Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Anggota biro politik Hamas Muhammad Nazzal mengatakan bahwa Presiden de facto Mahmud Abbas dan rombongannya, sepertinya tidak memahami pelajaran setelah jatuhnya sekutu mereka dari rezim tirani Arab. Nazzal dalam siaran pers pada hari Sabtu lalu menyatakan bahwa Abbas seperti menghindar dari Ismail Haniyah atas seruan utamanya agar mau mengunjungi Gaza untuk menghidupkan kembali dialog nasional.


Hal ini jelas setelah salah satu juru bicara Abbas mengklaim bahwa inisiatif Abbas untuk pergi ke Gaza tidak ada hubungannya dengan undangan Haniyah yang digambarkan sebagai tanpa nilai apapun, pejabat Hamas menjelaskan. Nazzal juga mengkritik beberapa pernyataan juru bicara Abbas yang mengatakan bahwa mereka tidak ingin memulai dari awal dan kembali kepada apa yang mereka gambarkan sebagai "dialog orang tuli."

"Mereka tahu bahwa pembicaraan yang terjadi di Kairo selama beberapa bulan sifatnya terbuka, mendalam dan transparan, dan tidak semua dialog merupakan ketulian, namun mantan sponsor dialog itu memasukkan hasil dialog ini ke dalam kertas dan ingin memaksakan kepada pihak yang bernegosiasi," pejabat Hamas itu menggaris bawahi.

"Sponsor ini (Mubarak) bukan mediator yang jujur, tapi sengaja secara bias terlibat dalam pertandingan internasional regional yang bertujuan menghapus Hamas dari panggung politik, karena itu, sayangnya, sponsor itu tidak berdaya dan merugikan dirinya sendiri," tambahnya.(fq/pic)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Pesawat jet Tornado Inggris membatalkan melakukan penyerangan terhadap sistem pertahanan udara Libya semalam karena khawatir serangan itu mengenai warga sipil, Departemen Pertahanan Inggris melaporkan Senin ini (21/3). Pesawat dari Royal Air Force (RAF) telah mendekati target, tetapi memutuskan untuk tidak meluncurkan senjata mereka karena mendapatkan informasi bahwa ada warga sipil di daerah itu, juru bicara militer Mayor Jenderal John Lorimer mengatakan.


Akhir Minggu, Inggris meluncurkan serangan rudal darat dipandu Tomahawk dari kapal selam Trafalgar di laut Mediterania, dalam intervensi kedua negara itu dalam aksi militer internasional di Libya.

"Angkatan bersenjata Inggris, sebagaimana diizinkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB 1973, melakukan misi lain terkoordinasi di Libya malam ini," kata Lorimer, juru bicara kepala staf pertahanan, dalam sebuah pernyataan semalam.

"Pada saat RAF GR4 Tornados mendekati target, informasi lebih lanjut datang yang mengidentifikasi adanya sejumlah warga sipil di daerah sasaran yang dituju. Akibatnya keputusan itu diambil untuk tidak memulai menembakkan senjata.

"Keputusan ini menggarisbawahi komitmen Inggris, dengan melakukan perlindungan terhadap warga sipil."

Tindakan militer yang diambil sesuai dengan Resolusi PBB hari Kamis lalu yang resmi mengizinkan menggunakan "segala cara yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dan menegakkan gencatan senjata dan zona larangan terbang melawan pasukan Gaddafi. Tripoli telah melaporkan bahwa puluhan orang meninggal dalam serangan pasukan aliansi asing, yang dimulai dengan serangan Perancis pada hari Sabtu sore.(fq/afp)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Losif Vissarionovich Dzugashvili, Dunia mengenalnya dengan Joseph Stalin (1879-1953), yang bertahun-tahun jadi diktator proletariat Uni Soviet. Dilahirkan tahun 1879 di kota Gori, Georgia di Kaukasus dan bahasa asalnya pun Georgia, yang jauh berbeda dengan bahasa Rusia. Baru belakangan bahasa Rusia dipelajarinya, tetapi tiap ngomong, aksen Georgianya tak pernah lenyap. Dia dibesarkan dalam suasana miskin papa. Ayahnya tukang sol sepatu yang gemar mabuk dan menggebuki anaknya sampai melintir. Ayah pemabuk ini meninggal tatkala Iosif berumur sebelas tahun.

Selagi muda Iosif belajar di sekolah gereja di kota Gori dan sesudah menginjak umur belasan dia masuk seminari teologi di Tiflis. Tetapi, tahun 1899 dia ditendang keluar seminari karena dituduh "menyebar pikiran-pikiran subversif." Maka bergabunglah ia dengan gerakan Marxis bawah tanah, dan di tahun 1903, tatkala ada perpecahan dalam tubuh partai, dia memihak kelompok Bolshevik. Hingga tahun 1917 dia merupakan anggota partai yang gigih dan giat, ditahan tak kurang enam kali. (Tetapi, umumnya hukuman yang menimpanya tidak berat. Lebih dari satu kali dia mencoba melarikan diri dari tahanan. Ada dugaan, ada masa singkat dimana sebetulnya dia merupakan agen ganda). Di masa inilah dia mulai pakai nama samaran yang sedap dan cocok: Stalin, orang yang terbuat dari baja.

Stalin tidak pegang peranan menentukan dalam revolusi tahun 1917. Tetapi, dia amat aktif dalam masa dua tahun berikutnya, dan di tahun 1922 dia menjadi Sekretaris Jendral Partai Komunis. Kedudukan ini membuka kesempatan luas baginya menggunakan pengaruh terhadap jalannya administrasi partai dan sekaligus merupakan faktor utama dalam pergulatan menuju puncak kekuasaan sesudah Lenin meninggal dunia.

Jelas sekali, Lenin cenderung agar penggantinya Leon Trotsky. Nyatanya, dalam testamen politiknya Lenin menandaskan bahwa Stalin terlampau keras dan mesti disingkirkan dari kedudukan Sekretaris Jendral partai. Tetapi, sesudah Lenin tiada di awal tahun 1924, Stalin menggantikannya seraya menyembunyikan testamen Lenin. Lebih jauh dari itu, Stalin berhasil menggalang kekuatan bersama Lev Kamenev dan Grigori Zinoviev, dua anggota penting politbiro, dan membentuk troika atau triumvirate. Bersama-sama mereka berhasil mengalahkan Trotsky dan para pengikutnya. Kemudian Stalin --seorang genius dalam hal perkelahian geser-menggeser dalam kelompok-- berbalik menghadapi Zinoviev dan Kamenev serta menyingkirkan kedua mereka. Sesudah berhasil mengalahkan "oposisi sayap kiri" (misalnya: Trotsky, Kamenev, Zinoviev dan pengikutnya) dalam perebutan kekuasaan, Stalin meneruskan menerima beberapa usul-usul politik mereka. Tak lama sesudah itu, Stalin menghadapi "sayap kanan" dari partai Komunis --sekutu sementaranya-- dan mengalahkan mereka pula. Menjelang awal tahun 1930-an, dia sudah menjadi diktator tunggal di Uni Soviet.

Dari kedudukan yang penuh kuasa ini, mulai tahun 1934, Stalin melancarkan serentetan pembersihan. Peristiwa yang sedikitnya bisa dianggap awal dari tindak pembersihan itu adalah pembunuhan yang terjadi tanggal 1 Desember 1934 atas diri Sergei Kirov, pejabat tinggi Komunis dan salah seorang penasihat Stalin. Besar kemungkinan, Stalin sendiri yang memerintahkan pembunuhan itu, sebagian untuk menyingkirkan Kirov, tetapi tampaknya lebih ditujukan untuk menyembunyikan langkah-langkah pembersihan lebih lanjut.

Tahun-tahun berikutnya, sejumlah besar orang-orang yang pernah jadi tokoh pimpinan partai Komunis di masa revolusi 1917, dan mereka yang berada di bawah pemerintahan Lenin, dituduh pengkhianat oleh Stalin dan dihukum. Banyak diantara mereka yang melakukan pengakuan terbuka di depan pengadilan rakyat. Ini sama saja dengan misalnya Thomas Jefferson, ketika jadi Presiden, menangkap sebagian besar para penandatangan Deklarasi Kemerdekaan dan menghukum mereka sesudah mereka "mengaku" di depan pengadilan umum. Di tahun 1938, orang yang mengepalai permulaan langkah pembebasan, Genrikh Yagoda, juga di bawa ke depan pengadilan, mengaku telah berkhianat dan segera dihukum mati. Juga penggantinya Nicolai Yehzov mengalami nasib serupa.

