Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Pernah menonton film action fiksi 'Stealth'?
Disana diceritakan tentang militer Amerika yang telah mengembangkan pesawat tempur super canggih dengan teknologi Stealth dan Scramjet (kecepatan hipersonik), F/A-37 Talon.
Tapi mereka juga punya versi lain dari pesawat itu yaitu UCAV EDI. UCAV, Unmanned Combat Air Vehicle, adalah pesawat tempur tapi tidak memiliki awak (un-manned). Pesawat canggih itu bisa dikendalikan dari jauh, tapi bisa juga dirancang memiliki otonomi yang luas. Apa artinya? Artinya dengan supercomputer yang ada di dalam cockpit pesawat itu, mereka bisa berpikir sendiri, dan mengambil keputusan sendiri. EDI adalah singkatan dari Extreme Deep Invader, dimana pesawat itu bisa menembus jauh ke dalam posisi musuh.
UCAV EDI sendiri cuma khayalan, tapi ternyata militer Amerika juga telah mempunyai rancangan prototipe dari konsep futuristik ini. Pesawat tempur tanpa awak ini adalah Northrop Grumman X-47B.
Suatu saat nanti, perang di angkasa tidak akan lagi melibatkan pilot, tapi cukup pesawat-pesawat tempur tanpa awak yang dikendalikan dari jauh, dari Command Center-nya. Tentu saja ini tidak akan dipakai untuk perang dunia karena dunia sudah masuk dalam era damai. Ini terutama adalah untuk mempertahankan Bumi dari serangan Alien dari luar bumi.
Sumber: http://argakencana.blogspot.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Foto Perang
,
Perang di Indonesia
Balaikota Batavia atau Stadhuis, di depan balai kota inilah para penjahat kelas kakap zaman Hindia Belanda di eksekusi gantung. Menara diatas balai kota itu di dalamnya ada lonceng yang bernama Soli Deo Gloria, jadi setiap ada eksekusi lonceng tersebut selalu dibunyikan untuk memanggil para penduduk disekitar Batavia untuk menyaksikan hukuman gantung. Eksekusi terakhir yang mengikutsertakan lonceng kematian terjadi pada 1896 dengan tereksekusinya Tjoen Boen Tjeng yang dihukum gantung karena terlibat dalam penjarahan.
Foto ini diambil sekitar tahun 1869-1870, sayangnya tidak menyebutkan tempat kejadian. Namun dapat terlihat jelas bahwa telah dilaksanakan hukuman gantung dan tampaknya orang disekitarnya yang sedang memegang benda berwarna putih (mungkin papan nama) juga menunggu untuk di eksekusi. Eksekusi ini dijaga oleh pasukan berkuda Hindia Belanda.
Sedangkan foto ini diambil sekitar tahun 1890-1910 di jambi, yang di eksekusi merupakan para terdakwa pembunuhan.
Sumber: http://www.whooila.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Eropa
Tahukah Anda pada tahun 1932-1933, Uni Sovyet melakukan genosida terhadap bangsa Ukraina secara sistemastis dengan menutup jalur pasokan makanan, mengambil hasil tani, dan ternak dari masyarakat Ukraina sehingga menyebabkan bencana kelaparan massal?!
Semua bermula pada tahun 1917. Saat itu Revolusi Bolshevik mengangkat semangat Marxisme. Menelurkan tokoh-tokoh seperti Lenin, Trotsky dan Stalin. Revolusi ini membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial. Para petani tidak lagi “mempunyai” tanah, karena tanah mereka punya negara. Apa yang dihasilkan di tanah itu harus untuk kepentingan negara.
Pada tahun 1927, stok pangan negara turun drastis. Stalin mengumpulkan anak-anak muda dari seluruh negeri untuk dijadikan ”food collector”. Merampas secara paksa hasil pertanian rakyatnya sendiri.
Semasa itu Stalin melakukan 3 macam perlakuan terhadap para petani sebagai berikut:
1. “Hilangkan” petani pembangkang secepatnya.
2. Masukkan ke dalam kamp kerja paksa.
3. Pindahkan ke daerah liar, Siberia dan Asia.
1 juta orang di deportasi, ribuan lainnya ditembak. Para petani melawan, mereka menghancurkan hasil panennya sendiri dan membantai 26 juta sapi serta 15 juta kuda daripada jatuh ke tangan Bolsheviks. Merasa persediaan pangan negara belum cukup, oleh karena itu Stalin “melirik” Ukraina dan penduduk sekitarnya untuk dijadikan tumbal.
- Pada Tahun 1932, Fred Beal menemukan satu desa dekat Kharkov-Ukraina, dimana hanya ada 1 oran yang bertahan hidup, sisanya menjadi bangkai.
- Salah seorang komunis Lev Kopolev, mengatakan saat itu wanita dan anak-anak perutnya menjadi kurus dan kebiruan dengan sorot mata sayu menanti kematian.
- Pada saat itu Kanibalisme umum terjadi, Andriy Melezhyk menemukan di kota Poltava, seember rebusan hati, jantung dan paru-paru manusia.
- Untuk mendapat makanan, beberapa wanita menawarkan seks kepada petugas komunis.
Sumber: http://www.whooila.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Foto Perang
Fotografer Jonathan Andrew, yang tinggal di Amsterdam, memproduksi serangkaian gambar yang luar biasa pada Perang Dunia II di Belanda, Belgia dan Perancis.
![]() |
| Jenis 583a Heerenduin - Belanda |
![]() |
| Penjara Type 623 - Belanda |
![]() |
| Tipe L483, Bunker Radio Transmitter Tengah - Belanda |
![]() |
| Tipe 669 Heensche Molen - Belanda |
![]() |
| Tipe 669 Heenschemolen - Belanda |
![]() |
| Tipe 703 Emminkhuizen - Belanda |
![]() |
| SK Menara Pengamatan - Belgia |
![]() |
| R636 Post Pengendalian Kebakaran - Perancis |
![]() |
| Gigi Dragon, Riegelstellung Dune. Digunakan untuk memperlambat dan menghambat tank. |
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
,
Perang di Amerika
- Walaupun serangan cukup sukses dalam menghancurkan kapal-kapal induk AS, namun Jepang tidak menyerang dan menghabiskan kapal-kapal selam Amerika karena mereka mengganggap itu tidak penting, sayangnya keputusan itu ternyata salah sekali dimana kapal-kapal selam Amerika lah yang sangat berjasa dalam memutus import-ekspor subsidi ke Jepang (kapal-kapal selam AS menembaki kapal-kapal yang menuju Jepang).
- Kesuksesan serangan terhadap Pearl Harbor mengejutkan bukan hanya dari pihak Amerika namun juga mengejutkan pihak Jepang.
- Sebenarnya radar di Pearl Harbor sudah mengetahui bahwa ada sekawanan formasi udara yang sangat besar yang sedang mendekati Pearl Harbor, namun petugas lapangan yang melapor kepada atasan menyalahartikan formasi itu sebagai pesawat B-17 Amerika yang dijadwalkan untuk memang datang ke Pearl Harbor.
- Jepang menyerang dengan total 6 Carrier dan 423 pesawat.
- Salah satu admiral Amerika berkata, “ Dengan mengesampingkan kelicikan Jepang karena menyerang secara tiba-tiba, Jepang telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat dan sukses.”
- Perlu diketahui bahwa sebelum serangan dilakukan, Jepang menipu Amerika dengan berkata bahwa mereka tertarik dengan perdamaian.
- Serangan hari itu dilakukan pada hari Minggu pagi, karena hari Minggu pagi itu jugalah yang menyebabkan banyak prajurit Amerika masih sedang terlelap tidur dan tidak siaga.
- Pada hari Minggu itu, parahnya lagi, Admiral US Husband Kimmel, dan Jendral Walter Short sedang diliburtugaskan.
- Sehari setelah serangan dilakukan, yakni pada 8 Desember 1941, Voting dilakukan oleh kongres Amerika dengan hasil semua anggota kongres menyatakan setuju untuk perang dengan Jepang, dan hanya ada satu suara yang tidak setuju untuk melakukan perang terhadap Jepang, orang tersebut adalah Jeannette Rankin of Montana, orang yang sama juga voting agar Amerika tidak ikut campur tangan dalam Perang Dunia I.
- Sebenarnya AS sudah merasa bahwa Jepang ada kemungkinan akan menyerang AS setelah sekian lama bersitegang masalah embargo minyak dan lain-lain. Namun, Amerika tidak menyangka bahwa Pearl Harbor akan dijadikan sasaran, Amerika merasa bahwa Jepang pasti akan mengincar Filipina terlebih dahulu.
- Serangan dilakukan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama targetnya adalah Battleship (kapal induk), dan pesawat. Gelombang kedua targetnya adalah kapal lainnya dan fasilitas dermaga lainnya.
- Jepang sebenarnya ingin melakukan serangan gelombang ke 3. Namun Jepang tidak jadi melakukannya karena mereka menimbangkan beberapa faktor.
- Sudah tidak ada yang terkejut karena AS sudah tahu bahwa mereka sedang diserang.
- Kemampuan Anti-Airgun AS meningkat jauh sewaktu gelombang kedua ketimbang serangan ketika gelombang pertama. Ketika gelombang pertama kapal jepang yang jatuh hanya 6 buah, namun ketika gelombang kedua pesawat Jepang jatuh hingga 23 buah. Meningkat lebih dari 100 persen.
- Proses bolak-balik untuk gelombang ke 3 membuat kemungkinan Amerika bisa menyerang kapal induk Jepang karena pesawat-pesawat Amerika yang di darat masih ada.
- Serangan berhenti pada pukul 9.45 pagi waktu setempat.
- Jepang mengira serangan terhadap Pearl Harbor akan membuat AS jatuh dan tidak bisa berbicara banyak di Perang Dunia II, namun ternyata serangan tersebut malah membuat warga Amerika bahu membahu untuk membalas Jepang dan berujung pada kehancuran Jepang.
- Pearl Harbor dan kekuatan Angkatan Laut Amerika berfungsi kembali secara maksimal hanya dalam tempo 60 hari, tidak sesuai dengan perkiraan Jepang dimana perkiraannya Angkatan Laut Amerika akan lumpuh hingga 6 sampai 8 bulan.
- Ketika serangan dilakukan Pearl Harbor benar-benar sangat tidak siap. Pesawat dibiarkan terbuka tanpa perlindungan dan berdekat-dekatan sehingga sulit untuk diterbangkan. Senjata Anti-Aircraft di kapal pun semuanya dibiarkan tidak siap dan tanpa amunisi. Ditambah serangan dilakukan Minggu pagi dimana banyak prajurit yang masih tidur, serangan menjadi sangat-sangat sukses.
- Dorrie Miller, merupakan orang kulit hitam pertama di Amerika yang mendapat penghargaan Navy Cross. Ia sendiri merupakan seorang koki di Navy AS, ketika serangan terjadi ia pergi ke dek dan meskipun tidak pernah memegang senjata sebelumnya, ia langsung menuju senjata Anti-Aircraft Browning .50 caliber Anti-Aircraft Guns dan menembak jatuh hingga 2 pesawat Jepang.
Sumber: http://www.whooila.com
Posted by Rifan Syambodo
Categories:
Label:
Fakta Perang
Kisah Nyeleneh Penerbang-penerbang Jepang
Salah seorang pilot tempur Jepang dalam Perang Dunia II (PD II) bernama Hiroyishi Nishizawa, bahkan dalam beberapa catatan sejarah dialah yang termahsyur diantara para “Ace” negeri matahari terbit itu. “Ace” adalah penerbang tempur jagoan dalam artian banyak menimbulkan korban pada pihak lawan saat itu. Nishizawa mencatatkan rekor 112 kills atau seratus dua belas pesawat musuh telah ditembak jatuh olehnya. Jumlah yang tidak sedikit. Mendengar jumlah ini orang bisa merasa kagum akan kemampuan terbang sang pilot tapi juga membuat bulu kuduk bergidik dibuatnya, mengingat jumlah korban tewas yang dicatatkannya tidak sedikit.
![]() |
| Hiroyishi Nishizawa |
Perang memang selalu menimbulkan gambaran yang mengerikan. Tetapi ternyata, ada juga senyum-senyum kecil yang bisa ditimbulkan dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam perang itu sendiri. Kembali pada kisah Hiroyishi Nishizawa misalnya, kejadian uniknya berkisar pada tahun 1942. Nishizawa terbang bersama “Ace’ Jepang lainnya; Saburo Sakai yang namanya dikenal dunia selain kemampuan terbangnya dia juga piawai menuliskan pengalaman-pengalaman dan biografi, bersama itu beserta pula Toshio Ota.
![]() |
| Saburo Sakai |
Ketika itu mereka terbang ke arah pangkalan udara USA yang pada waktu itu merupakan musuh Jepang, Port Moresby. Mereka terbang dengan susunan formasi yang rapat. Entah mengapa saat itu ketiga pahlawan udara Jepang ini tidak satupun menembakkan peluru ke arah pangkalan militer Amerika tersebut. Dan juga sebaliknya, dari pihak musuh mereka tidak satupun terdengar dentuman misil penangkis udara mereka serta tak satupun pesawat Amerika berusaha mengejar untuk mengusir pilot-pilot Jepang tersebut.
![]() |
| Toshio Ota |
Ketiga Pilot tersebut dengan gagah dan santainya berakrobatik di atas pangkalan udara lawannya. Mereka melakukan gaya “loop” akrobatik udara sebanyak tiga kali. “loop” merupakan gerakan akrobatik udara yang membentuk lingkaran dengan menjungkir balikkan pesawat seperti bentuk roda mobil yang sedang berjalan. Dan mereka terbang hanya 6000 kaki dari tanah. Setelah kembali kepangkalan udara mereka sendiri, mereka tertawa terbahak-bahak. Seakan-akan apa yang telah mereka lakukan merupakan suatu lelucon yang tidak berbahaya. Tentu saja mereka membayangkan bagaimana dongkolnya wajah-wajah pasukan Amerika menyaksikan aksi mereka. Dan mereka menyepakati agar hal tersebut menjadi rahasia lucu mereka.
Namun tanpa disadari sebuah pesawat militer Amerika ternyata membuntuti mereka dari belakang dan menjatuhkan surat di atas pangkalan mereka. Tidak lama setelah itu mereka dipanggil oleh komandan mereka dan ketiganya ditegur habis-habisan. Ternyata sang komandan telah menerima sepucuk surat yang dijatuhkan di atas pangkalan Lae itu. Begini isi surat tersebut:
“Kami sangat terkesan oleh ketiga penerbang yang mengunjungi kami hari ini dan kami kagum pada loop yang mereka buat di atas pangkalan kami. Kami akan sangat menghargai mereka jika penerbang-penerbang itu sudi datang sekali lagi. Selanjutnya kami sangat menyesal tidak membuat persiapan yang lebih dalam kunjungan mereka tadi. Tetapi lain kali mereka akan menerima penyambutan yang lebih meriah.”
Memang kedengarannya seperti main-main saja tetapi hal ini benar-benar telah terjadi dalam Perang Dunia II yang di kisahkan oleh Martin Caidi, seorang penulis dunia penerbangan terkemuka dalam bukunya “Zero Fighter”.
| Dornier 17 |
Kisah Penerbang-penerbang Inggris dan Jerman di PD II
Sebuah kisah lagi yang sempat dicatatkan sejarah yaitu pertempuran antara pasukan koalisi melawan Jerman. Pada awal Perang satu skuadron pesawat fighter Inggris ditempatkan di Perancis untuk ikut menahan invasi Jerman. Saat itu tahun 1942 bertemulah Hurricane Inggris dan Dornier 17 milik Jerman.
Pada suatu saat sebuah Dornier diburu oleh peluru-peluru Hurricane yang diterbangkan oleh Pussy Palmer. Akibatnya salah satu motor Dornier yang bermotor ganda itu terbakar. Navigator dan penembak diposisi ekor meloncat keluar menggunakan parasut. Pesawat yang sial itu kelihatan mulai melayang kehilangan tenaga. Pussy Palmer sang pilot Hurricane menjajarkan pesawatnya disamping pesawat yang limbung itu untuk melihat, apakah sang pilot Jerman itu tewas. Pussy melihat sang pilot tidak bergerak dan kelihatan lumpuh dan yakin bahwa pilot tersebut telah tewas terkena peluru dari Hurricane miliknya.
![]() |
| Hurricane |
Pussy Palmer kemudian beralih untuk mengejar pesawat lainnya, namun dengan sekejap Dornier 17 itu kembali sigap dan berbalik memburu pesawat yang ditumpangi Pussy Palmer dan melepaskan tembakan ke arahnya. Terpaksa Pussy harus mendaratkan pesawatnya secara darurat dengan roda yang masih berada di dalam badan pesawat. Pussy ternyata lengah dan telah dikelabui oleh sang pilot Dornier.
Setelah dihitungnya pesawat Pussy telah dihadiahi 34 lubang peluru. Untungnya dia selamat, Dornier 17 itu kemudian dikejar oleh dua pesawat pendamping Pussy dan diberondong peluru hingga jatuh. Sang Pilot Dornier 17 juga selamat tanpa luka sedikitpun sungguh ajaib memang. Hal inilah yang membuat pilot-pilot inggris kagum dan merasa hormat pada kepiawaian pilot Jerman tersebut, entah karena campur tangan Tuhan atau pilot Jerman ini memang piawai menerbangkan Dornier 17 miliknya.
Lalu apa yang lahir dari rasa hormat kepada musuh ini? Arno nama penerbang Jerman itu kemudian diundang makan malam bersama oleh skuadron Inggris musuhnya tersebut. Dengan bersusah payah karena tidak diizinkan oleh pihak Perancis yang menawannya Arno dijemput dengan pengawalan ketat pihak Perancis. Ia dibawa ke tempat pesta kecil-kecilan itu. Sebelumnya, semua souvenir yang berhasil diambil dari pesawat-pesawat musuh yang telah dihancurkan disingkirkan dari ruangan pesta. Semua plakat-plakat yang membayangkan permusuhan dan dapat menimbulkan rasa sakit hati pada musuh sudah disimpan rapi. Musik mengalun, makanan dan minuman diedarkan. Tamu kehormatan justru musuh yang dibebaskan pula bercengkrama.
![]() |
| William (Pussy) Palmer Mellen (1902-1953) |
Ia juga dikenalkan kepada Pussy Palmer, keduanya malah asyik bercengkrama walaupun dibantu oleh seorang penerjemah. Bila dibayangkan bagaimana mereka saling tembak-menembak diudara hal ini merupakan hal yang tidak lazim apalagi perang antara pasukan koalisi dan Jerman sedang hangat-hangatnya saat itu.
Memang sangat sukar untuk dimengerti, justru karena kisah ini benar-benar terjadi seperti diceritakan oleh “Ace” Inggris Paul Richey dalam bukunya “Fighter Pilot”. Sekalipun demikian kisah-kisah kecil ini tentusaja tidak akan menghilangkan kenyataan betapa kejamnya perang. Dan kisah ini mengingatkan kita bahwa manusia tetap saja manusia.
Sumber: http://menujuhijau.blogspot.com
































