Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Asia
Presiden dari Dana Investasi Palestina (PIF), Muhammad Mustafa, Kamis kemarin (26/5) mengumumkan bahwa dibutuhkan dana investasi sebesar 1 milyar dolar untuk melakukan rekonstruksi di Jalur Gaza.
Mustafa mengatakan dalam pertemuan dengan sekelompok pengusaha di Gaza bahwa membangun kembali Gaza harus atas prioritas dari pemerintah persatuan mendatang.
"Rencana kami untuk membangun kembali Gaza adalah mulai dengan 200 juta dolar dari anggaran PIF dan mencoba untuk mendapatkan sisa uang melalui sumbangan dari masyarakat internasional dan investor asing," kata Mustafa.
"Tujuannya adalah untuk mulai membangun perekonomian Gaza sebagai bagian dari ekonomi negara yang berdasarkan kemandirian," ujar Mustafa.
Mustafa mengatakan juga Gaza memerlukan bandara baru, pelabuhan, pabrik desalinasi air dan perluasan stasiun listrik untuk menjangkau setiap rumah di Gaza. "Kekuatan Palestina bergantung pada persatuan rakyatnya, yang merupakan aset lebih berharga dari modal investasi," tegasnya.
Mustafa menambahkan bahwa pemerintah persatuan yang baru harus mendesak masyarakat internasional untuk memenuhi janji-janjinya dalam memberikan bantuan 5 milyar dolar untuk membangun kembali Gaza seperti yang diumumkan dalam konferensi Sharm El-Sheikh tahun 2009 lalu.
Mustafa dianggap sebagai calon dari Presiden Mahmoud Abbas untuk jabatan perdana menteri dalam pemerintah persatuan baru Palestina yang akan dibentuk dalam beberapa minggu mendatang.(fq/alahram)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Asia
Delapan tentara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan AS telah tewas dalam serangan terbaru terhadap pasukan asing di Afghanistan selatan.
"Tujuh anggota ISAF tewas menyusul serangan improvisasi alat peledak di Afghanistan selatan hari ini," lapor seorang koresponden Press TV, mengutip pernyataan singkat yang dirilis oleh kontingen militer pada hari Kamis kemarin (26/5).
Sementara itu, Pentagon telah mengkonfirmasi bahwa semua tujuh anggota militer tersebut merupakan orang Amerika.
Dalam insiden terpisah, seorang tentara AS tewas pada hari Kamis kemarin dalam kecelakaan helikopter di provinsi tenggara Afghanistan Paktika, sekitar 155 kilometer (96 mil) tenggara ibukota Afghanistan Kabul.
Pejuang Taliban mengatakan mereka berhasil menembak jatuh helikopter yang dioperasikan oleh pasukan militer AS di provinsi Paktika.
Bom pinggir jalan dan alat peledak improvisasi (IED) sejauh ini menjadi senjata yang paling mematikan pejuang Taliban yang telah digunakan untuk melawan pasukan asing, pasukan Afghanistan.
Lebih dari 190 tentara asing telah tewas di Afghanistan yang dilanda perang sepanjang tahun ini.
Tahun lalu, merupakan tahun yang paling mematikan bagi korban militer asing dengan dilaporkan 711 diantaranya tewas.
Ratusan warga sipil juga tewas dalam serangan udara yang dipimpin AS dan operasi darat di berbagai wilayah Afghanistan selama beberapa bulan terakhir.(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Afrika
Serangkaian ledakan kuat telah mengguncang ibukota Libya, Tripoli, pada saat pesawat tempur NATO melakukan serangan udara terbaru di dekat kediaman Muammar Gaddafi.
Beberapa ledakan besar yang mengguncang ibukota Libya Tripoli terjadi pada hari Kamis malam (26/5) dan asap terlihat mengepul dari kompleks pemimpin Libya Muammar Gaddafi di Bab al-Aziziyah.
Kompleks Bab al-Aziziya, yang merupakan rumah Gaddafi, telah mengalami serangan sejak Senin malam lalu.
Lima ledakan terdengar dalam rentang 10 menit, setelah pesawat tempur NATO membom situs sipil dan militer di wilayah Nalyut setelah tiga malam berturut-turut melakukan serangan terhadap kota Tripoli, termasuk fasilitas telekomunikasi negara, kantor berita resmi JANA melaporkan.
Pada bagian lain, pesawat tempur NATO juga membom posisi pasukan tentara yang setia kepada penguasa Gaddafi di Nalyut, sebelah barat Tripoli, kata laporan tersebut.(fq/reu)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Eropa
Kekejaman Jenderal Ratko Mladic melegenda, teriakannya "Bakar otak mereka!" merupakan teriakan yang disampaikannya kepada para prajuritnya di Sarajevo untuk melakukan penyerangan.
Saking sombongnya, dia menjuluki dirinya sendiri sebagai "Tuhan" bagi Serbia.
Mladic, pada masa perang Serbia Bosnia sebagai kepala militer melakukan genosida pembantaian terburuk terhadap warga sipil di Eropa sejak Perang Dunia II, sehingga menjadikan dirinya sebagai buronan penjahat perang PBB No 1 bersama dengan mitranya, Radovan Karadzic.
Mladic, 69 tahun, berhasil menghindari penangkapan sejak ia didakwa oleh pengadilan pada tahun 1995. Tetapi hari-harinya sebagai seorang buronan terus berlanjut setelah pasukan keamanan Serbia berhasil menangkap Radovan Karadzic pada tanggal 21 Juli 2008, di Beograd. Pada hari Kamis kemarin (26/5), Presiden Serbia mengumumkan bahwa Mladic saat ini berada dalam tahanan.
Dikenal sebagai pribadi kejam yang memimpin pasukannya dalam serangan gencar Serbia pada tahun 1995 terhadap kantong-kantong yang dilindungi PBB Srebrenica - di mana ribuan pria Muslim dan anak laki-laki tewas dibantai - Mladic telah didakwa atas genosida terhadap penduduk kota Bosnia tersebut.
Hanya beberapa jam sebelum pembantaian, Mladic membagi-bagikan permen untuk anak-anak Muslim yang ditangkap di alun-alun kota dan meyakinkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja - bahkan menepuk kepala seorang anak muslim dengan ramah. Gambaran menyeramkan kekejaman Mladic selamanya akan tercetak di benak korban-korban selamat pembantaian di Srebrenica.
Lahir 12 Maret 1942, di desa Bosnia tenggara Bozinovci, Mladic lulus dari akademi militer bergengsi Beograd dan bergabung dengan Komunis Yugoslavia pada tahun 1965. Memulai karir sebagai tentara ketika Yugoslavia merupakan federasi enam-negara, karir militer Mladic terus naik sehingga menjadi jenderal sebelum pecahnya negara itu pada tahun 1991.
Pada awal pertumpahan darah Balkan, ia memimpin pasukan Kroasia Yugoslavia di Knin dan diyakini telah memainkan peran penting dalam pemboman di kota pantai Zadar.
Diangkat tahun 1992 oleh Karadzic, Mladic memimpin pasukan Serbia Bosnia sampai terjadinya perjanjian Dayton yang membawa perdamaian ke Bosnia pada tahun 1995.
Di antara prajuritnya, Mladic berhasil menciptakan loyalitas tinggi - banyak tentara Bosnia Serbia berjanji untuk mengikutinya sampai mati.
Terobsesi dengan sejarah bangsanya, Mladic melihat perang Bosnia - yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dan membuat pengungsi 1,8 juta orang - sebagai kesempatan untuk melakukan balas dendam terhadap Turki-Utsmani yang telah melakukan pendudukan selama 500 tahun di Serbia. Dia memandang Muslim Bosnia sebagai bangsa Turki dan memanggil mereka dengan penghinaan.
Yakin akan kekuatan militernya, ia dikenal karena sering mengatakan kepada prajuritnya: "Ketika saya memberikan jaminan, hal itu seolah-olah diberikan oleh Tuhan."
Selaam perang Bosnia, setelah meminta kontrol lalu lintas udara dan membersihkan jalan bagi helikopter untuk mendarat ke tanah, ia menyatakan: "Di sini berbicara Ratko Mladic - Tuhan Serbia."
Sarajevo tidak pernah melupakan perintah kepada orang-orang bersenjata Serbia yang menggempur ibukota Bosnia pada awal tahun 1992. Mladic mengeluarkan perintah lewat sistem radio militer, tanpa banyak kalimat yang kemudian direkam dan disiarkan di televisi di hari berikutnya.
"Bakar otak mereka!" ia memerintahkan para penembak terlatihnya untuk membantai muslim Bosnia.
Selama penyerangan terhadap Sarajevo, kata-kata perintah Mladic yang paling sering terdengar adalah: "Hanguskan dan Hancurkan", meskipun terakhir ia membantah pernah memberikan perintah seperti itu.(fq/ap)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Asia
Lima polisi tewas dan seorang komandan Afghanistan terluka dalam serangan udara yang dilakukan oleh aliansi pasukan asing di provinsi timur Afghanistan Nuristan.
Insiden itu terjadi pada hari Jumat ini (27/5) di kota Duab, yang jatuh ke tangan Taliban dua hari lalu, seorang koresponden Press TV melaporkan.
Pasukan aliansi asing yang dipimpin AS telah mencoba untuk mengambil kembali kota tersebut dengan membombardir berbagai posisi, laporan tersebut menambahkan.
Sebelumnya dilaporkan Taliban berhasil mengambil alih Kota Duab di Provinsi Nuristan setelah terjadinya pertempuran yang berlangsung selama dua hari di wilayah itu.
Hampir empat bulan lalu pejuang Taliban juga berhasil mengambil alih kota Matal, di Provinsi Nuristan timur.(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Dalam sejarahnya Amerika telah memberikan bantuan senilai 100 milyard Dollar kepada Israel sejak Negara itu berdiri atau selama 50 tahun lebih. Selain bantuan formal dari Gedung Putih, Israel juga mendapatkan bantuan informal dari loby yahudi di Amerika. Bahkan lebih dari itu Israel selalu mendapatkan bantuan dari kebijakan politik luar negeri Amerika yang selalu membela kepentingan Israel. Walaupun realitasnya Negara yahudi itu selalu melakukan tindakan pelanggaran hak asasi manusia, tetapi Amerika tidak pernah mengecamnya apalagi menekannya. Bahkan terkesan Negara paman sam itu membiarkannya atau bahkan mendukung semua tindakan kejahatan Israel.
Untuk lebih jelas, marilah kita perhatikan perjalanan sejarah kebijakan politik dalam peradaban modern Amerika :
1. Sesaat setelah perjanjian Balfour di tandatangi pada tanggal 2 Februari 1917, presiden Amerika langsung memberikan konfrensi pers: “saya pribadi dan atas nama presiden, sangat bangga dengan sikap Negara koalisi dan rakyatnya yang setuju dengan berdirinya Negara komonoleth yahudi Israel di Palestina dan saya sendiri mendukung secara mutlak berdirinya Negara Israel “.
2. Pada tanggal 11 September 1922: senator dan konggres Amerika mengeluarkan keputusan tentang dukungan penuh mereka atas berdirinya Negara Israel di Palestina untuk menampung bangsa yahudi yang tersebar di dunia.
3. Pada tanggal 11 Mei 1942: konfrensi zionis internasional di selenggarakan di hotel Baltimore New York yang mengeluarkan keputusan bersama untuk merubah Palestina menjadi Negara yahudi, mengusir semua warga arab yang ada di dalamnya dan kalau mereka menolak atau melakukan perlawanan, maka harus di atasi dengan kekuatan militer. Melihat keputusan itu, Presiden Amerika pada waktu itu Roosevelt langsung memberikan dukungan atas hasil konferensi zionis itu.
4. Pada tanggal 16 Maret 1945: Presiden Amerika Roosevelt mengadakan pertemuan dengan salah satu Ketua Zionisme DR. Stephan Weiz. Melalui pertemua itu Presiden Amerika menjelaskan bahwa sesungguhnya ia sebagai presiden sudah mempunyai sikap yang jelas dan tegas terhadap rencana zionisme yang sudah ditulis dalam surat resmi pada Oktober 1944. Surat itu sendiri dikirim langsung kepada salah satu anggota Konggres dari partai Demokrat di wilayah New York. Dalam surat itu ditegaskan tentang semua program kerja partai Demokrat khusus nya untuk tahun 1944, khususnya tentang sikap mereka terhadap program eksodus dan migrasi yahudi ke Palestina dan mendirikan Negara yahudi di Palestina.
5. Pada tanggal 16 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman memberikan dukungan penuh untuk mengeksodus sebanyak mungkin orang yahudi ke Palestina, hal itu ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers.
6. Pada tanggal 31 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman mengirim surat resmi kepada Perdana Menteri Inggris Clamant Attlee, yang isinya meminta kepadanya agar segera mengizinkan 100 ribu yahudi yang selamat dari ancaman pemusnahan Hitler dan kabur ke Inggris untuk segera di kirim ke Palestina.
7. Pada tanggal 5 Mei 1946: Presiden Amerika Truman menekan Perdana Menteri Inggris untuk menerima 100 ribu pendatang yahudi di Palestina dan Amerika menjanjikan akan membantu proses eksodus mereka dengan mendatangkan kapal laut yang besar untuk mengangkut semua yahudi itu.
8. Pada tanggal 14 Oktober 1946: Truman juga mengeluarkan surat keputusan yang isinya menganjurkan semua orang yahudi ke Palestina tanpa menunggu hasil akhir proses politik dan militer tentang penjajahan Palestina oleh Inggris.
9. Pada tanggal 29 November 1947: Amerika Serikat melakukan tekanan intensif kepada beberapa Negara, untuk mendukung voting pemecahan Palestina untuk menjadi dua wilayah antara yahudi dan bangsa arab. Delegasi Negara-negara yang mendapat tekanan Amerika adalah Haiti, Liberia dan lainnya. Yang seandainya Negara-negara tersebut menolak pembagian Palestina, maka rencana itu akan gagal.
10. Pada tanggal 14 Mei 1948: hanya berselang 10 menit terbentuknya Negara Israel, Presiden Amerika Truman langsung mengumumkan sikap resmi negaranya dengan mengakui Negara Israel dan langsung membuka hubungan diplomatic secara resmi.
11. Pada tanggal 29 Mei 1965: Komisi Hubungan Luar Negeri di Konggres Amerika memutuskan untuk mengurangi bantuan kepada pengungsi Palestina sebesar 5%.
12. Pada tanggal 12 Juni 1966: pemerintah Amerika serikat menekan Badan Keamanan PBB agar menghentikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina yang melakukan pelatihan militer dan membentuk milisi perlawanan kepada Israel. dan menghapus semua nama mereka dan keluarganya yang mengikuti latihan dan pendidikan militer dari daftar nama yang berhak atas bantuan kemanusiaan dari UNHCR.
13. Pada tanggal 2 Agustus 1966: Presiden Amerika Johnson menjelaskan bahwa politik Amerika Serikat akan terus mendukung eksistensi Israel dan akan membantunya untuk menjadi Negara super power di kawasan Timur Tengah.
14. Pada tanggal 3 Oktober 1966: Amerika Serikat mengajukan proyek perdamaian antara Suria dan Israel dan tuntutan agar keduanya jangan melakukan hal-hal yang akan menjadikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah memanas. Melihat kelicikan yang diinginkan oleh Amerika itu, akhirnya Uni Sovyet menggunakan hak vetonya untuk menjegal rencana Amerika.
15. Pada bulan January 1979: Presiden Amerika dalam sebuah pertemuannya dengan para tokoh terkemuka zionis Amerika menegaskan bahwa Negara paman sam itu sampai sekarang tidak akan membuka peluang pembicaraan dengan PLO (Palestine Liberation Organization).
16. Pada tanggal 7 Juni 1982: beberapa politisi Amerika yang dipimpin oleh Wakil Presiden melakukan lobby untuk menggagalkan resolusi sanksi bagi Israel.
17. Pada tanggal 12 Juni 1982: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Alexander Heed menegaskan bahwa negaranya tidak akan menekan Israel untuk keluar dari Lebanon.
18. Pada tanggal 15 Oktober 1982: pemerintah Amerika memutuskan untuk menghentikan bantuannya kepada IMF karena mereka lebih focus untuk membantu perekonomian Israel.
19. Pada tanggal 11 Desember 1982: salah seorang juru bicara hubungan luar negeri Amerika menegaskan bahwa hubungan diplomasi antara Israel dan Amerika masih tetap berjalan dengan baik.
20. Pada tanggal 21 February 1983: Presiden Amerika Ronald Regan meminta kepada seluruh Negara-negara Arab agar menerima eksistensi Israel sesuai dengan realitas yang ada.
21. Pada tanggal 19 Oktober 1983: Amerika mengancam akan keluar dari DK PBB dan akan menghentikan bantuan financialnya kepada Badan Dunia itu, kalau DK PBB tidak menerima usulan dari delegasi Israel.
22. Pada tanggal 19 Oktober 1983: pemerintah Amerika menjelaskan bahwa mereka memutuskan untuk meningkatkan hubungan diplomasinya dengan Israel dengan menutup semua perbedaan persepsi dalam peranan Israel di Lebanon.
23. Pada tanggal 12 November 1983: Presiden Amerika Ronald Regan menegaskan kepada Perdana Menteri Israel sikap Washington yang tetap konsisten dalam menjaga keamanan Israel.
24. Pada tanggal 4 Desember 1983: Ronald Regan kembali menegaskan hubungan diplomasi kedua Negara yang terus membaik. Dan sikap negaranya yang akan terus membantu menjaga keamanan Israel dan melawan semua hal yang mengancam keamananannya.
25. Pada tanggal 20 September 1984: Amerika mengancam akan keluar dari Forum Kesatuan Parlemen internasional kalau forum itu mengeluarkan keputusan yang mengecam Israel dengan menyebutnya sebagai Negara rasisme.
26. Pada tanggal 1 Oktober 1984: Konggres Amerika menyetujui untuk memindahkan Keduataan Besar mereka dari kota Tel Aviv ke kota Jerusalem di Palestina.
27. Pada tanggal 28 Oktober 1984: dalam sebuah seminar yahudi Amerka Presiden Ronal Regan menegaskan bahwasanya Israel adalah Negara koalisi strategis dan sahabat Amerika. Dalam kesempatan itu juga, Regan mengecam orang yang menyamakan Israel dengan Negara rasis, karena menurutnya justru dengan berdirinya Israel , yahudi di dunia bisa kembali kepada hokum mereka secara orisinalitas yang mereka tegakan di atas tanah yang sudah dijanjikan Tuhan kepada bangsa itu.
28. Pada tanggal 15 Mei 1985: Menteri Luar Negeri Amerika menegaskan bahwa Washington akan terus menghalangi usaha sebagian kalangan untuk membentuk Negara Palestina merdeka.
29. Pada tanggal 30 September 1985: Ronald Regan menyetujui aksi militer Israel terhadap rumah kediaman ketua PLO di Tunisia sebagai bagian melindungi diri dari aksi teroris.
30. Pada tanggal 18 February 1986: Amerika menolak permintaan ketua PLO agar Amerika mengakui hak bagi rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
31. Pada tanggal 16 February 1987: Presiden Ronal Regan memberikan hak istimewa kepada Israel dalam kesatuan Negara-negara Atlantik walaupun Israel bukan anggota Negara atlantik.
32. Pada tanggal 16 February 1988: Juru Bicara Gedung Putih menyatakan bahwa politik Amerika tetap pada persepsi lamanya tentang hakikat perdamaian di Timur Tengah yaitu semua rakyat Palestina dan bangsa arab dan muslim agar melepaskan tanah Palestina kepada Israel, kalau itu terpenuhi, maka berarti perdamaian di kawasan itu akan cepat terwujud.
33. Pada tanggal 1 Maret 1988: salah satu Organisasi Amerika di bawah PBB meminta agar menghapus keanggotaan PLO dan kantornya di PBB. Mereka juga menuntu agar menyeret seluruh anggota PLO ke pengadilan internasional.
34. Pada tanggal 10 Maret 1988: Pemerintahan Amerika secara sepihak menutup kantor perwakilan PLO di PBB yang mereka berlakukan sejak tanggal 21 Maret 1988. keputusan itu tanpa memperhatikan semua kesepakatan internasional.
35. Pada tanggal 17 Mei 1988: Presiden Amerika Ronald Regan dan Menteri Luar Negeri George Solutes menegaskan bahwa sulosi terakhir dari konflik di Palestina terletak pada keseriusan bangsa arab untuk melepaskan tanah Palestina untuk bangsa yahudi.
36. Pada tanggal 27 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui keputusan pemerintah untuk memindahkan kedutaan Besar mereka dari kota Tel Aviv ke AL Quds (Jerusalem).
37. Pada tanggal 28 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui alokasi biaya pembangunan dua gedung keduataan Amerika di Tel Aviv dan Jerusalem.
38. Pada tanggal 12 Juli 1988: Dewan Pimpinan Pusat Partai Republik menolak terbentuk Negara Palestina merdeka.
39. Pada tanggal 5 Oktober 1988: pemerintah Amerika memutuskan untuk memberikan Kekebalan Diplomasi kepada anggota utusan militer Israel di Washington.
40. Pada tanggal 2 November 1988: salah seorang pembantu Presiden George Bush menyatakan bahwa koalisi strategis antara Amerika dan Israel merupakan kunci utama perdamaian di kawasan Timur Tengah, tetapi walaupun demikian Bush tetap mempunyai sikap yang tidak akan berubah untuk menolak terbentuknya Negara Palestina merdeka.
41. Pada tanggal 15 November 1988: Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan bahwa Amerika tidak setuju dengan susulan pembentukan Negara Palestina merdeka, karena hal itu berarti mengakui kepastian masa depan wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Padahal kedua wilayah itu masih ada dalam persengketaan antara Israel dan Palestina yang baru bisa diselesaikan dalam meja perundingan.
42. Pada tangga; 25 November 1988: Amerika melarang pemimpin PLO yang mereka akui sebagai presiden Palestina untuk masuk ke Amerika guna memberikan sambutan dalam sidang umum DK PBB.
43. Pada tanggal 30 November 1988: mayoritas anggota DK PBB dengan suara voting 151 suara mengakuai resolusi tentang pengakuan hak bagi Pemimpin PLO Yaser Arafat untuk berpartisipasi dalam pertemuan anggota DK PBB. Tetapi Amerika dan Israel menolak resolusi itu dengan alasan karena Yaser Arafat tidak mendapatkan visa dari pihak keimigrasian Amerika.
44. Pada tanggal 1 Mei 1989: pemerintah Amerika menegaskan tetap menolak keanggotaan Palestina dalam WHO (World Health Organization) sebagai anggota tetap dalam organisasi itu.
45. Pada tanggal 15 Mei 1989: Konggres Amerika menyetujui untuk menghentikan semua bantuan financial bagi PBB dan bantuan kemanusiaan bagi seluruh organisasi di bawah PBB kalau DK PBB mengakuai keanggotaan Palestina dalam dewan.
46. Pada tanggal 22 Juni 1989: Presiden Amerika George Bush menegaskan kepada anggota Konggres yang mendukung Israel bahwa Amerika akan tetap memberikan dukungan penuh kepada Israel baik secara financial, politik, diplomasi dan juga militer.
47. Pada tanggal 7 February 1990: Presiden Amerika George Bush menekan Uni Soviet agar meresmikan hubungan diplomatic dengan Israel dan memberikan izin kepada yahudi Uni Soviet untuk migrasi ke Israel melalui jalur penerbangan langsung dari Moscow ke Tel Aviv dengan biaya pemerintah Uni Soviet.
48. Pada tanggal 22 February 1990: dari 100 senator, 84 diantaranya mendukung Israel untuk menjadikan kota Al Quds (Jerusalem) sebagai Ibukota Negara yahudi itu.
49. Pada tanggal 3 April 1990: Presiden Amerika George Bush mengumumkan dukungannya terhadap proyek eksodus dan migrasi yahudi Uni Soviet ke Palestina. yang menurutnya proses migrasi itu merupakan kejadian yang bersejarah dalam abad modern ini sebagai bukti keseriusan Amerika untuk memberikan pembelaan terhadap Hak Asasi Manusia bagi setiap insane atas hak-haknya terutama bangsa yahudi agar mendapatkan hak kembali di Palestina. selain itu Bush tetap menerukan tekanannya kepada Uni Soviet agar memberikan fasilitas penerbangan langsung Moscow Tel Aviv.
50. Pada tanggal 23 April 1990: Konggres Amerika menyetujui usulan Israel untuk menjadikan kota Al Quds sebagai Ibukota Israel.
51. Pada tanggal 18 Juni 1990: Konggres Amerika Serikat menyetujui resolusi yang sudah disepakati oleh Senator yang menuntut agar semua anggota DK PBB untuk menghapus resolusi PBB yang menyamakan antara Negara Israel dengan rasisme.
52. Pada tanggal 19 Juni 1990: Konggres Amerika dan anggota senat meminta kepada pemerintah Amerika agar menekan seluruh anggota PBB dan DK PBB agar segera melakukan sidang umum untuk menghapuskan resolusi PBB tahun 1975 yang menyatakan Israel sebagai Negara rasis.
53. Pada tanggal Desember 1990: DK PBB mengundur pelaksanaan sidangnya tetang proses perdamaian Timur Tengah karena tuntutan Amerika untuk menghapus pasal dalam resolusi PBB tentang pernyataan rasisme Israel.
54. Pada tanggal 12 Desember 1990: Pemerintah Amerika menjanjikan terhadap Moscow untuk memberikan pinjaman sebesar 1 milyard US dollar atas jasanya menerbangkan 360 ribu yahudi Uni Soviet pada tahun 1989.
55. Pada tanggal 19 Juni 1991: Konggres Amerika mengancam akan menghentikan bantuan militernya kepada Jordania dan mengembargonya kalau tidak mengakui eksistensi Israel dan melakukan pertemuan perundingan dengan Negara yahudi itu sebagai usaha perdamaian antara kedua Negara.
56. Pada tanggal 14 Juli 1993: Menteri Pertahanan Amerika mengeluarkan pernyataan bahwa Amerika tetap terikat untuk terus membantu Israel secara intensif dan berkelanjutan dalam menghadapi setiap ancaman terhadap Negara itu. Selain itu,Amerika juga akan terus meningkatkan hubungan diplomatic strategisnya dengan Israel , agar keamanan Israel tetap terjamin.
57. Pada bulan Oktober 1995: Konggres dan Parlemen Amerika mengeluarkan keputusan yang berisi bahwa salah satu kebijakan politik luar negeri Amerika yang harus segera direalisasikan adalah eksistensi kota Al Quds (Jerusalem) sebagai Ibukota Israel dan harus segera memindahkan kedutaan besar Amerika ke kota itu dari Tel Aviv paling lambat akhir Mei 1999.
58. Pada tanggal 14 February 1997: Perdana Menteri Israel Netanyahu sangat marah dengan penjualan 100 pesawat tempur F 16 Amerika kepada Arab Saudi. Menurutnya kalau penjualan pesawat terlaksana, berarti Amerika tidak konsisten dengan kerja sama strategis Israel Amerika dan masih menurutnya pula penjualan pesawat tempur canggih kepada selain Israel di kawasan Timur Tengan akan mengancam perdamaian di kawasan itu. Melihat reaksi keras seperti itu, maka Presiden Amerika Serikat Bill Clinton langsung menghubungi Netanyahu untuk meyakinkan bahwa penjualan pesawat tempur F 16 kepada Arab Saudi akan dibatasi oleh kepentingan keamanan Israel sendiri dan menurutnya sejauh ini kerja sama militer Washington – Riyadh justru untuk menjaga keamanan Israel dari segala ancaman Negara yang tidak simpatis dengan Israel. pada kesimpulannya, Clinton berusaha meyakinkan Netanyahu bahwa Amerika tidak akan membiarkan Arab Saudi untuk menggunakan F 16 – nya sebagai alat untuk menyerang Israel.
59. Pada tanggal 8 Oktober 1997: Menteri Luar Negeri Amerika Madeline Albright mengumumkan daftar gerakan dan organisasi perlawanan Palestina yang dikategorikan sebagai gerakan teroris: Harokah Muqowamah Islamiyah (Hamas), Hizbullah Lebanon, Jihad Islami, Front Pembebasan Rakyat Palestina, Qiyadah Ammah, Front Kemerdekaan Palestina, Milisi Nayeef Hawatimah dan Milisi Abu Nidhal.
60. Pada tanggal 28 April 1998: Bill menyambut hangat dan gembira peringatan berdirinya Negara Israel yang ke 50. dalam acara peringatan yang dilaksanakan di halaman Gedung Putih, ia memberikan sambutan dengan mengatakan: “kita bangsa besar Amerika sudah menyaksikan bersama perjalanan sejarah yang sangat membanggakan dalam perjalan bangsa ini, salah satu yang harus membuat kita bangga adalah karena kita merupakan Negara pertama yang mengakui berdirinya Negara Israel “.