Pembersihan di pertengahan tahun 1930-an meluas ke segenap tubuh partai Komunis dan Angkatan Bersenjata, dan pembersihan itu tidaklah semata ditujukan kepada masalah anti-Komunis dan kontra revolusioner. Stalin lebih sukses dalam hal membunuh kaum Komunis ketimbang yang dilakukan oleh polisi Czar sendiri. Contohnya, dari anggota Central Komite Partai Komunis yang terpilih tahun 1934, lebih dari dua pertiganya dibunuh pada saat pembersihan berikutnya. Dari langkah-langkah ini jelas sudah, motif utama Stalin adalah membuka kemungkinan buatnya mendirikan satu kekuatan yang berdiri sendiri di dalam negeri. Ironisnya, justru pada saat hebat-hebatnya pembersihan inilah Stalin mengeluarkan konstitusi baru Uni Soviet yang disebut demokratis.

Diantara politik ekonomi yang ditegaskan Stalin adalah kolektivisasi paksa sektor pertanian; politik ini amat tidak populer di kalangan petani dan banyak diantara mereka menentangnya. Di awal tahun 1930-an, dengan perintah Stalin, berjuta-juta petani dibunuh atau dibiarkan mati kelaparan. Dan pada akhirnya politik ini berhasil. Secara ekonomi, sektor pertanian Uni Soviet boleh dibilang terbelakang sejak saat itu.

Politik Stalin lainnya adalah mendorong cepatnya industrialisasi. Ini terselesaikan sebagian lewat serentetan "Rencana Pembangunan Lima Tahun"-nya yang kemudian banyak ditiru oleh negeri-negeri di luar Uni Soviet. Di samping pelbagai ketidak-efesienan, politik industrialisasi Stalin bisa dibilang membawa perbaikan dan sukses. Kendati besarnya kehilangan material yang diderita oleh Uni Soviet dalam Perang Dunia ke-2,Uni Soviet keluar dari perang itu sebagai negara industri terbesar kedua di dunia.

Bulan Agustus 1939 Hitler dan Stalin menandatangani perjanjian "tidak saling menyerang" yang masyhur. Dalam tempo dua minggu, Hitler menyerbu Polandia dari arah barat, dan beberapa minggu kemudian Uni Soviet menyerbu dari lambung timur, dan menduduki sebagian daripadanya. Di ujung tahun itu pula Uni Soviet mengancam tiga negeri yang merdeka: Latvia, Lithuania, dan Estonia dengan kekuatan senjata. Ketiganya menyerah tanpa perlawanan dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Uni Soviet. Hal serupa, sebagian daerah Rumania juga dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaannya. Finlandia menentang ancaman, tetapi pada akhirnya Uni Soviet menyerbu dan mendudukinya. Alasan Uni Soviet melakukan penyerbuan itu adalah karena daerah-daerah itu diperlukan untuk mempertahankan diri dari adanya kemungkinan penyerangan dari Nazi Jerman. Tetapi, sesudah perang usai dan Nazi sepenuhnya dikalahkan, Stalin tidak melepaskan genggamannya atas daerah-daerah itu. (Hal serupa dilakukan pula oleh para penggantinya).

Di akhir Perang Dunia ke-2, Angkatan Bersenjata Uni Soviet menduduki bagian besar Eropa Timur dan Stalin menggunakan kesempatan ini menjadikan daerah-daerah itu negara Komunis yang berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Pemerintahan Marxis juga muncul di Yugoslavia, tetapi karena di sana tidak ada pasukan Rusia, Yugoslavia tidaklah jadi satelit Rusia. Mencegah jangan sampai negeri-negeri Komunis lain mengikuti jejak Yugoslavia, Stalin mengambil langkah-langkah pengamanan yang diperlukan. Tak lama sesudah berakhirnya Perang Dunia ke-2, mulailah babak "perang dingin" antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Kendati Truman dan pemimpin negeri-negeri Barat lainnya punya saham pula dalam memulai perang dingin, tak bisa diragukan bahwa peranan Stalin lebih besar dari mereka.

Bulan Januari 1953 pemerintah Uni Soviet mengumumkan bahwa sekelompok dokter telah ditangkap atas tuduhan melakukan pembunuhan terhadap pejabat-pejabat tingkat tinggi Rusia. Ini tampaknya merupakan rencana Stalin pula untuk melakukan pembabatan berikutnya. Tetapi, tanggal 5 Maret 1953, diktator berumur 73 tahun itu meninggal dunia di istana Kremlin, Moskow. Jasad Stalin dibaringkan di samping Lenin di Mausoleum di Lapangan Merah. Tetapi, di tahun-tahun berikutnya (khusus sesudah pidato Khruschev bulan Februari 1956), reputasi Stalin diseret ke bawah secara sengit di Uni Soviet. Destalinisasi dilaksanakan secara besar-besaran.

Kehidupan kekeluargaan Stalin tidaklah terlampau bahagia dan sukses. Dia kawin tahun 1904, tetapi tiga tahun sesudah itu istrinya meninggal akibat mengidap penyakit paru-paru. Anak satu-satunya --Jacob-- ditangkap Jerman waktu Perang Dunia ke-2. Jerman mengajukan tawaran pertukaran tetapi tawaran itu ditolak Stalin, dan matilah Jacob dalam kamp konsentrasi. Stalin kawin untuk kedua kalinya tahun 1919. Istri keduanya ini pun meninggal dunia tahun 1932. Ada berita dia bunuh diri, tetapi desas-desus lain bilang Stalinlah yang bunuh atau setidaknya membiarkan dia terbunuh. Ada dua anak dari perkawinan kedua ini. Anak laki-lakinya, seorang perwira Angkatan Udara Rusia, menjadi pemabuk, dan mati tahun 1962. Anak perempuannya, Svetlana, diusir dari Uni Soviet dan di tahun 1967 datang di Amerika Serikat.

Watak utama Stalin adalah kekejamannya. Tak sedikit pun tampak rasa belas kasihannya, bagai cadas yang sukar luluh. Selalu dalam keadaan curiga, mendekati paranoia. Di seberang lain, dia seorang yang berkemampuan: ulet, kemauan kuat, teguh pendirian, angkuh, dan punya daya pikir yang kuatnya luar biasa.

Selaku diktator selama kira-kira seperempat abad, pengaruh Stalin sudah merasuk hampir ke semua segi kehidupan. Ditilik dari imbangan antara daya kontrol pribadinya dengan jumlah penduduk yang berada di bawahnya serta masa kekuasaannya, bisalah dianggap Stalin itu seorang diktator paling jempol dalam sejarah (meski bisa diperdebatkan Mao Tse Tung juga punya bobot sama kuat). Di masa hidupnya, Stalin mengirim berjuta orang ke alam baka, atau ke kamp-kamp kerja paksa. (Tak ada cara mengetahui persis berapa jumlah orang yang jadi korban akibat gerakan sapu mautnya, tetapi mungkin bergerak di sekifar dua puluh juta orang).

Tak bisa disangsikan lagi, jangka pendek pengaruhnya teramatlah kuatnya, tetapi belum bisa dipastikan bagaimana untuk jangka panjangnya. Misalnya, sejak kematian Stalin, kekangan besi polisi rahasia terhadap penduduk Rusia sangat jauh mengurang. Meskipun Uni Soviet masih berada di belakang Amerika Serikat dalam hal kebebasan sipil dan politik dan lain-lain negeri demokrasi Barat, kini tak ada lagi keadaan totaliter seperti masa di bawah Lenin sebelum digantikan oleh Stalin.

Negeri-negeri satelit Uni Soviet di Eropa Timur tampaknya mantap, tetapi tak bisa diramalkan berapa lama tahannya. Banyak contoh dalam sejarah betapa negara-negara kuat mendirikan negeri "pelindung" untuk keselamatannya yang berada di bawah pengaruhnya. Umumnya negeri-negeri itu tidak jadi negeri bawahan untuk masa tak terbatas: atau dia masuk sepenuhnya ke dalam wilayah kekuasaan negeri yang menguasainya, atau jadi bebas sendiri. Berhubung tak tampak tanda-tanda Uni Soviet akan memasukkan mereka ke dalam wilayahnya, besar kemungkinan mereka akan menjadi negeri yang sepenuhnya bebas dalam abad ini. (Di lain pihak, kontrol Komunis terhadap negeri-negeri seperti Jerman Timur dan Bulgaria akan lebih lama).

Perbatasan Uni Soviet sendiri mengembang di bawah pemerintahan Stalin, walaupun mesti diingat perbatasan Rusia senantiasa maju mundur selama berabad-abad. Yang jelas daerah Uni Soviet kini lebih kecil ketimbang Rusia di bawah Czar tahun 1879 ketika Stalin lahir ke dunia.

Stalin sering dianggap berjasa mengindustrialisir Rusia. Rasanya penyebutan ini berlebihan. Pertama, jelas Uni Soviet akan melakukan industrialisasi dirinya walau tanpa Stalin. Kedua, meski Stalin merupakan tokoh pendorong percepatan industrialisasi, dia pasti bukan pemula yang sesungguhnya. (Rusia jaman Czar di tahun 1914 sudah merupakan negeri industri kelima di dunia).

Di lain pihak, pengkolektifan pertanian Uni Soviet tak akan pernah terwujud tanpa perubahan drastis yang dilakukan Stalin. Dalam kaitan ini, politik kebijaksanaan Stalin mempunyai pengaruh jauh seperti berikut:

Stalin punya peranan penting dalam penyebarluasan Komunisme ke seluruh dunia. Kenyataan ini mengandung kebenaran obyektif. Adalah berkat usaha Stalin Komunisme tertancap kuat di negeri-negeri satelit di Eropa Timur, tetapi di Cina kerja keras luar biasa yang diperbuat Mao Tse Tung merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan. Secara keseluruhan saya pikir tentulah Marx dan Leninlah yang punya saham terbesar dalam penyebaran Komunisme ke seluruh jagad. Tetapi, meskipun apabila Stalin tidak sejajar arti pentingnya dibanding Marx, Lenin dan Mao Tse Tung, toh tidak bisa tidak dia merupakan salah seorang raksasa dalam sejarah, seorang genius yang beringas yang tak bisa dilupakan sejarah begitu saja.

Sumber:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Baden-Powell dilahirkan di Paddington, London pada 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace Smith, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada 1933, "Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya." Selepas menghadiri Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell dianugerahi beasiswa untuk sekolah umum Charterhouse. Perkenalannya kepada kemahiran pramuka adalah memburu dan memasak hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan kawasan terlarang.

Dia juga bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangan dengan tangkas, dan gemar bermain drama. Masa liburan dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.

Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.

Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an di jajahan Natal Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang Zulu yaitu:

impressa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar.
m'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak.

Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.

Baden-Powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah Mediterania yang berbasis di Malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk "Aids to Scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan.

Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa Perang Boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden-Powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu.

Baden-Powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-Powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh Pembebasan Mafeking pada 16 Mei 1900. Naik pangkat sebagai Mayor Jendral, Baden-Powell menjadi pahlawan nasional.

Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.

Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.

Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.

Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.

Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.

Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Magill Kinzie Gordon).

Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce.

Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: "dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.

Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing.

Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:

Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.

Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.

Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941:

* Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962)
* Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986)
* Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan)

Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisa mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.

Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II.

Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.

Sumber: http://id.wikipedia.org/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Elizabeth lahir tahun 1533 di Greenwich, Inggris. Ayahnya, Raja Henry VIII, perintis babak pembaharuan Inggris. Ibunya, Anne Boleyn, adalah istri kedua Henry. Anne dipenggal kepalanya hingga menggelinding bagai sebutir nyiur tahun 1536 dan beberapa bulan kemudian parlemen keluarkan pengumuman bahwa Elizabeth yang waktu itu berumur tiga tahun sebagai "anak sundal." (Ini merupakan sikap umumnya kaum Katolik Inggris yang tidak menganggap sah perceraian Henry dengan istri pertamanya). Meski ada kutukan parlemen, Elizabeth dibesarkan dalam rumah tangga kerajaan dan peroleh pendidikan baik.

Henry VIII tutup usia tahun 1547 tatkala umur Elizabeth tiga belas tahun. Sebelas tahun sesudah itu tidak ada penguasa Inggris yang bisa dianggap berhasil. Edward VI, saudara tiri Elizabeth naik tahta antara tahun 1547 sampai 1553. Di bawah pemerintahannya, kentara sekali politik pro Protestannya. Ratu Mary I memerintah lima tahun sesudah itu mendukung supremasi kepausan dan pengokohan kembali Katolik Romawi. Selama pemerintahannya kaum Protestan Inggris diuber-uber dan ditindas, bahkan sekitar tiga ratus pemeluknya dihukum mati. (Ini menyebabkan ratu dapat julukan tak sedap: "Mary yang berdarah." Elizabeth sendiri ditahan dan disekap di Menara London. Kendati akhirnya dibebaskan, hidupnya dalam beberapa waktu berada dalam ancaman bahaya. Tatkala Mary tutup usia (tahun 1558) Elizabeth yang sudah berumur dua puluh lima tahun naik tahta. Kenaikan ini memberi kecerahan buat penduduk Inggris.

Banyak masalah yang menghalang ratu muda belia ini: peperangan melawan Perancis; hubungan tegang dengan Skotlandia dan Spanyol; kondisi moneter pemerintah; dan di atas segala-galanya itu adalah awan gelap perpecahan agama yang bergantung di atas kepala Inggris.

Kemelut terakhir ini ditangani lebih dulu. Tak lama sesudah Elizabeth naik tahta, undang-undang tentang "Supremasi dan Persamaan" disahkan tahun 1559, menetapkan Anglican sebagai agama resmi Inggris. Ini memuaskan pihak kaum Protestan moderat, tetapi kaum Puritan menghendaki perubahan yang lebih drastis. Meskipun menghadapi oposisi kaum Puritan di satu pihak dan kaum Katolik di lain pihak, selama masa pemerintahannya tetap bertahan memantapkan kompromi yang tertera dalam undang-undang tahun 1559.

Situasi keagamaan menjadi ruwet dengan keadaan yang berkaitan dengan Ratu Mary dari Skotlandia. Mary dipaksa meninggalkan Skotlandia dan melarikan diri ke Inggris. Sesampai di Inggris dia menjadi tahanan Ratu Elizabeth. Langkah Elizabeth ini bukanlah atas dasar kekerasan dan semau-maunya: Mary penganut Katolik Romawi dan juga punya tuntutan yang layak menggantikan tahta Elizabeth. Ini berarti, andaikata ada pemberontakan atau pembunuhan yang berhasil, Inggris akan punya lagi ratu beragama Katolik. Selama penahanan Mary yang sembilan belas tahun itu memang ada beberapa kali komplotan menghadapi Elizabeth dan ada cukup bukti keterlibatan Mary. Akhirnya di tahun 1587 Mary dihukum mati. Elizabeth menandatangani vonis hukuman itu dengan agak ogah-ogahan. Para menterinya dan umumnya anggota parlemen menginginkan supaya Mary dibunuh lebih cepat lebih baik.

Pertentangan agama betul-betul membahayakan Elizabeth. Di tahun 1570 Paus Pius V mengucilkan dan memerintahkannya turun tahta; dan di tahun 1580 Paus Gregory XIII mengeluarkan pengumuman bahwa tidaklah berdosa membunuh Elizabeth. Tetapi, keadaan juga yang menguntungkan Elizabeth. Sepanjang masa pemerintahannya, kaum Protestan tercekam rasa takut terhadap kebangunan kembali Agama Katolik di Inggris. Elizabeth menampakkan dirinya bagai perisai menghadapi kebangunan itu. Dan ini merupakan sumber penyebab pokok kepopulerannya di kalangan massa Protestan Inggris yang besar itu.

