Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Ribuan warga Israel dan Palestina diharapkan ikut ambil bagian dalam pawai pada hari Jumat ini (15/7), yang bertajuk 'Pawai Kemerdekaan' untuk menyerukan pengakuan negara Palestina.


Penyelenggara pawai mengatakan bahwa pengakuan Palestina sebagai sebuah negara merdeka harus datang sebelum negosiasi, dan bukan sebagai hasilnya.

Aksi ini merupakan kerjasama yang langka antara gerakan Solidaritas sayap kiri dan komite rakyat Yerusalem Timur. Penyelenggara mengklaim bahwa aksi ini adalah acara Yahudi-Arab pertama dari jenisnya yang akan diselenggarakan di Yerusalem sejak tahun 1991.

Perjalanan pawai akan dimulai di Gerbang Jaffa dan berakhir di lingkungan Syaikh Jarrah, rute sebaliknya diambil oleh aktivis sayap kanan selama Hari Yerusalem bulan lalu.

Acara ini dikoordinasikan dengan polisi, dan panitia telah berjanji untuk mencegah kekerasan apapun yang mungkin pecah, meskipun kubu sayap kanan kemungkinan akan menggelar aksi protes tandingan.

"Setelah bertahun-tahun Israel berbicara tentang perdamaian namun mereka membangun pemukiman, pos pemeriksaan, dinding dan pos-pos, dan generasi muda dari kedua belah pihak mulai memahami bahwa mereka sedang ditipu," kata Hillel Ben Sasson dari Gerakan Solidaritas Syaikh Jarrah.(fq/hrzt)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Pentagon akhirnya merilis rencana pengamanan jaringan internetnya pada Kamis (14/7), sebuah rencana yang sudah lama dijanjikan oleh markas besar pertahanan AS itu.


Dalam rencana pengamanan itu, Pentagon menyatakan bahwa dunia maya atau internet merupakan salah satu wilayah perang mereka. Namun, Pentagon tidak secara khusus menjelaskan bahwa militer AS akan menggunakan jaringan internet untuk melakukan serangan ofensif.

Dalam perencanaan awal, Pentagon menyarankan peningkatkan kemampuan untuk menggagalkan serangan dari negara atau kelompok lain, dengan cara membentuk gugus tugas pengaman cyber dan bekerja sama dengan sektor-sektor swasta.

"Seperti perusahaan-perusahaan dan pemerintahan federal, militer juga bergantung pada fungsi internet," demikian pernyataan Departemen Pertahanan AS ketika itu. Militer AS memanfaatkan jaringan internet untuk hampir semua keperluan, mulai dari melakukan operasi militer dan berbagi data intelelijen di lingkungan dalam kemiliteran.

Disebutkan pula bahwa jaringan internet Departemen Pertahanan dan negara AS pada umumnya, masih sangat rentan. Ketergantungan AS pada internet masih belum diimbangi dengan kemampuan yang mapan untuk menjaga keamanan jaringan

"Negara lain sedang berusaha mengeksploitasi jaringan internet Pentagon, baik yang rahasia maupun tidak rahasia. Beberapa lembaga intelijen negara lain sudah memiliki kemampuan untuk menggangu elemen infrastruktur Pentagon. Lebih dari itu, makin banyak individu yang mengancam akan menyusup dan mengganggu jaringan serta sistem internet Departemen Pertahanan AS,' demikian bagian dari isi perencanaan keamanan jaringan internet Pentagon.

Strategi pengamanan jaringan internet yang akan dilakukan Pentagon, difokuskan pada tiga hal; pencurian atau eksploitasi data, upaya untuk menolak atau mengganggu akses ke jaringan militer AS, dan semua upaya untuk menghancurkan atau menurunkan kecepatan jaringan atau sistem koneksi.

Pentagon juga mengumumkan sebuah program percontohan baru dengan kalangan industri, yang tujuannya untuk mendorong perusahaan-perusahaan agar dengan sukarela berbagi informasi tentang kegiatan di dunia maya yang mencurigakan dan melanggar hukum. (kw/CM)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Seorang mantan duta besar AS untuk PBB mengatakan upaya Palestina untuk mendapatkan pengakuan PBB dengan atau tanpa perjanjian damai dengan Israel tidak akan menghasilkan apa-apa bahkan jika hal itu berhasil.


Utusan PBB dari masa pemerintahan Bush, John Bolton mengatakan Majelis Umum PBB kemungkinan akan mendukung upaya Palestina. Namun dia mengatakan hal itu menjadi tidak berarti tanpa persetujuan di Dewan Keamanan, di mana hampir pasti akan menghadapi veto dari AS.

Mengunjungi Israel pada Jumat ini (15/7), Bolton mengatakan Israel dan AS tidak perlu terlalu serius atas masalah ini.

Sebelumnya Otoritas Palestina berencana untuk mencari pengakuan PBB atas kenegaraan Palestina pada bulan September setelah kebuntuan berkepanjangan dalam pembicaraan damai dengan Israel.

Bolton sendiri berada di Israel bersama dengan anggota lain dari Friends of Israel Initiative, sebuah kelompok yang didirikan tahun lalu oleh mantan perdana menteri Spanyol. (fq/ap)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

Kelompok pertama dari sekitar 10.000 tentara AS yang akan pergi dari Afghanistan tahun ini telah meninggalkan negara tersebut, pejabat militer AS mengatakan pada Jumat ini (15/7), menegaskan bahwa penarikan bertahap akan selesai pada tahun 2014.


Sebelumnya Presiden AS Barack Obama pada bulan Juni mengumumkan bahwa sekitar 33.000 tentara Amerika akan meninggalkan Afghanistan pada akhir musim panas mendatang, dan hanya menyisahkan sekitar 65.000 personil tentara dan secara efektif mengakhiri misi militer yang diterjunkan ke wilayah itu pada akhir 2009 lalu.

Obama menyebut penarikan itu sebagai salah satu keputusan yang paling sulit yang ia buat sebagai presiden. Obama mengatakan, kampanye militer AS di Afganistan telah mencapai tujuannya dan penarikan akan dilakukan saat posisi AS sedang kuat.(fq/afp)

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: ,

We were not drafted by the whip, like a mob of slaves
To shed our blood in foreign lands
Our will is to be forever free
Our dream – to die for our country
From all directions, tens of thousands of obstacles
Cruel fate has placed on our path
But enemies, spies and prison houses
Will never be able to stop us


Itulah secuplik mars kelompok Teroris Lehi yang ditulis Avraham Stern bersama isterinya Roni. Lagu tersebut menggambarkan bagaimana militansi keompok Teroris Lehi dengan visi yang cukup menyentak dunia, yaitu mendirikan dan mengabdi pada Zionis Israel: Hidup maupun mati.

Setelah kematian Jabotinsky sebagai aktor intelektual Irgun pada tahun 1940, maka Avraham Stern pun keluar dari Irgun. Namun karir Avraham Stern tidak lantas surut, pria yang sangat rasis dan pro zionis ini segera saja membentuk sel kelompok teroris baru yang diberi nama Lehi Hirot Israil (Lehi) atau dalam bahasa Indonesia disebut "Perjuangan Untuk Kebebasan Israel". Sebuah nama yang absurd kalau tidak mau dibilang aneh, karena Israel merasa terjajah dan berjuang untuk bebas, ya anomali. Sebab merekalah yang sejatinya menjajah dan bebas dari aturan hukum selama ini.

Lehi pun kemudian berkembang pesat menjadi basis militer Yahudi yang brutal dalam mendirikan Negara Zionis Israel. Mereka melancarkan aksi-aksi rekayasa agar Negara Zionis Israel cepat berdiri dengan mengorganisis para imigran Yahudi untuk berbondong-bondong menduduki tanah Palestina. Mereka pun aktif melancarkan propaganda tujuan Zionis ke seluruh dunia, yakni mendirikan Negara Yahudi di dua tepi sungai Yordan dan membentuk para pelobi Zionis di tiap konferensi perdamaian.

Pada Februari tahun 1942, Avraham Stern tewas dibunuh oleh pasukan Inggris. Kejadian ini pun memicu konflik dimana para kader Lehi melakukan aksi teror kepada Menteri Inggris untuk urusan Timur Tengah, Lord Movin. Aksi itu dilakukan semata-mata sebagai aksi balas dendam atas terbunuhnya Stern. Maka puncak daripada itu semua, pada tanggal 6 November 1944, Lord Movin pun tewas di tangan gerombolan Lehi.

Pembunuhan ini sontak saja mengguncang pemerintah Inggris dan menyulut kemarahahan, Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill. Kedua pembunuh, yakni Eliahu Bet-Zouri dan Eliahu Hakim akhirnya ditangkap. Mereka pun dieksekusi mati oleh pemerintah Inggris. Pada tahun 1975, jasad mereka pun dikembalikan ke Israel dan disambut rezim Zionis dengan upacara pemakaman kenegaraan. Bahkan pada tahun 1982, muncullah sebuah perangko bergambar Bet-Zouri dan Hakim yang ditempeli sebuah tulisan untuk mebangkitkan militansi Zionisme: "Syuhada perjuangan kemerdekaan Israel."

Melalui kerjasama dengan kelompok-kelompok teroris Zionis lainnya, Lehi melakukan operasi pembunuhan terhadap warga Arab, diantaranya adalah penyerangan dan pembunuhan kelompok Palestina di Yafa pada tahun 1947. Sedangkan pada tanggal 12 Januari 1947, anggota Lehi mengendarai truk yang berisi bahan peledak ke kantor polisi Inggris di Haifa dan menewaskan empat orang dan melukai 140 lainnya.

Selanjutnya pada bulan Mei 1948, sesaat seteleh berdirinya Negara Zionis Israel, maka para personil Lehi pun bergabung sebagai tentara resmi Israel. Sekalipun telah berhenti beroperasi, namun cabang Lehi di Yerusalem masih tetap melakukan aksi pemberontakan dan menamakan dirinya sebagai Front Tanah Air.

Kelompok inilah yang melakukan koordinasi dengan kelompok teroris Zionis lainnya untuk merencanakan dan melaksanakan aksi teror yang menewaskan Folke Bernadotte, seorang negosiator PBB pada tanggal 17 Spetember 1948. Pembunuhan itu disutradarai oleh Yehoshua Zettler dan dilaksanakan oleh empat orang yang dipimpin oleh Meshulam Makover. Jadi, disinilah kita perlu mengenal kepicikan Yahudi, karena disatu sisi mereka banyak dibantu PBB, namun disatu sisi bahwa pepatah “tidak ada lawan dan kawan abadi dalam politik” adalah keniscayaan. Ya itulah tabiat Yahudi.

Peristiwa ini rupanya membangkitkan kemarahan masyarakat dunia terhadap Israel. Hal itu kemudian memaksa mereka mengejar anggota-anggota Lehi dan menangkap para petingginya. Dua orang dari mereka kemudian divonis dengan hukuman penjara selama lima dan delapan tahun. Namun mereka segera dibebaskan dengan amnesti khusus yang dikeluarkan rezim pemerintah Zionis Israel. Karena bagaimanapun Israel memiliki hutang atas jerih payah Lehi membantu berdirinya Negara Zionis Israel.

Selanjutnya, setelah berdirinya Zionis Israel, pemerintahan Zionis Israel pun menghitung massa militer para anggota Lehi sebagai masa tugas wajib militer mereka. Selain uang pensiun, rezim Zionis juga menghadiahkan medali “Prajurit Negara” kepada mereka sebagai rasa terima kasih dan penghargaan atas jerih payah Lehi mewujudkan Negara fasis tersebut .

Nama Lehi memang kemudian seakan telah habis pasca berdirinya Negara Israel, namun hakikat gerakan mereka tetap berjalan secara rapih. Sebagai contoh pada tahun 1956, beberapa veteran Lehi mendirikan gerakan Aksi Semit. Mereka berusaha menciptakan sebuah federasi yang mencakup teritori Israel dan Arab atas dasar aliansi anti-kolonialis.

Bahkan pada tahun 1957, mantan anggota Lehi terlibat dalam kegiatan kelompok militan Israel, dan melakukan aksi pembunuhan terhadap Rudolf Kastner, seorang jurnalis Yahudi-Hungaria dan pengacara yang menjadi dikenal untuk memfasilitasi keberangkatan orang Yahudi keluar dari Hungaria yang diduduki Nazi selama Holocaust. Ya kisah yang juga direkayasa oleh Yahudi tersebut. (pz)
Bersambung...

Keterangan:

Foto Pertama: Logo Lehi
Foto Kedua: Avraham Stern
Foto Ketiga: Folke Bernadotte

Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label: , ,

Ilmu astronomi berkembang seiring dengan kebutuhan penjelajahan kaum Muslim ke berbagai belahan dunia. Pasalnya, astronomi bermanfaat untuk navigasi dalam upaya menjangkau negerinegeri yang jauh dari wilayah kekuasaan Islam. Dengan demikian, astronomi membantu mengembangkan misi dakwah Islam, juga memperkuat perkembangan ilmu pengetahuan umat. Dalam proses menggapai dua misi itu, tak jarang umat Islam harus berhadapan dengan pasukan musuh yang menghadang.

Maka dibutuhkan pasukan perang yang kuat dengan bekal pengetahuan perbintangan yang mumpuni. Dalam satu dekade sejak penaklukan Mesir, umat Islam berhadapan dengan Byzantium (Kekaisaran Romawi). Dalam persaingan itu, umat Islam berhasil menguasai Laut Tengah bagian timur, yakni Cyprus sekitar tahun 30 H (649 M), dan Rhodes pada tahun 52 H (672 M).

Pada saat itu, Kekaisaran Romawi memiliki armada angkatan laut yang hebat dan kuat di Laut Tengah. Mereka menjadi salah satu kekuatan militer terkuat di dunia pada zamannya. Maka, umat Muslim berpikir bagaimana cara melawan angkatan laut yang tak terkalahkan itu. Sejak saat itulah dibentuk armada angkatan laut Muslim. Di sini navigasi diperlukan untuk menuntun arah hingga ke tempat-tempat yang mereka tuju.

Kaum Muslim berkeyakinan, makin teliti seorang navigator dalam menentukan posisinya di tengah laut, berdasarkan peredaran matahari, bulan, atau bintang, makin tinggi pula akurasi perhitungan waktu dan tempat yang dituju. Dengan demikian, persiapan logistik selama perjalanan pun dapat dilakukan secara lebih matang.

Ada kaidah berbunyi Ma laa yatimmul waajib illaa bihi, fahuwa wajib (apa yang mutlak diperlukan untuk menyempurnakan sesuatu kewajiban, hukumnya wajib pula). Kaidah ini menjadi pedoman bagi kaum Muslimin dalam menyiapkan peperangan melawan Kaisar Romawi ketika itu.

Mereka mulai mempelajari teknik perkapalan, navigasi dengan astronomi maupun kompas, dan mesiu. "Bangsa Arab sangat cepat menanggapi kebutuhan akan angkatan laut yang kuat untuk mempertahankan dan mempersatukan daerah kekuasaannya," jelas Ahmad Y. Al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History.

Selama era kekuasaan Bani Ummayah, Khalifah Mu'awiyah (602M-680M) berusaha memulihkan kembali kesatuan wilayah Islam. Setelah berhasil mengamankan situasi dalam negeri, Mu'awiyah segera mengerahkan pasukan untuk perluasan wilayah kekuasaan.

Penaklukan Afrika Utara (647 M- 709 M) merupakan peristiwa penting dan bersejarah selama masa kekuasaannya. Gubernur Mesir kala itu, Amr Ibnu Ash, merasa terganggu oleh kekuasaan Romawi di Afrika Utara. Karenanya, Amr Ibnu Ash mengerahkan pasukan di bawah pimpinan Jenderal Uqbah untuk menaklukkan wilayah Afrika Utara itu.

Pasukan Uqbah akhirnya berhasil menguasai Kairowan hingga ke bagian selatan wilayah Tunisia. Khalifah Mu'awiyah kemudian membangun benteng untuk melindungi kota Kairowan dari serangan pasukan Berber dan menjadikan kota Kairowan sebagai ibukota propinsi Afrika Utara.

Mu'awiyah tercatat sebagai pendiri armada angkatan laut Islam. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Syria, ketika kekhalifahan Islam dipimpin oleh khalifah rasyidah ketiga, Ustman bin Affan. Selama itu pula Mu'awiyah telah memiliki lima puluh armada laut yang tangguh. Pasukan laut ini akhirnya berhasil menaklukkan Cyprus (649 M), Rhodes (672 M), dan kepulauan lainnya di sekitar Asia Kecil.

Dengan penaklukan Afrika Utara (647 M- 709 M) dan Spanyol (705-715 M), kirakira 40 tahun kemudian, armada angkatan laut Islam di seluruh Laut Tengah menjelma sebagai yang terkuat dan tak terkalahkan hingga dua abad berikutnya. Pasukan ekspedisi dari Afrika Utara menduduki Sisilia pada tahun 211 H (837 M). Angkatan laut tersebut hingga masuk ke wilayah pantai Italia dan Prancis Selatan.

Armada Laut Turki Ustmani

Berselang beberapa abad kemudian, Kesultanan Ustmani (Ottoman) juga mampu mengalahkan kekuatan Kaisar Romawi. Mereka berhasil menundukkan Konstantinopel (ibu kota Kekaisaran Byzantium) pada tahun 1453. Sejak itu, pemerintahan Ustmani mulai mengembangkan Istanbul (kota Islam) menjadi pusat pelayaran.

Bahkan, Sultan Muhammad II pun menetapkan lautan dalam Golden Horn sebagai pusat industri dan gudang persenjataan maritim. Dia juga mengangkat komandan angkatan laut, Hamza Pasha, untuk membangun industri dan gudang persenjataan laut.

Kesultanan Ustmani juga membuat sebuah kapal di Gallipoli Maritime Arsenal. Dengan komando Gedik Ahmed Pasha (tahun 1480 M), Kesultanan Ustmani memperkokoh basis kekuatan lautnya di Istanbul. Maka tak heran, jika marinir Turki mendominasi Laut Hitam dan menguasai Otranto.

Pada era kekuasaan Sultan Salim I (1512 M-1520 M), Kesultanan Turki Ustmani memodifikasi pusat persenjataan maritim di Istanbul. Salim I berambisi menciptakan negara yang kuat, tangguh di darat dan laut. Ia bertekad memiliki angkatan laut yang besar dan kuat untuk menguasai lautan.

Pembangunan dan perluasan pusat persenjataan maritim pun dilakukan dari Galata sampai ke Sungai Kagithane di bawah pengawasan Laksamana Cafer. Pembangunan dan perluasan ini rampung pada tahun 1515 M. Proyek besar ini menyedot dana hingga sekitar 50 ribu koin.

Selain mengembangkan pusat persenjataan Maritim Istanbul, Sultan Salim I juga memerintahkan membuat beberapa kapal laut berukuran besar. Selang beberapa tahun kemudian, sebanyak 150 unit kapal selesai dibuat. Dengan kekuatan yang dahsyat itu, Sultan Salim I pernah mengatakan, "Jika Scorpions (pasukan Kristen) menempati laut dengan kapalnya, jika bendera Paus dan raja-raja Prancis serta Spanyol berkibar di Pantai Trace, itu semata-mata karena toleransi kami."

Dengan memiliki armada kapal laut terbesar di dunia pada abad ke-16 M, Turki Ustmani telah menguasai Laut Mediterania, Laut Hitam, dan Samudera Hindia. Tak heran, bila kemudian Turki Ustmani kerap disebut sebagai kerajaan yang bermarkas di atas kapal laut. Ambisi Sultan Salim I menguasai Lautan akhirnya tercapai.

Bahkan, sekembalinya Sultan Salim I dari Mesir, ia berpikir kembali akan pentingnya membangun kekuatan di lautan yang lebih kuat. Sebelumnya, kekuasaan Ustmani Turki telah menguasai pelabuhan penting di Timur Mediterania, seperti Syiria dan Mesir. Gagasan Sultan Salim I ini terus dikembangkan oleh sultan-sultan berikutnya. Berkat kehebatannya, Turki Ustmani sempat menjadi adikuasa yang disegani bangsa-bangsa di dunia, baik di darat maupun di laut.

Mengenal Tipe Kapal Perang

Seiring berkembangnya teknologi navigasi, teknologi perkapalan pun berkembang pesat di dunia Islam. Teknologi perkapalan merupakan kekuatan industri dunia terbesar di abad pertengahan. Ketika itu, umat Islam memiliki begitu banyak pelabuhan yang ramai dan padat.

Dan di sepanjang daerah pantai kota-kota Islam banyak berdiri pusat-pusat pembuatan dan perakitan kapal. Setiap negeri Muslim menciptakan kapal dengan model dan jenis yang berbeda-beda. Selain membuat kapal untuk tujuan berniaga, pada era itu umat Islam juga gencar membuat kapal-kapal perang.

Kapal perang dibangun untuk memperkokoh pertahanan wilayah kekuasaan kekhalifahan Islam di lautan. Sehingga, ketika itu kekhalifahan Islam tak hanya tangguh di darat, namun juga kuat di lautan. Begitu sulit untuk dikalahkan. Kapal perang didesain lebih ramping dan dikendalikan dengan layar atau dayung. Sedangkan, kapal niaga dibangun dengan cukup lebar.

Rancangan seperti itu sengaja dibuat agar kapal dapat membawa barang dalam jumlah yang banyak. Pada masa itu, kapal perang yang paling besar sanggup menampung sekitar 1.500 pasukan. Sedangkan kapal dagang yang besar mampu menampung 1.000 ton barang.

Menurut Al-Hasan dan Hill, pada mulanya kapal-kapal perang tersebut dibuat di Mesir dan Syria oleh para ahli pembuat kapal nomor wahid. Konstruksi kapal dibuat sama dengan kapal-kapal yang dibuat oleh angkatan laut Byzantium. "Para kelasi direkrut dari penduduk setempat, tetapi para tentara yang membawahi mereka adalah orang-orang Arab," jelas Al-Hassan dan Hill.

Seiring berjalannya waktu, dunia perkapalan semakin maju. Bahkan pembuatan kapal serta perlengkapan angkatan laut secara keseluruhan menjadi mata usaha orang-orang Islam kala itu. Akibatnya, kaum Muslimin menjadi ahli dalam kedua cabang keahlian yang berkaitan dengan kelautan itu. Mereka tercatat membuat beberapa kemajuan penting. Kapal-kapal yang besar mampu mereka hasilkan. Bahkan mereka merancang kapal perang besar seperti shini, kapal besar (galley) yang digerakkan dengan 143 dayung.

Pada tahun 326 H (972 M), papar Al-Hasan dan Hill, Khalifah Mu'izz Din Allah dari Dinasti Fathimiyyah menjadi pimpinan pembuatan 600 kapal di galangan kapal Maqs di Mesir. Salah satu kapal besar lainnya tipe buttasa, sebuah kapal layar yang dapat menopang sebanyak 40 layar. "Salah satu kapal jenis ini membuat rekor dengan kemampuannya memuat 1.500 orang termasuk awak dan tentara," ungkap Al-Hasaan dan Hill.

Adapun jenis kapal lainnya adalah ghurab (secara harafiah berarti gagak). Dinamai demikian mungkin berdasarkan bentuk haluan kapal tersebut. Jenis lainnya adalah kapal shallandi, kapal dengan dek lebar yang digunakan untuk membawa muatan. Dua nama kapal tersebut sampai ke Eropa, bahkan masuk ke dalam kosakata bahasa Eropa dan berubah menjadi corvett dan challand.

Kaum Muslim juga mampu membuat kapal jenis qurqura (bahasa Latinnya berburu), yakni kapal Cyprus yang besar untuk membawa kebutuhan armada. Mereka juga menciptakan beberapa kapal kecil yang dirancang untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti kapal untuk suplai barang dan senjata, kapal untuk komunikasi dari kapal ke pantai, kapal pengintai, dan kapal untuk pengeran dan penangkapan musuh. "Kebanyakan kapal itu didayung, tetapi shubbak (perahu nelayan Laut Tengah) selain mempunyai dayung-dayung dilengkapi pula dengan sejumlah layar," kata Al-Hassan dan Hill.

Jenis kapal yang lebih besar bisa digunakan untuk membawa penembak misi dan mesin-mesin untuk melepaskan bahan peledak dan juga untuk membawa para awak kapal yang terampil. Ketika teknologi perkapalan belum canggih, pertempuran laut berlangsung dalam jarak jauh. Namun dalam perkembangannya, semua kapal dilengkapi jepitan besi untuk merapatkan pinggiran lambung kapal musuh, sehingga banyak pertempuran pada akhirnya ditentukan oleh perkelahian berhadap-hadapan antara para awak dan pelaut yang sedang bertempur.(rp)

Sumber: http://suaramedia.com
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments