Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Unggun “Samuel” Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah “Kemerdekaan Israel”. Yang jadi pertanyaan, “Kapan Israel pernah dijajah?” Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.
Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya “Negara Israel” terbentuk.
Berlindung Dibalik Klaim Agama
Dasar pendirian negara Israel berawal dari kata-kata Nabi Musa dalam ‘kitab Perjanjian Lama’, bahwa Tuhan “menganugerahkan” tanah Israel untuk orang-orang Yahudi dan tanah tersebut akan menjadi milik mereka untuk selama-lamanya.
Lalu ada pula cerita mengenai persebaran kaum Yahudi (Diaspora), yang konon katanya terjadi setelah kaum Yahudi memberontak terhadap pasukan Romawi pada abad pertama dan kedua. Oleh karena itu, kaum Yahudi kemudian “diasingkan” dari tanah Israel dan kemudian menyebar di wilayah Eropa, terlunta-lunta, dan nasibnya semakin mengenaskan karena dibantai Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Setelah berabad-abad berdoa agar dapat kembali ke Palestina, kaum Yahudi akhirnya bisa kembali ke Tanah Palestina setelah mengalahkan pasukan Arab di sana dan mendirikan Israel pada tahun 1948. Semua kisah ini bersumber dari literatur Yahudi dan dijadikan dalil utama berdirinya negara Israel sebagai negara Yahudi di Tanah Palestina.
Namun jarang sekali orang yang mempertanyakan, apakah kaum Zionis-Yahudi itu benar-benar berasal dari bangsa Yahudi yang dipimpin Musa a.s. keluar dari Mesir dan pernah menguasai Tanah Palestina dalam suatu masa sebagaimana dikisahkan dari Kitab Raja-Raja? Lantas, siapakah “Yahudi Khazar” itu yang menjadi pionir, tulang punggung, atau motor penggerak dari gerakan Zionisme Internasional yang mengklaim jika Tanah Palestina merupakan Tanah Yang Dijanjikan bagi kaum Yahudi?
Khazar, Yahudi Jadi-Jadian
Untuk mengetahui lebih jauh tentang “Yahudi Khazar”, salah satunya kita harus melihat sebuah buku karya seorang Khazar dari Inggris bernama Arthur Koestler yang berjudul “The thirteenth tribe - The Khazar Empire And Its Heritage” (Suku Bangsa Ketiga Belas – Imperium Khazar dan Warisannya), yang diterbitkan oleh Random House, New York. Konon, sekarang buku ini sudah sangat sulit ditemukan.
Koestler menulis jika nenek moyang bangsa Khazar sendiri berasal dari campuran bangsa Mongol, Turki, dan Finlandia. Di abad ke-3 Masehi, mereka telah berjaya di wilayah Persia dan Armenia. Lalu pada abad ke-5 Masehi, mereka berada di antara gerombolan perusak Attila dari Hun. Setengah abad sebelum Islam muncul di Jazirah Arab, bangsa Khazar yang hidupnya memang selalu berpindah mulai menetap di Utara Kaukasus, antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, dengan ibukota di hulu Sungai Volga yang mengalir ke Laut Kaspia, dalam rangka mengkontrol lalu lintas sungai. Mereka memungut pajak 10% dari tiap kapal yang melintas dan akan membantai siapa pun yang menolaknya.
Kerajaan Khazar yang sangat brutal menjadi besar di wilayah ini dan terus memperluas wilayah kekuasaannya, dengan melakukan ekspansi dan menaklukkan suku Slavia yang cinta damai. Imperium Khazar juga menaklukkan Kiev.
Pada tahun 740 Masehi, kekuatan Khazar sudah sedikit melemah. Wilayah kekuasaannya dihimpit oleh dua kekuatan besar yakni Byzantium dan Muslim. Agar tetap aman, Khazar dihadapkan pada dua pilihan, menjadi Muslim atau Kristen. Namun Kaisar bangsa Khazar, Khakan, telah mengetahui jika ada agama yang ketiga selain Kristen dan Islam, yakni Yahudi. Ketimbang memilih kedua agama itu, Khakan lebih memilih Judaisme dan menyatakan mereka sebagai Yahudi.
Dalam satu malam, bangsa Khazar yang brutal dan sangat gemar berperang berubah menjadi bangsa Yahudi. Kerajaan Khazar mulai dideskripsikan sebagai ‘Kerajaan Yahudi’ oleh sejarawan pada waktu itu. Penerus penguasa Khazar mengambil nama Yahudi, dan selama akhir abad ke-9 kerajaan Khazar menjadi tempat berlindung yang ramah bagi kaum Yahudi yang ada di berbagai wilayah Eropa. Walau demikian, kebrutalan sebagai watak asli bangsa Khazar tidak pernah hilang.
Pada abad ke-8 Masehi, muncul kekuatan baru yang berasal dari sungai besar Dnieper, Don, dan Volga, yang dikenal sebagai bangsa Viking, yang juga disebut sebagai kaum Varancians atau juga disebut sebagai bangsa Rus. Bangsa ini merupakan bangsa pengelana dan pejuang yang gigih, namun nasib baik mungkin belum berpihak kepada bangsa yang baru muncul ini karena selalu saja kalah perang melawan Khazar.
Di tahun 862, seorang pemimpin bangsa Rus bernama Rurik membangun kota Novgorod. Dari sinilah lahir bangsa Rusia yang kemudian berdiam di antara suku bangsa Slavonic yang berada di bawah kekuasaan Khazar. Perjuangan bangsa Viking kemudian berubah menjadi perjuangan rakyat untuk merdeka dari penjajahan bangsa Khazar.
Satu abad kemudian setelah berdirinya kota Novgorod, seorang pemimpin bangsa Rusia bernama Prince Vladimir of Kiev menyatakan diri memeluk agama Kristen. Ini terjadi pada tahun 989. Orang ini sangat aktif di dalam misi Salib dan sekarang oleh sejarah Rusia dia dikenal dengan nama ‘Saint Vladimir’. Ini menandai kekristenan Rusia sudah dimulai sejak seribu tahunan silam.
Kepindahan agama Vladimir ternyata juga menghantarkan Rusia bersekutu dengan Kekaisaran Byzantium. Karena memiliki kepentingan yang sama untuk menaklukkan Khazar, maka mereka bersekutu. Pada tahun 1016, kekuatan gabungan bangsa Rusia dan Byzantium menyerang kerajaan Khazar dengan pasukan yang besar dan lengkap. Akibatnya Kekaisaran Khazar hancur-lebur. Kejayaan bangsa yang brutal dan gemar berperang ini akhirnya pudar. Kerajaan Khazar hilang dari catatan sejarah. Mereka banyak yang melarikan diri ke wilayah yang aman di Eropa. Kebanyakan akhirnya menetap dan berasimilasi dengan warga Eropa Timur, dimana mereka banyak yang menikah dengan bangsa Yahudi lain di sana. [rz]
Bersambung...
Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Dalam suatu taklim bersama Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah awal medio 1990-an di pinggiran Jakarta, dengan suara perlahan namun intonasi yang tegas, beliau berkata, “Hindarilah penggunaan istilah ‘Timur Tengah’ dalam tulisan dan keseharian. Pakailah istilah ‘Dunia Arab’. Kedua istilah ini mengandung ideologi yang amat berbeda.”
“Istilah Timur Tengah yang banyak dipakai media massa negeri ini untuk menyebut Jazirah Arab,“ ujarnya, “…sesungguhnya secara implisit memasukkan dan mengakui adanya ‘Zionis-Israel’ sebagai kaum yang memiliki hak hidup di Arab. Secara ideologis kita turut mengamini adanya penjajahan mereka terhadap bangsa Palestina. Padahal secara akidah Islam, hal ini tentu tidak bisa dibenarkan. Sebab itu, kita seharusnya mengembalikan istilah asli wilayah ini dengan sebutan ‘Jazirah Arab’ atau ‘Dunia Arab’. Dengan digunakannya istilah asli ini, maka keberadaan Zionis di Palestina menjadi haram, ilegal. Ini adalah sikap ideologis yang benar yang harus dimiliki setiap aktivis dakwah.”
Di lain waktu dan tempat, dalam taklim bersama Ustadz Abu Ridho, beliau juga menyinggung hal yang lebih kurang sama. Beliau antara lian berkata jika di dalam keseharian, kita seharusnya menggunakan istilah ‘Zionis-Israel’. Baik dalam tulisan maupun perkataan. Ini untuk mempertegas sikap pembelaan kita terhadap bangsa Palestina dan membuka mata dunia jika Israel yang sekarang ini adalah Israel yang sangat rasis dan harus dilawan.
Pemaparan Ustadz Rahmat Abdullah dan Ustadz Abu Ridho yang jelas dan tegas seperti di atas terngiang kembali manakala suara organisasi massa Islam, dan juga partai politik yang memanfaatkan label Islam, terpecah menyikapi rencana perayaan HUT Zionis Israel ke-63 di Jakarta, 14 Mei 2011.
Front Pembela Islam (FPI) secara tegas mengecam dan menolak rencana ini. Bahkan FPI telah bertekad untuk melakukan aksi sweeping rencana yang bertentangan dengan pembukaan UUD 1945 ini.
Hal serupa dikemukakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi yang mengatakan sebaiknya kelompok Yahudi Indonesia membatalkan rencana itu. “Lebih baik tidak ada, daripada membuat kontroversi. Bukannya saya keras itu tidak boleh, tapi kontroversi itu (akan) membuat repot pemerintah,” ujar Hasyim Muzadi di Jakarta (11/5). Namun jika mereka ngotot, Hasyim mengatakan dia tidak bisa mencegah dan pihak penyelenggara harus menerima resikonya sendiri. “…kan dia sudah tahu itu kontroversi, makanya ada risikonya membuat itu.”
Berbeda dengan FPI dan KH. Hasyim Muzadi, Gerakan Pemuda Islam (GPI), seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal GPI Tubagus Muhammad Solehudin, malah menyatakan rencana peringatan HUT Zionis Israel di Jakarta itu tidak perlu dipermasalahkan. “Kalau diperbolehkan oleh pemerintah silakan, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum, tidak masalah,” ujar Tubagus Muhammad Solehudin, di Markas GPI Menteng, Jakarta Pusat (11/5).
Menurut Soleh, keberadaan orang Yahudi di Indonesia terus berkembang, dan tidak bisa dirahasiakan lagi. “Sebagian masyarakat di Jakarta sudah mengetahui orang Yahudi yang berkerja di Jabotabek,” tuturnya seraya berpesan agar para penganut Yahudi di Indonesia mendesak Israel menghentikan aksi kekerasannya di Palestina. Sebuah himbauan yang utopis, jika tidak dikatakan sebagai ahistoris.
Senada dengan Solehudian, Nasir Jamil juga tidak mempermasalahkan rencana itu. “Kalau mereka merayakannya di tempat tertutup dan hanya untuk komunitas mereka sendiri, saya pikir masih bisa ditolerir,” ujar politisi dari PKS yang pernah mengutip Injil Matius untuk memperkuat argumennya ini.
Tiga Hal Penting
Dalam berbagai wawancaranya, Unggun Dahana yang menjadi inisiator acara perayaan HUT Israel di Jakarta mengklaim jika perayaan “kemerdekaan Israel” merupakan gerakan umat Kristiani untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. “Di samping itu, kami juga sangat mendukung dibukanya jalur perdagangan antara Indonesia dan Israel,” ujarnya.
Unggun juga membenarkan jika acara ini merupakan langkah awal dari gerakan umat Kristen Indonesia untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. “Selama ini umat Kristen takut-takut. Dengan cara ini saya menghimbau untuk mendukung Yahudi dan Israel secara terbuka. Mendukung perdagangan Israel dan Indonesia,” ujar Unggun seperti dilansir Inilah.com.
Selain itu, acara kontroversial ini juga akan dihadiri oleh utusan dari Komunitas Yahudi di Singapura dan diliput oleh jurnalis Israel yang akan datang langsung ke Jakarta.
Ada beberapa hal yang bisa dikritisi dari pernyataan Unggun Dahana, di antaranya:
Pertama, pernyataan tentang istilah “Kemerdekaan Israel”,
Kedua, klaim dia tentang gerakan umat Kristiani mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka,
Ketiga, adanya Singapore-Jews Connection dan juga hadirnya jurnalis Israel yang akan meliput perayaan ini.
Ketiga hal di atas akan dipaparkan satu-persatu dalam tulisan ini agar kita semua dapat memahami dengan benar, mendudukkan sesuatu sesuai dengan kapasitasnya, dan tidak salah dalam menilai kasus ini.
Istilah “Kemerdekaan Israel”
Unggun Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah “Kemerdekaan Israel”. Yang jadi pertanyaan, “Kapan Israel pernah dijajah?” Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.
Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya “Negara Israel” terbentuk.
Apa yang dinamakan sebagai “Negara Israel” memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Namun satu hal yang harus ditekankan, jika Tanah Palestina yang sekarang diklaim secara sepihak menjadi wilayah Israel, dulunya disebut sebagai Tanah Kana’an dan bangsa asli yang mendiami wilayah itu dinamakan sebagai bangsa Filistin atau Palestina. Dari sebutan ini saja sudah bisa dibuktikan jika pemilik sah dari tanah ini adalah bangsa Palestina, bukan Israel. Namun kaum Zionis sering mengemukakan dalilnya sendiri, terkait hal ini. [rz]
Bersambung...
Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Foto Perang
,
Perang di Eropa
Dari Perang Dunia I, tentara dari negara-negara Eropa telah menggunakan motor, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebuah kendaraan perang.
Selama dua perang dunia, teknologi sepeda motor militer terus finishing di Inggris, Amerika Serikat, Perancis. Namun, lebih tinggi daripada semua di daerah ini di Jerman. Tahun 1939, angkatan bersenjata Jerman telah membuat motor yang kuat dan tentu saja, merek BMW, DKW, Zundapp. Motor medan menjalankan semua fitur yang tidak buruk, dan seringkali ditempatkan pada impor mobil tangki individu mortir atau senjata yang tinggi.
![]() |
| Motor BMW R71 Jerman yang terkenal di Perang Dunia II. |
Di Uni Soviet, sebelum Perang Dunia II, manufaktur motor tidak mendapatkan banyak perhatian sebagai industri otomotif. Moto dibebaskan dari fasilitas yang tersebar di Ijevsk, Taganrora, pinggiran kota Podolsk dan Serpukhov, total relatif sederhana: hanya sekitar 6 ribu setahun. Lebih jauh lagi, motor perang Soviet kadang-kadang uang tidak tahan lama. Sifat-sifat yang membuat mereka kurang cocok untuk pekerjaan militer. Untungnya, para pemimpin negara telah mengakui bahwa masalah ini harus diselesaikan terburu-buru.
![]() |
| Motor BMW R71-Jerman (Foto di Ukraina). |
Pada akhir tahun 1930, Federal Pertahanan Sipil Komisaris Uni Soviet pertemuan rahasia, yang melibatkan pembentukan tentara berat sepeda motor dan memutuskan untuk mendedikasikan Jerman sepeda motor BMW R71-modeling.
Untuk rem rahasia perempuan dalam struktur kendaraan ini, ada lima unit motor yang dibeli melalui negara ketiga. Dan insinyur dan teknisi elite Soviet mendesak industri otomotif studi mereka dengan hati-hati. Sebagai hasilnya, dalam waktu yang relatif singkat, Soviet mampu memproduksi kendaraan terlihat seperti. Beberapa perusahaan telah dipersiapkan untuk produksi kendaraan bermotor baru.
![]() |
| Mesin M-72. |
Fakta sepeda motor bukan merupakan salinan Soviet y asli mobil BMW Jerman. Sebagai contoh, frame dan suspensi telah meningkatkan ketahanan dengan sungguh-sungguh, menjadi lebih fleksibel kendaraan dari Jerman. Bahkan, setiap dua mesin empat silinder baru dibangun secara horizontal. Sebuah kapasitas 750cc dan kapasitas kerja dari 22 tenaga kuda, akan disimpan menggunakan mesin bensin kualitas rendah mobil Jerman, dan banyak lagi, sedikit lebih suara.
![]() |
| Sepeda Motor M-72. |
Kaki musim semi 1941, kendaraan bermotor berat pemodelan dari pengalaman jenis M-72 sudah keluar dengan militer. Kendaraan yang dinilai "premium" untuk dimasukkan ke dalam produksi massal segera di beberapa pabrik. Tentara menerima sarana transportasi baru, serbaguna dan sangat tahan lama. Seperti saudara Jerman, F-72 adalah rencana untuk perahu motor, bersenjatakan mortir dapat pribadi.
![]() |
| Harley-Davidson WLA-42 tentara AS. |
Mei 10/1941, ibukota Rusia dalam situasi pengepungan, pabrik motor dievakuasi ke Moskow kota Ural Irbit. Sederhana, kekurangan, situasi di base pertama mengkhususkan diri dalam memproduksi sepeda motor berat Soviet. Tapi hanya hingga Mei 2 / 1942, motor lokakarya Irbit melahirkan seri pertama produk.
Secara umum tahun-tahun perang, hanya dari Irbit telah menyediakan 9.800 kendaraan militer. Selain itu, motor M-72 juga diproduksi di kota Tiumen dan Gorki (sekarang Nijni Novgorod). Mobil secara luas digunakan untuk pengintaian prajurit infanteri mekanik dan tank, komunikasi, diperbaiki unit mesin militer, bahkan para prajurit artileri juga menggunakannya untuk transportasi ekspor meriam ringan.
Prajurit pantas penilaian depan kelestarian dan kemudahan penggunaan, serta kualitas dan kecepatan itu. Dengan sopir dan dua penumpang, M-72 roda dengan tonase lebih dari setengah ton, namun kapasitas masih cukup kuat untuk mendorongnya berjalan pada 85km/gio maksimum. Unit motor lebih ringan dan lebih cepat, untuk 105km/gio, tetapi ini sangat sedikit yang dibuat.
Volume fasilitas produksi sepeda motor domestik tidak menjamin semua kebutuhan medan perang pada jenis teknik. Jadi, dengan M-72, Tentara Merah juga menggunakan motor keduanya dimasukkan ke dalam Uni Soviet dengan Perjanjian yang diberikan tugas antara sekutu, sebagai mobil 500cc "India 741 dan 750cc" Harley -- Davidson WLA-42. Modal dan yang jelas adalah karya yang luar biasa di atas tidak front jalur jalan, seperti mobil-mobil Amerika telah kehilangan mobil demi titik Soviet benar-benar nyata: Mobilku membutuhkan kualitas bensin. Tapi hal-hal seperti bahan bakar hulu, bagian depan tidak selalu cukup.
Sejak akhir Perang Dunia II, berbagai jenis kendaraan bermotor melanjutkan dedikasi ini dirilis sampai tahun 1956. Model mobil juga meningkat, itu lahir pada tahun 1960. Frame dan suspensi elastisitas dari M-72 digunakan dalam sebuah sepeda motor baru Irbit sipil dan militer. Sejak 1953, dua kendaraan bermotor roda dan roda dibawa dari ekspor Ural di luar negeri. Mereka menjadi terkenal tidak hanya di negara-negara Eropa Timur, tetapi juga di Asia - termasuk Vietnam. Motor berat russian dikenal di Perancis, Britania Raya, Spanyol, Swedia, Jerman, Belanda, Chile, Columbia, Argentina. Bengkel sepeda motor adalah salah satu mesin Irbit bangunan tidak banyak perusahaan dari Rusia, telah mendapat sertifikasi produk di Amerika Serikat.
![]() |
| U-rai "Gear-Up" mount jenis rudal anti-tank |
Saat ini, perusahaan telah Irbit jenis kapal motor militer "Gear-Up". Jenis modal merupakan tempat kendaraan sipil, dilengkapi dengan kapasitas mesin 32 tenaga kuda, mengakibatkan roda belakang dan roda mobil perahu, lengan bingkai tergantung di depan kerusakan. Sepeda motor dapat ditempatkan mortir atau anti-tank, dan itu menjadi kendaraan infanteri lebih sebagai "bersemangat": cepat, lembut penyelesaian, dan banyak lagi, juga yakin, mudah untuk digunakan saat operasi, y sebagai pendahulu waktu Perang Dunia Kedua.
Sumber: http://djajoelie.blogspot.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Eropa
Kebangkitan Kerajaan Soviet dimulai pada tahun 1922 dengan terbentuknya ‘Union of Soviet Socialists Republics (U.S.S.R). Dominasi Soviet telah terbukti sampai Timur Jauh Eropa setelah berhasil mendapatkan kembali tanah yang direbut Jerman dalam Perjanjian Brest-Litovsk dan menandatangani perjanjian dengan Ukraina tahun 1918, juga Armenia, Azerbaijan, dan Georgia tahun 1921.
Kerajaan Soviet mulai berambisi untuk melakukan perebutan daerah dengan menandatangani Pakta Nazi-Soviet pada tanggal 23 Agustus 1939. Soviet memandang daerah ini sebagai “daerah penyangga” dari Negara kapitalis di Barat dan berfungsi untuk mencegah terjadinya invasi dari Negara Barat. Perjanjian ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Joachim von Ribbentrop dari Jerman dan Menteri Luar Negeri Vyacheslav Molotov dari Soviet. Isi pakta itu adalah menghilangkan agresi militer satu sama lain dan menyatakan netral apabila salah satu Negara diserang oleh Negara lain. Pakta itu juga berisi rencana rahasia divisi Eropa Timur di antara dua kekuatan, yaitu UniSoviet yang mengambil daerah Polandia Timur, Finlandia Timur, daerah Bessarabia milik Rumania, dan daerah Baltic States. Sementara Jerman yang menguasai daerah Polandia Barat, bagian dari Czechoslovakia, yaitu provinsi Moravia dan Bohemia, dan daerah Yugoslavia yaitu Slovenian. Tetapi perjanjian ini tak berlaku lagi sejak tentara Nazi menyerang Uni Soviet pada tahun 1941.
Menjelang akhir Perang Dunia ke 2, Uni Soviet berhasil mengalahkan pasukan Jerman dan memperoleh teritori milik Jerman diantara Uni Soviet dan Berlin, ibukota Jerman. Pemimpin Prancis, Inggris, U.S. Amerika, dan Uni Soviet mengadakan pertemuan di Negara Pesisir Laut Yalta di Ukraina pada tanggal 4 -11 Februari 1945. Konferensi Yalta diadakan untuk membuat rencana tentang demiliterisasi dan de-nazifikasi Negara Jerman, dan membagi divisi Jerman dan Austria menjadi 4 daerah yang diduduki, termasuk juga pembagian Berlin. Perbatasan Polandia pun juga ditetapkan kembali dalam konferensi Yalta, yaitu perbatasan Timur yang mengikuti garis Curzon, dan perbatasan Barat untuk memperoleh daerah dari Jerman sebagai kompensasi.
Dengan menyerahnya Jerman pada tanggal 7 Mei 1945, kongres diadakan untuk melegalisir penyusunan dan pendudukan Eropa oleh Negara kawan. Kongres itu diadakan di Cecilienhof, Potsdam, yang terletak di luar Berlin. Kongres ini dihadiri oleh perwakilan dari Uni Soviet, yaitu Josef Stalin; Winston Churchill dari Inggris, dan kemudian akan digantikan oleh Clement Attlee setelah pemilihan British; dan Presiden Harry S. Truman dari Amerika. Hasil keputusan dari kongres tersebut adalah sebagai berikut :
- Pelepasan semua daerah yang telah dikuasai Jerman tahun 1937, juga pelepasan divisi Austria dari Jerman.
- Penyiksaan kriminal perang Nazi akan dilakukan.
- Persetujuan bahwa biaya persiapan perang dibayar oleh Jerman. Disetujui bahwa Jerman akan membayar 20 milyar dollar dengan barang-barang industri dan kekayaan Jerman.
- Pernyataan untuk pendudukan Jerman,’Demiliterisasi, denazifikasi, demokratisasi, dan dekarterelisasi’. Hal ini berarti negara aliansi akan membubarkan tentara bersenjata, menyoroti pengaruh pasukan Nazi, membangun pemerintahan yang demokratis, dan mengganti perekonomian nasional dari kondisi monopoli yang dilakukan oleh bisnis besar menjadi perekonomian pasar bebas.
- Pengusiran warga Jerman yang tinggal di perbatasan baru Jerman untuk kembali ke kampung halaman mereka.
- Persetujuan Potsdam – pembagian divisi Jerman dan Austria menjadi 4 daerah, dan pembagian Berlin dan Vienna menjadi 4 sektor, seperti yang telah disetujui pada Kongres Yalta.
- Pendirian garis Oder-Neisse sebagai Perbatasn Jerman yang baru. Garis itu mengikuti jalur Sungai Oder/Odra dan Neisse/Nysa Łużycka sampai jauh menembus daerah Jerman yang dulu.
- Pernyataan agar Jepang menyerah, yang dikenal sebagai Deklarasi Potsdam. Deklarasi itu menyatakan bahwa jika Jepang tidak mau menyerah, maka mereka menyatakan bahwa ” Jepang akan menghadapi kehancuran ”, sebagai referensi bahwa bom atom telah dijatuhkan di Kota Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki.
Konferensi ini merupakan konferensi terakhir bagi Negara Aliansi.
Dikarenakan perannya dalam proses liberisasi Eropa dari Nazi Jerman, Uni Soviet muncul sebagai pemegang kekuasaan setelah perang. Uni Soviet membangun Negara bagian komunis di seluruh area setelah melihat ketidakstabilan Eropa Timur secara politik setelah Perang Dunia ke 2. Pada bulan September 1947, Communist Information Bureau, atau Cominform dibentuk. Tujuan Cominform adalah untuk mendukung rasa solider komunis di bawah pimpinan Uni Soviet, walaupun maksud sebenarnya dari Cominform adalah untuk menentang Marshall Plan yang dibentuk oleh Amerika, yang bermaksud memberi bantuan pada beberapa negara Eropa yang mengalami kehancuran seusai perang. Anggota dari Cominform adalah kelompok komunis Bulgaria, kelompok komunis Czechoslovakia, kelompok komunis Perancis, kelompok pekerja Hungaria, kelompok komunis Italia, kelompok pekerja Inggris, kelompok pekerja Romania, kelompok komunis Uni Soviet, dan kelompok komunis Yugoslavia(sampai Juni 1948). Cominform merupakan suatu langkah awal yang dilakukan Uni Soviet untuk membangun negara komunis ’luar’ secara bebas di seluruh Eropa.
Soviet yang mendukung kelompok komunis Czechoslovakia mengadakan ’coup d’etat’ pada bulan Februari 1948 dengan tujuan untuk mengurangi popularitas saat pemilihan yang akan diadakan pada bulan Mei. Semua pemimpin non-komunis ditangkap dan para pemimpin komunis memperoleh kekuasaan. Czechoslovakia merupakan negara terakhir di Eropa Timur yang memiliki pemerintahan independen, tapi akhirnya terpengaruh oleh komunis. Pengaruh dan dominansi Soviet saat itu benar-benar terasa sampai Eropa Timur, bahkan seluruh dunia.
Sumber: http://djajoelie.blogspot.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Eropa
Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka.
Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan Udara Jerman "Luftwaffe". Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.
![]() |
| Bendera Uni Soviet (kaskus.us) |
Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri diantaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi. Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.
Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia ini juga mengawali praktek-praktek kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.
Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu.
Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.
Pasukan Finlandia memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian perdamaian.
Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.
Sumber: http://djajoelie.blogspot.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Eropa
Georgy Konstantinovich Zhukov (Sirilik: Гео́ргий Константи́нович Жу́ков) (1 Desember 1896 - 18 Juni 1974), komandan militer Uni Soviet dan juga seorang politikus, merupakan salah seorang jenderal yang terkenal lewat jasanya yang besar di Perang Dunia II.
Awal Karier
Terlahir dari keluarga petani di Strelkovka, Maloyaroslavets Raion, Kaluga Guberniya (sekarang Zhukovo Raion Kaluga Oblast), Zhukov kemudian hijrah ke Moskow, dan pada tahun 1915, Zhukov menjalani wajib militer di Tentara Kekaisaran Rusia. Semasa Perang Dunia I, Zhukov mendapat anugerah berupa medali penghargaan Salib Santo George sebanyak dua kali dan dipromosikan pada jabatan opsir non-komisioner atas keberaniannya di medan perang. Dia kemudian bergabung dengan Partai Bolshevik tidak lama setelah terjadinya Revolusi Oktober, dan latar belakang kehidupannya yang miskin menjadi semacam aset baginya didalam badan Partai. Setelah sembuh dari tifus, dia bertempur dalam Perang Saudara Rusia dari 1918 sampai 1920, dan mendapatkan penghargaan Order of the Battle Red Banner karena berhasil membungkam pemberontakan rakyat yang dipicu oleh orang-orang non-komunis / ("Kaum Rusia Putih").
Pada 1923 Zhukov menjadi komandan yang mengepalai sebuah resimen, dan pada 1930, memimpin sebuah brigade. Dia sangat berhasrat dan tertarik dengan teori baru dalam pertempuran, yakni pertempuran tank (armoured warfare) dan juga terkenal karena perencanaannya yang matang, dan disiplin yang tinggi. Dia selamat dari "Pembantaian Besar-besaran" Stalin (dalam bahasa Inggris Great Purge) yang terjadi di kalangan Tentara Merah pada 1937-1938.
Pada 1938 Zhukov ditunjuk untuk memimpin Pasukan Soviet-Mongolia Pertama, dan terlibat dalam pertempuran melawan Tentara Kwantung milik Jepang di perbatasan antara Mongolia dengan Manchukuo yang dikuasai Jepang yang berlangsung dari 1938 sampai 1939 yang dimulai dengan patroli perbatasan rutin yang dilakukan pihak Jepang, tetapi melewati perbatasan Uni Soviet, dan makin memuncak hingga terjadi perang secara besar-besaran dimana pihak Jepang mengerahkan 80.000 tentara, 180 kendaraan lapis baja dan 450 pesawat tempur.
Konflik itu mencapai puncaknya pada Pertempuran Halhin Gol. Zhukov meminta bala bantuan dalam skala besar dan pada 15 Agustus 1939, dia memerintahkan serangan secara frontal pada pihak Jepang. Namun Zhukov berhasil memukul mundur dua brigade tank Jepang lewat manuver yang dinilai berani dan membuahkan hasil, lalu memerintahkan pasukannya agar maju dan mengapit musuh dari dua sisi medan pertempuran. Didukung infantri dan artileri, dua grup tempur mobil berhasil mengepung Pasukan Jepang Keenam dan berhasil merebut tempat logistik dan suplai pasukan Jepang. Alhasil, kurang dari seminggu, moral pasukan Jepang rontok dan dikalahkan dengan mudah oleh Tentara Merah Uni Soviet.
Atas kemenangan melawan Jepang ini, Zhukov dianugerahi dengan medali penghargaan Pahlawan Uni Soviet. Di luar Uni Soviet, pertempuran ini kurang begitu terdengar gaungnya, karena pada saat bersamaan, Perang Dunia II baru saja dimulai. Zhukov memperkenalkan metode pertempuran yang mengandalkan pasukan lapis baja gerak cepat (mobile) pada Uni Soviet maupun Sekutu Barat, tetapi tidak begitu diterima, dan sebagai konsekuensinya, Blitzkrieg yang dilancarkan oleh Jerman Nazi kepada Perancis pada 1940 tidak terelakkan dan Perancis kalah telak dalam hitungan hari.
Zhukov kemudian dipromosikan pada jabatan Jenderal pada 1940, Zhukov langsung menjadi Kepala Staf Jenderal Tentara Merah pada Januari - Juli 1941 sebelum akhirnya digantikan oleh Marsekal Boris Shaposhnikov karena bertentangan dengan Stalin dalam beberapa hal.
Perang Dunia II
Setelah invasi Jerman ke Uni Soviet pada Juni 1941, Zhukov tidak takut mengemukakan ketidaksetujuan maupun kritik kepada Stalin dan para petinggi militer Soviet lainnya. Alhasil, dia dilepas dari jabatannya semula dan dikirim ke Distrik Militer Leningrad untuk menyusun pertahanan kota tersebut. Dia berhasil memukul mundur laju gerakan pasukan Jerman di selatan Leningrad pada musim gugur 1941.
Pada Oktober 1941, ketika pasukan Nazi makin mendekati Moscow, Zhukov menggantikan posisi Semyon Timoshenko untuk memimpin pasukan di front pusat dan ditunjuk untuk mengatur pertahanan kota Moskow. Dia jugalah yang mengatur pengiriman pasukan dari Rusia Timur Jauh, dimana terdapat pasukan AD Soviet dalam jumlah masif. Serangan balasan Soviet yang sukses pada Desember 1941 berhasil meluluhlantakkan pasukan Jerman dan menjauhkan mereka dari ibukota Soviet.
Pada saat itu, Zhukov sangat dihargai oleh Stalin atas segala kesuksesannya di medan perang, juga atas kejujuran dan keterbukaan dalam berpendapatnya. Kesediaan Stalin untuk menerima kritik dan pendapat dari para jenderal Tentara Merah tentunya juga merupakan kontribusi yang tidak kecil sehingga dirinya, dan Uni Soviet, bisa memenangkan Perang Dunia II - bertolak belakang dengan Hitler yang kerap membungkam dan memecat jenderal yang berani protes atas rencananya, dimana hal itu juga menjadi kelemahan Hitler.
Pada 1942, Zhukov menjadi Wakil Kepala Komandan Lapangan dan dikirim ke front barat-daya untuk memegang kendali atas pertahanan kota Stalingrad. Dibawah kepemimpinan Vasilievsky disana, dia memperkirakan pengepungan dan penangkapan Pasukan Jerman Keenam pada 1943 akan mengorbankan banyak jiwa manusia, mungkin mencapai 1 juta. Selama bertugas di Stalingrad, Zhukov menghabiskan banyak waktu untuk serangan-serangan yang konon tidak berhasil di Rzhev, Sychevka dan Vyazma, disebut "Pelumat Daging Rzhev" ("Ржевская мясорубка"), bagaimanapun, Zhukov mengklaim bahwa segala usahanya selama di Stalingrad sukses, yang menyebabkan Stalin berpendapat soal tindakan Zhukov:
"Berlawanan dengan klaim Zhukov, dia sama sekali tidak berkaitan dengan rencana penaklukan pasukan Jerman di Stalingrad; karena rencana tersebut dikembangkan dan mulai dijalankan pada musim dingin 1942, dan saat itu Zhukov sedang bertempur di front lain yang jauh dari Stalingrad."
Pada Januari 1943, dialah yang membuat rencana serangan guna menerobos blokade pasukan Jerman pada kota Leningrad. Zhukov juga menjadi koordinator STAVKA pada Pertempuran Kursk, Juli 1943, memainkan peranan penting dalam perencanaan pertempuran defensif Soviet dan operasi-operasi ofensif yang mencapai kesuksesan besar. Pertempuran di Kursk menjadi kekalahan besar pertama Jerman pada musim panas itu dan muncul klaim bahwa pertempuran Kursk sama menentukannya dengan pertempuran di Stalingrad.
Menyusul kegagalan Marsekal Kliment Voroshilov, Zhukov yang menggantikannya sukses mengakhiri kepungan Nazi atas kota Leningrad pada Januari 1944. Zhukov juga memimpin laju pasukan Soviet pada 1944 serta serangan terakhir pada Jerman pada 1945, merebut kota Berlin pada April 1945, dan menjadi petinggi militer Soviet pertama yang memerintah wilayah pendudukan Soviet di Jerman. Sebagai komandan militer Soviet paling berjasa pada perang melawan Nazi, Zhukov ditunjuk menjadi inspektur "Parade Kemenangan" di Lapangan Merah, Moskow, 1945.
Jenderal Eisenhower, panglima tertinggi pasukan Sekutu di front Eropa Barat, adalah seorang pengagum Zhukov, dan mereka berdua mengunjungi berbagai tempat di penjuru Uni Soviet secara bersama tidak lama setelah kemenangan pihak Sekutu dan Uni Soviet atas Nazi Jerman.
Karier Pasca-Perang
Sebagai seorang pahlawan perang dan tokoh militer yang sangat populer, Zhukov semakin dianggap berbahaya oleh Stalin. Alhasil, pada 1947, dia dipindahkan untuk bertugas di distrik militer Odessa (yang tentunya jauh dari Moskwa). Setelah Stalin meninggal dunia pada 1953, Zhukov kembali ke Moskwa dan menjadi Wakil Menteri Pertahanan pada 1953, dan kemudian menjadi Menteri Pertahanan pada 1955.
Pada 1953, Zhukov mendukung keputusan Partai Komunis Soviet paska-Stalin untuk menangkap (dan kemudian mengeksekusi) Lavrenty Beria, kepala kepolisian negara Uni Soviet pada waktu itu. Beberapa rumor menyebutkan bahwa Zhukov sendirilah yang memimpin penangkapan tokoh 'pembelot' itu sementara Politburo sedang mengadakan pertemuan di Kremlin membahas tentang Beria.
Zhukov sebagai Menteri Pertahanan Uni Soviet, bertanggung jawab atas invasi Soviet kepada Hungaria pada Oktober 1956, dan memang benar, dialah yang mengusulkan invasi itu kepada Khruschev.
Pada 1957, Zhukov mendukung pihak Nikita Khrushchev dalam persaingan politis dengan para oposisi yang konservatif, yang dikenal dengan sebutan "Grup Anti-Partai" yang dipimpin Vyacheslav Molotov. Pidato Zhukov pada rapat pleno Komite Pusat sangatlah berpengaruh - karena secara langsung dia mendukung upaya DeStalinisasi yang dilakukan Khrushchev dan menentang para Stalinis.
Pada Juni 1957, dia diangkat menjadi anggota Presidium Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet. Bagaimanapun, dia mempunyai beberapa ketidakcocokan yang cukup signifikan berkaitan dengan masalah politik dengan Khrushchev dalam hal kebijakan militer. Karena Khrushchev berniat mengurangi jumlah personil militer AD dan AL Soviet, sementara mematok kekuatan nuklir strategis sebagai fokus utama kemiliteran Uni Soviet. Hal itu agar lebih banyak sumber daya manusia maupun SDA di Soviet dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat Soviet.
Zhukov mendukung pihak militer dan menolak kebijakan Khrushchev tersebut. Khrushchev pun menunjukkan bahwa seharusnya Partai Komunis yang mendominasi atas kemiliteran Tentara Merah, dan bukan sebaliknya, lalu memberhentikan Zhukov dari jabatannya dan mengeluarkannya dari Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet pada Oktober 1957. Dalam memoir nya, Khrushchev mengklaim bahwa dia percaya Zhukov merencanakan suatu kudeta terhadap dirinya.
Setelah Khrushchev lepas dari tampuk kekuasaan pada Oktober 1964, pemimpin baru Uni Soviet yakni Leonid Brezhnev serta Aleksei Kosygin mengembalikan Zhukov, walaupun bukan untuk menduduki kembali segala jabatannya terdahulu. Brezhnev juga marah ketika pada perayaan Dua Puluh Tahun Kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman, Zhukov mendapat penghargaan dan penghormatan lebih besar daripada dirinya selaku pemimpin Soviet di masa itu. Karena sebenarnya pada masa Perang Dunia II, Brezhnev hanya seorang Komissar junior.
Zhukov terus menjadi figur yang populer di Uni Soviet sampai ketika beliau wafat pada 1974. Beliau dimakamkan dengan upacara kemiliteran penuh penghormatan.
Penghargaan
Zhukov telah menerima berbagai macam penghargaan. Khususnya, dia adalah penerima penghargaan "Hero of the Soviet Union" sebanyak 4 kali. Disamping dia, hanya Leonid Brezhnev yang juga telah memperoleh 4 kali gelar tersebut. Zhukov juga menerima gelar "Order of Victory". Selain itu, juga dianugerahi dengan penghargaan Virtuti Militari dari Polandia.
Lain-lain
Asteroid 2132 yang ditemukan oleh para astronom Soviet kemudian diberi nama Zhukov. Pada 1995, sewaktu perayaan Ulang Tahun Zhukov ke-100, Pemerintahan Federasi Rusia membuat 2 jenis penghargaan baru, yakni Zhukov Order dan Zhukov Medal.
Sumber:
http://id.wikipedia.org
http://britannica.com
















