Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Mari kita bayangkan Meretz Shulamit Aloni sebagai perdana menteri Israel. Sebuah fantasi bagi sebagian dari kita. Dalam hal ini, apakah itu akan masuk akal untuk membayangkan Shas meluncurkan kampanye di bawah slogan "Hanya yang berani yang akan menang," menyerukan Aloni untuk mengumpulkan keberanian dan mentransformasi Israel menjadi teokrasi di bawah hukum rabbi? Tidak juga.

Dan apakah mungkin bahwa dalam "inisiatif Zurich" mereka para pemimpin pemukim akan menyampaikan kepada Aloni rencana praktis dan rinci untuk membangun 500.000 apartemen di koloni Israel di wilayah itu, dengan tujuan untuk mempertahankannya? Hal ini juga tidak mungkin. Dan tidak hanya di Israel. Apakah mungkin untuk membayangkan sayap kanan Amerika dalam kampanye menyarankan Presiden Barack Obama untuk mengumpulkan keberanian dan mencabut undang-undang asuransi kesehatan atau mengajukan rencana rinci untuk meminta larangan aborsi di Amerika Serikat? Apakah sayap kiri di AS pernah menyarankan kepada Presiden George W. Bush rencana untuk membuat negara kesejahteraan dan repot-repot untuk mendesak Nixon untuk merangkul organisasi perdamaian selama Perang Vietnam?

Bahkan seretoris apapun pertanyaan itu, hal ini terlihat imajiner. Dan ini anehnya adalah tepat bagaimana non-sayap kanan Israel telah beroperasi selama bertahun-tahun sekarang. Dalam demokrasi yang sudah mapan ada kesadaran bahwa peran alternatifnya adalah untuk menjadi alternatif. Ini untuk menantang rezim dan nilai-nilainya. Tidak memberikan nasihat kepada penguasa tetapi menunjukan tekad untuk menggantikannya. Peran alternatif adalah untuk mendelegitimasi rezim, cara hidupnya dan nilai-nilainya, dan mencoba untuk mendapatkan mayoritas untuk mengenali satu rangkaian nilai yang berbeda.

Hanya di negara-negara non-demokratislah di mana kepala negara mendapatkan kekuasaannya karena dianggap sebagai tidak mungkin untuk diganti dan tampaknya hanya mungkin untuk dinasihati. Ini adalah bagaimana segala hal dilihat di negara-negara Arab sampai saat ini. Hal-hal sederhana yang jelas bagi semua orang dalam sistem demokrasi. Untuk semua orang, kecuali non-sayap kanan di Israel. Hanya orang-orang dari apa yang mereka anggap sebagai niat baik dan "tanggung jawab" - terlihat seperti kasim yang bergegas dalam upaya untuk memberikan nasihat "dari dalam" untuk sebuah rezim yang telah memilih jalur yang berlawanan.

Tidak mungkin untuk memahami gerakan rasis, mesianik dan anti-demokratis sayap kanan dari pinggiran ke dominasi dalam pemerintahan tanpa mempertimbangkan keadaan normal dari non-sayap kanan di Israel dan pilihan perilaku politiknya, yang tidak sejajar. Sikap aneh tersebut telah membangun kekuatan yang tepat dalam banyak dimensi. Pertama-tama, ini menggambarkan Israel sebagai "rezim", yang tidak ada penggantinya. Kedua, ini memungkinkan penguasa sayap kanan ekstrim untuk bergerak menuju "pusat" persepsi publik. Ini adalah bagaimana keberhasilan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu muncul.

Dia adalah pemimpin dari pandangan kanan radikal dan multi-faset, dari demonstrasi penghasutan sebelum pembunuhan Yitzhak Rabin hingga kerusakan yang sengaja ditimbulkan pada perjanjian Oslo dan demokrasi - sebuah pandangan yang harusnya menempatkan dia di tempat yang mirip dengan yang seorang politisi sayap kanan Amerika, melebihi Sarah Palin. Bagaimanapun, citranya telah menjadi seseorang yang dekat dengan politik tengah. Seseorang yang segera akan memutuskan antara nasihat dari Anggota Knesset dari National Union Michael Ben Ari dan saran dari 'Inisiatif Perdamaian Jenewa'.

Tidak ada yang menjauhkan publik dari alternatif daripada kesombongan. Jalur politik yang salah juga memancarkan kesombongan yang luar biasa. Seolah-olah ada sebuah jalan "objektif" yang benar, yang oleh para sayap kanan dan pemilihnya dalam kebodohan mereka tidak mampu untuk pahami. Kalau saja kita menjelaskan dengan baik - kepada orang yang tepat - dan memasarkan rencana yang tepat yang bermanfaat untuk semua orang, maka mereka yang mengalami kesulitan akan mengerti.

Tetapi membuat Israel kembali ke Deklarasi Kemerdekaan dan mendirikan "negara" demokratis dan egaliter dalam perbatasan tahun 1967 tidak baik bagi semua orang. Dunia rasis dan Mesias tidak akan menikmati perubahan ini. Nilai-nilai mereka adalah sebaliknya.

Menghindari pertempuran atas nilai pada saat ini sama artinya dengan sebuah skandal eksistensial. Orang-orang Palestina semakin dekat dengan deklarasi kemerdekaan. Israel, dengan Deklarasi Kemerdekaannya, harusnya menjadi yang pertama untuk mendukung ini.

Hal ini bukannya tidak disengaja bahwa Netanyahu memimpin rezim ini ke arah di mana Afrika Selatan dulu pernah alami. Untuk nilai rasis yang sama tepatnya, Deklarasi Kemerdekaan sedang diinjak-injak di Knesset. Ini bukan nasihat yang dibisikkan di telinga perdana menteri yang dibutuhkan oleh Israel melainkan sebuah alternatif yang jelas yang akan menggantikan dia untuk kepentingan Israel yang demokratis.

Opini ini ditulis oleh Sefi Rachlevsky. Ia adalah penulis buku terlaris "The Messiah's Donkey”, yang oleh beberapa orang religius Israel dianggap sebagai anti-religius (iw/hz)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Presiden Turki telah memperingatkan Israel akan munculnya suasana demokratis di Timur Tengah, yang tidak akan mentolerir penindasan Tel Aviv terhadap rakyat Palestina.

"Cepat atau lambat, Timur Tengah akan menjadi lebih demokratis," tulis Presiden Turki Abdullah Gul dalam sebuah opini yang diterbitkan di The New York Times pada hari Rabu lalu, mengacu pada hasil potensial dari demonstrasi anti-pemerintah yang sedang berlangsung di dunia Arab.

Masyarakat telah menggelar aksi protes anti-rezim di Bahrain, Yaman, Arab Saudi, Oman dan Yordania, yang terpicu oleh aksi revolusi yang sukses baru-baru ini di Tunisia dan Mesir.

"Masyarakat di wilayah ini, tanpa terkecuali, tidak hanya memberontak atas nama nilai-nilai universal, tetapi juga melakukan revolusi untuk mendapatkan kembali kebanggaan nasional dan martabat mereka yang selama ini ditekan," kata Gul.

"Dalam 50 tahun mendatang, Arab akan merupakan mayoritas masyarakat di antara Laut Tengah dan Laut Mati. Generasi baru dari orang Arab jauh lebih sadar akan demokrasi, kebebasan dan martabat nasional," katanya menegaskan.

Gul mengatakan calon pemimpin yang dipilih secara demokratis tidak akan mengadopsi sikap pro-Israel.

"Menurut definisi sebuah pemerintahan demokratis harus mencerminkan keinginan sebenarnya dari rakyatnya. Karena pemerintah tidak akan lagi mengejar kebijakan luar negeri yang dianggap sebagai tidak adil, tidak bermartabat dan memalukan oleh masyarakat, "kata presiden Turki tersebut.

"Dalam konteks seperti itu, Israel tidak boleh lagi dianggap sebagai sebuah pulau apartheid yang dikelilingi oleh masyarakat Arab yang marah," tambahnya.

Tel Aviv dikecam karena menerapkan sistem apartheid, sangat memanjakan orang-orang Yahudi sementara berlaku rasis dan tidak adil kepada rakyat Palestina.

Untuk menghindari konsekuensi yang mengerikan akibat kebijakannya itu, Gul mengatakan Israel harus serius mempertimbangkan proposal tahun 2002 oleh kelompok regional Liga Arab bahwa Tel Aviv harus menarik diri di balik perbatasan 1967.(fq/prtv)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Media mainstream AS sengaja menghindari meliput tentang kejahatan militer AS, seperti publikasi foto para tentara yang berpose dengan mayat warga sipil Afghanistan yang mereka bunuh, ujar sebuah laporan.

"Fakta bahwa belum ada penyelidikan Kongres, penyelidikan PBB, belum ada kemarahan besar masyarakat dalam beberapa hal adalah menakutkan," ujar Daniel Goure, yang mempelajari kebijakan militer AS di Afghanistan, kepada koresponden Press TV di Arlington, Virginia.

"Kita telah sampai pada titik di mana media, publik, dan Kongres tidak begitu peduli lagi," ujar Goure, wakil presiden di Lexington Institute di Virginia.

Akhir 2009, tentara Amerika bernama Jeremy Morlock dan beberapa tentara lain di kelompoknya mulai berencana membunuh warga Afghan yang tak bersenjata di provinsi Kandahar.

Washington Post juga mencatat ketiadaan kontroversi dari media mainstream.

Isu-isu seperti krisis nuklir Jepang, pemberontakan di Timur Tengah dan topik lainnya telah mendominasi media mainstream di AS.

Kisah-kisah seperti tentara militer yang dituntut telah seringkali ditinggalkan dari halaman depan dan beberapa pakar mengatakan disembunyikan dari publik.

Morlock menggunakan senjata Afghan yang diperoleh secara ilegal untuk membuatnya tampak bahwa sang korban adalah kombatan musuh. Untuk membuat pembunuhan itu tampak bisa dibenarkan, para tentara meletakkan senjata di dekat jasad korban.

Kemudian, beberapa foto mengejutkan yang dirilis memperlihatkan Morlock dan beberapa tentara lain berpose dengan mayat-mayat warga Afghan. Salah satu gambar menunjukkan Morlock menyeringai saat dia mengangkat kepala seorang mayat.

Dia dihukum penjara selama 24 tahun setelah mengaku bersalah membunuh tiga warga sipil di Afghanistan tahun lalu.

Pejabat Pentagon menyebut insiden itu memuakkan dan meminta maaf atas aksi para tentara yang telah dituntut dan diadili tersebut.

Tapi saat semakin banyak hukuman yang dijatuhkan untuk sebuah kejahatan keji, banyak yang ingin tahu apakah liputan media akan transparan atau akan memiliki standar ganda.

Warga sipil telah menjadi korban utama kekerasan di Afghanistan, terutama di provinsi timur dan selatan.

Dengan pemberontakan di dunia Arab yang mendominasi berita dunia, banyak warga Amerika yang tetap tidak tahu tentang serangkaian insiden Afghanistan di mana tentara Amerika dituntut karena sengaja membunuh warga sipil untuk bersenang-senang.

Beberapa warga Amerika yang ditanya apakah mereka tahu tentang pembunuhan itu mengatakan bahwa mereka tidak tahu, sementara kisah tersebut telah menjadi berita utama di media internasional, termasuk liputan besar-besaran oleh majalah Jerman Der Spiegel dan majalah berbasis di AS Rolling Stone. (rin/ptv)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki mengatakan kepada Kepala staf Gabungan AS bahwa Baghdad siap untuk mengambil kendali langkah-langkah keamanan negara.

Dalam pertemuan dengan Admiral Mike Mullen, yang tiba di Baghdad pada hari Kamis kemarin (21/4), Maliki mengatakan tentara Irak mampu menjaga keamanan negaranya dan menegaskan bahwa tentara Irak bisa bekerja dengan profesional.


Dan pasukan Amerika harus meninggalkan Irak sesuai jadwal, katanya menambahkan.

Maliki menambahkan bahwa pasukan Irak akan "terus memperkuat kemampuan tempur mereka sambil memberikan mereka dengan peralatan terbaru dan senjata."

Perjanjian keamanan tahun 2008 antara Baghdad dan Washington memberikan mandat penghapusan pasukan AS dari Irak sebelum tahun 2012.

Sekitar 47.000 prajurit Amerika saat ini ditempatkan di negara kaya minyak Timur Tengah itu.

AS telah lama beroperasi di Irak dan telah menyatakan keraguan tentang penarikan semua pasukan tempur Amerika dari negara kaya minyak dengan batas waktu akhir-tahun ini.

Selama penerbangan ke Baghdad, Mullen mengatakan kepada wartawan bahwa pemimpin Irak perlu untuk memulai dialog serius dengan cara yang yang serius jika mereka ingin pasukan AS untuk tetap keluar sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan Washington akan mempertahankan tentara Amerika di negara itu jika Baghdad meminta bantuan tambahan. Dia mengatakan bahwa AS siap untuk memperluas kehadiran militer di Irak melampaui tanggal 31 Desember 2011.

Tapi Maliki telah tegas menolak tawaran itu dan Gates mengatakan bahwa ia mengharapkan "semua" pasukan Amerika meninggalkan Irak pada akhir tahun ini.(fq/prtv)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Presiden AS Barack Obama mengesampingkan kejelasan dalam upaya untuk mempertahankan dukungan dari Amerika kepada Armenia sementara tidak menyinggung Turki, Tim Rutten dari agensi berita Los Angeles Times menulis dalam sebuah artikel yang berjudul "Kurangnya kejelasan moral Obama tentang isu genosida Armenia."

"Garis batas antara kehati-hatian dan moral pengecut sangatlah tipis, terutama ketika berhubungan dengan melakukan diplomasi," kata artikel itu. "Bagi orang Amerika, pertanyaan tentang di mana dan bagaimana membuat perbedaan semacam itu memiliki urgensi khusus minggu ini, sementara kita memperingati ulang tahun ke 96 dari genosida yang terjadi kepada warga Armenia oleh Ottoman Turki. Dalam pembantaian 1915-1923, lebih dari 1,5 juta orang Armenia tewas dan Anatolia timur dibersihkan dari orang-orang yang kehadirannya di sana telah dimulai sejak jaman dahulu."

"Di sini, di California, di mana keturunan dari mereka yang melarikan diri dari genosida telah membuat kontribusi yang penuh semangat seperti pertanian, bisnis, profesi dan kehidupan publik, peringatan dari tragedi ini secara khidmat dilaksanakan setiap tahun. Apa yang tidak terdengar oleh peserta dari acara itu adalah pesan dari Presiden Obama atau Hillary Rodham Clinton yang mengakui kenyataan historis genosida. Itu karena pemerintahan ini, seperti pendahulunya, berdiri pada kedua sisi garis pembatas itu – sesuatu yang, lebih dari sebelumnya, tampaknya tak ada perbedaan."

"Selama bertahun-tahun kini Kongres telah mempertimbangkan dalam berbagai bentuk sebuah resolusi yang akan secara resmi mengakui pembunuhan massal terorganisir Armenia yang terjadi pada tahun-tahun Kekaisaran Ottoman sebagai genosida - sesuatu yang banyak negara telah lakukan. Tapi Turki kontemporer yang adalah sekutu utama AS dan mitra NATO dapat diandalkan, tetap berkeras menentang penyebutan seperti itu. Alih-alih menyinggung Turki, yang mengancam pembalasan jika Kongres menyetujui resolusi, administrasi ini, seperti pendahulunya, menentang penunjukan tersebut," lanjut artikel itu.

"Ini adalah tindakan kebijaksanaan yang menggigit dengan ketajaman tertentu karena Obama menyatakan bahwa" Amerika layak seorang pemimpin yang berbicara jujur tentang genosida Armenia. "Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa Presiden Obama menolak untuk melakukannya dan mengapa pemerintahan ini menentang resolusi tersebut."

Artikel ini melanjutkan berkata: "Kejelasan semacam itu adalah sesuatu yang tampaknya sangat ingin dihindari oleh presiden, karena ia mencoba untuk mempertahankan dukungan pemilih Armenia sementara menenangkan kepekaan Turki. Pada peringatan ulang tahun peristiwa ini tahun lalu, misalnya, ia mengeluarkan pernyataan yang secara cermat menghindari kata genosida."

"Kami terus menyimpan memori kejahatan tragis seperti genosida Armenia, bukan hanya untuk menghormati mereka yang meninggal, tetapi juga dengan harapan bahwa contoh mereka akan memperkuat tekad kita untuk menghadapi komplotan rahasia pembunuh berikutnya yang pasti akan datang. Sebaliknya, berpura-pura karena berbagai alasan, bukanlah sikap kehati-hatian tapi tanda kepengecutan," artikel itu menyimpulkan

Rep Adam Schiff (CA-29) sebelumnya mengirim surat kepada Presiden Obama pada hari Rabu mendesak dia untuk memperjelas pembunuhan 1,5 juta warga Armenia sebagai "genosida" dalam pernyataannya menandai April 24 mendatang.

"Presiden, Anda selalu menjadi pemimpin pada isu penting dari hak asasi manusia," kata Schiff. "Sayangnya, baik tahun lalu dan pada tahun 2009, Anda tidak menggunakan istilah 'genosida' untuk menggambarkan peristiwa 1915-23. Saya meminta Anda untuk kembali memperjelas apa yang Anda begitu tegas nyatakan pada tahun 2008, dan berdiri dengan jumlah korban selamat yang semakin berkurang, serta keturunannya lain, yang selamat dari Genosida Armenia dan terus menderita 'pembunuhan ganda' dari penolakan."

Pada hari Minggu tanggal 24 April itu akan telah 96 tahun sejak kampanye pemusnahan sistematis dan sengaja diluncurkan oleh pemerintah Kekaisaran Ottoman terhadap penduduk Armenia. Sementara Genosida Armenia telah diakui oleh lebih dari 20 negara termasuk Kanada, Italia, Swedia, Perancis, Argentina dan Rusia, serta Parlemen Eropa, itu belum secara resmi diakui oleh Kongres AS dalam beberapa dekade.

Dalam Kongres terakhir, Schiff adalah sponsor utama resolusi 252, Affirmasi dari Catatan AS pada Genosida Armenia, yang akan mengakui dan memperingati peristiwa itu sebagai genosida. (iw/pa/asb)

Sumber: http://suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Senator AS John McCain, salah satu pendukung terkuat di Kongres untuk intervensi militer Amerika di Libya, mengatakan hari Jumat ini (22/4) bahwa pasukan pemberontak Libya yang melawan Muammar Gaddafi adalah pahlawannya.

McCain mengatakan hal itu saat dia berada di Benghazi untuk mendapatkan penilaian situasi di sana dan berencana untuk bertemu dengan Dewan Transisi Nasional, pemerintah de-facto di bagian timur negara itu, dan para anggota militer pemberontak.

"Mereka adalah pahlawan saya," kata McCain merujuk kepada pemberontak Libya saat ia berjalan keluar dari sebuah hotel lokal di Benghazi. Dia bepergian menggunakan sebuah jip Mercedes lapis baja dan memiliki detail keamanan yang ketat. Beberapa warga Libya melambaikan bendera Amerika pada saat kendaraannya melintas.

Kunjungan McCain ke Libya adalah pejabat tertinggi AS yang belum dilakukan oleh pejabat Amerika yang lain dalam upaya untuk memberikan dukungan terhadap wilayah timur Libya yang kuasai pemberontak. Rincian perjalanan McCain di Libya diselimuti banyak kerahasiaan karena alasan keamanan.

Perjalanan McCain ke Libya ini datang pada saat Menteri Pertahanan Robert Gates mengumumkan hari Kamis kemarin bahwa Presiden Barack Obama telah resmi mempersilahkan pesawat drone Predator bersenjata untuk melawan pasukan yang setia kepada Gaddafi. Ini adalah pertama kalinya pesawat drone AS akan digunakan untuk serangan udara ke Libya sejak diserahkan kontrol operasi militer di Libya kepada NATO pada 4 April lalu. (fq/ap)

Sumber: http://www.eramuslim.com
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments