi PKC untuk menangkap orang. Sejumlah besar aktivis ditangkap sebelum aksi protes berlangsung, dan ada beberapa laporan dari para aktivis dipukuli.

Sementara panggilan saat ini hanya untuk berjalan-jalan berkelling tersenyum tidak mungkin menjadi perangkap, takut beberapa hal itu mungkin meremehkan tema revolusi.

"Itu bisa merubah sebuah gerakan protes nyata ke dalam lelucon. Begitu berita dari (Revolusi Melati) keluar, PKC bergerak sangat cepat," kata Wei. "Di masa lalu mereka telah berpaling apa yang sesuatu yang lebih serius menjadi sesuatu yang lebih lembut, sesuatu yang tidak bisa menjadi tantangan."

Website ini mengatakan bahwa panggilan untuk berjalan-jalan dimaksudkan untuk menginspirasi sentimen demokratis, membebaskan para aktivis tingkat tinggi, kembalikan hak rakyat, dan menghamburkan sumber daya negara.

“Kita harus jelas tentang tujuan akhir dari setiap gerakan: adalah menyingkirkan PKC,” kata aktivis Tang Baiqiao.
Pemborosan sumber daya negara ketika berjalan-jalan tersenyum baik-baik saja, kata aktivis Tang Baiqiao, tetapi perlu melangkah lebih jauh dari itu.

"Kita tidak bisa menuntut PKC turun hanya untuk reformasi. Kita harus jelas tentang tujuan akhir dari setiap gerakan: ini tentang menyingkirkan PKC. Itulah semangat revolusi," kata Tang.

Tang, seorang aktivis demokrasi lama, adalah penulis buku “My Two Chinas: The Memoir of a Chinese Counterrevolutionary” dan sekarang tinggal di Amerika Serikat.

Tang waspada tentang bahkan terhadap kata-kata itu. Panggilan protes di situs internet molihuaxingdong, secara harfiah, "Gerakan Melati." Meskipun isi merujuk bergantian untuk sebuah ‘gerakan’ dan ‘revolusi,’ ujar Tang sangat penting untuk disimpan sebagai kategori terakhir. "Saya tidak menentang mereka, tetapi kita harus jelas tentang tujuan akhir."

Sebuah pernyataan baru-baru ini di situs internet membuat 10 pernyataan. Mereka termasuk yang berdemonstrasi harus beradab, rasional, dan bukan slogan berteriak, bahwa mereka harus menyebarkan berita sampai jauh dan luas, dan bahwa generasi muda harus terlibat dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan.

Pernyataan keenam menyarankan, "Segera setelah orang mengalami masalah, seharusnya semua orang orang di sekitar dan berteriak “Tangkap ada Pencopet!"

Mereka memilih jam 6 sore pada hari Sabtu karena di bawah selimut kegelapan kamera pemerintah tidak akan bekerja dengan baik. Pemerintah harus membuang uang menggunakan polisi khusus pada akhir pekan juga. Ini akan mengganggu mereka.

Pernyataan ke 10 terlihat serius, "Meskipun sekarang kita relatif tenang, pada waktu yang tepat kita dengan jelas akan menyatakan tuntutan-tuntutan kita."

Untuk Mr. Link, pertanyaan kunci adalah apakah elite aktivis China dapat memanfaatkan telaga besar ketidakpuasan masyarakat terhadap rezim: PHK, petani yang dicuri tanahnya, dan kelompok agama dianiaya. "Ada banyak ketidakpuasan dalam tarap permulaan," ujar Link - dalam tarap permulaan karena "jika Anda mengorganisir anda akan dibunuh."

"Hadir dan tersenyum semacam ini di depan polisi, saya tidak percaya akan menggoyang kapal besar. Saya kira ada perahu besar untuk dilempar, tapi saya kira batu ini tidak akan mengena," kata Link.

Para aktivis dan pengamat akan mengamati dengan hati-hati. "Kita tidak bisa menilainya secara jelas pada saat ini," kata Wei. "Tapi ini sangat menarik. Kami harus melihatnya lebih dekat. Setiap orang harus menonton ini." (EpochTimes/man)

Sumber: http://erabaru.net/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Meskipun China telah banyak menambah anggaran belanja militer, kebijakan satu anak di China tampaknya akan membawa dampak pada kualitas tentara muda yang dihasilkan. Tentara muda dianggap oleh atasan mereka menjadi semakin ‘banci’ dan tidak tanggap. Dimanja orang tua yang disebabkan kebijakan oleh 'satu anak' tampaknya menjadi faktor yang serius.

Tentara muda China menjalani sesi pelatihan di Hami, China barat laut wilayah Xinjiang pada 12 Januari 2011.
(STR / Getty Images)
The Study Times baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang menyatakan bahwa anak laki-laki dari generasi tahun 80-an dan 90-an cenderung menjadi ‘banci’ dan kurang jantan.

Artikel ini menggarisbawahi kenyataan bahwa banyak angkatan militer China yang terdiri dari anak-anak dari keluarga 'satu anak' yang lahir setelah tahun 1980  dan 1990. China tidak berjuang dalam perang selama 31 tahun. Meskipun perdamaian sangat berharga bagi pembangunan suatu bangsa, pakar militer takut  bisa mengikis kekuatan tempur militer.

Artikel tersebut juga menyangkal teori bahwa perang modern tidak memerlukan kekuatan fisik yang besar. Pasukan Amerika di Perang Irak sebagai contoh, ia menyatakan bahwa tentara AS harus berjalan ratusan kilometer sambil membawa peralatan seberat puluhan kilogram dan tinggal di tenda dalam suhu ekstrim.

Beijing Business Today  melaporkan bahwa generasi pasca 80-an  adalah manja dan telah dimanjakan sejak kecil,  karena itu sangat egosentris. Beberapa mahasiswa bahkan berhenti kuliah untuk menghindari kelas pelatihan militer.

Seorang inspektur dari sebuah perguruan tinggi di Beijing menggambarkan bahwa generasi muda menjadi semakin lemah.

"Mereka mengeluh tentang sakit punggung ketika berdiri, dan sakit kaki ketika sedang berjalan, mereka menjadi pusing berada di terik matahari dan tenggorokan mereka terbakar hanya karena meneriakkan slogan-slogan."

Menurut laporan, setengah bulan dalam tahun ajaran sekolah, 28 mahasiswa ingin putus kuliah, walaupun telah membayar uang kuliah; delapan dari siswa memberikan alasan mereka sebagai "tidak dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sekolah."

Prajurit baru dari generasi 90-an cemas tentang kehidupan militer yang di nyatakan dalam banyak situs web China. Pada Tiexue.net, situs terbesar militer China, seorang tentara yang mengaku dilahirkan pada tahun 1991 dan tinggi 185 cm (6.1 kaki) mengatakan bahwa orang tuanya tidak pernah membiarkan dia bermain diluar ruangan, karena takut dia belajar kebiasaan buruk. Meskipun visinya bagus namun stamina fisiknya sangat lemah: Ia akan pingsan jika lari jarak jauh atau olahraga berat. Hasil uji kesehatannya menunjukkan bahwa ia menderita gula darah rendah karena kurangnya berolahraga.

Harian  PLA (Angkatan Bersenjata China) sebelumnya melaporkan bahwa program pelatihan militer rezim yang begitu ketat telah diubah, karena kurangnya kekuatan dan daya tahan generasi sekarang. (EpochTimes/man)

Sumber: http://erabaru.net/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Tripoli - Sebuah rudal telah menghancurkan bangunan rumah dinas pemimpin Libya, Muamar Gaddafi di Tripoli. Seorang wartawan AFP yang menyaksikan kejadian itu melaporkan, Minggu (20/3).

Bangunan yang berada sekitar 50 meter (165 kaki) dari tenda tempat Gaddafi biasanya menemui para tamu itu telah rata dengan tanah.

Bangunan pemerintah itu dihantam oleh sebuah rudal, kata juru bicara resmi Libya Moussa Ibrahim pada wartawan yang dibawa ke tempat tersebut dengan sebuah bus.

Tripoli telah diguncang oleh ledakan yang sangat keras minggu malam, dari mana tembakan itu terdengar datang dari temoat sekitar kediaman Gaddafi.

Asap bergelombang dari kediaman dan barak di Bab el-Aziziya di selatan ibu kota Libya itu ketika senjata antipesawat menembakkan sejumlah tembakan.

Sementara itu, kelompok oposisi menyatakan lebih dari 8.000 warga Libya yang bersekutu dengan gerakan pemberontak yang bangkit melawan Muamar Gaddafi tewas dalam pemberontakan terhadap pemerintahnya itu. Hal tersebut dikatakan seorang juru bicara gerakan tersebut pada Al Jazeera.

"Jumlah korban tewas kami lebih dari 8.000," kata Abdel Hafiz Ghoga.

Ghoga pun mengecam Sekjen Liga Arab Amr Mussa karena komentarnya yang mengkritik aksi militer oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Libya.

Liga Arab telah meminta dilaksanakannya zona larangan tetbang di atas Libya untuk melindungi warga sipil dari pasukan Gaddafi, tapi Mussa mengecam 'pembombardiran warga sipil' oleh pasukan sekutu itu.

"Apa yang terjadi di Libya telah berbeda dari tujuan untuk menerapkan zona larangan terbang, dan yang kami inginkan adalah perlindungan warga sipil dan bukan pembombardiran lagi warga sipil," kata Mussa sebagaimana dikutip oleh kantor berita negara Mesir.

Ghoga mengatakan, "hari ini, ketika sekjen bicara, saya terkejut".

"Apa mekanisme untuk menghentikan pembasmian rakyat di Libya, apa mekanismenya, tuan sekjen? Jika perlindungan warga sipil bukan kewajian internasional, apa mekanisme yang anda usulkan pada kami?," ujarnya dalam tanda tanya.(ant/waa)

Sumber: http://erabaru.net/
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments