Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Perang di Afrika
Sumber: http://www.dw-world.de/
![]() |
| Rakyat Libya menyambut Resolusi PBB 1973. |
Menlu Libya Mussa Koussa mengumumkan gencatan senjata. Namun apakah gencatan senjata itu menyelamatkan kelompok perlawanan di Benghazi atau wilayah lainnya? Gaddafi terus bertekad membalas dendam.
Beberapa jam setelah Resolusi PBB 1973 mengenai kemungkinan aksi militer terhadap Libya diumumkan, pemerintah di Tripoli menyatakan menghentikan semua operasi militernya. Negara telah memutuskan untuk "memberlakukan segera gencatan senjata" demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Mussa Kussa, Jumat (18/03) di ibukota Libya.
Lebih lanjut Kussa, "Berdasarkan pasal 25 Piagam PBB dan karena Libya adalah anggota PBB kami mematuhi Resolusi Dewan Keamanan. Untuk itu Libya memutuskan untuk memberlakukan segera gencatan senjata dan menghentikan semua operasi militer."
Gaddafi Terus Gempur Kelompok Perlawanan
Beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata, seorang jurubicara kelompok perlawanan Libya, Khaled al-Sayeh, di Benghazi melaporkan bahwa pasukan Gaddafi terus menggempur sejumlah kota. Menurut Al-Sayeh, kota Zintan, Ajdabiya, dan Misrata menjadi sasaran artileri militer Libya.
Dilaporkan, militer Libya menembaki perumahan, rumah sakit, dan mesjid di Misrata. Menurut laporan seorang dokter di Misrata, sejumlah rumah sakit hancur dan rumah sakit yang masih beroperasi kewalahan menerima korban cedera. Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya enam orang tewas di Misrata. Sementara itu Ajdabiya dilaporkan dikepung pasukan Gaddafi.
Menurut laporan Badan PBB urusan Pengungsi (UNCHR) dan kelompok perlawanan, jumlah korban tewas sejak pertempuran sebulan terakhir ini berkisar seribu orang. Sementara itu Gaddafi mengklaim bahwa korban tewas hanya sekitar 150 orang.
Pemerintah Libya juga menyangkal pernyataan kelompok perlawanan. Seorang sumber militer Libya di Tripoli mengatakan bahwa militer menghormati gencatan senjata yang diumumkan dan komitmen melindungi warga sipil serta tidak melancarkan operasi militer.
Internasional Berencana Kerahkan Militer
Amerika Serikat mengatakan bahwa pengumuman gencatan senjata saja tidak cukup. Pemerintah di Washington menyerukan rezim Gaddafi untuk mundur dari wilayah timur Libya, yang sebelumnya dikuasai kelompok perlawanan.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, "Ini merupakan situasi dinamis dan cair. Kami tidak akan menanggapi atau terkesan dengan kata-kata saja. Kami harus melihat tindakan nyata di lapangan dan hal itu masih belum jelas. Kami akan melanjutkan tugas dengan mitra kami dalam masyarakat internasional menekan Gaddafi untuk mundur dan mendukung aspirasi sah rakyat Libya."
Pemerintah AS juga mengumumkan akan mengirimkan beberapa kapal amfibi tempur ke Laut Tengah pertengahan minggu depan. PM Inggris David Cameron menyatakan bahwa pemerintah di London akan mengirimkan pesawat tempur Tornado dan Typhoon, pesawat pengisi bahan bakar dan pengintai ke Libya.
Uni Eropa juga menyatakan bersiap memberikan bantuan kepada rakyat Libya, termasuk penugasan militer. Pejabat tinggi UE urusan luar negeri Catherine Ashton hari Sabtu (19/03), dijadwalkan bertemu Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan PM Inggris Cameron. Perwakilan Liga Arab dan Uni Afrika juga akan hadir dalam pertemuan itu.
NATO Masih Pertimbangkan Zona Larangan Terbang
Sementara itu Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO belum mengumumkan misi militer ke Libya. Melalui Sekjen Anders Fogh Rasmussen, NATO cenderung memikirkan upaya penerapan nyata Resolusi PBB 1973. Akhir pekan ini wakil 28 negara anggota NATO mengadakan pertemuan dan memutuskan apakah akan mendukung PBB atau tidak dalam menerapkan zona larangan terbang terhadap Libya.
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Eropa
Sumber: http://mathematics.dikti.net/
Tanpa kekaisaran Romawi, kekristenan mustahil berkembang dengan sukses. Kekaisaran itu dapat dikatakan sebagai bom waktu yang menanti pemicuan iman Kristen. Unsur-unsur pemersatu kekaisaran itu memhantu penyebaran berita Injil: jalan raya yang dibangun orang Romawi membuat perjalanan dari situ tempat ke tempat lain lebih mudah; di seluruh kekaisaran orang-orang dapat berkomunikasi dalam bahasa Yunani; dan pasukan Romawi yang tangguh itu menjaga kedamaian. Sebagai akibat mobilitas yang meningkat, kelompok-kelompok pengrajin pun bermigrasi mencari permukiman sementara di kota-kota besar — Roma, Korintus, Athena atau Alexandria -- kemudian berlanjut ke kota-kota lainnya.
![]() |
| Nero playing while Rome burns, lukisan dari seniman Giulio Romano (c.1499-1546), lukisan ini dibuat antara tahun 1536-1539. |
Kekristenan memasuki iklim yang terbuka secara religius. Dalam gerakan "zaman baru" itu, banyak orang mulai menganut agama-agama Timur – seperti menyembah Isis (dewi alam), Dionisus (dewa anggur), Mithras (dewa cahaya), Kibele (dewi alam), dan sebagainya. Para pemuja mencari keyakinan baru, namun beberapa agama tersebut dilarang, karena dicurigai melakukan upacara-upacara penghinaan. Keyakinan lain secara resmi diakui, seperti Yudaisme, yang dilindungi sejak zaman Julius Caesar, meskipun monoteismenya dan penyataan alkitabiahnya telah memisahkannya dari Cara pemujaan lain.
Melihat kesempatan baik ini, para pekabar Injil mulai menelusuri seantero kekaisaran. Di sinagoge (rumah ibadah) orang Yahudi, di ternpat-tempat penampungan para pengrajin, di pondok-pondok kumuh, mereka menyebarkan berita Injil dan memenangkan jiwa-jiwa baru. Tidak lama kemudian berdirilah gereja di kotakota besar, termasuk ibu kota kekaisaran.
Kota Roma, pusat kekaisaran, menarik orang-orang seperti magnet. Paulus sendiri pernah menginginkan kunjungan ke kota tersebut (Rm. 1:10-12); dan pada akhir suratnya kepada jemaat di Roma, ia sudah mengenal banyak orang Kristen di sana (Rm. 16:13-15). Mungkin ia pernah bertemu mereka dalam perjalanannya.
Ketika Paulus tiba di Roma, ia dalam keadaan dirantai. Kisah Para Rasul pada bagian penutupannya menyatakan bahwa akhirnya Paulus mendapat kelonggaran untuk menjadi tahanan rumah di sebuah rumah sewaan. Di sana ia dapat menerima tamu dan mengajar mereka.
Menurut tradisi, Petrus pun pernah bergabung dengan Gereja Roma. Meskipun kita tidak mempunyai kurun waktu yang pasti, namun kita dapat menduga bahwa dengan pimpinan kedua tokoh ini, jemaat tersebut bertumbuh kuat, termasuk para bangsawan dan prajurit serta para pengrajin dan pelayan.
Selama tiga dekade, para pejabat Romawi beranggapan bahwa kekristenan adalah cabang agama Yahudi - agama yang sah - dan tidak bermaksud membuat "sekte" baru agama Yahudi. Namun banyak orang Yahudi yang tersinggung karena kepercayaan baru ini mulai menyerangnya. Ini juga merupakan ancaman bagi Roma. Kelalaian Roma atas keadaan tersebut ditunjukkan oleh laporan sejarawan Tacitus. Dari salah satu rumah petak di Roma, ia melaporkan adanya gangguan di kalangan orang-orang Yahudi karena "chrestus". Tacitus mungkin salah dengar; orang-orang mungkin memperdebatkan tentang Christos, yang adalah Kristus.
Menjelang tahun 64 Masehi, beberapa pejabat Romawi mulai sadar bahwa kekristenan sama sekali berbeda dengan Agama Yahudi. Orang-orang Yahudi menolak orang-orang Kristen dan lebih banyak melihat kekristenan sebagai agama yang tidak sah. Jauh sebelum kebakaran kota Roma, masyarakat telah mulai memusuhi keyakinan yang masih muda ini. Meskipun sifat orang Romawi ingin menerima dewa-dewa baru, namun kekristenan tidak mau mengakui kepercayaan-kepercayaan lain. Karena kekristenan menentang politeisme kekaisaran Romawi yang telah berakar, maka kekaisaran itu pun mulai membalas.
Pada tanggal 19 Juli, kebakaran berkobar di sebuah sektor kumuh di Roma. Selama tujuh hari api yang tak kunjung padam itu memusnahkan perumahan yang padat. Sepuluh dari empat belas blok perumahan musnah, dan banyak penduduk yang tewas.
Menurut legenda, Kaisar Nero sedang bermain biola ketika Roma terbakar. Banyak orang sezamannya menduga bahwa dialah yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Ketika kota itu dibangun kembali dengan dana dari masyarakat, Nero mengambil sebidang tanah yang cukup luas untuk membangun Istana Emasnya. Kebakaran itu merupakan jalan pintas bagi pembaruan perkotaan.
Untuk mengelakkan tuduhan atas dirinya, Kaisar itu mengkambinghitamkan orang-orang Kristen. Ia menuduh bahwa merekalah yang memicu kebakaran tersebut. Akibatnya Nero bersumpah untuk memburu dan membunuh mereka.
Gelombang pertama penganiayaan orang Romawi terhadap orang Kristen dimulai tidak lama setelah kebakaran itu dan berakhir sampai tahun kematian Nero, tahun 68. Dengan haus darah dan biadab, orang-orang Kristen disalibkan dan dibakar. Jasad-jasad mereka berjejer di jalan-jalan Roma, disediakan bagi pencahayaan obor. Orang-orang Kristen lainnya dikenakan pakaian hewan dan dimasukkan ke dalam kandang untuk dicabik-cabik anjing-anjing. Menurut cerita, Petrus dan Paulus menjadi martir akibat penyiksaan Nero. Paulus dipenggal kepalanya sedangkan Petrus disalibkan terbalik.
Penganiayaan berlangsung secara sporadis, dan tetap terlokalisasi. Seorang kaisar mungkin telah memicunya dan berlanjut selama lebih kurang sepuluh tahun. Namun, masa damai akan menyusul sampai ada seorang gubernur yang memulai penganiayaan terhadap orang Kristen di wilayahnya — tentu dengan restu dari Roma. Hal semacam ini berlangsung dua setengah abad lamanya.
Tertullianus, seorang penulis Kristen abad kedua pernah berkata, "Darah para martir adalah benih Gereja." Anehnya, setiap kali penganiayaan merebak, orang Kristen yang menjadi korban makin bertambah. Dalam suratnya yang pertama Petrus menguatkan orang-orang Kristen untuk bertahan, percaya diri akan kemenangan dan kuasa Kristus yang akan diteguhkan (1 Ptr. 5:8-11). Kata-katanya ini telah terbukti dengan pertumbuhan Gereja di tengah-tengah penekanan.
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Perang di Eropa
Sumber: http://mathematics.dikti.net/
Jika bukan karena Charles Martel, kita semua mungkin, sekarang, berbicara dalam bahasa Arab dan berlutut menghadap Mekah lima kali sehari. Di Tours, Charles Martel dengan pasukan orang-orang Frank memukul balik pasukan-pasukan muslim yang ganas, yang telah menyapu Afrika Utara dan sedang menuju Eropa. Pertempuran di Tours itulah yang menyelamatkan peradaban Barat.
Perkembangan Islam yang pesat adalah gerakan luar biasa dalam sejarah. Pada tahun 622, para pengikut Muhammad hanyalah sekelompok visioner teraniaya yang berkumpul di Mekah. Seratus tahun kemudian mereka tidak hanya menguasai Arab, tetapi juga Afrika Utara, Palestina, Persia (Iran), Spanyol dan sebagian India. Mereka sedang mengancam Perancis dan Konstantinopel.
![]() |
| Charles Martel pada Pertempuran di Tour |
Bagaimana mereka melakukan itu? Pertobatan, diplomasi dan pasukan-pasukan tempur yang berdedikasi. Juga boleh dikatakan bahwa kejatuhan Kekaisaran Romawi meninggalkan wilayah yang siap untuk penanaman agama baru ini.
Agama Muhammad berkembang di Mekah, salah satu dari dua kota besar di Arab. Agama ini bersifat monoteistis, legalistis dan agak sederhana. Muhammad menegaskan bahwa ia telah menerima sistem tersebut dari Allah, dan ia berkata bahwa ia adalah rasul yang ditunjuk Allah. Warga Mekah menolak ajaran-ajaran baru Muhammad dan mereka mempersulit kehidupan para pengikutnya. Maka pada tahun 622, rasul tersebut dengan rombongannya melarikan diri ke Madinah (kota terbesar lain di Arab). Pelarian ini (hijriah) mengawali kalender Muslim dan sekaligus merupakan awal ekspansi yang luar biasa.
Arab pada saat itu menjadi tempat berkumpulnya pengembara beraneka suku yang berperang satu sama lain. Islam membawa persatuan – bukan saja dalam agama, tetapi juga hukum, ekonomi dan politik. Ketika Muhammad wafat pada tahun 632, timbullah pertikaian di antara pengikutnya tentang siapa yang akan menjadi penerusnya. Namun agama tersehut tetap berkembang.
Menjelang tahun 636, orang-orang Muslim telah menguasai Suriah dan Palestina. Mereka menguasai Alexandria pada tahun 642 dan Mesopotamia pada tahun 646. Kartago jatuh pada tahun 697, ketika pasukan Muslim menyapu Afrika Utara, memenangkan daerah-daerah yang sampai hari ini masih berada di tangan Muslim. Pada tahun 711, mereka melintasi terusan Gibraltar dan masuk ke Spanyol. Mereka segera mengokohkan penguasaan atas Semenanjung Iberia dan akhirnya bergerak lebih jauh dari Pyrenees. Pada saat yang sama, orang-orang Muslim telah memasuki daerah Punjab di India dan hampir memasuki Konstantinopel.
Konstantinopel adalah ibu kota kekaisaran Byzantin, kehanggaan satu-satunya yang tertinggal dari Kekaisaran Romawi. Berabad-abad sebelumnya, Kekaisaran Romawi terbagi atas Timur dan Barat, dan kekaisaran Barat jatuh ke tangan suku-suku Jerman seperti Vandal, Ostrogoth dan Frank. Satu-satunya kuasa yang dipegang Roma adalah Gereja, tetapi kuasa ini masih sedang bertumbuh. Melalui para misionaris seperti Augustinus di Inggris dan Bonifatius di Jerman, Roma mendapat kesetiaan spiritual dari daerah-daerah pendudukannya dahulu.
Ancaman Islam ialah menggabungkan kekuatan agama dan politik. Namun agama Islam bukan saja menumbangkan kekuasaan politik, ia juga menobatkan warga jajahan dengan menawarkan (atau memaksakan) sistem agama baru.
Charles Martel adalah penguasa dari kalangan kaum Frank, salah satu suku Jerman yang menguasai kekaisaran Barat. Kaum Frank ini pernah menyerang Perancis pada tahun 355, dan secara resmi telah bertobat ke dalam kekristenan Roma di bawah pemerintahan Clovis I (481-511). Seperti para penguasa Frank sebelumnya, Charles pun menggunakan Gereja untuk kepentingannya sendiri. Ia merasa senang mendukung misionaris Roma di antara suku-suku Jerman lainnya – ini akan menambah kekuasaan kaum Frank di Jerman. Namun, ia segera menyelewengkan Gereja kaum Frank bagi keuntungan pribadinya. Meskipun ia menyelamatkan gereja Roma dari kehancuran di Tours, sebenarnya ia berperang untuk melindungi daerah Frank.
Jenderal pasukan Muslim Abd-er-Rahman yang memimpin pasukannya ke Utara, masuk tepat di daerah Frank. Charles Martel (Martel artinya "Palu") berhadapan dengannya di antara Tours dan Poitiers serta memukulnya mundur. Dalam suatu rangkaian pertempuran sengit, kaum Frank memukul mundur pasukan Muslim ke Spanyol, mengakhiri perkembangan Muslim di Eropa.
Tentunya, pertahanan di Konstantinopel pada tahun 718 juga sama pentingnya dalam memukul penaklukan kaum Muslim. Tetapi bagi mereka yang menelusuri warisan Eropa Barat, pertempuran Tours adalah yang menentukan. Seandainya Muslim yang menang, mereka mungkin mundur di kemudian hari; mungkin mereka menyebar dan menipis. Namun seperti pesatnya mereka berkembang, begitu juga mereka menduduki daerah-daerah yang telah dimenangkan dengan kokoh. Dua belas setengah abad kemudian mereka masih merupakan kekuatan yang disegani, dan daerah-daerah pendudukan mereka masih menolak kesaksian Kristen.
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Sumber: http://www.tatsachen-ueber-deutschland.de/
800: Karel Agung
Penguasa Kerajaan Franken dinobatkan sebagai Kaisar Romawi oleh Paus Leo III. Pada zaman modern, nenek-moyang wangsa Karolinger itu yang meninggal pada tahun 814 di Aachen, dinamakan ”Bapak Eropa“.
![]() |
| Kunjungan Karel Agung ke Paus |
962: Otto I, yang Agung
Dengan penobatan Otto sebagai kaisar mulailah sejarah ”Kerajaan Romawi Suci“.
1024–1125/1138–1268: Salier dan Staufer
Wangsa Salier, pembangun katedral di Speyer, dan wangsa Staufer menentukan sejarah Eropa.
1179: Hildegard dari Bingen
Kepala biara dan ahli pengobatan, salah seorang perempuan terkemuka abad pertengahan di Jerman, meninggal dalam usia 81 tahun di Bingen pada Sungai Rhein.
1452–1454: Seni cetak buku
Penemu seni cetak buku dengan leter yang dapat digerakkan, Johannes Gutenberg (sekitar 1400-1468), untuk pertama kali mencetak Alkitab dengan tiras kira-kira 180 eksemplar di Mainz.
1493: Kenaikan wangsa Habsburg
Dengan masa pemerintahan Kaisar Maximilian I dimulai kenaikan dinasti Habsburg. Berabad-abad lamanya keluarga bangsawan itu tergolong wangsa terkemuka di Eropa Tengah. Jumlah terbesar di antara kaisar dan raja dalam Kerajaan Romawi Suci [1] Bernasion Jerman adalah anggota keluarga Habsburg, begitu juga raja Spanyol dalam kurun waktu 1504-1700.
1517: Perpisahan umat beriman
Zaman reformasi mulai di Wittenberg pada saat Martin Luther (1483- 1546) mengumumkan ke-95 tesisnya yang menentang praktik pengampunan denda dosa dalam Gereja Katolik.
1618–1648: Perang Tiga Puluh Tahun
Perang yang merupakan perselisihan antarumat beriman dan sekaligus konflik antarnegara itu berakhir dengan Perdamaian Westfalia. Umat beragama Kristen Katolik dan Kristen Protestan (Lutheran dan Reformasi) dinyatakan berhak sama.
1740–1786: Friedrich Agung
Selama masa pemerintahan Friedrich II, seorang pencinta seni dan panglima perang, Prusia maju menjadi negara adidaya di Eropa. Pemerintahan Friedrich dianggap sebagai contoh bagi era ”absolutisme yang telah mengalami pencerahan“.
1803: Sekularisasi
Pengambilalihan wilayah milik lembaga keagamaan dan peniadaan status Kota Bebas melalui keputusan Reichsdeputationshauptschluss mengawali akhir dari ”Kerajaan Romawi Suci Bernasion Jerman“.
1848/49: Revolusi Maret
”Revolusi Jerman“ berawal di kerajaan Baden di sebelah barat daya dan cepat menyebar ke negara-negara lain anggota Serikat Jerman [2]. Hasilnya ialah Majelis Nasional Jerman pertama yang bersidang di Paulskirche di Frankfurt am Main.
1871: Pendirian Reich
Pada tanggal 18 Januari, saat Perang Jerman-Perancis belum berakhir, Wilhelm I diproklamasikan di Versailles sebagai Kaisar Jerman. Reich Jerman (yang kedua) berupa monarki konstitusional. Tidak lama setelah pendirian kerajaan itu, perekonomian Jerman mengalami perkembangan cepat.
1914–1918: Perang Dunia I
Kebijakan luar Negeri Kaisar Wilhelm II membuat Jerman terisolasi dan mengantarnya ke dalam musibah Perang Dunia I yang mengakibatkan hampir 15 juta korban jiwa. Pada bulan Juni 1919 ditandatangani perjanjian perdamaian di Versailles.
1918/19: Republik Weimar
Pada tanggal 9 November tokoh sosialis-demokrat Philipp Scheidemann memproklamasikan republik; Kaisar Wilhelm II turun takhta. Pada tanggal 19 Januari 1919 diadakan pemilihan umum untuk majelis nasional.
1933: Nasionalsosialisme
Pada pemilihan Reichstag tahun 1932, NSDAP menjadi partai terkuat. Adolf Hitler menjadi Kanselir Reich pada tanggal 30 Januari 1933. Dengan ”UU Pemberian Kuasa“ mulailah diktatur Nazi.
1939: Awal Perang Dunia II
Dengan serangan mendadak ke Polandia pada tanggal 1 September 1939, Hitler mencetuskan Perang Dunia Kedua [3]. Perang itu menewaskan 60 juta jiwa dan menghancurkan kawasan-kawasan luas di Eropa dan di Asia Timur. Enam juta orang Yahudi menjadi korban politik pemusnahan Nazi.
1945: Akhir Perang Dunia II
Dengan kapitulasi angkatan bersenjata Jerman pada tanggal 7/9 Mei 1945, Perang Dunia Kedua [3] berakhir di Eropa. Negara-negara pemenang membagi Jerman menjadi empat zone pendudukan, dan Berlin menjadi empat sektor.
1948: Blockade Berlin
Diresmikannya pemakaian mata uang D-Mark di ketiga zone pendudukan Barat menjadi alasan bagi Uni Sovyet untuk menutup semua jalan akses ke Berlin Barat pada tanggal 24 Juni 1948. Negara-negara sekutu Barat menjawab dengan ”jembatan udara“ yang menjadi sarana untuk memasok kebutuhan hidup penduduk Berlin Barat sampai bulan September 1949.
1949: Pendirian Republik Federal Jerman
Undang-undang Dasar Republik Federal Jerman diumumkan di Bonn pada tanggal 23 Mei 1949. Pemilihan umum pertama untuk Bundestag diadakan pada tanggal 14 Agustus. Konrad Adenauer (CDU) dipilih menjadi Kanselir Federal. Perpisahan antara Timur dan Barat terjadi pada tanggal 7 Oktober 1949 dengan pemberlakuan Konstitusi RDJ [4].
1957: Perjanjian-Perjanjian Roma
Republik Federal Jerman termasuk di antara enam negara yang menandatangani perjanjian pendirian Masyarakat Ekonomi Eropa di Roma.
1961: Pembangunan Tembok Berlin
Pada tanggal 13 Agustus 1961, RDJ [4] menutup wilayahnya dengan membangun tembok di tengah kota Berlin dan dengan ”koridor maut“ sepanjang perbatasan antara kedua negara Jerman.
1963: Perjanjian Elysée
Perjanjian Persahabatan Jerman- Perancis di-tandatangani oleh Kanselir Federal Konrad Adenauer dan Presiden Perancis Charles de Gaulle.
1970: Berlutut di Warsawa
Isyarat Kanselir Federal Willy Brandt (SPD) pada monumen untuk para korban pemberontakan di kampung Yahudi di Warsawa menjadi simbol permintaan Jerman akan rekonsiliasi.
1989: Runtuhnya Tembok Berlin
Berkat revolusi secara damai di RDJ [4], malam hari pada tanggal 9 November Tembok Berlin runtuh. Dengan demikian perbatasan antara Jerman Timur dan Jerman Barat sudah tidak ada.
1990: Reunifikasi [5] Jerman
Pada tanggal 3 Oktober berakhirlah eksistensi RDJ [4]. Persatuan negara Jerman telah dipulihkan. Pada tanggal 2 Desember 1990 berlangsung pemilihan pertama untuk Bundestag yang diadakan di seluruh Jerman. Helmut Kohl (CDU) menjadi Kanselir Federal pertama dari Jerman Bersatu.
2004/2007: Perluasan Uni Eropa
Setelah Uni Sovyet bercerai-berai dan komunisme jatuh, delapan negara Eropa Tengah dan Eropa Timur serta Siprus dan Malta bergabung dengan UE. Bulgaria dan Rumania menyusul 2007.
Catatan:
[1]Penobatan Otto I sebagai kaisar pada tahun 962 merupakan titik awal berkembangnya negara Jerman dari Kerajaan Franken Timur. Nama negara yang sejak tahun 1512 resmi berbunyi ”Kerajaan Romawi Suci Bernasion Jerman“, di satu pihak mengungkapkan tuntutan kekuasaan sebagai pengganti ”Imperium Romanum“ pada zaman antik, di pihak lain menekankan peran sakral lembaga kekaisaran. Reich itu berdiri selama delapan abad lebih, sampai Franz II dari Habsburg meletakkan mahkota kekaisaran pada tahun 1806 atas tuntutan Napoleon. Tidak lama sebelumnya telah dibentuk Serikat Rhein.
[2]Himpunan longgar antara negaranegara berdaulat dan kota-kota bebas di Jerman ini dibentuk pada Kongres Wina tahun 1815. Mulamula serikat ini memiliki 41, akhirnya 33 anggota. Tujuan utama konfederasi ialah keamanan semua anggotanya, baik intern maupun ekstern. Satu-satunya organ serikat adalah Majelis Federal yang berkedudukan di Frankfurt am Main. Akibat perselisihan antara Austria dan Prusia yang semakin meruncing sejak pertengahan abad ke-19, akhirnya Serikat Jerman retak. Pembubarannya terjadi pada tahun 1866.
[3]Pada tanggal 1 September 1939 pukul 4.45, Hitler menyerang Polandia, negara tetangga Jerman, secara mendadak dan tanpa pernyataan perang. Inggris dan Perancis segera bereaksi dengan menyatakan perang terhadap Jerman. Telah dimulai Perang Dunia II yang akan mengakibatkan 60 juta korban jiwa. Jumlah korban terbesar terdapat di Uni Sovyet, yang kehilangan sekitar 25 juta jiwa. Kegagalan strategi Blitzkrieg di depan Moskwa dan masuknya Amerika Serikat dalam perang mengakhiri politik ekspansi Jerman dan sekutunya yang membabi-buta itu. Pada tanggal 7 Mei 1945, Karl Dönitz sebagai pengganti Hitler memberi kewenangan kepada kepala staf gabungan angkatan bersenjata Jerman, Jenderal Alfred Jodl, untuk menandatangani kapitulasi Jerman yang menyeluruh dan tak bersyarat di markas besar tentara sekutu di Reims (Perancis).
[4]Republik Demokrasi Jerman didirikan pada tahun 1949 di zone pendudukan Uni Sovyet di Jerman dan sektor timur kota Berlin. Eksistensinya berakhir pada tanggal 2 Oktober 1990. RDJ, atau Jerman Timur, termasuk Blok Timur yang berada di bawah hegemoni Uni Sovyet. Pada pemberontakan rakyat tahun 1953 terjadi demonstrasi di seluruh wilayah RDJ yang ditumpaskan dengan kekerasan oleh pasukan Uni Sovyet yang dibantu oleh kepolisian Jerman Timur.
[5]Dengan terjadinya penggulingan secara damai di Jerman Timur pada tahun 1989, penyatuan kembali kedua negara Jerman semakin mendekat. Sekitar pertengahan tahun 1990 dimulailah perundingan mengenai perjanjian penyatuan di Berlin. Pada tanggal 3 Oktober 1990, RDJ menyatakan dirinya bergabung dengan Republik Federal Jerman berdasarkan Pasal 23 Undang-Undang Dasar RFJ. Pada tanggal 2 Desember 1990 diselenggarakan pemilihan umum pertama yang menentukan anggota parlemen federal, Bundestag, untuk seluruh Jerman.
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Eropa
1989 - Unjuk Rasa Hari Senin
Tindakan reformasi Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachov serta gerakan demokrasi di Hongaria dan Polandia telah menciptakan suasana yang menggerakkan pula banyak warga RDJ untuk menunjukkan secara terbuka ketidakpuasan mereka dengan keadaan negara. Pada bulan September 1989 dimulai “unjuk rasa hari Senin“ di Leipzig. Para warga RDJ terutama menuntut kebebasan lebih luas untuk bepergian, dan pembubaran kementerian urusan keamanan negara. Sejak waktu itu setiap pekan ada demonstrasi hari Senin.
1989 - Pengungsian dari RDJ
Pada bulan September banyak warga RDJ melarikan diri melalui perbatasan “hijau“ antara Hongaria dan Austria, arus pengungsian terbesar sejak pendirian Tembok Berlin. Kedutaan Besar RFJ di Praha dan di Warsawa harus ditutup karena tidak dapat menampung lagi massa warga RDJ yang ingin meninggalkan negaranya. Pada tanggal 30 September, Menteri Luar Negeri Federal Hans-Dietrich Genscher mengumumkan di Praha, bahwa semua pengungsi dari RDJ yang berada di kedutaan besar RFJ boleh pergi ke Jerman Barat.
1989 - Runtuhnya Tembok Berlin
Dengan adanya tekanan dari penduduk sendiri, malam hari pada tanggal 9 November pos penyeberangan perbatasan ke Berlin Barat dibuka oleh RDJ: Revolusi damai berhasil meruntuhkan Tembok Berlin dan dengan demikian menghapuskan batas antara Jerman Timur dan Jerman Barat.
1990 - Introduksi Deutsche Mark
Pada tanggal 1 Juli mulai berlaku uni moneter dengan diresmikannya pemakaian mata uang DM di RDJ.
1990 - Perjanjian Dua-plus-Empat
Berkat perjanjian yang diikat pada tanggal 12 September, Jerman Bersatu memperoleh kedaulatan penuh. Hak-hak kekuasaan dari keempat negara sekutu ditangguhkan per 3 Oktober 1990 sampai mulai berlakunya perjanjian pada tanggal 15 Maret 1991.
1990 - Reunifikasi
Perjanjian Mengenai Persatuan Jerman mulai berlaku pada tanggal 3 Oktober: Kelima negara bagian RDJ bergabung dengan wilayah berlakunya undang-undang dasar RFJ menurut Ayat 23.
1990 - Pemilihan umum pertama di seluruh Jerman
Pada tanggal 2 Desember 1990 diselenggarakan pemilihan umum untuk Bundestag yang pertama di seluruh Jerman.
1991 - Berlin menjadi tempat kedudukan pemerintah
Bundestag memutuskan perpindahan parlemen dan pemerintah dari Bonn ke ibu kota baru
1993 - Pakta Solidaritas I
Dengan “Pakta Solidaritas“ antara federasi dan negara bagian diletakkan dasar bagi pembangunan di Jerman bagian timur: Berkat kesepakatan itu, kelima negara bagian baru menerima bantuan total sebesar 94,5 miliar Ero sampai akhir tahun 2004. Pada tahun 2005 diikat Pakta Solidaritas II: Sampai tahun 2019 dialokasikan 156 miliar Ero lagi untuk negara bagian tersebut.
1994 - Penarikan tentara sekutu
Penarikan tentara Rusia dari Jerman Bersatu selesai dilakukan pada akhir bulan Agustus. Pada tanggal 8 September berakhir pula kehadiran militer dari AS, Inggris dan Perancis.
2004 - UE diperluas ke Eropa Timur
Di atas jembatan-jembatan yang menyeberangi Sungai Oder dan Neiße dirayakan penambahan anggota UE dengan sepuluh negara, terutama dari Eropa Tengah dan Eropa Timur.
2007 - Pertemuan G8 di Heiligendamm
Melalui konferensi puncak kedelapan negara industri besar, nama tempat tetirah di pantai Laut Baltik menjadi terkenal di dunia.
2009 - Peringatan 20 tahun runtuhnya Tembok Berlin
Di depan Gerbang Brandenburg, Jerman merayakan peristiwa runtuhnya Tembok Berlin 20 tahun lalu bersama tamu dari seluruh dunia.
Sumber: http://www.tatsachen-ueber-deutschland.de/
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Beberapa hari setelah usulan Ahmadinejad disampaikan dalam sidang tahunan Persyarikatan Bangsa-Bangsa berlalu, elit politik Amerika yang dikuasai Zionis, mencoba untuk menutupi dan membalikkan layar opini dunia, dengan cara mengungkap perilaku elit politik Iran beberapa tahun yang lalu. Ada sekitar delapan pejabat Iran yang disikapi secara keras sepihak oleh kebijakan unilateral elit zionis Amerika, dengan dikeluarkannya keputusan ilegal pemerintah AS berupa penjatuhan sanksi terhadap delapan orang yang masuk dalam daftar hitam pemerintah AS diantaranya adalah pemimpin Garda Revolusi Iran, jaksa penuntut umum, para menteri Iran, pejabat intelijen dan pejabat kepolisian Iran.
![]() |
| 11 Sept 2001, melibatkan “orang dalam” |
Kebijakan lintas negara ini sudah memberi sinyal jelas dan seterang-terangnya, kemungkinan keterlibatan elit zionis Amerika dalam peristiwa 11 September 2001, yang tempo hari disampaikan usulan pembentukan Tim Pencairi Fakta PBB atas kejadian tersebut oleh Ahmadinejad. Keputusan sepihak pemerintah Amerika ini benar-benar menunjukkan sikap berlindung di balik pelanggaran beberapa pejabat Iran.
Siapapun, dengan sedikit teliti, pasti bisa menerka ke manakah arah kebijakan pemerintah zionis Amerika ini. Mereka terbukti ada kemungkinan hendak menghindari dari tanggungjawab baik hukum dan moral terhadap serangan 11 September 2001.
Dengan jawaban ini maka dunia seharusnya memahami posisi beberapa (tidak seluruhnya) elit zionis Amerika pada insiden memilukan ini.
Harapannya, dengan kondisi ini, dunia hendak dipertontonkan sebuah “pelanggaran HAM berat” juga yang dilakukan oleh beberapa pejabat Iran terhadap rakyatnya sendiri, dibentuk seolah-olah menyerupai kekejaman beberapa elit (zionis) Amerika terhadap rakyat Amerika dalam insiden 11/9. Jika Ahmadinejad dan beberapa negara (tercatat ada hampir 160 negara yang tidak beraksi walk out dalam sidang tahunan PBB tahun 2010 pada saat pidato Ahmadinejad) berupaya agar rezim zionis Amerika diusut atas kemungkinan besar keterlibatannya dalam insiden 11/9, maka Amerika memiliki cara lebih jitu untuk berupaya memecah belahy rakyat Iran dengan pejabat Iran, dengan mengadu-domba dan mengungkit sedikit “kebobrokan” pejabat Iran tersebut.
Beberapa hal yang memberi kekhawatiran bagi beberapa pejabat (zionis) Amerika adalah bahwa ternyata, dibandingkan dengan jumlah negara yang walk out dalam sidang tahunan bulan kemarin di New York, ternyata jauh lebih banyak negara yang dengan serius dan tenang menyimak pidaro Ahmadinejad tersebut. Ini tamparan bagi pemerintah Amerika, karena artinya bahwa masyarakat internasional mengamini dan membenarkan usulan Ahmadinejad tersebut.
Kondisi ini begitu serius dan benar-benar sebuah pertaruhan masa depan dan kredibilitas para elit (zionis) Amerika di mata rakyat Amerika sendiri. Jika sampai ada gerakan dari dalam negeri Amerika sendiri, apalagi gerakan ekstrim menuntut pengusutan lanjut dan serius melibatkan Tim Pencari Fakta bentukan PBB, maka ini akan menjadi boomerang dan benteng pertahanan terakhir kelanjutan kekuasaan tangan zionis di Amerika. Wacana pembentukan Tim Pencari Fakta PBB yang diusulkan Ahmadinejad harus dilawan dengan sikap “berperang” dan mematikan juga bagi beberapa pejabat Iran, yang memang ada yang bersikap keras untuk meredam beberapa kerusuhan di Iran.
Sikap frontal yang mengandung pamer kekuatan perang, harus ditunjukkan kepada masyarakat internasional yang sudah dengan setia mendengarkan pidato Ahmadinejad. Maka lahirlah “resolusi” baru yang menembak sasaran delapan pejabat Iran.
Zionis Amerika hendak membangun benteng perlindungan bagi beberapa elit politik yang ada kemungkinan besar terlibat dalam insiden 11/9, yang menewaskan sekitar 3000 orang..
Sumber:
http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25799:as-bikin-ulah-baru-iran-panggil-dubes-swiss&catid=17:berita3&Itemid=18
http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25809:mehmanparast-bukannya-menjawab-amerika-malah-menyita-aset-pejabat-iran&catid=17:berita3&Itemid=18
http://dunia.vivanews.com/news/read/180394-as-ganjar-sanksi-bagi-8-pejabat-iran
http://www.rri.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=11416:as-melakukan-tekanan-terhadap-pemerintah-iran&catid=14:internasional&Itemid=209
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=146484:8-pejabat-iran-masuk-blacklist-as&catid=16:internasional&Itemid=29