Elizabeth menangani politik luar negeri dengan cermat, luwes, dan berpandangan jauh. Di awal-awal tahun 1560 dia merampungkan "Perjanjian Edinburgh" yang menjamin penyelesaian damai dengan Skotlandia. Perang dengan Perancis berakhir dan hubungan kedua negara membaik. Tetapi, angsur-berangsur keadaan memaksa Inggris terlibat pertentangan dengan Spanyol. Elizabeth berusaha menghindari perang, tetapi buat Katolik militan Spanyol abad ke-16, perang antara Spanyol dengan Protestan Inggris sulit terelakkan. Pemberontakan di Negeri Belanda melawan penguasa Spanyol merupakan faktor pembantu: pemberontak Belanda umumnya penganut Protestan dan tatkala Spanyol menggenjot pemberontak, Elizabeth membantu Negeri Belanda, meskipun sebenarnya Elizabeth pribadi tak punya gairah berperang. Umumnya rakyat Inggris seperti juga para menteri dan parlemen lebih bernafsu angkat senjata daripada Elizabeth. Karena itu, ketika perang dengan Spanyol akhirnya meletus juga di tahun 1580an, Elizabeth peroleh dukungan kuat rakyat Inggris.

Bertahun-tahun Elizabeth secara tekun membangun Angkatan Laut Inggris; tetapi, Raja Philip II dari Spanyol juga bergegas membangun armada besar --Armada Spanyol-- untuk melabrak Inggris. Armada Spanyol punya kapal-kapal yang hampir seimbang banyaknya dengan kepunyaan Inggris, tetapi kelasinya lebih sedikit; lebih dari itu, pelaut Inggris lebih terlatih baik dan kualitas kapal serta persenjataan meriamnya lebih bagus. Pertarungan pun pecah tahun 1588, dan pertempuran laut yang seru itu berakhir dengan kekalahan mutlak pihak Spanyol. Sebagai akibat kemenangan ini, Inggris menjadi mantap selaku kekuatan Angkatan Laut paling jempol di dunia, posisi yang tetap dipegangnya hingga abad ke 20 ini.

Elizabeth senantiasa cermat dalam soal keuangan. Di awal-awal pemerintahannya kondisi keuangan kerajaan Inggris sungguh sehat. Tetapi-tentu saja cekcok dengan Spanyol meminta biaya mahal dan di akhir pemerintahannya keadaan keuangannya amat miskin. Tetapi, kendati kerajaan miskin, keadaan negara secara keseluruhan berkondisi lebih makmur ketimbang pada waktu Elizabeth melekatkan mahkota di ubun-ubunnya.

Pemerintahan Elizabeth selama empat puluh lima tahun (dari tahun 1558 sampai 1603) sering dianggap "Jaman keemasan Inggris." Beberapa penulis termasyhur Inggris, termasuk William Shakespeare, hidup di jaman itu. Jelas-jelas Elizabeth punya saham dalam perkembangan kultural ini. Dia beri semangat teater Shakespeare menghadapi oposisi pemerintahan lokal kota London. Tetapi, tak ada perkembangan musik atau lukisan yang bisa menandingi perkembangan kesusastraan.

Era Elizabeth juga menyaksikan bangkitnya Inggris selaku penjelajah. Ada berulang kali perjalanan ke Rusia dan percobaan-percobaan oleh Martin Frobisher dan oleh John Davis mencari jalan arah barat laut menuju Timur Jauh. Sir Francis Drake berlayar keliling dunia (dari tahun 1577 hingga 1580), menjejakkan kaki di California dalam perjalanan itu. Juga ada percobaan yang gagal (oleh Sir Walter Raleigh dan lain-lainnya) mendirikan pemukiman di Amerika Utara.

Kekurangan Elizabeth terbesar mungkin ogah-ogahan menyediakan peluang buat pergantian tahtanya. Bukan saja dia tak pernah kawin, tetapi dia selalu menghindari menetapkan penggantinya. (Mungkin karena dia takut, jika dia tunjuk seseorang jadi penggantinya akan segera jadi rivalnya). Apa pun alasan Elizabeth tidak mau menyebut penggantinya, kalau saja dia mati muda (atau kapan saja sebelum matinya Mary dari Skotlandia), Inggris mungkin sudah kecemplung dalam kancah perang saudara sesudah penggantian. Nasib baik buat Inggris, Elizabeth hidup sampai umur tujuh puluh tahun. Di atas tempat tidur menjelang rohnya melayang, dia sebut Raja James II dari Skotlandia (putera Mary dari Skotlandia) menjadi penggantinya. Meskipun ini berarti persatuan antara Inggris dan Skotlandia di bawah satu mahkota, ini merupakan pilihan yang membingungkan. Baik James maupun puteranya Charles I terlampau otoriter buat selera Inggris, dan di abad tengah perang saudara pun meledaklah.

Elizabeth punya kecerdasan yang melebihi orang biasa dan seorang politikus yang cakap, tegas, punya pandangan luas. Berbarengan dengan itu dia punya kehati-hatian dan konservatif. Dia mengidap ketidaksukaan berperang dan pertumpahan darah meskipun jika diperlukan dia bisa bersiteguh. Seperti halnya ayahnya, dia menjalankan pemerintahan dengan kerjasama parlemen dan bukan melawannya. Karena dia tidak kawin, maka tampaknya dia masih perawan seperti dikemukakannya di muka umum. Tetapi, tidaklah pula terlalu benar jika dianggap dia itu termasuk jenis perempuan pembenci lelaki. Malah sebaliknya, dia jelas menyukai pria dan gemar bergaul dengannya. Elizabeth punya kemampuan memilih menteri-menterinya yang becus. Sebagian dari hasil-hasil yang dicapainya antara lain berkat Williarn Cecil (Lord Burghley), yang menjadi penasihat utamanya sejak tahun 1558 hingga matinya di tahun 1598.

Pokok-pokok keberhasilan Elizabeth bisa diringkas sebagai berikut Pertama, dia memimpin Inggris selama tahap kedua jaman pembaharuan tanpa pertumpahan darah yang berarti. (Berbeda dengan Jerman di mana tiga puluh tahun perang (1618-1648) membunuh lebih dari dua puluh lima persen penduduk, sungguh menyolok). Selain dia, meredakan rasa benci keagamaan antara Katolik Inggris dan Protestan Inggris, dia berhasil pula menjaga persatuan bangsa. Kedua, empat puluh lima tahun pemerintahannya --Era Elizabeth-- umumnya dianggap jaman keemasan suatu bangsa besar di dunia. Ketiga, adalah juga di masa pemerintahannya Inggris muncul selaku kekuatan pokok, posisi yang bisa dipertahankannya berabad berikutnya.

Kedudukan Elizabeth di dalam daftar urutan buku ini punya keluar biasaan yang jelas. Pada pokoknya, buku ini merupakan daftar para inovator besar, orang-orang yang mengedepankan gagasan-gagasan baru atau membawa perubahan sesuatu keadaan. Elizabeth bukanlah seorang pembaharu, bukan seorang inovator, dan garis kebijaksanaan politiknya umumnya berhati-hati dan konservatif. Kendati begitu, banyak kemajuan terjadi di masa pemerintahannya dibanding umumnya penguasaa yang dengan sadar menghendaki kemajuan.

Elizabeth tidak mencoba berhubungan langsung dengan persoalan gawat yang merupakan urusan wewenang parlemen dan kerajaan. Tetapi, dengan cara hanya menjauhi diri menjadi seorang despot, dia mungkin jadi pendorong utama hidupnya demokrasi di Inggris daripada dia mengumumkan sebuah konstitusi demokratis. Elizabeth tidak mencari kehebatan bidang militer dan pula tidak berminat membangun suatu empirium besar. (Memang, di bawah Elizabeth, Inggris tidaklah punya tanda-tanda sebuah empirium). Kendati begitu, dia mewariskan Inggris Angkatan Laut terkuat di dunia dan meletakkan dasar-dasar empirium Inggris yang menyusul kemudian.

Kebesaran empirium seberang lautan Inggris diperoleh sesudah matinya Elizabeth, paling tidak sebagian terbesamya. Banyak orang yang memainkan peranan penting pembentukan empirium Inggris yang dalam beberapa hal bisa dianggap sebagai hasil wajar ekspansi Eropa secara umum dan kedudukan geografis Inggris. Haruslah pula dicatat bahwa banyak negara Eropa lain yang berpantaikan Samudera Atlantik (Perancis, Spanyol dan bahkan Portugis) juga membangun empirium besar.

Lagi pula, peranan Elizabeth mempertahankan Inggris dan ancaman Spanyol mudah dilebih-lebihkan. Jika dikaji, tidaklah tampak Spanyol itu pernah merupakan ancaman serius terhadap kemerdekaan Inggris. Haruslah diingat, pertarungan antara armada Inggris lawan armada Spanyol sama sekali tidak terlalu berlangsung secara jarak dekat. (Tak satu pun Inggris kehilangan kapalnya!). Dan lebih jauh dari itu, bahkan andaikata Spanyol berhasil mendaratkan pasukan di Inggris, sukarlah dibayangkan mereka dapat menaklukkannya. Angkatan bersenjata Spanyol tidak pernah mencapai kemenangan yang mengesankan di mana pun di Eropa. Jika Spanyol tidak mampu menumpas pemberontakan di negeri Belanda, jelaslah tak ada potongan dia bisa menaklukkan Inggris. Menjelang abad ke-16, nasionalisme Inggris jauh lebih kuat dari kemungkinan Spanyol bisa menaklukkannya.

Lantas di mana Elizabeth mesti ditempatkan di daftar buku ini? Dasarnya dia tokoh lokal. Jika dibandingkan dengan Peter yang Agung dari Rusia tampaknya tak setara. Ditilik dari sudut fakta jelas Peter jauh lebih inovatif ketimbang Elizabeth. Saya akan peroleh kesulitan meyakinkan orang Rusia yang punya pikiran jernih bahwa Elizabeth ditempatkan lebih tinggi dalam urutan dari Peter. Sebaliknya, diukur dari pentingnya peranan yang dimainkan Inggris dan orang Inggris di abad-abad sesudah Elizabeth adalah suatu kesalahan menempatkannya terlampau jauh di belakang Peter. Dalam banyak hal, tampaknya jelas hanya sedikit raja-raja dalam sejarah punya keberhasilan sebanyak Elizabeth.

Sumber: http://kolom-biografi.blogspot.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

IV. Bagaimana Jiang Zemin Memperalat PKC Menindas Falun Gong

Jiang Zemin memanfaatkan prinsip organisasi PKC "seluruh anggota PKC harus tunduk kepada perintah pusat" serta kendali PKC atas seluruh alat negara, yang meliputi tentara, media massa, keamanan, polisi, tentara khusus, keamanan negara, aparat hukum dan menggalang kerjasama dengan Kongres Rakyat Nasional, diplomatik, kelompok organisasi berkedok agama untuk menindas Falun Gong. Tentara PKC dan polisi tentara terlibat langsung dengan penyanderaan, penangkapan para praktisi Falun Gong. Media massa bekerja sama menyebarkan berita bohong yang menjelekkan Falun Gong dan memutarbalikkan fakta. Semua sistem keamanan negara mengabdi pada Jiang Zemin pribadi, memberikan dan mengumpulkan data, membuat isu fitnah, memberikan info palsu. Kongres Rakyat Nasional dan sistem hukum negara menyandangkan jubah "sesuai dengan hukum", "selesaikan sesuai hukum" untuk kejahatan Jiang Zemin dan PKC, membohongi seluruh lapisan masyarakat, menurunkan martabat mereka hingga hanya menjadi alat dan payung pelindung Jiang Zemin. Polisi, kejaksaan dan pengadilan mempraktekkan pelanggaran hukum, menjadi tukang pukul Jiang Zemin. Sistem diplomatik menyebarkan berita bohong dikalangan komunitas internasional, dengan imbalan insentif politik dan ekonomi, membeli beberapa pemerintahan dan media luar negeri, agar mereka berdiam diri terhadap penindasan yang dialami oleh Falun Gong.

Dalam sidang rapat kerja komite pusat tentang penindasan terhadap Falun Gong di tahun 1999, Jiang Zemin berkata: "Saya tidak percaya jika PKC tidak bisa menang melawan Falun Gong". Ini telah menghasut dan memperkuat tekad serta keganasan penindasan oleh PKC. Dalam mendukung keseluruhan posisi penindasan, untuk menghadapi praktisi Falun Gong yang mempercayai "Sejati, Baik, Sabar" Jiang menggunakan tiga cara keji yang disebut: "busukan namanya, hancurkan ekonominya dan lenyapkan fisiknya", dengan itu menggerakan penindasan secara menyeluruh terhadap Falun Gong.

Menggunakan Media Memblokir Berita
Praktek "membusukan namanya" terhadap pengikut Falun Gong dilakukan dengan menjalankan kekuasaan absolut PKC di bidang media. Tanggal 22 Juli 1999, hari ketiga setelah dimulainya penangkapan besar-besaran terhadap praktisi Falun Gong, media di bawah kekuasaan PKC mulai menyebarkan luaskan berita anti Falun Gong. Contohnya seperti CCTV Beijing, selama tahun 1999, CCTV setiap hari menyediakan tujuh jam siaran untuk menayangkan acara yang khusus dibuat, melencengkan dan mengubah isi ceramah pencipta Falun Gong Tuan Li Hongzhi, ditambah lagi tayangan yang disebut sebagai peristiwa bunuh diri, membunuh, mati karena menolak diobati dan berbagai kisah lainnya. Mereka melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk memfitnah dan mendiskreditkan Falun Gong dan penciptanya, Tuan Li Hongzhi.

Contoh yang paling terkenal lainnya, yaitu mengubah perkataan yang diberikan oleh Tuan Li Hongzhi pada sebuah kesempatan acara terbuka: "bahwasanya cerita mengenai bumi meledak itu tidak ada", kata "tidak" dihilangkan, yang muncul di TV menjadi "bahwasanya cerita mengenai bumi meledak itu ada", menfitnah Falun Gong telah meramalkan "hari kiamat bumi". Ada lagi, bagaikan mencangkok pohon, periaku kriminal umum ditransplantasikan ke Falun Gong, dengan tujuan membohongi masyarakat. Contohnya, orang gila bernama Fu Yibin di Beijing yang membunuh keluarganya, pengemis di Propinsi Zhejiang yang meracun mati orang dan orang yang sakit ingatan serta berbagai peristiwa pembunuhan lainnya, semua ditimpakan untuk memfitnah Falun Gong. Kemudian menggunakan media menghasut masyarakat yang tidak memahami fakta sesungguhnya tentang Falun Gong agar menimbulkan kebencian yang besar dalam hati mereka, mencari pembenaran dan dukungan dalam tindasan berdarah yang tidak mendapat hati publik.

Lebih dari 2.000 koran, lebih dari 1.000 majalah, ratusan stasiun televisi lokal dan pemancar radio yang mutlak dikendalikan oleh PKC, bergerak dengan beban berlebihan dalam upaya melancarkan propaganda memfitnah Falun Gong. Melalui kantor berita milik negara seperti kantor berita Xinhua, Zhongxin, Zhongtong dan media milik PKC di luar negeri, propaganda ini disebarkan ke seluruh negara di luar Tiongkok. Berdasarkan perhitungan kasar, hanya dalam waktu setengah tahun, media masa milik PKC baik di dalam dan di luar negeri telah mengeluarkan lebih dari 300.000 artikel atau tayangan berita fitnah yang mengecam. Racun telah merasuki orang-orang di dunia yang tidak memahami fakta sebenarnya dari Falun Gong.

Kedutaan besar Tiongkok di seluruh dunia juga secara besar-besaran ikut membantu menyebarkan berbagai buku bergambar, booklet, brosur, VCD, majalah dan dokumen yang disebut sebagai untuk mengungkap Falun Gong. Situs departeman luar negeri menyediakan kolom khusus, melakukan apa yang disebut mengungkap dan mengritik Falun Gong.

Tidak hanya itu, akhir tahun 1999, pada saat konperensi APEC di New Zealand, Jiang Zemin turun tangan sendiri membagikan booklet buatan PKC yang isinya memfitnah Falun Gong, lebih dari sepuluh kepala negara yang hadir saat itu mendapatkan booklet tersebut, cara-cara buruk dan rendah ini menjadi bahan tertawaan dunia internasional. Saat di Perancis, Jiang Zemin sekali lagi melanggar UUD Tiongkok, melalui media massa luar negeri secara langsung mengumumkan Falun Gong adalah "ajaran sesat", sehingga tercapai sudah tujuannya "membusukkan namanya".

Seketika itu awan hitam menyelimuti dan menekan seluruh negeri, suasana mirip revolusi kebudayaan yang mematikan sepertinya datang kembali.
Perbuatan paling jahat dilakukan pada Januari 2001, Jiang dan PKC menyutradarai adegan "bakar diri" yang menghebohkan, melalui kantor berita negara Xinhua dengan pesat disebarkan ke seluruh dunia, mencelakakan Falun Gong. Adegan konyol tersebut dikritik oleh organisasi-organisasi internasional, termasuk Organisasi Pendidikan dan Pengembangan Internasioanl (IED) PBB di Geneva, mereka menyatakan bahwa adegan tersebut adalah bohong dan rekayasa belaka. Seorang kru yang terlibat dalam pembuatan film tersebut ketika ditanya langsung mengungkapkan, potongan adegan yang ditayangkan oleh CCTV tersebut "ditambahkan dan di-shooting setelah kejadian berlangsung". Tidak diragukan lagi terungkaplah sifat biadab penindas. Dari adegan tersebut muncul pertanyaan orang-orang, "Para pengikut Falun Gong yang tidak takut mati itu" bagaimana mungkin mau bekerjasama begitu erat dengan PKC?

Kebohongan takut pada sinar matahari. Dalam melakukan rekayasa dan memfitnah, sekuat tenaga PKC memblokir berita, terhadap berita luar negeri yang berhubungan dengan Falun Gong, ataupun berbagai pengadilan yang sah terhadap Falun Gong, tanpa ampun semuanya diblokir dan dihancurkan. Segala buku-buku dan materi Falun Gong dimusnahkan tanpa kecuali, bagi media massa luar negeri yang ingin mencoba mewawancarai praktisi Falun Gong di Tiongkok, akan berhadapan dengan tindakan ekstrim yang sama, reporter diusir keluar dari Tiongkok dan ancaman berdiam diri serta larangan beredar di Tiongkok.

Bagi praktisi Falun Gong yang berusaha menyampaikan keadaan Falun Gong yang sebenarnya dan menyebarkan materi penindasan brutal pihak penguasa ke dunia luar, pihak PKC juga memberlakukan metode penindasan yang ekstrim dan berdarah. Sebut saja Li Yanhua, seorang wanita berusia 60 tahun yang berasal dari kota Dashiqian, propinsi Liaoning, dia diculik oleh polisi ketika sedang membagi materi yang berisi informasi tentang penyiksaan terhadap Falun Gong pada 1 Februari 2001, dia akhirnya mati dipukul polisi. Untuk menutupi kasus kejahatan ini, polisi memfitnahnya dan mengatakan: "dia meninggal karena tersesat dalam Falun Gong". Di Universitas Qinghua, puluhan dosen dan mahasiswa dikenakan hukum berat, karena membagi materi Falun Gong. Setelah kasus pemerkosaan terhadap seorang praktisi Falun Gong Wei Xingyan, mahasiswi pascasarjana Universitas Chongqing, sedikitnya tujuh orang praktisi Falun Gong kota Chongqing dikenai hukuman berat.

Denda Uang, Menggeledah Rumah dan Merampas Hak Hidup
Perintah "hancurkan ekonominya" dilakukan oleh seluruh aparatur negara. Lebih dari lima tahun sejak penindasan, ratusan ribu pengikut Falun Gong di Tiongkok dikenakan denda dengan ancaman, paling sedikit ribuan Yuan, terbanyak sampai puluhan ribu Yuan. Denda tersebut tidak mempunyai dasar hukum apa pun, dilakukan seenaknya oleh pemerintahan daerah, unit-unit organisasi, kantor polisi dan tentara. Orang yang membayar denda tidak pernah mendapat tanda terima legal.

Menggeledah rumah, adalah suatu cara perampasan ekonomi dan intimidasi. Para praktisi yang gigih berkultivasi dan latihan, sewaktu-waktu menghadapi penggeledahan rumahnya oleh polisi, uang tunai dan harta benda dalam rumah diambil begitu saja oleh penggeledah. Di perkampungan, bahkan persediaan pangan yang ada di rumah juga tidak luput. Sama saja, barang-barang berharga yang dirampas tersebut tidak mendapat tanda terima apa pun, kebanyakan masuk kantong pribadi petugas penanggung jawab penggeledah.

Bersamaan dengan itu, praktisi Falun Gong juga menghadapi hukuman PHK, para petani menghadapi ancaman diserobot tanahnya. PKC bahkan sama sekali tidak melepaskan orang tua yang sudah pensiun, banyak orang tua yang uang pensiunnya dikurangi atau dihentikan, diambil kembali rumah tinggalnya. Jika ada praktisi Falun Gong yang berwiraswasta, maka kekayaannya disita, simpanan di bank dibekukan.

Jika dalam unit kerja ataupun perusahaan negara terdapat praktisi Falun Gong, maka pemimpin perusahaan dan seluruh karyawan perusahaan tersebut tidak diberi bonus, tidak naik pangkat, dengan demikian masyarakat dipaksa membenci praktisi Falun Gong. Keluarga praktisi juga menghadapi ancaman PHK, kehilangan pekerjaan, anak dikeluarkan dari sekolah, rumah yang diambil kembali dan banyak lagi ancaman lainnya. Semua perlakuan ini, tujuannya adalah memutuskan sumber keuangan praktisi Falun Gong, sehingga ia terpaksa melepaskan kepercayaannya.

Disiksa Secara Brutal dan Dibunuh Sesukanya
Praktek "lenyapkan fisiknya" yang paling berdarah itu pada prinsipnya dilakukan oleh sistem badan keamanan. Menurut data statistik minghui.net yang belum lengkap dan data yang terkumpul dari masyarakat, sejak 20 Juli 1999 sampai sekarang, yang telah berjalan lebih dari lima tahun, bukti-bukti konkret menunjukkan paling sedikit sudah ada 1.143 praktisi Falun Gong yang disiksa hingga mati. Kasus penyiksaan sampai mati tersebar di seluruh negeri, meliputi daerah otonom, daerah tingkat I pada 30 propinsi. Sampai 1 Oktober 2004, kasus tingkat kematian paling tinggi akibat penyiksaan berurut mulai dari daerah Heilongjiang, diikuti oleh Jilin, Liaoning, Hebei, Shandong, Sichuan, Hubei dan lain-lain. Di antaranya yang termuda baru berusia 10 bulan, yang tertua berusia 82 tahun, perbandingannya adalah wanita sebanyak 51.3 persen, yang berusia diatas 50 tahun sebanyak 38.86 persen. Bahkan pejabat PKC ada yang membocorkan, angka kematian sebenarnya jauh di atas angka tersebut.

Bentuk penyiksaan brutal yang dilakukan pada praktisi Falun Gong sangat beragam dan tak terhitung. Dipukul sampai babak belur, dicambuk, distrum dengan listrik, dibekukan (berjalan telanjang kaki di salju), diikat dengan tali, diborgol sepanjang waktu, dibakar, disetrika, digantung, dihukum berdiri atau berlutut sepanjang waktu, jari ditusuk dengan stik bambu dan kawat halus, pelecehan seksual, diperkosa dan lain-lain. Oktober 2000, petugas kamp kerja paksa Masanjia di Propinsi Liaoning melucuti pakaian 18 wanita praktisi Falun Gong dan memasukkan mereka ke dalam sel pria. Contoh seperti ini telah didokumentasi secara penuh dan terlalu banyak jumlahnya untuk dibuat daftar.

Salah satu bentuk penyiksaan yang juga banyak digunakan adalah "pengobatan penyakit jiwa". Para praktisi Falun Gong yang waras, jernih pikirannya dan sehat jasmani, ditangkap secara ilegal dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, disuntik obat perusak sistem syaraf pusat. Mengakibatkan kelumpuhan lokal ataupun kelumpuhan total. Ada yang buta kedua matanya, telinga menjadi tuli. Ada lagi yang otot tubuh dan organ tubuhnya membusuk, ada yang amnesia ataupun lupa ingatan, menjadi idiot. Ada yang berakibat organ dalam tubuhnya rusak parah; ada yang disiksa hingga gila; ada yang langsung meninggal karena reaksi suntikan obat.

Hasil survei membuktikan, kasus "pengobatan penyakit jiwa" terhadap praktisi Falun Gong meliputi 23 propinsi, distrik dan daerah otonomi di seluruh Tiongkok. Paling sedikit ada ratusan rumah sakit jiwa yang tersebar di propinsi, kota, kabupaten dan daerah yang ikut terlibat praktek penyiksaan tersebut. Jika dilihat dari jumlah kasus dan lingkup daerah terjadinya penyiksaan, maka dapat disimpulkan penyiksaan yang dilakukan terhadap praktisi Falun Gong dengan memakai obat penenang adalah hal yang sudah direncanakan, dengan sistim pelaksanaan dari atas ke bawah. Lebih dari seribu orang praktisi Falun Gong yang normal dipaksa masuk ke rumah sakit jiwa atau ke tempat rehabilitasi narkoba. Banyak dari mereka diinjeksi secara paksa atau dipaksa menelan berbagai macam obat penenang, terikat dalam waktu yang panjang, disetrum dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan lainnya. Diketahui sedikitnya 15 orang meninggal akibat penyiksaan seperti ini.

Kantor 610 yang Melampaui Sistem Lembaga Hukum
Tanggal 7 Juni 1999, dalam rapat Departemen Politik PKC, Jiang Zemin tanpa dasar memfitnah Falun Gong. Proses penetapan dalam menyelesaikan masalah Falun Gong berjalan bagaikan menghadapi suatu medan "pertempuran politik", mencap Falun Gong sebagai musuh politik PKC yang menohok urat syaraf pertempuran PKC. Dengan begitu dia memerintahkan komite pusat partai membentuk "kantor khusus untuk menyelesaikan masalah Falun Gong." Karena dibentuk pada tanggal 10 Juni, maka disebut "Kantor 610". Selanjutnya, Kantor 610 menyebar keseluruh negeri mulai dari atas hingga ke bawah diseluruh tingkat pemerintahan. Secara konkret Kantor 610 bertugas menangani semua kegiatan penindasan terhadap Falun Gong. Sementara dewan politik dan kehakiman, media, organisasi keamanan publik, kejaksaan pengadilan rakyat dan organisasi keamanan nasional dan sebagainya yang merupakan mekanisme pemerintah dibawah pimpinan PKC, semuanya menjadi tukang pukulnya. Kantor 610 secara simbolis terdaftar di Dewan Negara, tetapi sebenarnya adalah suatu organisasi partai yang berada di luar sistem organisasi negara dan pemerintah. Tidak dibatasi oleh aturan hukum dan ketentuan kebijakan negara, memiliki mekanisme kekuasaan yang sangat besar yang bisa memakai sumber daya negara sesuai dengan kehendaknya, mirip dengan gestapo Nazi Jerman, yang banyak berbuat kejahatan. Setelah Jiang Zemin memerintahkan menindas Falun Gong pada 22 Juli 1999, kantor berita Xinhua memuat pembicaraan penanggung jawab pusat organisasi PKC, penanggung jawab pusat propaganda PKC dan lainnya. Mereka secara terbuka menyatakan mendukung kebijakan Jiang Zemin menindas Falun Gong, dari sudut pandang ini, semua kesatuan ini bekerja sama dengan organisasi ketat PKC untuk melaksanakan rencana jahat Jiang Zemin.

Banyak kasus telah membuktikan, jika kasus itu berhubungan dengan Falun Gong, maka kantor keamanan, kejaksaan, kehakiman dan pengadilan tidak berhak menyelesaikan sendiri, harus tunduk pada perintah "kantor 610". Ketika keluarga praktisi Falun Gong yang disiksa mati datang mengadu kepada sistem organisasi keamanan publik, kejaksaan dan pengadilan, semua diberitahu harus menunggu keputusan "pejabat Kantor 610".

Keberadaan Kantor 610 ini tidak mempunyai dasar hukum. Perintah yang diberikan kepada semua mekanisme sistem organisasi PKC, tidak dilakukan secara tertulis, hanya dengan perintah lisan. Juga ditentukan semua yang mendapat perintah dilarang merekam, mengambil gambar dan dilarang membuat catatan.

Pembentukan organisasi yang bersifat sementara, merupakan muslihat sewenang-wenang yang sudah biasa digunakan PKC. Dalam operasi pembersihan gerakan-gerakan politik sebelumnya, selalu menggunakan cara-cara tidak lajim dan dikendalikan oleh organisasi abnormal yang bersifat sementara, seperti kelompok revolusi kebudayaan sentral PKC, yang mendorong dan menyebarkan tirani Partai Komunis China ke seluruh negeri.

Dalam perjalanan kekuasaan tirani dan tekanan politik berat jangka panjang, PKC piawai menggunakan kekerasan, kebohongan dan pemboikotan berita, menjadi negara teror paling besar dan paling jahat di dunia. Profesional dalam menggunaan kebrutalan dan kebohongan, dengan skala yang luasnya tiada taranya. Dalam sejarah pergolakan politik, PKC telah mengumpulkan cara-cara sistematis yang paling efektif dalam membunuh dan mencelakakan orang, penuh pengalaman, licik dan kejam. Pada contoh sebelumnya, suami yang tidak tahan akan ancaman dan gangguan dari polisi, mencekik mati istri yang baik hati, ini adalah buah kejahatan dari terorisme PKC dengan membohongi media, melakukan tekanan politik, melibatkan orang lain, mengintimidasi dan lain-lain untuk memilin dan melencengkan sifat manusia serta menghasut kebencian.

Menggunakan Militer dan Sumber Keuangan Negara untuk Melakukan Penindasan
Kendali PKC terhadap militer membuat mereka leluasa melakukan penindasan terhadap rakyat tanpa rasa takut. Dalam penindasan terhadap Falun Gong ini, Jiang Zemin bukan saja menggunakan polisi dan polisi militer, bahkan antara Juli-Agustus 1999, ketika ratusan bahkan jutaan rakyat sipil datang ke Beijing mengajukan permohonan damai atas fitnahan terhadap Falun Gong, Jiang Zemin langsung mengerahkan tentara bersenjata, ditempatkan diberbagai sudut kota Beijing, selain itu, jalan protokol Beijing dipenuhi oleh tentara bersenjata dengan peluru berisi; militer berkoordinasi dengan polisi menghalangi dan menangkap praktisi Falun Gong yang bermaksud mengajukan permohonan damai ke Beijing. Jiang Zemin secara langsung mengalokasikan kekuatan bersenjata untuk meratakan perjalanan menuju penindasan berdarah.

Pengendalian keuangan negara oleh PKC, menjadi beking keuangan bagi Jiang Zemin dalam menindas Falun Gong. Pada rapat besar di "Kamp kerja paksa Masanjia", seorang pejabat tinggi Departemen Kehakiman Provinsi Liaoning mengakui: "Besarnya dana yang digunakan untuk menghadapi Falun Gong melebihi biaya sebuah peperangan".

Meskipun saat ini belum dapat dipastikan berapa banyak sumber ekonomi negara dan hasil keringat darah rakyat yang telah dipakai Jiang Zemin untuk menindas Falun Gong, akan tetapi jika dihitung, dengan mudah akan terlihat deretan angka yang sangat besar. Tahun 2001, menurut informasi yang diberikan oleh orang dalam Keamanan Umum PKC, hanya disekitar Tiananmen saja, untuk menangkap praktisi Falun Gong diperlukan biaya antara 1.7 juta sampai 2.5 juta Yuan setiap harinya, biaya pengeluaran setiap tahunnya berkisar antara 620 juta Yuan sampai 910 juta Yuan. Diseluruh Tiongkok, mulai dari kota besar sampai di pedesaan terpencil, dari anggota polisi, Biro Keamanan Umum, sampai berbagai tingkat pejabat "Kantor 610", diperikirakan Jiang Zemin telah menggunakan jutaan orang untuk menindas Falun Gong, biaya untuk upah saja setiap tahun bisa mencapai ratusan milyar Yuan. Bukan hanya itu, Jiang Zemin menghabiskan biaya yang sangat besar untuk kamp kerja paksa yang menahan praktisi Falun Gong dan pusat pencucian otak atau rehabilitasi. Misalnya pada Desember 2001, Jiang Zemin mengeluarkan uang sebesar 4.2 milyar Yuan hanya untuk membangun pusat pencucian otak atau tempat untuk me"rehabilitasi" praktisi Falun Gong. Dengan iming-iming uang mendorong lebih banyak orang ikut serta dalam aksi menindas Falun Gong, diberbagai daerah, disediakan hadiah ribuan bahkan puluhan ribu Yuan bagi yang berhasil menangkap praktisi Falun Gong. Contohnya seperti pusat kamp kerja paksa Masanjia di Provinsi Liaoning yang terkenal paling ganas menyiksa Falun Gong. Bonus 50.000 Yuan disediakan bagi kepala kamp Tuan Su, dan sebanyak 30.000 Yuan bagi wakil kepada kamp Tuan Shao.

Sekjen PKC Jiang Zemin adalah orang yang memulai penindasan dan juga orang yang merencanakan dan pemegang komando. Jiang menggunakan mekanisme penggerak dari PKC untuk memulai penindasan terhadap Falun Gong, ia tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab terhadap kejahatan sejarah ini. Jika tidak ada PKC serta mekanisme kekejaman yang terlatih dalam sejarah yang panjang, maka mustahil Jiang Zemin dapat menggerakkan dan melaksanakan penindasan ini.

Jiang Zemin dan PKC saling memperalat. Dengan mengabaikan pendapat umum, mereka berkolusi melawan "Sejati, Baik, Sabar" demi keuntungan pribadi dan keuntungan partai, inilah alasan sesungguhnya yang melandasi terjadinya kejahatan dan kegilaan ini.

VI. Jiang Zemin Menghancurkan PKC dari Dalam

Jiang Zemin dengan motivasi keuntungan pribadinya, mempergunakan kejahatan yang sudah menyatu dengan Partai Komunis, melancarkan penindasan berdarah terhadap kelompok masyarakat yang berkultivasi dan berlatih "Sejati, Baik, Sabar". Menjatuhkan hukuman terhadap suatu kekuatan masyarakat yang menginginkan kebaikan, kekuatan yang tidak berbahaya dan bahkan berguna bagi negara. Penindasan ini bukan saja menyeret negara dan bangsa dalam suatu kejahatan dan malapetaka, namun pada akhirnya secara dasar juga menghancurkan Partai Komunis.

Dengan memanfaatkan PKC, Jiang Zemin mengadaptasi segala metode kejahatan dalam maupun luar negeri Tiongkok untuk menghadapi Falun Gong. Hukum, moralitas dan sifat kemanusiaan mengalami kerusakan parah, secara hakiki menghancurkan fondasi kendali kekuasaan politik negara.

Kelompok Jiang Zemin menggunakan segala yang bisa digunakan: keuangan negara, materi dan sumber daya manusia untuk menghancurkan Falun Gong, menindas orang baik, mengakibatkan beban yang sangat besar bagi negara dan masyarakat, menciptakan tekanan yang besar bagi sistem keuangan. Komunis Tiongkok tidak mampu mempertahankan terus penindasan yang memang ditakdirkan kalah. Dengan mengandalkan simpanan rakyat, menerbitkan obligasi hutang dan mengumpan investasi asing barulah dapat dipertahankan.

Kebrutalan, kebohongan dan berbagai metode lainnya digunakan dalam penindasan terhadap Falun Gong, Aneka pengalaman jahat PKC dicurahkan dalam proses penindasan ini.

Bermacam alat propaganda digunakan untuk menciptakan berita bohong menjelekkan Falun Gong, dijadikan alasan pembenaran untuk tindakan penindasan dan penyiksaan. Namun, kebohongan tidak akan berumur panjang. Ketika pada akhirnya kebohongan terungkap, segala kejahatan menemui kegagalan, penindasan pun terungkap dan diketahui orang banyak, alat propaganda kebohongannya tidak mampu membelenggu masyarakat luas lagi dan PKC pun secara total kehilangan kredibilitas, kehilangan hati masyarakat.

Pada awal penindasan terhadap Falun Gong, Jiang Zemin mentargetkan "tiga bulan" untuk menyelesaikan masalah Falun Gong. PKC meremehkan kekuatan Falun Gong, meremehkan kekuatan tradisi dan kepercayaan.

Sejak dahulu kala, kejahatan tidak bisa menang atas kebaikan, kejahatan tidak bisa "memberantas" kebaikan dalam hati manusia. Lima tahun telah berlalu, Falun Gong tetap saja Falun Gong, malah tersebar secara luas di seluruh dunia. Jiang Zemin dan PKC telah mengalami kegagalan besar dalam pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, kekejian, kekejaman dan sifat hakiki kejahatan dirinya telah terungkap secara tuntas. Nama Jiang Zemin telah rusak, masalah diluar dan didalam saling tumpang tindih, ia menghadapi banyak tuntutan hukum dan tuntutan rehabilitasi, terancam ditangkap dan dibawa ke pengadilan untuk dituntut sesuai dengan hukum.

PKC sebenarnya ingin mempergunakan penindasan ini untuk mengkonsolidasi kekuasaan tiraninya, namun hasil yang didapat bukan saja tidak dapat "mengisi muatan listriknya", bahkan menghabiskan energi dirinya. Sekarang ini kerusakan PKC sudah demikian parah, ibarat sebatang pohon yang layu dan membusuk, tanpa perlu tiupan angin kecil, akan tumbang sendiri. Setiap mimpi yang mencoba menyelamatkan PKC hanya akan bergerak menentang arus sejarah, bukan cuma usaha sia-sia, namun akan menghancurkan masa depan dirinya.

Kesimpulan

Jiang Zemin yang kala itu menjabat sebagai Sekjen PKC adalah orang yang memulai, merencana dan memegang komando penindasan ini. Jiang Zemin secara penuh telah menggunakan kekuasaan, posisi dan mekanisme pergerakan PKC serta berbagai metode untuk menggerakkan penindasan terhadap Falun Gong. Di sisi lain, jika tidak ada PKC, Jiang Zemin tidak mungkin dapat menggerakkan dan melakukan penindasan jahat ini. PKC, dimulai dari saat kelahirannya, bermusuhan dengan keadilan dan kebaikan. Dengan penindasan sebagai metode, dengan penyiksaan sebagai kemampuan, dasar kekuasaannya adalah dengan ideologi yang dikontrol partai secara menyeluruh. Partai komunis lahir dengan membawa sifat dasar tersebut, takut pada "Sejati, Baik, Sabar", bermusuhan dengan Falun Gong, maka penindasan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap Falun Gong merupakan suatu peristiwa kebetulan yang tidak terelakkan. Ketika menyerang "Sejati, Baik, Sabar", Jiang Zemin dan PKC memberi kesempatan kepada kebohongan, keiblisan, kejahatan, racun, kelicikan dan korupsi merajarela, diikuti kemerosotan moralitas secara menyeluruh di daratan Tiongkok, kebiasaan umum berubah menjadi jahat, setiap orang menderita karenanya.

PKC dan Jiang Zemin berkolusi, bersama-sama melakukan kejahatan, nasib mereka berdua pun terikat jadi satu. Saat ini Falun Gong sedang menuntut Jiang Zemin, bila Jiang Zemin ditangkap dan dihukum, akhir nasib PKC pun sudah dapat diperkirakan.

Penindasan tidak manusiawi terhadap sekelompok orang baik yang berkultivasi "Sejati, Baik, Sabar" tidak dapat ditolelir oleh prinsip alam semesta. Kelakuan jahat Jiang Zemin dan PKC, meninggalkan pengalaman pahit yang abadi bagi umat manusia.

Sumber: http://erabaru.net/
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments