Previous Next
  • Perang Teluk

    Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990...

  • 5 Negara yang Terpecah Akibat Perang Dunia II

    Negara yang terpecah adalah sebagai akibat Perang Dunia II yang lalu di mana suatu negara diduduki oleh negara-negara besar yang menang perang. Perang Dingin sebagai akibat pertentangan ideologi dan politik antara politik barat dan timur telah meyebabkan negara yang diduduki pecah menjadi dua yang mempunyai ideologi dan sistem pemerintahan yang saling berbeda dan yang menjurus pada sikap saling curiga-mencurigai dan bermusuhan. Setelah perang dunia kedua, terdapat empat negara yang terpecah-pecah, antara lain:

  • Serangan Sultan Agung 1628 - 1629

    Silsilah Keluarga Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, atau terkenal pula dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Dilahirkan tahun 1593, merupakan putra dari pasangan Prabu Hanyokrowati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Ayahnya adalah raja kedua Mataram, sedangkan ibunya adalah putri Pangeran Benawa raja Pajang. Versi lain mengatakan, Sultan Agung adalah putra Pangeran Purbaya (kakak Prabu Hanyokrowati). Konon waktu itu, Pangeran Purbaya menukar bayi yang dilahirkan istrinya dengan bayi yang dilahirkan Dyah Banowati. Versi ini adalah pendapat minoritas sebagian masyarakat Jawa yang kebenarannya perlu untuk dibuktikan. Sebagaimana umumnya raja-raja Mataram, Sultan Agung memiliki dua orang permaisuri. Yang menjadi Ratu Kulon adalah putri sultan Cirebon, melahirkan Raden Mas Syahwawrat. Yang menjadi Ratu Wetan adalah putri dari Batang keturunan Ki Juru Martani, melahirkan Raden Mas Sayidin (kelak menjadi Amangkurat I)...

  • Perang Dingin

    Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut...

  • Perang Kamboja-Vietnam

    Pada tahun-tahun terakhir menjelang kejatuhan saigon tahun 1975, negara-negara anggota ASEAN mencemaskan kemungkinan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Asia Tenggara. Ketegangan terus memuncak mengingat ASEAN adalah negara-negara Non-Komunis sedangkan negara-negara Indochina adalah negara komunis. Kemenangan Vietnam pada Perang Vietnam sudah tentu mengkhawatirkan ASEAN ditengah rencana Amerika Serikat untuk mengurangi kehadiran pasukannya yang selama ini secara tak langsung melindungi ASEAN dari invasi komunis ke kawasan tersebut...

Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:


Kali ini saya akan memcoba membandingkan Genghis Khan dengan Alexander Agung yang disebut-sebut mempunyai kekuasaan seperti Genghis Khan, tidak tahu kenapa saya sangat mengagumi sosok dirinya. Mungkin juga karena caranya memimpin, ataupun penaklukannya terhadap wilayah lain. Walaupun Genghis Khan terlihat sangat kejam, terbukti 1.748.000 telah menjadi korbannya. Namun saya sendiri masih mengagumi sosok kepemimpinannya, seperti saya mengagumi tokoh asli dari Indonesia yaitu Ken Arok.


                                                         Genghis Khan vs Alexander Agung


Setelah lama mencari-cari di google, akhirnya saya menemukan sebuah forum yang membicarakan tentang Genghis Khan dan Alexander Agung. Sebelumnya, saya ingin berterima kasih kepada agan darju karena telah menanyakan pertanyaan ini (sapa lebih hebat? dua2nya memperluas wilayah kekuasaannya dgn menakjubkan). Dan berikut adalah beberapa komentar yang memilih Genghis Khan dan Alexander Agung dari member forumm.wgaul.com:

Genghis Khan:
  1. genghis khan dong, dia dari kecil sifat kepemimpinannya udah keliatan
  2. genghis khan katanya punya sekitar 10,000 anak. 1/6 orang mongol sekarang adalah keturunannya sang khan
  3. kayaknya hebatan Genghis khan, bangsa barbar tanpa disiplin dan civilisation kayak si Alexander the Great tapi bisa sangat menakutkan .... kalo gak salah dari mongol ada yang namanya temuri atau siapa gitu, kalo gak salah udah sampe prancis deh :eek:, di prancis dia kalah perang ..... dan mulai lah terpukul mundur...
  4. yup dan ke-4 kerajaan itu daerahnya 'cuma' dari timur tengah sampe cina.
  5. nih perbandingan daerah kekuasaan

    CONQUERERS
    (square miles they conquered)
    1. Genghis Khan (1162-1227) 4,860,000 sqm

    2. Alexander the Great (356-323 B.C.) 2,180,000 sqm

    3. Tamerlane (1336-1405) 2,145,000 sqm

    4. Cyrus the Great (600-529 B.C.) 2,090,000 sqm

    5. Attila (406-453) 1,450,000 sqm

    6. Adolf Hitler (1889-1945) 1,370,000 sqm
    all of which he lost within 3 years

    7. Napoleon Bonaparte (1769-1821) 720,000 sqm

    8. Mahmud of Ghazni (971-1030) 680,000 sqm
  6. mungkin si genghis hanya beruntung di umur . :D .

    si genghis juga mengawali kekuasaan dia dari nol setelah bokapnya mati n dia di keluarin dari suku dia.

    oh ya setau gue si genghis pernah naklukin 3 empire utama di cina.

    bagusnya sih kalo si khan ama aleks gabung jadi satu kekuatan:D (kalau yang ini saya sendiri tidak tahu mendukung siapa)
  7. gwa rasa sih Genghis khan lebih hebat. dia taklukan China utara(kekaisaran Song di china selatan ditaklukan oleh cucunya Kubhilai Khan), taklukan Kesultanan Quarism di Asia tengah( seingat wa ibukota quarism: Samarkand, diratakan dgn tanah dan semua penduduk nya di bunuh... :eek: serem...) dan menaklukan Baghdad. Ada historian yg mengatakan bahwa kemajuan Islam di abad 13 terhambat karena serangan bangsa mongol.                                                                     
Dan mereka yang memihak pada Alexander Agung pun berkomentar:
  1. Kayaknya Alexander the great deh.
  2. iya, menurut gw juga Alexander the Great
  3. Alexander the Great kemana2 laaaa..
  4. gw lebih suka ama allexander the great..
  5. Alexander lebih hebat karena hanya dalam umur 20an dia sudah berhasil menaklukan Eropa dan India.
  6. alexander memang hebat, tapi dia lawan siapa sih?

    kalo mongol kan apaan aja diinjek.

    genghis khan + mongol = the fsckn zerg rush!!!11 KEKEKEKEKEKE
Maaf banget ga bisa nampilin semua komentar dan user yang ikut berkomentar, karena banyak banget. Untuk lebih lengkapnya lihat disini.

Kesimpulan
Dari semua pemimpin di dunia, mereka adalah salah satu pemimpin yang sangat hebat. Walau pun Alexander Agung disebut-sebut mempunyai kekuasaan yang kalah luas jika dibandingkan Genghis Khan, namun Alexander Agung patut kita sandingkan dengan Genghis Khan.

Menambah Pengunjung Blog, Ranking dan Meningkatkan Pagerank Secara Gratis.
Buruan Cari Tahu Disini
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Setelah perang dingin berakhir, peran Genghis Khan sebagai bapak Mongolia kembali terkenal. Dibawah penguasa Soviet, orang-orang Mongol bahkan dilarang menyebut nama Genghis Khan keras-keras. Sekarang, orang-orang mongol sudah bisa berziarah ke makam Genghis Khan yang telah di temukan. Begitu banyak produk-produk atau temuan-temuan yang dikait-kaitkan dengan nama Genghis Khan muncul ke permukaan akhir-akhir ini sehingga pemerintah Mongolia mempertimbangkan untuk menghakciptakan nama “Genghis Khan” untuk melindungi Integritas nama Genghis kan sebagai bapak Mongolia.

Genghis Khan dilahirkan dengan nama Temüjin sekitar tahun 1162 dan 1167, anak sulung Yesügei, ketua suku Kiyad (Kiyan). Sedangkan nama keluarga dari Yesügei adalah Borjigin (Borjigid). Temujin dinamakan seperti nama ketua musuh yang ditewaskan ayahnya.

Temujin lahir di daerah pegunungan Burhan Haldun, dekat dengan sungai Onon dan Herlen. Ibu Temujin, Holun, berasal dari suku Olkhunut. Kehidupan mereka berpindah-pindah layaknya seperti penduduk Turki di Asia Tengah. Saat Berumur 9 tahun, Temujin dikirimkan keluar dari sukunya karena ia akan jodohkan kepada Borte, putri dari suku Onggirat.

Karena namanya kembali populer, mengakibatkan banyak orang penasaran tentang Genghis Khan. Apakah dia orang yang tidak beradab dan haus darah, atau jujur dan adil?

Meskipun pemerintahannya tidak meninggalkan artefak yang nyata, seperti bangunan-bangunan ataupun benda-benda seni, apakah Genghis Khan seorang yang pintar berdiplomasi, toleransi dalam beragama, memberi hak yang sama kepada wanita? Dan bagaimana dengan cerita-cerita berdarah yang dikaitkan dengan nama Genghis Khan?

genghis-khan-murder-1
Mungkin tidak ada tokoh lainnya yang bisa menandingi Genghis Khan dalam hal kematian yang disebabkan langsung olehnya. Satu dari banyak daftar perbuatannya yang paling mencengangkan adalah : Genghis Khan diceritakan telah membunuh 1,748,000 dalam satu jam….

Angka 1.748.000 sebenarnya adalah jumlah populasi disebuah kota di Persia yang dinamakan Nishapur.  Kota ini berlokasi di tempat yang sekarang bernama Iran adalah kota yang ramai pada masa Khan. Dan selama penjelajahannya ke wilayah barat, setelah berhasil menundukkan Cina, Nishapur menjadi salah satu target Khan berikutnya.

Genghis Khan yang berarti “Penguasa Dunia” diambil dari bahasa Altaic, bahasa asli Mongol. Biasanya, orang yang menyerah, dikenakan ampunan oleh Genghis Khan dan di biarkan hidup. Rakyat jelata banyak yang di biarkan hidup ketika penguasa mereka di hukum mati. Lain halnya bagi yang berani melawan.
genghis khan
Di Nishapur, menantu kesayang Khan, Toquchar, tewas oleh panah orang Nishapur. Mendengar hal ini Putri Khan sangat terpukul, dan memohon untuk setiap orang yang ada di Nishapur dibunuh.  Pasukan Khan yang dipimpin oleh anak bungsunya melakukan tugasnya yang keji. Wanita, anak-anak, bayi, dan bahkan anjing dan kucing semuanya dibunuh. Khawatir masih adanya orang yang masih hidup, diduga putri Khan meminta untuk setiap tubuh orang Nishapur di penggal kepalanya lalu tengkoraknya di kumpulkan membentuk piramid. Piramid yang terbuat dari tengkorak orang-orang Nishapura itu pun jadi dalam 10 hari.

Berapa banyak orang yang mati di Nishapur memang masih dipertanyakan jumlahnya secara tepat. Tidak ada bukti bahwa Genghis Khan ada di kota itu ketika peristiwa itu terjadi. Tidak jelas juga mengapa lagenda mengatakan peristiwa itu terjadi hanya dalam waktu satu jam. Dan kabar 1.75 juta orang mati dalam peristiwa itu juga masih buram. Bagaimanapun, banyak orang mati di tangan Genghis Khan atau anak buahnya. Genghis Khan meraih apa  yang ingin dia raih. Dan selama perjalanan dan seleranya terhadap wanita,  sebuah penelitian di tahun 2003 menemukan bahwa sebanyak 16 juta orang hidup sekarang atau sekitar 0,5 persen dari populasi global adalah keturunan dari Khan.
Genghis Khan yang sudah berumur tua dipaksa untuk memimpin pasukan untuk menghancurkan kerajaan Abbasiyah untuk kesekian kalinya, namun ketidak-cakapan para pasukan dan seringnya melakukan mabuk-mabukan memperlemah pasukan militernya. Ia meninggal dalam perjalanan karena terjatuh dari kuda dan dirahasiakan oleh panglima-panglima setianya sampai musuh berhasil ditaklukan. Kuburan Genghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Kekuasaan Mongol diwariskan kepada putra ketiganya, Ogodai Khan. Alasan Genghis Khan menunjuk putra ketiganya untuk meneruskan tahta warisnya, disebabkan oleh keahlian yang dimiliki Ogodai Khan dalam bernegoisasi, memimpin negara dan sifatnya yang tidak sombong (tidak seperti kedua kakaknya yang sering bertempur satu sama lain).


Sumber: http://www.meriam-sijagur.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Cerita tentang Genghis Khan ternyata memiliki banyak sekali kemiripan dengan cerita tentang Ken Arok. Mereka hidup pada abad yang sama, meraih puncak kejayaan pada dekade yang sama, sama-sama merasa mendapat mandat dari langit, sama-sama mendirikan kerajaan besar, pernah hampir mati dikejar-kejar pasukan musuh waktu masih muda, istri/calon istrinya pernah diculik, dan punya anak pertama yang "bukan anaknya".

Genghis (atau Jenghis atau Chingis) adalah pendiri kekaisaran Mongol. Dialah salah satu penakluk terbesar dunia. Kekuasaannya membentang dari Samudra Pasifik hingga Laut Kaspia, empat kali lebih luas daripada pencapaian Iskandar Agung dan dua kali lipat luas kekaisaran Romawi.

Genghis Khan berhasil menaklukkan Khorazim (atau Khurasan) pada 1220-1221 Masehi. Di negeri muslim itu pasukan Genghis membantai jutaan orang. Seorang sejarawan Persia mencatat 50.000 orang anggota pasukan Mongol itu masing-masing membunuh rata-rata 24 orang di wilayah itu.

Sementara itu, Ken Arok adalah pendiri kerajaan Singasari, kerajaan terbesar di Indonesia pada akhir abad XIII. Dia mencapai puncak kejayaan ketika pada 1222 Masehi berhasil mengalahkan Raja Kertajaya Dhandhang Gendhis dari Kediri dalam perang di daerah Ganter.

Jadi, puncak pencapaian Genghis Khan dan Ken Arok dalam hal menaklukkan wilayah yang sebelumnya dikuasai orang lain praktis hampir bersamaan.

Genghis dan Ken Arok sama-sama pernah hampir mati dikejar-kejar pasukan musuh. Pada tahun 1181, Genghis Khan yang masih berusia 20-an tahun itu sudah sempat tertangkap dan dikurung oleh klan Taychiut. Namun Genghis yang waktu kecil diberi nama Temujin itu berhasil melarikan diri.

Dalam pengejaran dia nyaris tertangkap kembali. Namun beberapa kali dia selamat dari 'lubang jarum'. Salah satu yang paling dikenangnya adalah peristiwa pengejaran di bukit Burkhan Khaldun. Setelah berjaya sebagai penakluk dunia, bukit itu dikeramatkannya.

Sementara itu, Ken Arok muda yang masih merupakan penjahat, berhadapan dengan pasukan Tumapel-Kediri. Dalam keadaan kepepet, menurut cerita rakyat, Ken Arok berhasil menyelamatkan diri dengan cara terbang dari pohon siwalan menyeberangi sungai hanya dengan menggunakan pelepah daun tal/talas.

Berhasil selamat dari ancaman maut, serta keberuntungan dan kemenangan yang berturut-turut mereka alami, membuat keduanya merasa seperti mendapat mandat dari langit atau dewa.

Terkait dengan mandat dari langit, Genghis Khan digambarkan memiliki "api di matanya dan cahaya di wajahnya". Dalam berbagai kesempatan penaklukan, Genghis juga menegaskan bahwa dirinya utusan langit. Kalau bukan utusan langit, bagaimana mungkin dirinya memperoleh pencapaian begitu luar biasa. Begitulah argumen yang sering dikatakan Genghis kepada raja dan penguasa yang berhasil ditaklukkan.

Adapun Ken Arok sering digambarkan sebagai anak Dewa Brahma (kebetulan asal usul keluarganya tidak jelas. Ibunya jelas, namun ayahnya tidak jelas). Cerita-cerita silat bahkan menggambarkan ketika marah dahi Ken Arok memancarkan sinar merah tanda dirinya dinaungi oleh Dewa Brahma.

Mengenai istri yang diculik dan 'anak orang lain' juga ada kesamaan. Genghis Khan menikah dengan Borte. Ketika itu posisi Genghis Khan belumlah kuat. Borte, istri pertama Genghis Khan, diculik oleh klan Merkit. Ini sebenarnya adalah tindakan balasan karena ayah Genghis, Yusigei, menculik ibu Genghis, Hoelun, dari suku Merkit.

Setelah melalui operasi militer besar-besaran, dengan mengajak klan lain, Borte bisa direbut kembali. Namun operasi militer ini memakan waktu lama, dan menyisakan masalah, terutama menyangkut siapa ayah dari anak pertama Borte, Jochi. Adik-adik Jochi sering menghinanya sebagai 'keturunan Merkit' atau 'anak jadah'. Meski begitu, Genghis Khan tetap memperlakukan Jochi seperti anaknya sendiri. Kelak Jochi tewas dalam salah satu pertempuran, justru ketika Genghis Khan masih hidup.

Adapun istri pertama Ken Arok adalah Ken Dedes. Sebelum menjadi istri Ken Arok, Ken Dedes adalah istri Tunggul Ametung, akuwu di Tumapel. Ketika hendak menikahi Ken Dedes, Tunggul Ametung menculik gadis itu dari rumah ayahnya di Panawijen. Tunggul Ametung konon dikutuk untuk mati ditusuk keris. Kelak Ken Aroklah yang membunuh Tunggul Ametung dengan keris sekaligus merebut tahta Tumapel dan memperistri Ken Dedes.

Ketika diperistri Ken Arok, Ken Dedes sudah mengandung anak Tunggul Ametung. Bayinya diberi nama Anusapati. Dialah yang nantinya membunuh Ken Arok dan menggantikan posisinya sebagai raja Singasari.

Beberapa dekade setelah Genghis dan Arok, cicit Ken Dedes dari Anusapati bernama Kertanegara bermusuhan dengan cucu Borte bernama Kubilai Khan. Kubilai Khan mengirimkan utusan untuk menaklukkan Jawa namun utusan itu justru disakiti dan dihina oleh Kertanegara.

Cicit Ken Dedes lainnya (lewat Mahisa Wongateleng, adik Anusapati) yakni Wijaya, justru memanfaatkan kedatangan tentara Mongol untuk mengalahkan lawannya dan mendirikan kerajaan Majapahit. Wijaya yang berhasil mengusir pasukan Mongol adalah keturunan dari Ken Arok dan Ken Dedes.

Kekaisaran Mongol yang dirintis Genghis Khan mulai runtuh dan kocar-kacir sepeninggal cucunya, Kubilai Khan. Hanya diperlukan empat kaisar untuk duduk di sana (Genghis, Ogedei anak Genghis, Monkhe cucu Genghis, dan Kubilai cucu Genghis sekaligus adik Monkhe) untuk berdiri lalu tercerai berai.

Kerajaan Singasari juga hanya melalui lima raja dalam empat generasi (Ken Arok, Anusapati, Tohjaya, Ranggawuni, serta Kertanegara) untuk runtuh.

Ah, alangkah banyaknya kemiripan di antara mereka itu.(Setyardi Widodo)

Gambar: salah satu cover buku cerita silat Pelangi di Langit Singasari karya SH Mintardja yang menggambarkan dahi Ken Arok memancarkan warna merah.

Sumber: http://pelangisingosari.worpress.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Pada bulan Shafar, awal bulan ke-12 sejak hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam (Saw) ke Madinah, untuk pertama kalinya Rasulullah Saw keluar dengan tujuan berperang. Peperangan ini dikenal dengan sebutan Perang Widan. Inilah permulaan disyariatkannya sebuah peperangan dalam Islam.

Perang ini bertujuan memerangi kaum Quraisy dan Bani Hamzah. Sayangnya, meski persiapan sudah matang, peperangan tak sempat berkecamuk. Sebab, Bani Hamzah menawarkan perdamaian. Rasulullah Saw bersama para sahabat kemudian kembali ke Madinah.

Selang beberapa saat, Rasulullah Saw mendengar berita kedatangan kafilah kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb dari Syam. Kafilah ini menuju Mekah.

Abu Sufyan adalah musuh kaum Muslim. Mengingat dulu, saat kaum Muslim masih berada di Mekah, harta mereka banyak yang dirampas oleh kafir Quraisy, maka Rasulullah memerintahkan untuk mencegah iring-iringan kafilah tersebut dan merampas barang bawaan mereka sebagai gantinya.

Anjuran Rasulullah Saw ini hanya disambut oleh sebagian kaum Muslimin di Madinah. Mereka menyangka, seperti halnya pada Perang Widan, tak bakal terjadi peperangan.

Pada suatu malam di bulan Ramadhan, berangkatlah sekitar 314 orang Muslim, langsung dipimpin Rasulullah, dengan membawa 70 ekor unta. Setiap unta ditunggangi secara bergantian oleh dua atau tiga orang.

Rencana penyerangan ini bocor. Abu Sufyan, setelah mendengar rencana penghadangan ini, segera mengutus seorang kurir bernama Dhamdham bin Amer Al Ghiffari ke Mekkah untuk meminta bantuan kaum Quraisy. Ia khawatir harta kekayaan yang sedang ia perniagakan direbut oleh kaum Muslim.

Demi mendengar berita dari utusan Abu Sufyan, seluruh kaum Quraisy dengan serta merta menyiapkan diri lalu berangkat meninggalkan Mekah menuju Madinah dengan tujuan berperang. Tak seorang pun dari tokoh Quraisy yang tertinggal. Jumlah pasukan kira-kira 1.000 personil.

Awalnya, pasukan Muslim tak mengetahui keberangkatan bala bantuan tersebut. Sementara iring-iringan kafilah Abu Sufyan telah berhasil meloloskan diri dengan menyusuri mata air Badar, terus ke pantai, lalu menuju Mekkah.

Setelah mengetahui rencana penghadangan gagal dan bala tentara Quraisy dalam jumlah besar akan menyerbu kaum Muslim, Rasulullah Saw segera mengumpulkan para sahabatnya kaum Muhajirin. Dalam keadaan tak memiliki pilihan lain kecuali berperang untuk mempertahankan diri, Rasulullah Saw masih sempat meminta dukungan kepada para sahabatnya.

Ternyata, meski jumlahnya sedikit, semangat kaum Muhajirin untuk berjihad tetap menyala. Apalagi, perang sudah disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala (Swt).

Kaum Quraisy, di bawah pimpinan Abu Jahal, mulai berjalan ke arah lembah Badar. Lembah ini memang sejak lama diincar oleh Abu Jahal untuk diduduki. Mereka bergerak sampai ke salah satu sisi lembah Badar.

Sedangkan pasukan Muslim, dipimpin Rasulullah Saw, tiba di pinggir yang berseberangan. Posisi mereka nyaris berhadap-hadapan di dekat mata air Badar.

Salah seorang sahabat, Al Habab bin Mundzir Radhiyallahu 'anhu (Ra), bertanya kepada Rasul Saw, ''Ya Rasulullah, apakah dalam memilih tempat ini Anda menerima wahyu dari Allah Swt yang tidak dapat diubah lagi? Ataukah berdasarkan taktik peperangan?''

Rasulullah Saw menjawab, ''Tempat ini kupilih berdasarkan pendapat dan taktik peperangan!''

Al Habab mengusulkan, ''Ya Rasulullah! Jika demikian, ini bukan tempat yang tepat. Ajaklah pasukan pindah ke tempat air yang terdekat dengan musuh. Kita membuat kubu pertahanan di sana dan menggali sumur-sumur di belakangnya. Kita membuat kubangan dan kita isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dalam keadaan persediaan air minum cukup, sedangkan musuh tidak akan memperoleh air minum!''

Rasulullah Saw menjawab, ''Pendapatmu cukup baik!'' Lalu, pasukan Muslim bergerak ke tempat yang diusulkan oleh Al Habab bin Mundzir Ra.

Ketika tentara musyrik Quraisy dengan angkuhnya maju menuju lembah Badar, Rasulullah Saw segera mengangkat tangannya ke langit, seperti dilakukan oleh Nabi-nabi Bani Israil, dan berdoa, ''Ya Robbi! Jika pasukan kecil ini sampai binasa, tidaklah akan ada lagi yang menyembahMu dengan hati yang ikhlas!''

Rasul Saw terus memanjatkan doa kepada Allah Swt dengan khusyuk seraya menengadahkan kedua telapak tangan ke langit.

Abu Bakar Ash Shidiq Ra, yang melihat kesedihan di wajah Rasulullah Saw, berusaha menenangkan hati junjungannya itu seraya berkata, ''Ya Rasulullah, demi diriku yang berada di tangan-Nya, bergembiralah! Sesungguhnya Allah pasti akan memenuhi janji yang telah diberikan kepadamu!''

Lalu, tiga orang Quraisy maju ke lapangan terbuka yang memisahkan kaum Muslim dan kaum Quraisy. Inilah kebiasaan orang Arab saat pertempuran akan dimulai: duel satu lawan satu. Tiga sahabat Rasul Saw, Hamzah, Ali bin Abu Thalib --dengan pedang bercabang dua yang diberi nama Zulfikar-- dan Abu Ubaidah, menerima tantangan itu.

Pertarungan berlangsung seru. Akhirnya, Hamzah, Ali, dan Abu Ubaidah, memenangkan pertarungan. Dengan kemenangan ini semangat kaum Muslim semakin membara. Sebaliknya, kaum Quraisy semakin ketakutan.

Pertarungan pun kemudian berubah menjadi pertarungan umum. Dan, benarlah Abu Bakar Ash Shidiq Ra bahwa Allah Swt tak pernah mengingkari janji-Nya.

Tertulis dalam Al-Qur`an surat Ali Imran ayat 3, yang artinya, ''Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslim dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.''

Juga pada surat yang sama ayat 123 hingga 126, ''Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu menjadi orang yang bersyukur. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mu'min, 'Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.' Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.''

Orang Mekah berhasil dipukul mundur. Mereka menderita kekalahan besar. Banyak pemimpin mereka yang tewas. Abu Jahal, salah satunya, jatuh sebagai korban kesombongannya yang tidak terkendalikan.

Dari pihak kaum musyrik, terbunuh 70 orang dan tertawan 70 orang. Sedangkan dari pihak kaum Muslim gugur sebagai syuhada 14 orang.

Tentara musyrik yang tertawan itu diperlakukan secara baik oleh kaum Muslim, kecuali dua orang, salah satu dari keduanya adalah Nazr bin Harits –seperti tertulis dalam Al-Qur`an surat Al Anfal ayat 32. Keduanya dihukum mati karena kebenciannya yang sangat kepada kaum Muslim.

Sementara tawanan yang lain diperlakukan dengan rasa kemanusiaan yang amat besar. Atas perintah Rasulullah Saw, mereka tak boleh disakiti. Bahkan, kaum Muslim membagi makanannya sendiri kepada para tawanan itu. Roti yang paling baik diberikan kepada kaum kafir yang malang, sementara kaum Muslim cukuplah menyantap buah korma saja. Para tawanan naik kendaraan, sementara pasukan Muslim hanya berjalan kaki. Mereka benar diperlakukan layaknya seorang tamu (hidayatullah)

Sumber: http://skooplangsa.blogspot.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Sebuah kuburan masal yang ditemukan di markas organisasi Mujahedin-e Khalq (Mujahedin-e Khalq Organization – MKO) di Irak mengungkapkan teka-teki Perang Teluk tahun 1991. Petugas polisi di propinsi Diyalah mengatakan bahwa kuburan masal itu berisi jenazah warga Kuwait yang menjadi korban invasi rezim Baath selama tujuh bulan di Kuwait.
"Kami telah mendapat informasi bahwa sebuah kuburan masal telah ditemukan di Kamp Ashraf. Tentu saja kami tahu ada kuburan di markas MKO, tapi selama ini kami kira itu kuburan anggota MKO sendiri," ujar Abdulhussein al-Shemri, seorang komandan polisi lokal.

Telah dikonfirmasi, laporan itu akan mengungkapkan keterlibatan MKO dalam perang Saddam Hussein di Kuwait, yang menewaskan lebih dari 3.664 orang Irak dan 1.000 orang Kuwait. Pemimpin MKO disebutkan telah menyembunyikan keberadaan kuburan itu selama ini dengan tidak mengijinkan tentara Irak masuk ke markasnya.

Penemuan kuburan masal itu bertepatan dengan pemberian ijin kepada koresponden regional oleh pemerintah Irak untuk menyiapkan sebuah laporan dari Kamp Ashraf di mana MKO bermarkas selama lebih dari dua dekade. Insiden itu mendorong pemerintah Irak untuk menarik ijin yang telah diberikan dan melarang jurnalis melakukan laporan video dari lokasi tersebut.

MKO merupakan salah satu kelompok yang paling ditakuti oleh kaum Syiah Irak maupun Iran. MKO yang menggabungkan elemen-elemen Marxisme dan Stalinisme, didirikan di Iran tahun 1960an namun dikucilkan 20 tahun kemudian atas tuduhan terorisme. Kelompok itu mendalangi sejumlah operasi teror di Iran, salah satunya adalah pengeboman gedung kantor Partai Republik Islam tahun 1981 yang menewaskan lebih dari 72 pejabat pemerintah Iran.

Tahun 2007, laporan intelijen Jerman dari Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi telah mengidentifikasi MKO sebagai sebuah organisasi Stalinis, represif, dan bersifat seperti sekte dengan pemujaan terhadap pemimpin mereka, Maryam dan Masoud Rajavi. Jenazah-jenazah di kuburan markas MKO adalah warga Kuwait yang sebelumnya dinyatakan hilang dan sedang dicari kuburannya oleh pemerintah Kuwait. Awal bulan Juli ditemukan sebuah kuburan masal di dekat Najaf, Kuwait, namun menurut duta besar Kuwait, Ali Al-Moumen, tidak ditemukan satu pun jenazah warga Kuwait di situ.

Irak dan Kuwait kini sedang menjalin dialog untuk mengakhiri isu-isu yang selama ini mengganjal hubungan antara keduanya, termasuk hutang, kompensasi, dan hilangnya warga Kuwait dalam invasi tahun 1991. Al-Moumen mengatakan ia telah menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah Irak yang berkeinginan untuk menyelesaikan semua isu antara kedua negara dan memulai hubungan yang baru. Ia mengatakan luka akibat invasi Irak hanya dapat sembuh bila Irak setuju untuk melunasi hutang dan kewajibannya terhadap Kuwait.

Beberapa hari setelah penemuan kuburan masal di Najaf, juru bicara parlemen Irak, Dr. Iyad Al-Samerraie, mengunjungi Kuwait untuk membahas kerjasama antara kedua negara dengan pejabat pemerintah Kuwait. Sabtu lalu menandai peringatan 18 tahun invasi Irak ke Kuwait. Tanggal itu selamanya akan diingat oleh generasi Kuwait dan Arab, kini dan mendatang, sebagai titik terendah solidaritas Arab dan pengkhianatan hubungan persaudaraan.

Invasi itu tidak hanya memperlihatkan beberapa orang Arab yang mengkhianati komitmen mereka terhadap persatuan Arab, tapi juga menciptakan transformasi jangka panjang arsitektur keamanan dan pergeseran dalam keseimbangan strategis di kawasan itu bagi generasi mendatang. Invasi itu diperingati tiap tahun dengan mengenang semua ketakutan yang pernah dialami Kuwait. Penderitaan, martir, dan isu HAM dari para sandera, sisa-sisa jenazah yang kini ditemukan di kuburan masal di Irak. Meski Kuwait kini memegang peran utama dalam "Operasi Pembebasan Irak" dan telah memperbaiki hubungannya dengan Irak, tetap ada ketakutan terhadap ancaman yang berasal dari Irak. Penduduk Kuwait khawatir Irak yang tidak stabil dapat menjadi sarang teroris, sektarianisme, dan pembersihan etnis.

Hal lain yang mencemaskan Kuwait adalah pendapat beberapa orang Irak bahwa Kuwait adalah milik Irak, secara historis maupun geografis. Selain itu masih ada isu-isu lain seperti nasib para sandera Kuwait, garis perbatasan, hutang, kompensasi yang disetujui oleh PBB, dan lain-lain. Kuwait bukan satu-satunya korban invasi Irak. Konsekuensi dari kesalahan perhitungan Saddam itu lebih berdampak terhadap kawasan Teluk dan seluruh dunia Arab, tidak hanya terhadap Kuwait dan Irak sendiri.

Dampak paling permanen dari okupasi Irak, bahkan sebelum tergulingnya Saddam, adalah perubahan keseimbangan kekuatan di kawasan Teluk dengan kehadiran pasukan Amerika di negara-negara Teluk yang mendirikan basis-basis militer permanen yang sebelumnya ditentang oleh negara-negara Dewan Kerjasama Teluk. (rin/gn/kt/ptv)

Dikutip oleh www.suaramedia.com
Posted by Rifan Syambodo Categories: Label:

Perang Teluk Persia I atau Gulf War disebabkan atas Invasi Irak atas Kuwait 2 Agustus 1990 dengan strategi gerak cepat yang langsung menguasai Kuwait. Emir Kuwait Syeikh Jaber Al Ahmed Al Sabah segera meninggalkan negaranya dan Kuwait dijadikan provinsi ke-19 Irak dengan nama Saddamiyat Al-Mitla` pada tanggal 28 Agustus 1990, sekalipun Kuwait membalasnya dengan serangan udara kecil terhadap posisi posisi Irak pada tanggal 3 Agustus 1991 dari pangkalan yang dirahasiakan.

Latar Belakang

Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki.

Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990.


Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab kecuali Syria, Libya dan Yordania serta Palestina. Kemudian datang pula bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris, Perancis dan Jerman Barat), serta beberapa negara di kawasan Asia. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf serta Jenderal Collin Powell. Pasukan negara-negara Arab dipimpin oleh Letjen. Khalid bin Sultan.

Misi diplomatik antara James Baker dengan menteri luar negeri Irak Tareq Aziz gagal (9 Januari 1991). Irak menolak permintaan PBB agar Irak menarik pasukannya dari Kuwait 15 Januari 1991. Akhirnya Presiden Amerika Serikat George H. Bush diizinkan menyatakan perang oleh Kongres Amerika Serikat tanggal 12 Januari 1991. Operasi Badai Gurun dimulai tanggal 17 Januari 1991 pukul 03:00 waktu Baghdad yang diawali serangan serangan udara atas Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya serta operasi di daratan yang mengakibatkan perang darat yang dimulai tanggal 30 Januari 1991.

Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi Israel dengan menghujani Israel terutama Tel Aviv dan Haifa, Arab Saudi di Dhahran dengan serangan rudal Scud B buatan Sovyet rakitan Irak, serta melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara Uni Sovyet dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi Yevgeny Primakov dan Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev namun ditolak Presiden Bush pada tanggal 19 Februari 1991. Sementara Sovyet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB semisal mengambil hak veto. Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan.

Gencatan Senjata Perang Teluk Dimulai 

Pada tanggal 27 Februari 1991 pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait. 28 Februari 1991, setelah Perang Teluk berlangsung selama 40 hari, Presiden AS, George Bush, mengumumkan gencatan senjata. Perang Teluk meletus akibat invasi Irak ke Kuwait tahun 1990. Atas resolusi dari PBB, pasukan multinasional di bawah pimpinan AS menyerang Irak dan meletuslah Perang Teluk. Setelah dilakukan gencatan senjata, dimulailah perundingan antara negara-negara koalisi dan Irak, yang hasilnya, Irak bersedia menerima resolusi Dewan Keamanan PBB. Setelah itu, PBB juga memberlakukan embargo ekonomi terhadap rezim Saddam, namun yang menjadi korban utama adalah rakyat sipil dan anak-anak Irak yang kekurangan makanan dan obat-obatan akibat embargo tersebut. 

Kuburan Massal Ditemukan 
 

Sebuah kuburan masal yang ditemukan di markas organisasi Mujahedin-e Khalq (Mujahedin-e Khalq Organization – MKO) di Irak mengungkapkan teka-teki Perang Teluk tahun 1991. Petugas polisi di propinsi Diyalah mengatakan bahwa kuburan masal itu berisi jenazah warga Kuwait yang menjadi korban invasi rezim Baath selama tujuh bulan di Kuwait.

Peran Amerika Dalam Pembuatan Nuklir

Dalam kasus Irak, pada tahun 1991 perang teluk telah menghentikan program persenjataan Irak. Pemerintah George W. Bush mengklaim sebelum invasi Amerika akhir Maret 2006, bahwa intelijen menemukan Irak telah memulai pembuatan bom, tapi hingga kini, klaim itu hanya pepesan kosong.

Amerika bukan hanya berperan dalam persenjataan terlarang di Irak. Dalam kasus Israel, India, dan Pakistan, Amerika juga mempunyai kontribusi terhadap gudang senjata nuklir yang sekarang dimiliki negara-negara itu. Pada saat yang sama Uni Soviet mensuplai teknologi nuklir ke Cina yang kemudian juga membuat senjata nuklir.
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Promote Your Blog

Recent Posts

Recent Comments