61. Pada tanggal 16 Juni 1998: pasca serangan pejuang Palestina ke pemukiman yahudi, Presiden Clinton langsung memberikan konferensi Pers dengan mengatakan: saya dan atas nama seluruh bangsa Amerika ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap Israel yang pagi tadi mendapat serangan teroris untuk yang kesekian kalinya”.
62. Pada tanggal 23 Februari 1999: salah seorang pembantu Menteri Luar Negeri Amerika untuk masalah Timur Tengah – dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Dewan Yahudi internasional – mengatakan: perdamaian antara Israel dan suria akan sangat membantu kepentingan strategis Amerika di kawasan itu.
63. Pada tanggal 13 Juni 1999: pemerintah Otoritas Palestina menyetujui untuk mengundurkan Konferensi Jenewa tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel , karena mendapat tekanan kuat dari Washington. Dalam anggota konggres sendiri sekitar 365 di antara mereka mendukung kebijakan politik Menteri Luar Negeri Amerika yang menentang konferensi itu dan hanya 5 orang yang mendukung terlaksananya konferensi. Selian itu anggota konggres juga menekan Sekjen PBB Koffi Annan dan pemerintah Swiss untuk tidak membantu dan memfasilitasi berlansungnya konferensi itu.
64. Pada tanggal 20 January 2000: Perdana Menteri Israel Ehud Barak meminta kepada Presiden Amerika Bill Clinton untuk secara intensif menghentikan segala bentuk perlawanan Palestina yang merepotkan Israel khususnya di selatan Lebanon.
65. Pada tanggal 30 Juni 2000: Presiden Amerika Bill Clinton mengancam akan merevisi sikap dan hubungan Amerika dengan rakyat Palestina kalau merekamengumumkan Negara Palestina merdeka secara sepihak.
66. Selama masa kepresidenan Bush Junior (George Walker Bush) sampai bulan Maret 2003 ini telah mengeluarkan sekitar 150 kebijakan politik khususnya dalam negeri untuk membantu menanggulangi krisis ekonomi dan politik Israel dan 150 resolusi yang mengenyampingkan hak-hak rakyat Palestina terhadap tanahnya.Bahkan lebih dari itu, dalam setiap resolusi itu, Amerika terus mengecam aksi perlawanan rakyat Palestina terutama aksi bom syahid. Mereka juga telah memasukan Jihad Islami, Hamas, Hizbullah dan hampir semua pergerakan perlawanan Palestina dalam daftar organisasi teroris internasional yang akan diperangi oleh Amerika.Selain itu, mereka juga menangkapi puluhan warga arab yang bermukim di AS sejak puluhan tahun silam. Di antara mereka yang ditangkap adalah DR Sami Al Aryan yang berasal dari Palestina dengan tuduhan mendukung gerakan perlawanan Palestina baik politik ataupun dukungan financial. Selain itu Amerika jug sering kali menggunakan hak vetonya di DK PBB untuk menjegal semua resolusi Dewan yang merugikan Israel walaupun resolusi itu hanya sebatas mengutuk tindakan Israel terhadap rakyat Palestina dan Lebanon pada masa tahun itu.
Inilah daftar panjang standar ganda Amerika dan pembelaan mereka terhadap kepentingan Israel yang jangankan Israel diganggu secara militer,hanya karena resolusi kutukan saja mereka akan gunakan hak vetonya. Dalam bahasa lainnnya mungkin kita bisa mengatakan: inilah daftar panjang permusuhan Amerika terhadap bangsa arab dan umat Islam demi menjaga eksistensi Israel, Amerika sanggup melakukan apapun bahkan mungkin hidup bertekuk lutut dihadapan yahudi agar Israel tetap eksis dan terjaga. Pada akhirnya semua yang dilakukan oleh Amerika baik perang, loby, diplomasi dan keputusan hanya untuk membela kepentingannya di kawasan Timur Tengah dan demi kepentingan Israel semata.
Sumber: http://eradajjal.blogspot.com










