Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:
Militer Amerika Serikat yakin jika unjuk gigi dari kekuatan militer AS atas Jepang, merupakan satu-satunya cara dari negeri sakura tersebut untuk menyerah dalam Perang Dunia II. Meskipun aliran listrik telah diputus serta Angkatan Udara Jepang yang sudah melemah akibat perang diikuti dengan Tokyo yang hampir hancur, tetap diyakini tidak akan membuat Jepang menyerah dari perang.

Keputusan untuk mengebom Hiroshima dan Nagasaki tetap menjadi keputusan yang paling kontroversial dalam sejarah kemiliteran dunia. Kedua misi tersebut diperkirakan menewaskan lebih dari 110 ribu warga Jepang dan melukai 130 ribu lainnya. Hingga tahun 1950, 230 ribu warga Jepang lain dilaporkan tewas akibat radiasi yang dialami dari bom tersebut.
 
Pesawat pengebom Enola Gay (Foto: Ist)
Meskipun kedua kota tersebut dianggap sebagai target militer, tetap saja yang menjadi korban lebih banyak berasal dari kalangan sipil. Banyak pihak beranggapan apakah misi pengeboman ini benar-benar diperlukan untuk memaksa Jepang menyerah? Memang dengan meningkatnya teknologi pertahanan Jepang saat itu dan kondisi alam yang berbukit, menurut AS amat sulit untuk dilakukannya serangan darat. 

Militer AS memperkirakan jika melakukan serangan darat, diperkirakan jutaan prajurit negeri paman sam dipastikan akan kehilangan nyawanya. Tetapi pendapat ini tidak disetujui secara keseluruhan. Beberapa pihak menyatakan, jika AS tetap melakukan serangan darat ke Jepang, korban di pihak AS paling tidak "hanya" mencapai 50 ribu prajurit.

Selain itu, tidak jelas pula jika Jepang akan bersedia untuk menyerahkan diri tanpa syarat kepada pihak sekutu, terlebih lagi juga Rusia (Uni Soviet saat itu) telah merencanakan perang atas Jepang sebelum pengeboman. Rusia sendiri akhirnya menyatakan perang dua hari setelah pengeboman di Hiroshima, yakni pada tanggal 8 Agustus 1945.

Beberapa pihak mengira jika Presiden AS saat itu Harry Truman mengkhawatirkan langkah Rusia untuk menguasai Asia pasca perang dunia. Untuk itu, Truman memerintahkan pengeboman untuk memaksa penyerahan diri Jepang sebelum Rusia memiliki kesempatan memasuki Jepang dan memiliki hak untuk mempengaruhi perjanjian damai antara Jepang dengan pihak sekutu.

Di balik kedua pengeboman ini, Truman seperti juga ingin memberikan peringatan kepada rivalnya, Joseph Stalin, jika AS memiliki kemampuan baru dalam menciptakan kerusakan dalam perang. Terlepas dari pengeboman Hiroshima dan Nagasaki menyebabkan korban yang tidak seharusnya terjadi ataupun keputusan militer yang tidak jelas hingga saat ini, pihak berada di balik keputusan dan korban telah lama tiada. Mungkin saat ini Jepang boleh menjadi negara maju. Tapi efeknya psikologisnya dari pengeboman ini amat jelas jika kehancuran di Hiroshima dan Nagasaki masih akan tetap membekas hingga saat ini.

Hingga kini warga Jepang terus memperingati peristiwa memilukan ini. Pada peringatan 65 tahun tragedi pengeboman, Amerika Serikat untuk kali pertama mengikuti peringatan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. Diwakili Duta Besar AS untuk Jepang John Ross, menunjukan perubahan kebijakan AS mengenai senjata nuklir, di masa Pemerintah Presiden Barack Obama. Presiden Obama memang bersumpah untuk membersihkan bumi dari senjata nuklir.  
(faj)

Sumber: http://international.okezone.com Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Bom Hiroshima Dan Nagasaki Tak Terhapuskan"

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments