Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: , ,

Tidak diragukan lagi, kita hidup di masa yang genting sejak awal tahun 2011. Banyak contoh kasus yang memberikan penjelasan munculnya gejolak di Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti: tuntutan-tuntutan adanya reformasi di bidang politik, penggulingan pemerintahan-pemerintahan yang totaliter, diskriminasi, kurangnya kebebasan politik, kemerosotan ekonomi global, tingkat pengangguran yang tinggi, korupsi, pelanggaran-pelanggaran hak azasi manusia, kemiskinan, meningkatnya harga-harga komoditas, upah rendah, buruknya kualitas pelayanan umum, infrastruktur yang bobrok, masalah-masalah perumahan, kenyamanan kuantitatif menimbulkan tekanan-tekanan inflasi di seluruh dunia, dsb.[1]

Namun demikian, adakah satu akar permasalahan yang menyebabkan alasan-alasan tersebut di atas yang mendasari kekacauan politik yang terjadi belakangan ini kemudian hanya menjadi dampak semata? Mungkinkah akar penyebabnya terdapat dalam cara orang memandang dunia ini, suatu sistem kepercayaan yang pada akhirnya mengatur banyak hal dalam hidup manusia? Semua orang memilikinya, bahkan mereka yang percaya bahwa Tuhan itu tidak ada. Orang-orang yang meyakini bahwa Ia eksis belum tentu mempunyai keyakinan yang sama mengenai Dia. Mungkinkah pandangan orang Muslim mengenai Allah secara langsung dapat diidentifikasikan sebagai akar penyebab timbulnya kekacauan yang terjadi sekarang di dunia Muslim?

Tauhid, keesaan Allah, digunakan sebagai panduan bagi para penguasa Muslim

Menurut Islam tradisional, Allah adalah “Yang terasing/jauh”. Tak ada satupun selain Dia yang dianggap penting.[2] Segala sesuatu diciptakan untuk-Nya dan diatur oleh-Nya sendiri. Hanya Allah yang patut disembah. Deskripsi ini diterapkan secara literal kepada para diktator di Timur Tengah dan Afrika Utara. Sama seperti Allah yang melakukan apa yang dikehendaki-Nya, mereka juga tidak terikat kepada sesuatu atau seseorang, dan melakukan apa saja yang mereka inginkan. Sama seperti Allah yang mengancam para budak-Nya agar tunduk dengan menggunakan rasa takut akan penghukuman dan neraka. Para penguasa Muslim di dunia ini berusaha agar mereka tetap memegang kekuasaan dengan menggunakan kekuatan brutal terhadap para pengunjuk rasa yang menuntut agar mereka lengser. Mesir menjadi pengecualian karena revolusi yang dilakukan rakyatnya dapat dikatakan berlangsung dengan damai. Satu-satunya penjelasan untuk itu adalah kedaulatan Tuhan:

‘Terpujilah nama Elohim selama-lamanya, karena hikmat dan kuasa adalah milik-Nya. Dan Dia mengubah waktu dan musim. Dia menghentikan para raja dan mengangkat para raja. Dia mengaruniakan hikmat, dan pengetahuan kepada orang yang mengetahui pengertian’ (Daniel 2:20-21).

Pakar ekonomi Inggris Brian Griffiths menjelaskan dengan gamblang implikasi-implikasi praktis terhadap kehidupan ekonomi dan politik, yang merupakan akibat dari keyakinan seseorang tentang siapa Tuhan itu: ‘Apabila dalam agama, DIA (Tuhan) sangat diagungkan, sebagaimana di dalam Islam, konsekuensinya adalah terciptanya negara totaliter yang berusaha memahami kehendak Allah...’[3]

Supaya adil, pandangan-pandangan lainnya mengenai Tuhan (mis. Politeisme) atau keyakinan-keyakinan keliru yang dianut oleh orang ‘Kristen KTP’ juga akan menimbulkan dampak yang menghancurkan. Griffiths melanjutkan:

‘... Bila prioritas diberikan kepada kelompok mayoritas, hasilnya adalah anarki. Fasisme dan Marxisme, keduanya merupakan usaha untuk menekankan Satu dengan menyingkirkan (orang) yang banyak dan untuk mendapatkan keselamatan dalam bidang-bidang ekonomi melalui negara. Libertarianisme adalah usaha untuk mementingkan orang banyak dengan mengorbankan yang Satu dan merupakan benih yang akan menumbuhkan tidak hanya laissez faire tetapi juga anarki.’[4]

Sekali lagi, Firman Tuhan yang terdapat dalam kitab Zabur (Mazmur), telah menjadi kenyataan, ketika salah satu ayatnya menggambarkan bagaimana orang menciptakan sesembahan menurut buah pikiran mereka sendiri berikut ini:

Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. (Mazmur 115:8)

Solusi untuk kekacauan dewasa ini: pandangan yang benar mengenai Tuhan

Jika pandangan yang salah mengenai Tuhan adalah faktor penyebab kekacauan yang kita alami sekarang, maka tentulah pandangan yang benar mengenai Dia akan membawa kita kepada satu-satunya jalan keluar. Arus utama kekristenan di seluruh dunia meyakini satu Tuhan, Tritunggal Yang Kudus, karena Tuhan telah menyatakan diri-Nya demikian di dalam Firman-Nya. Ini sungguh suatu misteri, sebagaimana Tuhan sendiri adalah misteri. Kebesaran Tuhan dikonfirmasi dalam Quran dan juga Alkitab.[5] Banyak atribut Tuhan diterima baik oleh orang Muslim maupun orang Kristen, yang masih tetap tidak dapat sungguh-sungguh dipahami oleh pikiran manusia. Kita semua menerima bahwa Tuhan tidak mempunyai permulaan/tidak berawal, namun apakah kita mengerti hal itu? Pertanyaan yang umum diajukan anak-anak ‘Jika Tuhanlah yang menciptakan segala sesuatu, siapakah yang menciptakan Tuhan?’ juga akan memusingkan orang dewasa. Orang Muslim dan orang Kristen percaya bahwa Tuhan itu tidak terikat dengan ruang dan waktu, namun bagaimana mungkin kita dapat menjelaskannya dengan memuaskan? Bagaimana Tuhan dapat sebegitu dekat dengan kita daripada pikiran-pikiran kita yang paling rahasia sekalipun, namun ini juga secara simultan dialami oleh milyaran orang lain di muka bumi ini? Kenyataan-kenyataan yang membingungkan ini juga dialami oleh semua orang dalam sejarah dan waktu yang akan datang. ‘Mustahil!’, kata orang yang skeptis, namun itu benar adanya. Lalu mengapa hal itu menjadi masalah yang sangat rumit jika ada beberapa aspek natur esensial Tuhan (eksistensi-Nya yang Tritunggal) yang sulit kita pahami? Baik Alkitab maupun Quran berbicara mengenai Tuhan secara antropomorfis (yaitu dengan menggunakan istilah-istilah manusia untuk menggambarkan Dia). Orang Muslim ortodoks tidak menjelaskan soal ‘bagaimana’. Demikian pula, adalah kenyataan bahwa Firman Tuhan diwahyukan dalam sebuah kitab, tetapi tidak diklarifikasi bagaimana yang tidak terbatas dapat diekspresikan dalam yang terbatas. Kini marilah kita menetapkan kerangka kerja dasar agar mendapatkan pandangan yang benar mengenai Tuhan.

Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa hanya ada satu Tuhan!

Dan Yesus menjawab...:’Dengarlah hai Israel, YAHWEH-lah Elohim kita, YAHWEH itu Esa’ (Markus 12:29, lihat juga Roma 3:29-30, Yakobus 2:19).

Quran juga bersaksi bahwa orang Yahudi dan orang Kristen, yaitu Para Ahli Kitab, percaya kepada satu Tuhan.[6] Hujatan bahwa orang Kristen menyembah tiga Tuhan bersalah dari kekeliruan pemahaman mengenai Trinitas. Trinitas ilah-ilah yang disembah kaum pagan selalu adalah tiga dewa terpisah, yang mengatasi banyak dewa lain. Trinitas juga salah dimengerti ketika dikatakan bahwa Tuhan itu tiga pribadi dan hanya satu pribadi pada saat yang sama dan dalam pikiran yang sama. Juga bukan tiga substansi dalam satu substansi.

Sementara kata ‘Trinitas’ tidak muncul dalam Alkitab, konsepnya sangat jelas diajarkan dalam halaman-halamannya. Demikian pula dengan pengakuan iman Muslim yang dikenal dengan ‘Kalimah’ tidak ada dalam Quran. Keseluruhan kalimat itu disatukan dari dua Sura yang berbeda. Orang Muslim menyebut Allah ‘Al 'Adl’, yang berarti ‘Yang Adil’, ‘Al Wajid’, yang berarti ‘Sang Pencipta’, ‘Adh Dhur’, yang berarti ‘Yang Mencelakakan’, dan lain-lain berdasarkan ke-99 nama Allah. Namun demikian, kata-kata ini tidak ditemukan sama sekali dalam Quran tetapi orang Muslim tetap menerima atribut-atribut ini sebagai milik Allah.[7]Sekarang marilah melihat beberapa ayat Alkitab yang merupakan dasar dibangunnya pengajaran mengenai Trinitas.

‘Dengarkanlah, hai Israel, YAHWEH, Elohim kita, YAHWEH itu esa. Kasihilah YAHWEH, Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu’ (Ulangan 6:4-5).

Pertama-tama, kita harus melihat definisi kata ‘Esa’. “Kata tersebut semata-mata menyatakan bahwa hanya Dia-lah yang berhak memiliki nama YAHWEH (dalam Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan dengan ‘LORD’, sedangkan LAI menerjemahkan dengan ‘TUHAN’), bahwa Dia-lah satu-satunya Tuhan yang Esa, yang tidak dapat dibandingkan dengan Elohim (sesembahan/ilah-ilah) lain. Ini juga merupakan arti dari ekspresi yang sama dalam Zakharia 14:9, ‘YAHWEH akan menjadi raja atas seluruh bumi, YAHWEH-lah satu-satunya dan nama-Nya pun satu’, dengan penambahan kalimat ‘dan nama-Nya pun satu’, menandakan bahwa di masa depan YAHWEH akan diakui sebagai satu-satunya Tuhan, sebagai Raja atas seluruh bumi.”[8]

Kata yang digunakan untuk ‘satu’ dalam ayat ini adalah angka Ibrani biasa, menandakan bahwa Tuhan itu unik dalam ke-Tuhanan-Nya, natur esensial-Nya. Beberapa ayat menggunakan bentuk jamak seperti ‘Elohim’. Ini luar biasa mengingat pandangan Perjanjian Lama menekankan pada keesaan Tuhan. Kata ini tidak dapat dijelaskan sebagai bentuk jamak dari ‘’keagungan (majesty)’; ini sangat asing bagi orang Ibrani. Kata ini dipahami dalam pengertian yang sama dengan kata untuk ‘air’ dan ‘surga’, yang keduanya juga berbentuk jamak dalam bahasa Ibrani. Air dapat dipahami dalam pengertian tetesan air hujan atau air dalam jumlah yang besar di lautan. Bentuk jamak dalam kasus ini menunjuk kepada ‘keragaman dalam kesatuan’. Beberapa orang meyakini hal ini juga berlaku untuk bentuk jamak dari ‘Elohim’.[9]

Definisi orang Kristen mengenai Trinitas diekspresikan dalam Pengakuan Iman Athanasia:

‘Kami menyembah satu Tuhan dalam Trinitas, dan Trinitas dalam Keesaan; tidak ada percampuran pribadi-pribadi-Nya; juga tidak membagi-bagi Substansi-Nya (Esensi-Nya)’.

Sudah tentu, kata ‘Person’ dalam bahasa Inggris yang digunakan disini (untuk ‘Pribadi’) tidak digunakan dalam pengertian/untuk menggambarkan seorang manusia. Kata ini mengekspresikan makna ‘suatu pribadi (self) dengan fungsi tertentu’[10] . dalam bahasa Arab, kata “Shakhs”, yaitu pribadi (person) tidak digunakan untuk Allah. Ia bukan manusia. Itu sebabnya mengapa orang-orang Kristen yang berbahasa Arab menggunakan istilah Aramaik “Uqnum” (jamak Aqaneem = akar atau prinsip) ketika berbicara mengenai ke-3 Pribadi Trinitas Yang Kudus. Mereka menggunakan formula berikut ini untuk Trinitas: “Bismi’l Aab, wal-Ibn, wal-Ruh al-Qudos, Ilah Wahed, Ameen.”

Harus ditegaskan bahwa orang Kristen tidak menyembah tiga Tuhan melainkan hanya satu Tuhan karena ‘... setiap Pribadi dalam Ketuhanan, dalam pengertian tertentu, saling mendiami, tanpa menghilangkan kepenuhan kepribadian masing-masing di antara mereka. Maka, kesatuan esensial dari Ketuhanan terdapat dalam kesetaraan intrinsik dari karakteristik-karakteristik ilahi mereka dan juga dalam kesatuan personal yang intens yang berasal dari keberdiaman mutual.’[11] Jadi ketika Putra Tuhan wafat di salib, Tuhan tidak berhenti eksis tetapi Ia terpisahkan dari diri-Nya sendiri sehubungan dengan relasi di dalam Trinitas, bukan dalam hal esensi-Nya. Berpikir bahwa Tuhan mengikhlaskan suatu hubungan yang sempurna untuk sejangka waktu tertentu menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada kita!

‘Diyakini bahwa walaupun doktrin tersebut jauh melampaui pikiran manusia, doktrin tersebut, seperti halnya banyak formulasi sains fisik, tidak bertentangan dengan akal sehat, dan dapat dipahami walaupun tidak dapat dimengerti oleh pikiran manusia’[12] .

Trinitas Tuhan, juga banyak fakta lainnya mengenai Dia tidak perlu dipahami seutuhnya, tetapi harus diimani. Iman, yaitu keyakinan sederhana seperti yang dimiliki anak-anak bahwa Tuhan adalah Pribadi yang diri dan tindakan-Nya seperti yang ia sendiri nyatakan di dalam Alkitab, dan itu cukup untuk mendapatkan keselamatan. Demikian pula, kita tidak perlu mengerti bagaimana kerja sebuah televisi agar kita dapat menikmati sebuah tayangan mengenai alam. Hanya dengan menekan tombol yang tepat kita sudah dapat menikmati semuanya.

Bahaya yang menghadang ketika orang dikonfrontir dengan gagasan-gagasan ekstim atau rumit adalah ‘seperti melemparkan bayi keluar dari bak mandinya’, ini berarti menolak segala hal mengenai suatu perkara, bahkan apa yang benar dan baik dari perkara itu. Mengenai sikap semacam itu, berikut ini adalah pandangan C.S. Lewis, seorang profesor Literatur Abad Pertengahan Dan Masa Pencerahan di Universitas Cambridge: ‘Jika kekristenan adalah sesuatu yang kita buat-buat, sudah tentu kita akan membuatnya lebih mudah. Namun ternyata tidak demikian adanya. Kita tidak dapat bersaing, dalam hal-hal yang sederhana, dengan orang-orang yang menciptakan agama. Bagaimana mungkin kita bisa? Kita berurusan dengan Fakta. Sudah tentu siapapun dapat bersikap sederhana jika ia tidak mempunyai fakta-fakta yang harus dipusingkan’[13] penjelasan-penjelasan yang lebih terperinci mengenai Trinitas dapat diperoleh di banyak tempat di internet [14] .

Keesaan sejati Tuhan menentukan keberhasilan pemerintahan banyak bangsa

‘... Relevansi Trinitas adalah untuk menekankan baik individu maupun negara, demikian pula sejumlah besar varietas institusi pengantara yang membentuk dasar bagi masyarakat yang pluralistik. Selama kehidupan ekonomi mendapat perhatian, ini mencakup korporasi, rekanan, persatuan-persatuan dagang, asosiasi-asosiasi profesional, komite-komite yang memperhatikan penetapan standar-standar, dan sebagainya’[15] .

Pakar ekonomi Inggris Brian Griffiths mendasari pemikiran-pemikiran ini pada fakta bahwa Trinitas Tuhan mengandung suatu Kesatuan di dalam Diversitas yang sangat dalam untuk dipahami. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan.[16] Ini berarti bahwa, sama seperti Dia, manusia mempunyai kapasitas untuk berelasi, berpikir, mengambil keputusan dan mempunyai perasaan. Elemen-elemen ini harus dihidupi dalam suatu cara yang terpadu yang mengijinkan diversitas. Suatu tolak ukur yang seimbang dari keduanya diperlukan bagi kehidupan publik. Namun demikian, masa lalu bergerak menuju multikulturalisme dan memberi penekanan yang berlebihan pada diversitas di Eropa dan Amerika, yang disadari telah menjadi terlalu ekstrim. Ini sangat mengancam keseimbangan yang terdapat dalam Trinitas. Kesatuan dalam kelompok-kelompok masyarakat ini yang pada awalnya muncul dari keyakinan kepada sudut pandang alkitabiah yang sama, digantikan dengan suatu keyakinan post-modernistik yang mengatakan bahwa tidak ada kebenaran yang absolut. Pandangan ini sendiri tidak terlalu kuat karena klaimnya sendiri adalah sebuah pernyataan mengenai kebenaran yang absolut itu sendiri. Sebagian dari kekacauan pandangan ini dapat ditemukan dalam penyimpangan kata ‘iman’ pada masa kini. Seringkali kata itu digunakan dengan arti ‘suatu posisi yang dipertahankan walaupun kurang bukti atau tanpa mengindahkan bukti yang berlawanan’. Kata alkitabiah ‘pistis’ berasal dari “peithô”, yakni sebuah istilah legal yang berarti ‘terbujuk’, misalnya seperti para cendekiawan yang terbujuk oleh argumen-argumen (seperti C.S. Lewis, Francis Schaeffer dan yang lainnya) telah berulangkali menunjukkan bahwa kekristenan alkitabiah adalah solid dan dapat diyakini kebenarannya dalam makna biblikal kata tersebut.[17] Suatu masyarakat yang dibangun di atas sudut pandang alkitabiah akan menghormati, menjaga dan mengasimilasi kaum minoritas tetapi mereka tidak dapat mendominasinya dengan cara pandang mereka sendiri.

Islam dan semua agama lainnya kecuali kekristenan alkitabiah mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya baik walaupun mempunyai kapasitas untuk berbuat jahat. Ketika realitanya tidak sesuai dengan cita-cita ini, maka suatu sistem politik yang totaliter diciptakan untuk menjaga ketertiban. Akibatnya, para pemimpin seperti Mao, Pol Pot, Hitler, Lenin, Stalin dan Idi Amin membantai jutaan orang atas nama kemajuan. Sebaliknya Alkitab mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya adalah pendosa dengan kapasitas untuk berbuat baik. Demokrasi, dengan segala penyelewengan dan ekses-eksesnya dibangun di atas kebenaran akan kebobrokan manusia. Demokrasi tidak dirancang untuk menangani sekelompok masyarakat yang terdiri dari para pendosa. Pasar-pasar bebas menjaga kejujuran mereka dengan menyediakan suatu sistem persaingan yang terbuka. Tidak satupun dari alternatif-alternatif yang ada, merkantilisme, monopoli atau konsumerisme yang dapat menandinginya. Pasar-pasar bebas, yang adalah produk demokrasi, juga mendorong penghargaan terhadap diri sendiri; ini adalah sebuah gagasan alkitabiah yang diambil dari ayat-ayat yang mengatakan bahwa manusia diperintahkan untuk mengasihi dirinya sendiri bagi Tuhan tetapi juga mengasihi sesamanya bagi kepentingan/kebaikan sesamanya itu juga.[18] Oleh karena manusia adalah pendosa, demokrasi membuat hukum untuk melindungi orang dari para pemimpin mereka. Kekuasaan merusak; oleh karena itu kekuasaan dipecah menjadi eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Obat bagi gejolak yang kita saksikan belakangan ini sesungguhnya ada dalam pandangan yang benar mengenai Keesaan Tuhan seperti yang dijelaskan dalam Alkitab. Pandangan ini memberikan sumbangsih terbaik dalam sistem politik demokrasi. Namun demikian, kita sangat paham bahwa jika demokrasi dipraktekkan tanpa menganut dasar-dasar alkitabiah maka demokrasi akan mengalami kegagalan total. Oleh karena itu, orang-orang yang gagah berani di Timur Tengah dan Afrika Utara tidak hanya perlu mendengar mengenai demokrasi. Mereka berhak diberitahu Kabar Baik mengenai Tuhan yang sangat mengasihi mereka. Ia telah memperkenalkan diri-Nya di dalam Alkitab dengan cara yang tidak terpikirkan manusia sebelumnya. Pentingnya doktrin ini karena doktrin alkitabiah mengenai Keesaan Tuhan ini memberikan pesan yang sangat penting yang mempengaruhi semua bidang kehidupan. Hanyalah natur eksklusif Tuhan yang membuat salib, kebangkitan, anugerah, hidup yang bermakna dan jaminan keselamatan menjadi hal yang mungkin terjadi. Tuhan, seperti yang digambarkan dalam Alkitab, sangat berperan penting dalam keberhasilan semua relasi kita. Tidak heran jika Ia mengutus para pengikut-Nya untuk bersaksi kepada dunia mengenai Dia.

‘Dan rahasia yang besar dari kesalehan itu tidaklah terbantahkan, bahwa Elohim telah dinyatakan di dalam daging, dibenarkan di dalam Roh, terlihat oleh para malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa, dipercaya di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan’ (1 Timotius 3:16)
Oleh: Oskar [http://www.answering-islam.org/]

Catatan kaki:

1 http://www.cnn.com/2011/WORLD/meast/02/18/mideast.africa.unrest/ dan http://links.com/2011/01/root-cause-of-the-egypt-tunisiamiddle-east-crisis/ (keduanya diakses pada 18 Februari 2011)
2 Walaupun Surah 112:1, Qul huwa Allahu ahad(un), seharusnya diterjemahkan secara harafiah, “Katakanlah: Ia, Allah, adalah esa.” Di tempat-tempat lain ahad digunakan dalam Quran dengan arti “satu dari” atau dikenakan pada anggota dari suatu kelompok tidak hanya untuk satu, yaitu Surah 2:96, 102, dll. Untuk detil selanjutnya lihat: this article.
3 The Creation of Wealth, Downers Grove, Ill, USA, IVP, 1984, hal.55
4 Ibid
5 Ayub 11:7, 1 Kor. 2:11, Surah Al-Anaam 6:103
6 Surah 29, Ankabut, ayat 46
7 The Muslim doctrine of God, oleh S.M. Zwemer, American tract Society, 1905, hal. 39-45
8 Keil-Delitsch Commentary
9 Kejadian 1:26, 3:22, Yesaya 6:8
10 The Illustrated Bible Dictionary oleh F.F. Bruce, IVP Leicester, 1962, lihat ‘person’
11 The self-giving triune God, the imago dei and the nature of the local church: an ontology of mission, makalah oleh J. Scott Horrell, Th.D, professor Teologi Sistematika di Seminari Teologi Dallas)
12 Encyclopedia Americana, ‘Trinity’, oleh F.C. Grant, Danbury, Con.: Americana Corp., 1980)
13 Mere Christianity, Macmillan Company, New York, 1943, hal.145
14 www.answering-islam.org/Trinity/index.html, www.christianityexplained.net/muslims/Trinity.htm
15 The Creation of Wealth, hal. 55
16 Kejadian 1:26-27
17 www.christianityexplained.net/muslims/Truth.htm
18 Lukas 10:27, 1 Yohanes 3:16
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: , ,

Dalam bahasa Turki, Muhammad sering disebut dengan Fatih Sultan Mehmet. Beliau lahir 30 Maret 1432 dan wafat 3 Mei 1481.

Pribadi Shalih

Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saat wafat. Dan kedekatannya kepada Allah SWT ditularkan kepada tentaranya. Tentara Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh. Dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajud sejak baligh.

Itulah barangkali kunci utama keberhasilan beliau dan tentaranya dalam menaklukkan kota yang dijanjikan nabi SAW. Rupanya kekuatan beliau bukan terletak pada kekuatan pisik, tapi dari sisi kedekatan kepada Allah, nyata bahwa beliau dan tentaranya sangat menjaga hubungan kedekatan, lewat shalat wajib, tahajjud dan sunnah rawatib lainnya

Sang Penakluk atau Sang Pembebas?

Karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapat gelar “Al-Fatih”. Artinya sang pembebas. Barangkali karena para pelaku sejarah sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi SAW.

Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, Sang Penakluk. Ada kesan bila menggunakan kata "Sang Penakluk" bahwa beliau seolah-olah penguasa yang keras dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih. Berasal dari kata: fataha - yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau lakukan bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan Islam.

Beliau merupakan seseorang yang sangat ahli dalam berperang dan pandai berkuda. Ada yang mengatakan bahwa sebagian hidupnya dihabiskan di atas kudanya.

Yang lebih menarik, meski beliau punya kedudukan tertinggi dalam struktur pemerintahan, namun karena keahlian beliau dalam ilmu strategi perang, hampir seluruh perjalanan jihad tentaranya ia pimpin secara langsung. Bahkan ia tetap berangkat berjihad kendati sedang menderita suatu penyakit.

Tata Negara dan Administrasi

Selain sebagai ahli perang dan punya peran besar dalam hal perluasan wilayah Islam, beliau juga ahli di bidang penataan negara, baik secara pisik maupun dalam birokrasi dan hukum. Kehebatan beliau dalam menata negerinya menjadi negeri yang sangat maju diakui oleh banyak ilmuwan. Bahkan secara serius belaiu banyak melakukan perbaikan dalam hal perekonomian, pendidikan dan lain-lain.

Dalam kepemimpinannya, Istambul dalam waktu singkat sudah menjadi pusat pemerintahan yang sangat indah dan maju di samping sebagai bandar ekonomi yang sukses.

Beliau juga dikenal sebagai pakar dalam bidang ketentaraan, sains, matematika. Beliau memenguasai 6 bahasa sejak berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat namun tawadhu'.

Mentarbiyah Tentara Satu hal yang jarang diingat orang adalah proses pembentukan pasukan yang sangat profesional. Pembibitan dilakukan sejak calon prajurit masih kecil. Ada team khusus yang disebarkan ke seluruh wilayah Turki dan sekitarnya seperti Balkan dan Eropa Timur untuk mencari anak-anak yang paling pandai IQ-nya, paling rajin ibadahnya dan paling kuat pisiknya. Lalu ditawarka kepada kedua orang tuanya sebuah kontrak jangka panjang untuk ikut dalam tarbiyah (pembinaan) sejak dini.

Bila kontrak ini ditandatangani dan anaknya memang berminat, maka seluruh kebutuhan hidupnya langsung ditanggung negara. Anak itu kemudian mulai mendapat bimbingan agama, ilmu pengetahuan dan militer sejak kecil. Mereka sejak awal sudah dipilih dan diseleksi serta dipersiapkan.

Maka tidak heran kalau tentara Muhammad Al-FAtih adalah tentara yang paling rajin shalat, bukan hanya 5 waktu, tetapi juga shalat-shalat sunnah. Sementara dari sisi kecerdasan, mereka memang sudah memilikinya sejak lahir, sehingga penambahan ilmu dan sains menjadi perkara mudah.

Konstantinopel Menjadi Istanbul

Setelah ditaklukan nama Konstatinopel diubah menjadi Islambul yang berarti “Kota Islam”, tapi kemudian penyebutan ini bergeser menjadi Istambul seperti yang biasa kita dengar sekarang.

Sejak saat itu ibu kota khilafah Bani Utstmani beralih ke kota ini dan menjadi pusat peradaban Islam dan dunia selama beberapa abad. Sebab kota ini kemudian dibangun dengan segala bentuk keindahannya, percampuran antara seni Eropa Timur dan Arab.

Gereja dan tempat ibadah non muslim dibiarkan tetap berdiri, tidak diutak-atik sedikit pun. Sementara khalifah membangun gedung dengan arsitektur yang tidak kalah cantiknya dengan gedung-gedung sebelumnya. Sepintas kalau kita lihat gedung peninggalan peradaban masehi sama saja dengan bangunan masjid. Tetapi ternyata tetap ada perbedaan mendasar. Selain masalah salib yang menjadi ciri gereja, bangunan dari peradaban Islam punya dominasi lingkaran dan setengah lingkaran.

Seorang rekan dari Maghrib (Maroko) bercerita bahwa ada nilai falsafah di balik bentuk-bentuk lingkaran atau kubah ang kita lihat dari bentuk masjid, yaitu bahwa Islam itu masuk ke semua dimensi.

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan bayak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik strategi peperangannya yang dikatakan mendahului zamannya.

Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al-Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.
Bersambung...

Sumber: http://wwww.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: , ,

Begitu banyak situs yang menjadi saksi sejarah kebesaran Islam di bawah pimpinan para khalifah Bani Utsmani untuk menembus jantung Eropa membawa agama Islam. Kota ini memang unik, penuh dengan sejarah yang besar dan menentukan arah peradaban. Tokohnya adalah Muhammad II atau lebih dikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih.

Menerima Jabatan Khalifah Sejak Belia

Usia beliau masih sangat muda, boleh dibilang masih kanak-kanak tatkala ayahandanya, Sultan Murad II, pensiun dini dari mengurus khilafah. Sang Ayah berniat untuk beruzlah di tempat yang sepi dari keramaian politik. Roda kepemimpinan diserahkan kepada puteranya, Muhammad, yang sebenarnya saat itu masih belum cukup umur. Mengingat saat itu wilayah Islam sudah membentang luas dari Maroko sampai Marouke. Namun kebeliaannya tidak membuat prestasinya berkurang. Justru sejarah mencatat bahwa di masa kepemimpinan beliau, silsilah khilafah Bani Utsmani mencapai kejayaan terbesarnya, yaitu menaklukkan benua Eropa sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya oleh Rasulullah SAW.

Kecakapan Muhammad cukup masuk akal, mengingat sejak kecil beliau telah mendapatkan berbagai macam pembinaan diri dan pendalaman ilmu-ilmu agama. Sang Ayah memang secara khusus meminta kepada para ulama untuk mendidiknya, karena nantinya akan menjadi khalifah tertinggi. Mulai dari bahasa Arab, tafsir, hadits, fiqih sampai ke ilmu sistem pengaturan negara, telah beliau lahap sejak usia diri. Bahkan termasuk ilmu strategi perang dan militer adalah makanan sehari-hari.

Siapa Yang Jadi Khalifah?

Sultan Murad II berhenti dari jabatannya di tengah begitu banyak problem, baik internal maupun eksternal. Sementara khilafah sedang menghadapi serangan bertubi-tubi dari tentara kerajaan Romawi Timur. Sebagai khalifah yang masih sangat belia, Muhammad Al-Fatih kemudian berinisiatif untuk mengirim utusan kepada ayahandanya dengan membawa pesan. Isinya cukup unik untuk mengajak sang ayahanda tidak berdiam diri menghadapi masalah negara.

"Siapakah yang saat ini menjadi khalifah: saya atau ayah? Kalau saya yang menjadi khalifah, maka sebagai khalifah, saya perintahkan ayahanda untuk datang kemari ikut membela negara. Tapi kalau ayahanda yang menjadi khalifah, maka seharusnya seorang khalifah berada di tengah rakyatnya dalam situasi seperti ini"

Menembus Eropa

Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud Rasulullah SAW dalam haditsnya sebagai panglima yang terbaik dan tentaranya tentara yang terbaik dan membebaskan Konstantinopel agar terbebas dari kekuasaan Romawi. Sudah sejak Rasulullah SAW masih hidup, beliau sudah berupaya menjadikan penguasa di Konstatinopel menjadi muslim. Selembar surat ajakan masuk Islam dari nabi SAW telah diterima Kaisar Heraklius di kota ini.

Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius raja Romawi.

Bismillahirrahmanirrahim, salamun 'ala manittaba'al-huda, Amma ba'du,

Sesungguhnya Aku mengajak anda untuk memeluk agama Islam. Masuk Islam lah Anda akan selamat dan Allah akan memberikan Anda dua pahala. Tapi kalau Anda menolak, Anda harus menanggung dosa orang-orang Aritsiyyin."

Dikabarkan bahwa saat menerima surat ajakan masuk Islam itu, Kaisar Heraklius cukup menghormati dan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan. Namun dia mengakui bahwa dirinya belum siap untuk memeluk Islam.

Di masa shahabat, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Umar radhiyallahu 'anhu, Khalid bin Walid dikirim sebagai panglima perang menghadapi pasukan Romawi. Khalid memang mampu membebaskan sebagian wilayah Romawi dan menguasai Damaskus serta Palestina (Al-Quds). Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur saat itu, Konstantinopel, masih belum tersentuh.

Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan yang merebut Al-Quds sekalipun, ternyata masih belum mampu membebaskan Konstantinopel. Padahal beliau pernah mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropa pimpinan Richard The Lion Heart dalam perang Salib. Ternyata membebaskan kota warisan Kaisar Heraklius bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kecerdasan, keuletan dan tentunya, kekuatan yang mumpuni untuk pekerjaan sebesar itu.

Dan ternyata Sultan Muhammad Al-Fatih orangnya. Beliau adalah sosok yang telah ditunggu umat Islam sepanjang sejarah menunggu-nunggu realisasi hadits syarif Muhammad SAW.

Tidak mudah memang untuk membebaskan Istanbul yang sebelumnya bernama Konstantinopel ini. Kotanya cukup unik, karena berada di dua benua, Asia dan Eropa. Di tengah kota ada selat Bosporus yang membentang, ditambah benteng-benteng yang cukup merata.

Tetapi Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah menyerah. Sejarah mencatat beliau telah memerintahkan para ahli dan insinyurnya untuk membuat sebuah senjata terdahsyat, yaitu sebuah meriam raksasa. Suaranya saja mampu menggetarkan nyali lawan dan berpeluru logam baja. Meriam ini mampu menembak dari jarak jauh serta meluluh-lantakkan benteng Bosporus.

Inilah barangkali meriam terbesar yang pernah dibuat manusia. Sebelumnya dari sejarah para penakluk, belum pernah ada tentara manapun yang punya meriam raksasa sebesar ini.
Bersambung...

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Selasa kemarin (5/4) dilantik sebagai kepala wilayah Kaukasus Rusia di Chechnya dalam sebuah upacara yang luar biasa mewah yang meninbulkan kontroversial yang sebagian besar orang menyebut pelantikan Kaydrov lebih mirip seperti pelantikan seorang raja.

Terletak di panggung merah dengan latar belakang bendera Rusia besar, acara pelantikan diselenggarakan di ibukota Grozny dihadiri oleh sedikitnya seribu orang dengan pidato yang ditayangkan langsung di televisi negara lebih dari satu jam.


Kadyrov, yang diangkat kembali oleh Presiden Dmitry Medvedev untuk menduduki posisinya pada akhir Februari lalu, mengambil sumpah jabatan dengan mengenakan setelan biru dihiasi dengan medali.

Dia sela sumpah jabatannya untuk "membuat daerah kekuasaannya menjadi salah satu daerah Rusia terbaik", Kaydrov dengan mengakhiri pidatonya dengan teraikan 'Allahu Akbar! "

Kerumunan orang yang menghadiri pelantikannya banyak juga mengenakan sorban, namun banyak juga yang mengenakan topi Karakul tradisional atau seragam militer, termasuk kepala daerah Kaukasus lainnya, tokoh agama dan tokoh parlemen dari Moskow.

"Hari ini ada perayaan di setiap tempat di Chechnya, ada lomba dan pacuan kuda," kata presenter televisi yang menyiarkan laporan langsung pelantikan Kaydrov. "Hidup Chechnya! Hidup Ramzan!" teriak kerumunan orang yang menghadiri pelantikannya.

Meskipun tidak dihadiri oleh Presiden Dmitry Medvedev maupun Perdana Menteri Vladimir Putin pada pelantikan tersebut, mereka mengirimkan telegram ucapan selamat. Begitu pula Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, satu-satunya pemimpin asing yang mengirimkan selamat atas pelantikan Kaydrov.

Kadyrov, 34 tahun, datang untuk memimpin daerah bergolak Chechnya pada tahun 2004 dan berhasil mengambil alih pemerintahan Akhmad ayahnya yang dibunuh oleh pejuang Chechnya.

Dia telah dituduh oleh kelompok-kelompok HAM sebagai pembunuhan dan pmemperoleh gelar "predator pers" dari yayasan Reporters Without Borders.

Meski Kadyrov mengatakan secara terbuka bahwa dia percaya syariat Islam lebih diutamakan daripada hukum Rusia, tetapi ia juga telah berulang kali mengatakan dia berkomitmen untuk "patuh" terhadap pemerintah Rusia. Dan perlu dicatat Kaydrov juga dengan tangan besi "membantai" banyak mujahidin Chechnya.(fq/aby)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Direktur Pusat Ahrar untuk tahanan, Fuad Al-Khafsh mengatakan bahwa kebijakan sel isolasi yang diterapkan oleh Israel dimaksudkan untuk mempermalukan tahanan Palestina, dan merusak jiwanya.

Dalam sebuah wawancara dengan pusat informasi Palestina (PIC), Khafsh menggambarkan sel isolasi sebagai "makam" yang dirancang untuk membunuh jiwa tahanan, pikiran dan semangat mereka.


"Ini adalah ruang kecil dengan luas 1,8 meter × 0,7 meter termasuk 2 toilet dan tidak ada ruang untuk berjalan-jalan atau untuk barang-barang milik tahanan; tragedi tersebut akan berlipat ganda jika ada dua tahanan dalam satu sel," kata aktivis hak asasi manusia itu menambahkan.

Dia mencatat bahwa dalam kondisi penahanan yang tidak manusiawi tersebut, menyebabkan beberapa tahanan kehilangan kesehatan mental dan fisiknya seperti tahanan Abdulnasser Al-Halisi dari wilayah Yerusalem yang diduduki.

Aktivis itu menyatakan bahwa tahanan Halisi sedang menjalani hukuman seumur hidup dan telah menghabiskan sampai sekarang 21 tahun di penjara, delapan tahun di pengasingan, yang menyebabkan memburuknya kesehatan mental yang ia derita.(fq/pic)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Menteri Dalam Negeri Israel mengatakan pakar hukum Richard Goldstone telah menerima undangan untuk mengunjungi Israel, sebuah langkah yang signifikan setelah Israel menolak untuk bekerja sama dengan tim penyelidik PBB yang dipimpin Goldstone dalam menginvesigasi serangan Israel di Gaza dua tahun lalu.


Undangan itu datang menyusul adanya pernyataan Goldstone bahwa ia sedang mempertimbangkan kembali kesimpulan laporan PBB yang ia buat yang mengatakan Israel sengaja menargetkan warga sipil dalam serangan tiga minggu melawan kelompok militan Palestina Hamas di Gaza.

Eli Yishai mengatakan kepada radio Tentara Israel Selasa ini (5/4) dirinya mengundang Goldstone untuk ber"wisata" ke masyarakat Israel selatan yang terus menerima tembakan roket dari pejuang Palestina.

Yishai mengatakan ia mengatakan Goldstone sangat "berani" untuk mempertimbangkan kembali laporan yang telah ia bikin dan meminta pensiunan hakim Afrika Selatan tersebut secara resmi menarik kembali laporan yang telah ia buat. Yishai tidak mengatakan apakah Goldstone setuju untuk melakukannya.(fq/ap)

Sumber: http://www.eramuslim.com/
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments