Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Bab 1 Strategi untuk Menang
Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.
Strategi 2
Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.
Strategi 3
Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)
Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok pegawai musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
Strategi 4
Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga.
Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.
Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya.
(Merompak sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan,
ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar.
Inilah waktunya untuk menyerang.
Strategi 6
Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.
Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.
Bab 2 Strategi Berhadapan dengan Musuh
Strategi 7
Buatlah sesuatu untuk hal kosong.
Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah beraksi terhadap tipuan pertama dan – biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Lantarannya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
Strategi 8
Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang.
(Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)
contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat Pas de Calais.
Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen.
Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
Strategi 9
Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.
Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antara mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.
Strategi 10
Pisau tersarung dalam senyum.
Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya,
anda bergerak melawannya secara rahasia.
Strategi 11
Pohon kecil berkorban untuk pohon besar.
(Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.
Strategi 12
Mencuri kambing sepanjang perjalanan
(Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
Bab 3 Strategi Penyerangan
Strategi 13
Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan.
Perilakunya akan membongkar strateginya.
Strategi 14
Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya.
(Menghidupkan kembali orang mati.)
Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau satu cara yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.
Strategi 15
Permainkan harimau untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Permainkan mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.
Strategi 16
Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.
Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.
Strategi 17
Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil.
Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
Strategi 18
Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah kepercayaan terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.
Bab 4 Strategi Kaos
Strategi 19
Jauhkan kayu bakar dari tungku masak.
(Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan dasarnya dan menyerang sumberdayanya.
Strategi 20
Memancing di air keruh.
Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.
Strategi 21
Lepaskan kulit serangga.
(Penampakan yang salah menipu musuh.)
Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus menyatukan kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.
Strategi 22
Tutup pintu untuk menangkap pencuri.
Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.
Strategi 23
Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.
Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.
Strategi 24
Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.
Bab 5 Strategi Pendekatan
Strategi 25
Gantikan balok dengan kayu jelek.
Kacaukan formasi musuh, ganggu metod operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah satu hal yang berlawanan dengan latihan standardnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang diperlukan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.
Strategi 26
Lihat pada pohon marlberi dan ganggu ulatnya.
Untuk mendisiplinkan, mengawal, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.
Strategi 27
Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan harimau.
(Bergaya bodoh.)
Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Tipu lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.
Strategi 28
Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas
(Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)
Dengan umpan dan tipu muslihat mengacah musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.
Strategi 29
Hias pohon dengan bunga palsu.
Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.
Strategi 30
Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
Bab 6 Strategi Kalah
Jebakan indah.
(jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)
Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
Strategi 32
Kosongkan benteng.
(Perangkap psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan perangkap.)
Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menguntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
Strategi 33
Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya.
(Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)
Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
Strategi 34
Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh.
(Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)
Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.
Strategi 35
Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan
(Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)
Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeza-beza yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.
Strategi 36
Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36.
Lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur” – Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan persatukan pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan.
Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!
Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.
Strategi 2
Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.
Strategi 3
Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)
Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok pegawai musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
Strategi 4
Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga.
Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.
Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya.
(Merompak sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan,
ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar.
Inilah waktunya untuk menyerang.
Strategi 6
Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.
Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.
Bab 2 Strategi Berhadapan dengan Musuh
Strategi 7
Buatlah sesuatu untuk hal kosong.
Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah beraksi terhadap tipuan pertama dan – biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Lantarannya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
Strategi 8
Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang.
(Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)
contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat Pas de Calais.
Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen.
Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
Strategi 9
Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.
Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antara mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.
Strategi 10
Pisau tersarung dalam senyum.
Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya,
anda bergerak melawannya secara rahasia.
Strategi 11
Pohon kecil berkorban untuk pohon besar.
(Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.
Strategi 12
Mencuri kambing sepanjang perjalanan
(Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
Bab 3 Strategi Penyerangan
Strategi 13
Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan.
Perilakunya akan membongkar strateginya.
Strategi 14
Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya.
(Menghidupkan kembali orang mati.)
Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau satu cara yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.
Strategi 15
Permainkan harimau untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Permainkan mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.
Strategi 16
Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.
Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.
Strategi 17
Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil.
Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
Strategi 18
Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah kepercayaan terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.
Bab 4 Strategi Kaos
Strategi 19
Jauhkan kayu bakar dari tungku masak.
(Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan dasarnya dan menyerang sumberdayanya.
Strategi 20
Memancing di air keruh.
Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.
Strategi 21
Lepaskan kulit serangga.
(Penampakan yang salah menipu musuh.)
Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus menyatukan kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.
Strategi 22
Tutup pintu untuk menangkap pencuri.
Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.
Strategi 23
Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.
Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.
Strategi 24
Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.
Bab 5 Strategi Pendekatan
Strategi 25
Gantikan balok dengan kayu jelek.
Kacaukan formasi musuh, ganggu metod operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah satu hal yang berlawanan dengan latihan standardnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang diperlukan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.
Strategi 26
Lihat pada pohon marlberi dan ganggu ulatnya.
Untuk mendisiplinkan, mengawal, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.
Strategi 27
Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan harimau.
(Bergaya bodoh.)
Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Tipu lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.
Strategi 28
Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas
(Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)
Dengan umpan dan tipu muslihat mengacah musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.
Strategi 29
Hias pohon dengan bunga palsu.
Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.
Strategi 30
Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
Bab 6 Strategi Kalah
Jebakan indah.
(jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)
Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
Strategi 32
Kosongkan benteng.
(Perangkap psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan perangkap.)
Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menguntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
Strategi 33
Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya.
(Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)
Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
Strategi 34
Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh.
(Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)
Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.
Strategi 35
Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan
(Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)
Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeza-beza yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.
Strategi 36
Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36.
Lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur” – Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan persatukan pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan.
Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Perang di Eropa
,
Perang Saudara
Perang Saudara Spanyol, yang berlangsung dari 17 Juli 1936 hingga 1 April 1939, adalah konflik antara kaum Nasionalis yang dipimpin oleh Jenderal Francisco Franco yang mengalahkan kaum Loyalis yang dipimpin oleh Presiden Manuel Azaña dari Republik Spanyol Kedua. Kaum Loyalis mendapatkan senjata dan relawan dari Uni Soviet dan gerakan Komunis internasional, sementara kaum Nasionalis (atau Francois) didukung oleh negara-negara Fasis, termasuk Italia dan Jerman. Kaum Republikan terdiri atas kaum sentris (tengah) yang mendukung demokrasi liberal kapitalis hingga komunis dan kaum revolusioner anarkis.

Prajurit Republik Spanyol yang tertembak dalam perang.
Basis kekuatan mereka terutama adalah sekular dan urban (meskipun juga termasuk kaum buruh tani yang tidak memiliki tanah) dan khususnya kuat di wilayah-wilayah industri seperti Asturias dan Catalunya. Negeri Basque yang konservatif juga memihak dengan Republik, terutama karena ia, bersama-sama dengan tetangganya Catalunya, berusaha mendapatkan otonomi dari pemerintahan pusat yang belakangan ditindas dengan menciptakan sentralisasi terhadap kaum nasionalis. Kaum Francois umumnya memiliki basis dukungan di pedesaan, masyarakat yang kaya dan konservatif. Pada umumnya mereka Katolik Roma, dan mendukung sentralisasi kekuasaan. Sebagian dari taktik-taktik militer dalam perang ini - termasuk penggunaan taktik-taktik teror terhadap kaum sipil - mendahului apa yang kelak terjadi dalam Perang Dunia II, meskipun baik kaum Nasionalis maupun Republikan sangat mengandalkan pasukan infantri ketimbang menggunakan taktik-taktik modern seperti blitzkrieg (serangan kilat) dengan tank dan pesawat-pesawat terbang.
Sementara perang itu berlangsung hanya sekitar tiga tahun, situasi politiknya sudah penuh dengan kekerasan selama beberapa tahun sebelumnya. Jumlah korbannya dipertikaikan. Perkiraan umum menyebutkan antara 300.000 hingga 1 juta orang terbunuh. Banyak di antara para korban ini disebabkan oleh pembunuhan-pembunuhan massal yang dilakukan kedua belah pihak. Perang ini dimulai dengan pemberontakan militer di seluruh Spanyol dan koloni-koloninya, yang diikuti oleh pembalasan kaum Republikan terhadap Gereja, yang dipandang kaum Republikan radikal sebagai lembaga yang menindas yang mendukung orde lama.
Terjadi pembantaian terhadap rohaniwan-rohaniwati Katolik dan gereja-gereja. Biara-biara dibakar. Dua belas uskup, 283 biarawati, 2.365 biarawan dan 4.184 imam Katolik dibunuh. Bekas pemilik tanah dan kaum industrialis juga diserang. Selama dan menjelang pecahnya perang, kaum Nasionalis melaksanakan program pembunuhan massal terhadap lawan-lawan mereka. Dilakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, dan orang-orang yang tidak disukai seringkali dipenjarakan atau dibunuh. Para aktivis serikat buruh, yang dikenal sebagai simpatisan kaum Republikan dan yang sering mengkritik rezim Franco merupakan orang-orang pertama yang diincar. Kaum Nasionalis juga melakukan pengeboman udara terhadap wilayah-wilayah sipil dengan bantuan angkatan udara Jerman dan Italia. Kebrutalan biasa dilakukan oleh semua pihak.
Dampak perang ini sangat hebat: Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan kembali ekonomi Spanyol. Dampak politik dan emosional dari perang ini terus dirasakan jauh melampaui batas-batas negara Spanyol dan menyulut semangat kaum komunitas intelektual dan politik internasional, yang hingga kini masih ditemukan dalam politik Spanyol.
Para simpatisan Republikan menyatakannya sebagai perjuangan antara "tirani dan demokrasi", atau "fasisme dan kebebasan", dan banyak pembaharu muda dan kaum revolusioner yang mempunyai komitmen tinggi bergabung dengan Brigade Internasional, yang merasa bahwa menyelamatkan Republik Spanyol berada di garis depan peperangan melawan fasisme. Namun para pendukung Franco, khususnya anggota-anggota muda dari korps perwira, memandanganya sebagai pertempuran antara gerombolan merah komunisme dan anarkisme di satu pihak melawan "peradaban Kristen" di pihak lain.
Revolusi Spanyol
Revolusi Spanyol 1936 awalnya merupakan respon terhadap kup militer yang dilakukan oleh Jenderal Franco selama perang saudara Spanyol. Respon yang diberikan di Catalonia dan Aragon, daerah-daerah dimana anarkis berbasis kuat, merupakan hasil dari aksi langsung (direct action) dan demokrasi langsung yang diterapkan dalam gerakan buruh Spanyol. Hampir dua pertiga dari seluruh wilayah yang dikontrol oleh kekuatan anti fasis diambil alih.
Tanah-tanah dikolektifkan dan bengkel-bengkel lokal didirikan untuk memproduksi alat-alat dan furnitur, dan lain-lain. Kolektifisasi dilakukan secara voluntaristik dan bukan dengan pemaksaan seperti yang telah terjadi dalam Stalinisme Rusia. Produksi dan juga distribusi mengalami perubahan akibat revolusi. Toko-toko kolektif didirikan dan menjadi tempat pendistribusian barang-barang. Federasi- federasi kolektif juga terbangun, terutama yang paling sukses di Aragon. Sedangkan dalam sektor industri, di Barselona, sekitar 3000 perushaan dikolektifkan. Semua perusahaan publik, di seluruh wilayah yang dikuasai anti fasis diambil alih dan dikelola oleh komite-komite pekerja.
Prajurit Republik Spanyol yang tertembak dalam perang.
Basis kekuatan mereka terutama adalah sekular dan urban (meskipun juga termasuk kaum buruh tani yang tidak memiliki tanah) dan khususnya kuat di wilayah-wilayah industri seperti Asturias dan Catalunya. Negeri Basque yang konservatif juga memihak dengan Republik, terutama karena ia, bersama-sama dengan tetangganya Catalunya, berusaha mendapatkan otonomi dari pemerintahan pusat yang belakangan ditindas dengan menciptakan sentralisasi terhadap kaum nasionalis. Kaum Francois umumnya memiliki basis dukungan di pedesaan, masyarakat yang kaya dan konservatif. Pada umumnya mereka Katolik Roma, dan mendukung sentralisasi kekuasaan. Sebagian dari taktik-taktik militer dalam perang ini - termasuk penggunaan taktik-taktik teror terhadap kaum sipil - mendahului apa yang kelak terjadi dalam Perang Dunia II, meskipun baik kaum Nasionalis maupun Republikan sangat mengandalkan pasukan infantri ketimbang menggunakan taktik-taktik modern seperti blitzkrieg (serangan kilat) dengan tank dan pesawat-pesawat terbang.
Sementara perang itu berlangsung hanya sekitar tiga tahun, situasi politiknya sudah penuh dengan kekerasan selama beberapa tahun sebelumnya. Jumlah korbannya dipertikaikan. Perkiraan umum menyebutkan antara 300.000 hingga 1 juta orang terbunuh. Banyak di antara para korban ini disebabkan oleh pembunuhan-pembunuhan massal yang dilakukan kedua belah pihak. Perang ini dimulai dengan pemberontakan militer di seluruh Spanyol dan koloni-koloninya, yang diikuti oleh pembalasan kaum Republikan terhadap Gereja, yang dipandang kaum Republikan radikal sebagai lembaga yang menindas yang mendukung orde lama.
Terjadi pembantaian terhadap rohaniwan-rohaniwati Katolik dan gereja-gereja. Biara-biara dibakar. Dua belas uskup, 283 biarawati, 2.365 biarawan dan 4.184 imam Katolik dibunuh. Bekas pemilik tanah dan kaum industrialis juga diserang. Selama dan menjelang pecahnya perang, kaum Nasionalis melaksanakan program pembunuhan massal terhadap lawan-lawan mereka. Dilakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, dan orang-orang yang tidak disukai seringkali dipenjarakan atau dibunuh. Para aktivis serikat buruh, yang dikenal sebagai simpatisan kaum Republikan dan yang sering mengkritik rezim Franco merupakan orang-orang pertama yang diincar. Kaum Nasionalis juga melakukan pengeboman udara terhadap wilayah-wilayah sipil dengan bantuan angkatan udara Jerman dan Italia. Kebrutalan biasa dilakukan oleh semua pihak.
Dampak perang ini sangat hebat: Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan kembali ekonomi Spanyol. Dampak politik dan emosional dari perang ini terus dirasakan jauh melampaui batas-batas negara Spanyol dan menyulut semangat kaum komunitas intelektual dan politik internasional, yang hingga kini masih ditemukan dalam politik Spanyol.
Para simpatisan Republikan menyatakannya sebagai perjuangan antara "tirani dan demokrasi", atau "fasisme dan kebebasan", dan banyak pembaharu muda dan kaum revolusioner yang mempunyai komitmen tinggi bergabung dengan Brigade Internasional, yang merasa bahwa menyelamatkan Republik Spanyol berada di garis depan peperangan melawan fasisme. Namun para pendukung Franco, khususnya anggota-anggota muda dari korps perwira, memandanganya sebagai pertempuran antara gerombolan merah komunisme dan anarkisme di satu pihak melawan "peradaban Kristen" di pihak lain.
Revolusi Spanyol
Revolusi Spanyol 1936 awalnya merupakan respon terhadap kup militer yang dilakukan oleh Jenderal Franco selama perang saudara Spanyol. Respon yang diberikan di Catalonia dan Aragon, daerah-daerah dimana anarkis berbasis kuat, merupakan hasil dari aksi langsung (direct action) dan demokrasi langsung yang diterapkan dalam gerakan buruh Spanyol. Hampir dua pertiga dari seluruh wilayah yang dikontrol oleh kekuatan anti fasis diambil alih.
Tanah-tanah dikolektifkan dan bengkel-bengkel lokal didirikan untuk memproduksi alat-alat dan furnitur, dan lain-lain. Kolektifisasi dilakukan secara voluntaristik dan bukan dengan pemaksaan seperti yang telah terjadi dalam Stalinisme Rusia. Produksi dan juga distribusi mengalami perubahan akibat revolusi. Toko-toko kolektif didirikan dan menjadi tempat pendistribusian barang-barang. Federasi- federasi kolektif juga terbangun, terutama yang paling sukses di Aragon. Sedangkan dalam sektor industri, di Barselona, sekitar 3000 perushaan dikolektifkan. Semua perusahaan publik, di seluruh wilayah yang dikuasai anti fasis diambil alih dan dikelola oleh komite-komite pekerja.
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Perlu kita rasional menilai, bukanlah Yahudi yang membuat dunia ini maju dengan teknologi canggih, tetapi semua ilmuwan secara umum. Ilmuwan Yahudi menjadi seolah “paling” membantu umat manusia atas sebab keberhasilan politik legalisasi Amerika seperti di atas, yang driver-nya menggunakan senjata dan ancaman perang. Jadi, jernihlah kita memandang, menilai dan menyimpulkan.
Sumber: http://suaramuhibbuddin.wordpress.com
Kelirunya “kita”, kita sudah membuat stempel bahwa seandainya tidak ada ilmuwan yahudi, maka dunia tidak semaju ini. Inilah mental yang terkena virus yang memblokir pikiran kita. Padahal jelas sekali ilmuwan dunia yang bukan Yahudi jumlahnya sangat melimpah, dan tanpa ilmuwan Yahudi pun, dunia tetap bisa maju bahkan dunia juga mendapatkan perdamaian lebih tenang, tanpa ancaman perang apapun.
Tetapi kalau memang mereka tidak membutuhkan pengguna yang anti-zionis, silakan tarik balik semua produk yang diciptakan ilmuwan Yahudi, tutup semua MC.Donald, Tutup halaman Facebook, pabrik intel proccesor tidak usah memproduksi lagi.
Penulis memperkirakan akan banyak ilmuwan bukan Yahudi yang tampil menciptakan proccesor baru yang bukan Intel, menciptakan blog baru yang bukan blogger.com, atau menciptakan aplikasi baru selain Google, menciptakan social media baru yang bukan Facebook, yang semuanya setara dan bahkan lebih hebat dari ciptaan ilmuwan Yahudi
Jika dalam tulisan ini menyebut Amerika, maka maksudnya personifikasi elite politik Amerika yang berkiblat ke Zionis, dan tidakah menuju kepada seluruh penduduk Amerika.
Tanggal 6 Agustus 2010 dan tiga hari berikutnya, sekitar 65 tahun yang lalu, Nagasaki dan Hiroshima lebur hancur oleh serangan senjata nuklir tentara Amerika Serikat. Seiring hancurnya kedua kota tersebut maka secara berurutan, perjanjian perdamaian terbentuk dan mulailah dunia menata kembali mambangun puing kehancuran akibat perang, baik infrastruktur maupun sumber daya manusianya. Harapan perdamaian tumbuh terbit dan semua bangsa di dunia ini segera bangkit membina diri.
Pertanyaannya, apakah bom di Nagasaki dan Hiroshima itu merupakan awal sebuah alaf baru yang menjanjikan bagi kehidupan manusia yang layak? Apakah tidak ada lagi peperangan selanjutnya yang mengiringi kehancuran kedua kota tersebut?
Banyak pujian dan sanjungan atas kemenangan Amerika dalam Perang Dunia II ini. Taburan bunga dukungan untuk Amerika menebar di seantero dunia.
Membangun dominasi lewat perang dan ancaman senjata nuklir.
Tetapi, sungguh di luar dugaan. Rupanya masyarakat dunia harus menarik kembali ucapan terima kasih kepada Amerika yang telah memenangi perang besar tersebut, masyarakat dunia harus menarik kembali rasa kebanggaannya terhadap Amerika. Senyum kemanusiaan dari pejabat Amerika tidaklah semanis dalam pencitraannya, yang mencita-citakan untuk mengakhiri segala perang setelah Perang Dunia II usai. Perlu diketahui, sejak tahun 1945 hingga kini, tercatat sekitar 40 kepala negara dunia yang digulingkan oleh AS, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Senjata nuklir di Nagasaki dan Hiroshima kenyataannya menjadi awal sebuah tirani dan imperium dunia baru. Setelah meraih kemenangan hampir mutlak tersebut, tumbuhlah ambisi untuk menguasai dunia, memaksa diri untuk menjejakkan kakinya ke negara-negara lainnya dan menjadiknnya wilayah jajahan baru, dengan cara apapun, termasuk melibatkan diri dalam kudeta, pembunuhan, agen intelejen rahasia, dan mengacaukan ekonomi sebuah negara sasaran.
Dunia perlu melihat, memandang, menyaksikan dan memperhatikan secara seksama, nyata dan sejujurnya, bahwa setelah beberapa dekade berlalu, “ideologi” imperium Amerika sudah memberi angin penderitaan baru. Bermula dari ambisi menguasai dunia, maka tidak hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi memberdayakan potensi ekonomi, budaya, teknologi informasi dan komunikasi, sains, dan sebagainya. Yang tidak kalah hebatnya adalah “film” pencitraan Amerika di mata dunia, sehingga mata dunia mejadi kabur dan silau, dengan gemerlapnya Proccesor Intel, kabur dengan adanya Google, kabur dengan adanya teknologi software. Banyak masyarakat dunia menjadi memuji dan memberi sanjungan semati-matinya terhadap Amerika, berkat “kebaikan” Amerika yang dinikmati juga oleh sebagian besar masyarakat dunia, sehingga Amerika dinilai dan dianggap sebagai negara pelopor demokrasi, pelopor penyelamatan lingkungan hidup, pelopor sains, pelopor teknologi Informasi dan komunikasi, pelopor nilai-nilai kemanusiaan, yang “manfaatnya” ikut dirasakan oleh dunia internasional. Silau terhadap citra tersebut, maka banyak yang lupa bahwa semua itu hanyalah sebagai siasat dan taktik menarik dukungan dunia, sehingga mendapatkan legitimasi dan pengesahan atas kejahatannya terhadap kemanusiaannya.
Kejahatan Amerika terhadap nilai-nilai kemanusiaanya adalah sangat jelas. Ketika Amerika menyerang sebuah negara, maka ditulislah bahwa alasan penyerangan adalah untuk melindungi dan membantu menyelamatkan rakyat negara tersebut dari tirani penguasanya. Di Irak, Afghanistaa, Korea Utara, semuanya dicitrakan untuk memerdekakan rakyat negara bersangkutan dari kekejaman rezim Saddam, Taleban, dan Kim Jong Il, bahkan Iran juga “direncanakan” diserang untuk memberikan kebebasan untuk rakyat Iran yang “menderita” di bawah kepemimpinan Ahmadinejad.
Polisi Amerika yang tidak bermaksud benar-benar menjunjung nilai kemanusiaan bagi seluruh umat manusia adalah terlihat jelas terhadap rakyat Palestina. Mengapa Amerika tidak menyerang negara Israil dengan alasan untuk membebaskan rakyat Palestina dari kekejaman rezim Israil? Mengapa ada pengecualian untuk rakyat Palestina, bukankah mereka juga memiliki hak kemanusiaan sebagaimana rakyat di Irak, Afhganistan, Iran dan Korea Utara, serta sudah jelas-jelas banyak resolusi PBB yang dilanggar secara sengaja oleh Rezim Israil? Inilah yang menegaskan dan informasi konfirmatif bahwa semua apa yang diberikan oleh tokoh-tokoh dan ilmuwan yahudi termasuk produk Intel Proccesor, Google, dan sebagainya itu bukan bertujuan damai dan kemashlahatan umat manusia, tetapi sebagai upaya mendapatkan legalisasi dari banyak manusia yang mendapatkan manfaat dari produk-produk tersebut, sehingga pada akhirnya pelanggaran dan kekejaman zionis yahudi tidak diusik sama sekali, sejahat apapun rezim Israil melakukan kejahatan kemanusiaan. Kemudian ditambah provokasi bahwa semua kehebatan teknologi adalah berasal dari ilmuwan yahudi. Sasarannya jelas, untuk mendapatkan dukungan bagi kekejaman zionis.
Kemudian, api demokrasi dan kebebasan dihembuskan di seantero jagad, menampilkan diri sebagai pembela kebebasan hidup manusia dan hak azasi manusia, tetapi kenyataannya, setelah bangsa lain memperoleh kebebasan tersebut, maka diancam dengan senjata dan penyerangan, apalagi jika berani mengusik kebijakan Amerika terhadap rezim Israil. Banyak ilmuwan dan tokoh dunia “diadili” sendiri di pengadilan Amerika, kemudian berbagai dalih diciptakan untuk membenarkan tindakannya menyerangan dan membunuh semaunya sendiri. Tentu saja, karena dunia sudah mendapatkan kenyamanan menjadi user-user produk-produknya, maka dunia justru mendukung kebijakan tersebut. Inilah yang dinamakan dengan politik legalisasi.
Sumber: http://suaramuhibbuddin.wordpress.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Indonesia
,
Perang Saudara
Sebelum tanggal 19 Januari, 1999, Ambon lebih dikenal sebagai pulau penghasil rempah-rempah. Pada tanggal 19 Januari, 1999, Ambon dan pulau-pulau di sekitarnya dilanda oleh perang saudara yang berkecamuk dengan dahsyat. Walaupun Ambon di kenal sebagai daerah orang Kristen di Indonesia, warga Islam di Ambon telah menikmati hidup rukun dan harmonis bersama warga Kristen. Kehidupan yang rukun dan harmonis ini ternyata berakhir dengan kehancuran yang tak dapat di kembalikan lagi seperti semula pada tanggal 19 Januari, 19999. Warga Ambon menolak kejadian ini sebagai suatu kerusuhan , mereka berkeras menyatakannya sebagai sebuah perang saudara.
Perang ini di mulai dari sebuah kejadian yang sepele. Kejadian kecil yang bersifat lokal ini dimulai ketika seorang supir taxi bertengkar / berantem dengan seorang warga Islam Ambon. Berbagai sumber berita dengan kuat mengindikasikan bahwa kesempatan ini digunakan oleh para provokator untuk memulai pengrusakan besar-besaran di Ambon dan bahkan sampai ke pulau-pulau di sekitarnya. Pola yang demikian kelihatannya muncul berulang-kali dari kasus ke kasus , di mana kejadian lokal yang sepele menjadi sesuatu yang besar dan tak terkendali yang menghancurkan semua komunitas yang ada. Kita bisa melihat pola ini di Ketapang, Kupang, kasus Poso (di mana kasus Poso ini tidak pernah di liputi oleh media, dan kejadian sekitar hari natal tahun 1998 di Sulawesi Tengah yang menghantam kota Poso, Palu dan Palopo itu sangat parah juga). Bahkan berbagai sumber berita mengisyaratkan bahwa para provokator itu di gerakkan oleh Suharto dan antek-anteknya.
Kasus Ambon ini adalah yang paling parah, daftar pertama para korban dilampirkan di tabel 1. Sejak saat itu masyarakat Ambon hidup dalam ketakutan dan banyak kejadian-kejadian kecil dimana-mana. Belum sampai tanggal 14 Februari, 1999, muncul lagi kejadian serius lainnya. Warga Kristen di Kariu di pulau Haruku di serang oleh penduduk Pelauw, Kailolo dan Ori. Sebagian besar penduduk dari tiga tempat tersebut adalah warga Islam. Menurut para saksi mata dan penelitian yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta Salawaku, kejadian tanggal 14 Februari ini lebih parah lagi di sebabkan oleh beberap hal:
Pada tanggal 21 dan 22 Febuari,1999, hari senin dan selasa, di pulau Saparua, penduduk Siri Sori Islam dan penduduk Siri Sori Serani (Kristen) terlibat dalam perkelahian; begitu juga dengan penduduk Iha (Muslim) dan Nolloth (Kristen). Tiga orang Nolloth meninggal dan seorang dengan lengan teramputasi akibat dari tembakan dari seorang petugas.
Sementar itu, pada hari selasa tanggal 22 Febuary 1999. Dikota ambon kerusuhan terjadi lagi. Bom meledak di Batu Merah Dalam. Rumah-rumah warga Kristen dibakar. Petugas keamanan tidak berbuat apa-apa ketika orang-orang mulai menyerang warga Kristen. Sampai saat ini 6 orang tertembak mati oleh petugas keamanan dan tiga diantaranya ditembak oleh petugas keamanan ketika mereka masih berada di dalam pagar/pekarangan Gereja Bethabara di Batu Merah Dalam. Para umat kristen di Batu merah Dalam sampai harus lari mencari tempat perlindungan.
Walaupun banyak berita utama di media menyatakan - Kristen membantai Islam di Ambon - kelihatannya yang sebaliknyalah yang benar . Tetapi yang lebih menyakitkan dan memprihatinkan adalah sikap para petugas militer. Mereka bukan saja tidak melakukan apa -apa , sebetulnya mereka terlibat dalam aksi penyerangan dan penembakan . Sikap dan perbuatan petugas militer yang demikian bukan saja tidak dapat diterima, tetapi juga mencerminkan hilangnya kontrol dan kekuasaan di dalam unit militer secara keseluruhan, bahkan dari Menhankam sendiri, Jenderal Wiranto.
Menurut para saksi mata, salah seorang aparat yang terlibat dalam peristiwa penembakan di Batu Merah Dalam adalah seorang polisi bernama Cahyana.
Dibawah ini adalah daftar korban di Ambon dari tanggal 23-24 Februari , 1999.
Penganiayaan terhadap umat Kristen, yang di lakukan secara halus di masa kekuasaan Soeharto, dilakukan secara terang-terangan dan ganas di era pemerintahan transisi Habibie. Menurut laporan yang disampaikan oleh FKKI (Forum Komunikasi Kristen Indonesia), sebanyak 455 gereja telah di serang dan di bakar semasa pemerintahan Suharto. Semenjak Habibie berkuasa, dalam kurun waktu kurang dari setahun tercatat minimal 95 gereja telah diserang dan dibakar. Kelompok Fundamentalis yang bergerak di belakang Habibie sejak dibentuknya ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) pada awal tahun 90an, telah menunjukkan kekejamannya sejak peristiwa kerusuhan May 1998.
Walaupun terlihat dengan jelas adanya pola yang sama di setiap peristiwa, bahkan sejak kasus Surabaya 9 Juni, 1996 dan diikuti kasus Situbondo 10 Oktober, 1996, pemerintah dan ABRI masih belum dapat memberikan keadilan yang tuntas dan mutlak kepada rakyat Indonesia dengan menunjuk dan mengadili para otak dibelakang semua persitiwa ini. Kurangnya niat serta kemampuan pemerintah dan ABRI telah mengakibatkan melemahnya pengaruh mereka secara lokal maupun di dunia international. Hal ini akan terjadi kalau pemerintah tidak memenuhi tugasnya yaitu untuk melayani rakyatnya.
Laporan disiapkan oleh:
Hengky Hattu - Yayasan Sala Waku Maluku
Kie-eng Go - Texas - USA
Daftar rumah dan sekolah jemaat yang dirusak dan dibakar oleh massa saat kerusuhan Ambon tanggal 15-28 Januari, 1999:
Daftar mesjid yang dirusak dan atau dibakar massa saat kerusuhan Ambon tanggal 15-28 Januari, 1999:
Data sekolah yang dirusak dan / atau dibakar saat kerusuhan Ambon tanggal 15-28 Januari, 1999:
Data dipersiapkan oleh FKKI.
Perang ini di mulai dari sebuah kejadian yang sepele. Kejadian kecil yang bersifat lokal ini dimulai ketika seorang supir taxi bertengkar / berantem dengan seorang warga Islam Ambon. Berbagai sumber berita dengan kuat mengindikasikan bahwa kesempatan ini digunakan oleh para provokator untuk memulai pengrusakan besar-besaran di Ambon dan bahkan sampai ke pulau-pulau di sekitarnya. Pola yang demikian kelihatannya muncul berulang-kali dari kasus ke kasus , di mana kejadian lokal yang sepele menjadi sesuatu yang besar dan tak terkendali yang menghancurkan semua komunitas yang ada. Kita bisa melihat pola ini di Ketapang, Kupang, kasus Poso (di mana kasus Poso ini tidak pernah di liputi oleh media, dan kejadian sekitar hari natal tahun 1998 di Sulawesi Tengah yang menghantam kota Poso, Palu dan Palopo itu sangat parah juga). Bahkan berbagai sumber berita mengisyaratkan bahwa para provokator itu di gerakkan oleh Suharto dan antek-anteknya.
Kasus Ambon ini adalah yang paling parah, daftar pertama para korban dilampirkan di tabel 1. Sejak saat itu masyarakat Ambon hidup dalam ketakutan dan banyak kejadian-kejadian kecil dimana-mana. Belum sampai tanggal 14 Februari, 1999, muncul lagi kejadian serius lainnya. Warga Kristen di Kariu di pulau Haruku di serang oleh penduduk Pelauw, Kailolo dan Ori. Sebagian besar penduduk dari tiga tempat tersebut adalah warga Islam. Menurut para saksi mata dan penelitian yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta Salawaku, kejadian tanggal 14 Februari ini lebih parah lagi di sebabkan oleh beberap hal:
- Tepat sebelum di serang, pos komando aparat keamanan, yang berfungsi untuk menjaga keamanan di perbatasan Pelauw dan Kariu, di pindahkan tempat lain.
- Komando pos militer Yon 733, bapak Safar Latuamuri yang juga berasal dari Pelauw bersama-sama dengan beberapa aparat dan penduduk desa tersebut dan menyerang penduduk di Kairu.
Berikut adalah daftar para korban dari serangan tersebut: - Rumah -rumah dan bahkan sebuah gereja yang telah berada dibawah perlindungan pasukan keamanan bisa terbakar habis.
- Pasukan penjaga keamanan juga terlibat dalam penembakan brutal terhadap penduduk Hulaliu, yang datang terburu-buru untuk membantu korban luka di Kariu.
| No. | Nama | Penyebab | Status |
| 1. | Yohanis Radjawane | Ditembak aparat | Tewas |
| 2. | Dominggus Tupalesy | Ditembak aparat | Tewas |
| 3. | Elly Pattinasarany | Dibakar di dalam rumah | Tewas |
| 4. | Dolly Takaria | Dibakar di dalam rumah | Tewas |
| 5. | Polly Nanlohi | Ditembak aparat | Luka parah |
| 6. | Atja Pattiasina | Ditembak aparat | Luka parah |
| 7. | Hengky Siahaya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 8. | Yohanis Noya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 9. | Izack Noya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 10. | Salakori | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 11. | Yopy Kilanresy | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 12. | Corinus Laisina | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 13. | Agusthinus Siahaya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 14. | Lamberh Noya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 15. | Max Noya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 16. | Ruka Birahi | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 17. | Bominngus Taihutu | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 18. | Domiggus Noya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 19. | Dominggus Pattirajawane | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 20. | Abraham Hahury | Dipanah | Luka ringan |
| 21. | Marthinus Metehelemual | Dipanah | Luka ringan |
| 22. | Hanny Lewerisa | Dipanah | Luka ringan |
| 23. | Karel Radjawane | Dipanah | Luka ringan |
| 24. | Dominggus Pattiasina | Ledakan bom | Luka ringan |
| 25. | Ronny Lalopua | Ledakan bom | Luka ringan |
| 26. | Jacob Pattirajawane | Dipanah | Luka ringan |
| 27. | Johanis Pattirajawane | Dipanah | Luka ringan |
| 28. | Rudy Watimena | Dipanah | Luka ringan |
| 29. | Welem Riry | Dipanah | Luka ringan |
| 30. | Izaack Nahusona | Dipanah | Luka ringan |
| 31. | Semuel Radjawane | Dipanah | Luka ringan |
| No. | Nama | Penyebab | Status |
| 1. | Marthen Tahapary | Tewas | Tewas |
| 2. | Janes Leikawabessy | Tewas | Tewas |
| 3. | Agus Noya | Tewas | Tewas |
| 4. | Frangky Tanate | Tewas | Tewas |
| 5. | Christian Noya | Ditembak aparat | Luka parah |
| 6. | Marthinus Taihutu | Ditembak aparat | Luka parah |
| 7. | Jacob Noya | Ditembak aparat | Luka parah |
| 8. | Chres Noya | Ditembak aparat | Luka parah |
| 9. | Jusuf Birahi | Ditembak aparat | Luka parah |
| 10. | Ronny Huka | Ditembak aparat | Luka parah |
| 11. | Donny Noya | Ditembak aparat | Luka parah |
| 12. | Duan Noya | Ditembak aparat | Luka parah |
| 13. | Stevy Noya | Ditembak aparat | Luka parah |
| 14. | Julius Kainama | Ditembak aparat | Luka parah |
| 15. | Jopie Laisina | Ditembak aparat | Luka parah |
| 16. | Elianus Siahaya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 17. | Bram Noya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 18. | Thopilus Noya | Ditembak aparat | Luka ringan |
| 19. | Simon Werinussa | Ditembak aparat | Luka ringan |
Pada tanggal 21 dan 22 Febuari,1999, hari senin dan selasa, di pulau Saparua, penduduk Siri Sori Islam dan penduduk Siri Sori Serani (Kristen) terlibat dalam perkelahian; begitu juga dengan penduduk Iha (Muslim) dan Nolloth (Kristen). Tiga orang Nolloth meninggal dan seorang dengan lengan teramputasi akibat dari tembakan dari seorang petugas.
Sementar itu, pada hari selasa tanggal 22 Febuary 1999. Dikota ambon kerusuhan terjadi lagi. Bom meledak di Batu Merah Dalam. Rumah-rumah warga Kristen dibakar. Petugas keamanan tidak berbuat apa-apa ketika orang-orang mulai menyerang warga Kristen. Sampai saat ini 6 orang tertembak mati oleh petugas keamanan dan tiga diantaranya ditembak oleh petugas keamanan ketika mereka masih berada di dalam pagar/pekarangan Gereja Bethabara di Batu Merah Dalam. Para umat kristen di Batu merah Dalam sampai harus lari mencari tempat perlindungan.
Walaupun banyak berita utama di media menyatakan - Kristen membantai Islam di Ambon - kelihatannya yang sebaliknyalah yang benar . Tetapi yang lebih menyakitkan dan memprihatinkan adalah sikap para petugas militer. Mereka bukan saja tidak melakukan apa -apa , sebetulnya mereka terlibat dalam aksi penyerangan dan penembakan . Sikap dan perbuatan petugas militer yang demikian bukan saja tidak dapat diterima, tetapi juga mencerminkan hilangnya kontrol dan kekuasaan di dalam unit militer secara keseluruhan, bahkan dari Menhankam sendiri, Jenderal Wiranto.
Menurut para saksi mata, salah seorang aparat yang terlibat dalam peristiwa penembakan di Batu Merah Dalam adalah seorang polisi bernama Cahyana.
Dibawah ini adalah daftar korban di Ambon dari tanggal 23-24 Februari , 1999.
| No. | Nama | Penyebab | Status |
| 1. | Jacob de Lima | Di tembak aparat | Tewas |
| 2. | Rudy Hehatubun | Di tembak aparat | Tewas |
| 3. | E. Telusa | Di tembak aparat | Tewas |
| 4. | Marthin Manukelle | Di tembak aparat | Tewas |
| 5. | Anthon Lopulalan | Di tembak aparat | Tewas |
| 6. | F., Hitipeuw | Di tembak aparat | Tewas |
Penganiayaan terhadap umat Kristen, yang di lakukan secara halus di masa kekuasaan Soeharto, dilakukan secara terang-terangan dan ganas di era pemerintahan transisi Habibie. Menurut laporan yang disampaikan oleh FKKI (Forum Komunikasi Kristen Indonesia), sebanyak 455 gereja telah di serang dan di bakar semasa pemerintahan Suharto. Semenjak Habibie berkuasa, dalam kurun waktu kurang dari setahun tercatat minimal 95 gereja telah diserang dan dibakar. Kelompok Fundamentalis yang bergerak di belakang Habibie sejak dibentuknya ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) pada awal tahun 90an, telah menunjukkan kekejamannya sejak peristiwa kerusuhan May 1998.
Walaupun terlihat dengan jelas adanya pola yang sama di setiap peristiwa, bahkan sejak kasus Surabaya 9 Juni, 1996 dan diikuti kasus Situbondo 10 Oktober, 1996, pemerintah dan ABRI masih belum dapat memberikan keadilan yang tuntas dan mutlak kepada rakyat Indonesia dengan menunjuk dan mengadili para otak dibelakang semua persitiwa ini. Kurangnya niat serta kemampuan pemerintah dan ABRI telah mengakibatkan melemahnya pengaruh mereka secara lokal maupun di dunia international. Hal ini akan terjadi kalau pemerintah tidak memenuhi tugasnya yaitu untuk melayani rakyatnya.
Laporan disiapkan oleh:
Hengky Hattu - Yayasan Sala Waku Maluku
Kie-eng Go - Texas - USA
*******************************
Tabel 1
Daftar korban kasus Ambon, January 15-28, 1999.| 1. | Gereja Nehemiah, Jemaat Bethaba (Gereja Protestan Maluku) di desa Batu Merah telah di jarah dan di hancurkan. Bagian dalam gereja ini dibakar (60% hancur). |
| 2. | Gereja Sumber Kasih, Jemaat Silo (Gereja Protestan Maluku) di desa Silale - Waihaong dibakar sampai rata dengan tanah (100% hancur). |
| 3. | Gereja Bethlehem di jalan Anthony Rhibok dilempar batu. (20% hancur). |
| 4. | Gereja Tua Hila di perkampungan Kristen Hila (gereja tertua di Ambon) habis terbakar (100% hancur). |
| 5. | Gereja Protestan Petra, Jemaat Petra (Gereja Protestan Maluku) di desa Benteng Karang Ambon habis terbakar (100% hancur). |
| 6. | Gereja Katolik Logos di Desa Benteng Karang habis terbakar (100% hancur). |
| 7. | Gereja Sidang Jemaat Allah di Desa Benteng Karang habis terbakar (100% hancur). |
| 8. | Gereja Maranatha di Desa Negri Lama dibakar habis (100% hancur). |
| 9. | Gereja Hanwele di Desa Nania dibakar habis (100% hancur). |
| 10. | Gereja Protestan Maluku (GPM) di Desa Paporu-Piru, Seram Barat dibakar habis (100% hancur). |
| 11. | Gereja Katolik di Desa Paporu-Piru, Seram Barat dibakar habis (100% hancur). |
| 12. | Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Desa Paporu-Piru, Seram Barat dibakar (100% hancur). |
| 13. | Gereja Protestan, Jemaat Sanana (GPM) di Desa Sanana dibakar (100% hancur). |
| 14. | Gereja Katolik, Jemaat Sanana di Desa Sanana dibakar (100% hancur). |
| 15. | Gereja Bethel Indonesia, Jemaat Sanana di Desa Sanana dibakar (100% hancur). |
Daftar rumah dan sekolah jemaat yang dirusak dan dibakar oleh massa saat kerusuhan Ambon tanggal 15-28 Januari, 1999:
| 1. | Rumah pastor GPM jemaat Desa Hila (dibakar). |
| 2. | Rumah pastor GPM jemaat Desa Benteng Karang (dibakar). |
| 3. | Rumah pastor GPM jemaat Desa Nania (dibakar). |
| 4. | Rumah pastor GPM jemaat Desa Negri Lama (dibakar). |
| 5. | Rumah pastor GPM jemaat Sanana (dibakar). |
| 6. | Rumah jemaat (rumah pastor) jemaat Sanana (dibakar). |
| 7. | Satu sekolah Katolik di Sanana (dibakar). |
Daftar mesjid yang dirusak dan atau dibakar massa saat kerusuhan Ambon tanggal 15-28 Januari, 1999:
| 1. | Mesjid Al Huda di jalan Diponegoro Atas dibakar (12% rusak). |
| 2. | Mesjid As Sa92adah Pule di jalan Karang Panjang terbakar habis. |
| 3. | Mesjid Al Ikhlas di jalan Pattimura Raya didalam Pos Alley dirusak (20% rusak) |
| 4. | Mesjid Al Ikhwan di pasar Mardina terbakar habis. |
| 5. | Mesjid An-Nur di jalan Sangaji dirusak massa ( 20% rusak) |
| 6. | Mesjid At-Taqwa di desa Batu Gajah/ Batu Bulan dibakar (50% rusak) |
| 7. | Mesjid Al Ikhlas di Kompleks Jati Batu Gong dirusak(50% hancur) |
| 8. | Mesjid Kompleks Kati di Batu Gong dirusak(20% hancur) |
| 9. | Mesjid kompleks Wisma Atlit di karang panjang rusak(20% hancur) |
| 10. | Mesjid di kantor daerah regional dirusak (20% hancur) |
| 11. | Mesjid Al Mukhlisin di karang Baringin 96Batu Gantung rusak ( 40% hancur) |
| 12. | Mesjid Al Mukharam di Karang Tagape dirusak (45% hancur) |
| 13. | Mesjid kantor transmigrasi regional dirusak (20% hancur) |
| 14. | Mesjid Kompleks Kopertis Ahuru di Desa Ahuru dirusak (20% hancur) |
| 15. | Mesjid Kompleks TVRI di Gunung Nona dirusak (40 % hancur) |
| 16. | Mesjid Nurul Hijrah Nania di desa Nania dibakar (50% hancur) |
| 17. | Mesjid Labuhan Batu di desa Labuhan Batu dirusak (40% hancur) |
| 18. | Mesjid Al Muhajirin di desa Paso dibakar (60% hancur) |
| 19. | Mesjid Jamiatul Islamiah di desa Galala dibakar (50%hancur) |
| 20. | Mesjid Wailete di desa Hative Besar dibakar (65% hancur) |
| 21. | Ruang ibadah di kompleks SMUN 7 Wailete di desa Hative Besar dirusak (60% hancur) |
| 22. | Ruang ibadah Galala di desa Galala dibakar (50% hancur) |
| 23. | Ruang ibadah Nurul Haq di desa Dobo di Maluku Tenggara dirusak (20% hancur) |
Data sekolah yang dirusak dan / atau dibakar saat kerusuhan Ambon tanggal 15-28 Januari, 1999:
| 1. | SD Al-Hilal di jalan Anthony Ribhaok dibakar (100% hancur) |
| 2. | SMU Muhammadiyah Tanah Lapang Kecil (Talake) dirusak (40% hancur) |
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Perang di Indonesia
Invasi Belanda ke Pantai Barat Sumatera dilaksanakan oleh Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger di bawah pimpinan Jan Jacob Roeps dan Andreas Victor Michiels pada tahun 1831. Selama beberapa waktu terjadi masalah antara Belanda dengan Aceh. Belanda berada dalam situasi sulit akibat Perjanjian London tahun 1824, sehingga perdagangan Belanda terganggu dan Aceh tetap tak terhukum atas perompakan yang sudah lama berlangsung di situ.
Ditetapkan dalam perjanjian tersebut bahwa pemerintah Belanda akan menjaga hubungan dengan Aceh mengenai pengaturan bahwa negeri itu akan menjamin pelayaran dan perdagangan tanpa kehilangan kemerdekaannya, meski jaminan itu hanya tercapai bila Belanda punya pengaruh di sana. Namun, menurut perjanjian itu, Belanda harus menguraikan wacana persahabatan, yang sudah cukup ditarik Aceh.
Pada tanggal 7 Februari 1831, kapal Friendship milik Amerika Serikat dirompak di Kuala Batee oleh orang-orang Aceh. Tak lama setelahnya, skuner Dolfijn milik Belanda juga dibajak; usaha membawa kembali kapal itu gagal, namun ketakutan akan perselisihan dengan Britania Raya dan pecahnya perang dengan Aceh membuat Belanda tidak mengambil tindakan lanjutan apapun. Akibatnya, orang-orang Aceh menjadi nekat dengan menduduki Barus dan sejumlah pos milik Belanda. Oleh karena itu, diputuskanlah untuk memperluas kekuasaan Belanda di Pantai Barat Sumatera hingga Singkil. Barus, Tapus, dan Singkil sendiri merdeka dari Kesultanan Aceh, meskipun kesultanan mengklaimnya. Karena ketiga daerah tersebut bukan bagian Kesultanan Aceh, Belanda tidak merasa perlu terikat dengan Perjanjian Sumatera.
LetKol. Roeps (komandan di Barus) hanya diperintahkan memimpin serbuan khusus saja. Didorong oleh tekanan penduduk Aceh yang bermusuhan, ia melancarkan sejumlah ekspedisi, yang dengan itulah ia melibas perlawanan bersenjata. Di salah satu pertempuran, ia terluka parah oleh tembakan. Andreas Victor Michiels kini maju dengan 700 prajurit dan anggota salah satu skuadron ke Barus dan banyak orang Aceh di kubu pertahanannya. Let. Bisschoff menaiki tembok pembatas salah satu bangunan itu dan merebut bendera Aceh. Musuh merebutnya kembali dan mendaratkan 11 luka sabet kepadanya. Dengan meninggalkan senjata dan amunisi, musuh berlari ke Tapus dan Singkil, tempat kekuatan utama orang-orang Aceh yang dipimpin oleh Mohammad Arief. Di sini, musuh juga dihalau setelah diberangus senjatanya dan tujuan ekspedisi kecil ini tercapai. Dengan demikian, Singkil masuk Hindia-Belanda.
Serangan Belanda ke Pantai Barat Sumatera. Dalam gambar itu tampak Let. Bisschoff.
Ditetapkan dalam perjanjian tersebut bahwa pemerintah Belanda akan menjaga hubungan dengan Aceh mengenai pengaturan bahwa negeri itu akan menjamin pelayaran dan perdagangan tanpa kehilangan kemerdekaannya, meski jaminan itu hanya tercapai bila Belanda punya pengaruh di sana. Namun, menurut perjanjian itu, Belanda harus menguraikan wacana persahabatan, yang sudah cukup ditarik Aceh.
Pada tanggal 7 Februari 1831, kapal Friendship milik Amerika Serikat dirompak di Kuala Batee oleh orang-orang Aceh. Tak lama setelahnya, skuner Dolfijn milik Belanda juga dibajak; usaha membawa kembali kapal itu gagal, namun ketakutan akan perselisihan dengan Britania Raya dan pecahnya perang dengan Aceh membuat Belanda tidak mengambil tindakan lanjutan apapun. Akibatnya, orang-orang Aceh menjadi nekat dengan menduduki Barus dan sejumlah pos milik Belanda. Oleh karena itu, diputuskanlah untuk memperluas kekuasaan Belanda di Pantai Barat Sumatera hingga Singkil. Barus, Tapus, dan Singkil sendiri merdeka dari Kesultanan Aceh, meskipun kesultanan mengklaimnya. Karena ketiga daerah tersebut bukan bagian Kesultanan Aceh, Belanda tidak merasa perlu terikat dengan Perjanjian Sumatera.
LetKol. Roeps (komandan di Barus) hanya diperintahkan memimpin serbuan khusus saja. Didorong oleh tekanan penduduk Aceh yang bermusuhan, ia melancarkan sejumlah ekspedisi, yang dengan itulah ia melibas perlawanan bersenjata. Di salah satu pertempuran, ia terluka parah oleh tembakan. Andreas Victor Michiels kini maju dengan 700 prajurit dan anggota salah satu skuadron ke Barus dan banyak orang Aceh di kubu pertahanannya. Let. Bisschoff menaiki tembok pembatas salah satu bangunan itu dan merebut bendera Aceh. Musuh merebutnya kembali dan mendaratkan 11 luka sabet kepadanya. Dengan meninggalkan senjata dan amunisi, musuh berlari ke Tapus dan Singkil, tempat kekuatan utama orang-orang Aceh yang dipimpin oleh Mohammad Arief. Di sini, musuh juga dihalau setelah diberangus senjatanya dan tujuan ekspedisi kecil ini tercapai. Dengan demikian, Singkil masuk Hindia-Belanda.




