Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:
Pemberontakan Boxer (義和團之亂 atau 義和團匪亂) adalah pemberontakan di Cina dari November 1899 sampai 7 September 1901, terhadap kekuasaan asing di sektor perdagangan, politik, agama, dan teknologi. Boxer mulai sebagai anti-asing, anti-imperialis dan merupakan pergerakan berdasarkan petani di Cina utara. Mereka menyerang orang asing yang membangun jalur kereta api dan melanggar Feng Shui, dan juga orang Kristen yang dianggap bertanggung jawab untuk dominasi asing di Cina. Pada Juni 1900, Boxer menyerang Beijing dan membunuh 230 orang non-Tionghoa. Banyak Tionghoa Kristen, orang Katolik terbunuh di provinsi Shandong dan Shanxi sebagai bagian dari pemberontakan. Dengan slogan "扶清灭洋" ("Dukung Qing, hancurkan Barat"), mereka terus beraksi.

Diplomat, penduduk, tentara asing, serta beberapa Tionghoa Kristen melarikan diri ke Legation Quarter dan tinggal selama 55 hari hingga Aliansi Delapan Negara datang dengan 20.000 tentara untuk memadamkan pemberontakan.

Boxer tianjing.jpg
Tentara Boxer.

Pemberontakan ini disebabkan perjanjian yang tidak adil, pelanggaran barat dan jepang yang terus menerus terhadap Dinasti Qing. Pihak yang terlibat dalam pemberontakan ini adalah Dinasti Qing dan Aliansi 8 Negara (Kekaisaran Jepang, Kekaisaran Rusia, Britania Raya, Perancis, Amerika Serikat, Kekaisaran Jerman, Kerajaan Italia, Austria-Hongaria). Dalam pemberontakan ini, Dinasti Qing dipimpin oleh komandan perang Ci Xi, sedangkan Aliansi 8 Negara dipimpin oleh komandan perang Edward Seymour dari Amerika serikat dan juga dipimpin oleh Alfred Graf von  Waldersee dari Kekaisaran Jerman.

Kekuatan pasukan dari Aliansi 8 Negara sebesar 49.000 pasukan, sedangkan Dinasti Qing sebesar 50.000-100.00 dari pasukan Boxer dan ditambah sebesar 70.000 pasukan dari pihak Kerajaan. Semua pasukan Boxer tewas dalam pemberontakan, namun dari pihak Kerajaan sendiri belum pasti jumlah korban yang berjatuhan. Di pihak Aliansi 8 Negara, sebanyak 2.500 pasukan tewas dan sekitar 526 orang asing atau pun Cina Kristen tewas dalam pemberontakan ini.

Protokol Boxer pada 7 September 1901 mengakhiri pemberontakan dan mengenakan sanksi yang berat terhadap Dinasti Qing, seperti ganti rugi sebesar 450 juta tael. Dinasti Qing semakin melemah, dan akhirnya dijatuhkan melalui sebuah revolusi pada tahun 1911.

 Chinaboxerprotocolsignature.png 
Protokol Boxer

Sumber: http://id.wikipedia.org/ Share to Lintas BeritaShare to infoGueKaskus

No Response to "Pemberontakan Boxer"

Poskan Komentar

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments